STORY OF NARA

STORY OF NARA
anak kandung


__ADS_3

"Untuk apa lagi kami datang Rey? kenapa kami tidam pernah berhenti juga" batin Nara, tubuhnya masih sangat enggan untuk membukakan pintu pada Reyhan, tubuhnya masih berdiam diri dengan posisi yang masih sama seperti sebelumnya.


"Mommy" panggilan Radith membuat Nara tersadar dari lamunannya.


"Ada apa sayang?" tanya Nara berpura pura tidak paham akan situasi.


"Kenapa Om itu ada disin?" pertanyaan Radith membuat Nara terdiam.


"Mommy tidak tau sayang, Mommy juga sedikit terkejut" jawab Nara.


"Ckck... aku sangat tidak suka dengannya Mom, sangat menyebalkan sekali dua terus mengganggu Mommy" Radith menyampaikan apa yang ada dalam hatinya dan Nara bisa mengerti akan hal itu.


"Maaf sayang, Mommy juga tidak tau kenapa dia selalu ada" ucap Nara dengan sedikit rasa bersala menghinggapinya.


"Ini kenapa mobil kita lama sekali sihh" keluh Radith.


"Sabar sayang, karena dia hanya sendiri" ucap Nara menenangkan hati putranya


Tok Tok Tok


"Ada pak?" tanya Nara saat mendapati kaca mobil kembali diketuk dan ternyata pelakunya adalah si supir pribadinya.


"Maaf Nyonya, sepertinya ini akan sangat lama" ucap sang supir, "bagaimana jika saya carikan taxi saja Nyonya Muda" lanjutnya.


"Menunggu tadi akan makan waktu lama, lalu jam berapa aku baru sampai di sekolah" sentak Radith


"Boy....." tegur Nara.


"Tapi aku bagaimana Mom? aku sangat tidak suka terlambat" keluh Radith.


"Mommy mengerti, dan sekarang lebih baik kita cari taxi saja" ucap Nara yang terus berusaha menangkan putranya.


"Baiklah Mom" akhirnya mau tak mau Rajesh menuruti perkataan ibunya dan mereka turun bersa ma untuk menunggu taxi.


"Saya sudah pesankan taxi Nona" ucap supir.


"Terimakasih pak"

__ADS_1


"Iya Nyonya, maaf sudah membuat anda menunggu"


"Tidak masalah"


"Nara....." panggil Reyhan, dia merasa diabaikan oleh wanita itu seolah dirinya tidak terlihat hingga membuat dirinya sabar dan ingin menyapa Nara.


Nara menoleh, "loh kamu ada disini?" tanya Nara pura pura.


"Jangan pura pura Nara, aku tau kamu melihatku tapi kamu mengabaikanku" Reyhan tidak suka dengan pertanyaan Nara yang seperti itu.


"Ohh maaf, aku hanya tidak biasa menatap pria lain selain pria pria yang memiliki hubungan denganku" jawab Nara dengan lembut tapi mampu membuat hati Reyhan tercubit, dia menyadari secara tidak langsung Nara mengatakan jika mereka memang tidak lagi ada hubungan dan dirinya adalah orang asing.


"Kenapa kami sampai hati berkata seperti itu Nara?" tanya Ryhan dengan lirih.


"Tolong Rey, jangan membahas apapun didepan putraku" tegas Nara.


"Dia hanya putra sambungmu Nara" sentak Reyhan membuat Nara terperangah tak percaya dengan ucapan Reyhan.


"Aku tau, kau belum memiliki anak dan aku tau kau tidak bahagia karena tidak bisa memiliki keturunan dengan suamimu bukan, aku juga tau walau kau sangat menyayanginya tapi tetap saja hati kecilmu berteriak merasa tidak adil..." ucapan Reyhan terhenti sejenak dan memandang Nara yang sudah memburu napasnya menunjukan jika wanita yang ada dihadapannya ini sedang menahan amarah.


".... Kembali saja padaku, maka kau tidak akan teraskiti karena harus mengurus anak orang lain, dan aku juga tidak akan pernah menuntut anak darimu"


Plak


"Jangan sekalipun kami meragukan perasaanku terhadap putraku, dan satu lagi jangan pernah berpikir aku tertekan karena tuntutan dari keluarga suamiku, tidak... itu tidak benar karenya kenyataanya bahkan suami dan putraku akan marah jika aku menangisi masalah anak, dan mereka tidak pernah mempermasalahkan hal itu" teriak Nara.


"Tidak mungkin...! orang kaya seperti mereka tidak mungkin tidak memikirkan keturunan, apalagi aku kalua anak kecil ini bukan darah daging Rajesh" sergah Reyhan yang lagi lagi mendapat tamparan keras dari Nara.


Plak


"Jangan bicara omong kosong Rey..." bentak Nara, "jangan katakan apapun lagi, atau aku akan membencimu seumur hidupku"


"Apa benar aku bukan akan Daddy Mom?" pertanyaan Radith sukses membuat Nara terasadar, dia tidak bisa lagi mengelak dari pertanyaan putranya tapi mungkin untuk berbohong tidaklah masalah bagi Nara.


"Tidak sayang... yang dia katakan tidak benar, kau adalah anak Daddy, anak kandung Daddy Rajesh dan tidak akan ada yang bisa merubah akan hal itu, jadi jangan pertanyakan hak itu lagi, anggap saja itu hanya angin lalu" ucap Nara dengan lembut.


"Tapi kenapa dia mengatakan hal itu" Radith menunjuk kearah Reyhan yang diam terpaku karena masih terkejut dengan sikap Nara yang mati matian membela Radith hingga dengan ringannya Nara melayangkan tangan dua kali di pipinya.

__ADS_1


"Tidak sayang, dia berbohong dan kau harus percaya pada Mommymu ini" tegas Nara.


"Nyonya... taxinya sudah datang" ucap supir yang sejak tadi memperhatikan apa yang terjadi.


"Ayo sayang kita pergi dari sