STORY OF NARA

STORY OF NARA
Part 11


__ADS_3

Reyhan mengusap wajahnya dengan kasar, dia benar benar bingung saat ini harus bertindak seperti apa. Reyhan tidak ingin mengecewakan pujaan hatinya apalagi sampai menyakiti perasaan gadisnya dengan menikahi Cleora Abaraham, tapi jiak menolak maka sampai kapan pun dia tidak akan bisa bersama dengan Nara nya karena sudah pasti restu itu tidak akan dia dapatkan.


"Apa yang harus aku lakukan Tuhan... aku berada di situasi yang sangat sulit untuk ku tentukan" keluh Reyhan.


Reyhan benar benar sulit, dia berada pada pilihan yang membutanya dilema dalam menentukan sikap, karena dia tau pasti akan konsekuensi dari piliahnnya kelak, dan pastinya konsekuensi bukanlah hal yang baik untuk masa depannya bersama Nara.


Lama Reyhan berpikir hingga akhirnya dia meraih ponselnya dan menghubungi seseorang, dia sudah memutuskan apa yang harus dia pilih, beserta cara untuk mencegah agar konsekuensinya tidak berakibat fatal bagi hubungannya dan Nara ke depan.


"Temui aku sekarang juga di kafe dekat apartemenku!" ucap Reyhan dengan datar dan langsung memutus sambungan panggilan tanpa menunggu jawaban dari lawannya.


Reyhan langsung pergi menuju tempat yang sudah mereka janjikan, sampai disana Reyham duduk dengam bersandar dan kaki yang menyilang, dan tak lama setelah itu wanita cantik dan masih berusia dua puluh tahun datang dengan pakaian yang sederhana tapi elegan sesuai dengan postur tubuh dan wajahnya.


"Maaf membuatmu menunggu" ucap wanita itu yang tak lain adalah Cleora.


Reyhan menatapnya malas, sebenarnya dia tidak mau bertemu dengan gadis itu tapi apa boleh buat mereka harus bertemu untuk membahas kesepakatan mereka tentang pernikahan sementara yang di ajukan Cleora.


Reyhan pun sebenarnya heran kenapa wanita cantik yang ada di hadapannya ini bisa memiliki ide gila mengenai pernikahan sementara ini, karena biasanya pada nove novel yang di temui, pria lah yang mengajukan pernikahan semacam itu tapi di kehidupan nyata Reyhan berbanding terbalik dan wanita yang mengajukan hal ini padanya.


"Bagaimana senior? apa kau sudah memutuskan?" tanya Cleora to the poin pada inti permasalahan.


Reyhan masih menatap Cleora sebelum akhirnya menjawab "aku akan menyetujui ini asalkan kau juga mengikuti syaratku" ucap Reyhan.


"Maaf senior tapi aku tidak menerima syarat" jawab Cleora.


Reyhan mengepalakn ke dua tangannya mendengar penolakan dari Cleora, dia merasa gadis itu menantang dirinya dan dia benar benar tidak suka dengan gadis seperti itu.


"Kenapa? aku hanya ingin mengatakan jika selama pernikahan kita tidak ada yang boleh tau akan hal ini" ucap Reyhan yang masih berusaha untuk meredam emosinya.


"Tapi apa senior tau jika kita akan menikah di Indonesia?" ucap Cleora membuat Reyhan tersentak kaget akan kenyataan yang di tau ini.


"Tidak! aku mau kita menikah disini saja, bukan di indonesia!" tegas Reyhan.

__ADS_1


Cleora menyunggingkan senyumnya mendengar penolakan keras dari Reyhan, dia jelas tau apa alasan mengapa pria yang ada dihadapannya ini menolak, apa lagi jika bukan karena kekasihnya.


"Baik tidak masalah, kita akan menikah disini" ucap Cleora, "dimana pun kita menikah, aku pastikan jika kekasihmu itu akan mendengar berita ini" batin Cleora dengan senyum kemenangannya.


"Baiklah! katakan pada Ayahmu kalau aku menerima pernikahan ini dan sampaikan apa yang menjadi keinginanku" ucap Reyhan dan langsung pergi meninggalkan Cleora sendiri disana.


"Kau tidak akan lepas dari ku lagi Reyhan dan aku! pastikan hanya akan ada aku di dalam kehidupanmu kelak, dan hanya aku yang menjadi istrimu. Aku akan melakukan apa pun untuk bisa mendapatkan hatimu dan membuatmu melupakan kekasihmu itu!" ucap Cleora setelah memastikan kepergian Reyhan.


Reyham sendiri kembali ke apartemennya, membanting tubuhnya dengan kasar dengan tangan yang mengusap wajahnya dengan kasar. Berkali kali Reyhan menarik nafasnya dan membuangnya dengan kasar.


Dia melirik jarum jam yang terus berdetak di dindinh kamarnya, waktu sudah larut yang artinya di tempat Nara sudah hampir subuh, dan tidak mungkin Reyhan mengganggu waktu tidur Nara.


Setelah menimbang banyak hal, akhirnya Reyhan memilih untuk tidur karena besok dia akan kembali bangun lebih subuh agar bisa mebghubungi pujaan hatinya, karena saat ini hanya mendengar suara Nara maka dia akan sedikit tenang dan rasa mumetnya akan mereda.


***


Pagi sudah tiba dan Nara seperti biasa akan bangun pagi untuk menghindari jalanan macet yang menyebabkan dirinya terlambat lagi.


Dengan cepat dia meraih ponselnya, seketika senyum mereka terbit di kedua sudut bibirnya mendapati ID pemanggil yang ternyata adalah kekasih hatinya dan dengan cepat dia menjawab dan mengaktifkan pengeras suara agar bisa kembali melanjutkan kegiatannya sambil mendengarkan perkataan kekasihnya.


"Hallo Reyhan sayang" sapa Nara dengan suara lembut nan merdunya.


Reyhan yang mendengar sapaan kekasihnya dan panggilan sayang yang tidak pernah berubah dari Nara walau jarak sudah memisahkan mereka selama tiga tahun membuat Reyhan bahagia sekaligus nyeri di ulu hatinya.


"Kamu tidak pernah berubah sayang, kamu selalu menjadi gadisku yang menawan hatiku, tapi apa nanti kamu akan memaafkanku jika kamu tau aku mengecawakanmu? aku hanya berharap kamu bisa memafkanku sayang, memaafkan perbuatanku yang memilih keputusan ini" batin Reyhan.


Reyhan membatin dalam hati dan berharao pula dalam hati agar semua baik baik saja, tanpa dia sadari jika dia sudah melakukan kesalahan besar karena tidak mengatakan hal itu pada Nara, karena tidak meminta persetujuan Nara sebelum mengambil tindakan.


"Hallo sayang....kau mendegarku!" seru Nara karena tak kunung mendapat sahutan dari Reyhan.


"Iya sayang, aku mendengarmu!" jawab Reyhan tak kalah lembutnya dari sebrang sana.

__ADS_1


"Lalu kenapa tidak menjawabku!" rajuk Nara.


"Aku sedang menikmati suara merdu wanita cantik yang di ciptakan Tuhan untuk bisa aku cintai" jawab Reyhan.


Perkataan Reyhan sukses mengundang senyum manis terbit di bibir Nara, dia sangat bahagia mendengar pujian Reyhan, walau sudah lama menjalin hubungan tapi tetap saja entah kenapa jantungnya selalu berpacu jika bersama Reyhan dan wajahnya mudah sekali merona jika mendapat pujian dari Reyhan.


"Jangan bilang jika pipimu sedang merona sayang karena akan rugi jika tidak melihatnya" kekeh Reyhan semakin membuat Nara malu.


"Ish apaan sih kamu"


"Kamu mau berangkat sayang?" tanya Reyhan setelah tawanya mereda.


"Iya dan aku sedang bersiap" jawab Nara.


"Bakiklah silahkan bersiap dan aku akan mempersiapkan segala keperluanku untuk berpindah tempat kerja" ucap Reyhan yang membuat Nara terhenti dari kegiatannya.


"Jadi kamu belum menyelesaikannya sayang?" tanya Nara.


"Belum, tapi aku akan berusaha agar bisa secepatnya, aku sudah merindukanmu Nara sayang" ucap Reyhan.


"Aku juga merindukanmu" balas Nara dengan senyum manisnnya "cepatlah kembali" lanjutnya.


"Tentu aku akan cepat kembali" jawabnya "dan aku harap kamu tidak akan pernah tau akan kenyataan tentang diriku nanti sanyang" lanjutnya dalam hati.


"Baiklah aku harus berangkat untuk menghindari kemacetan sayang" ucap Nara.


"Ya, baiklah sayang, dan jaga dirimu"


Panggilam terputus dan Nara bergegas sarapan dan setelah itu langsung melesat pergi menunu taxi yang sudah menungguinya di parkiran apartement.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2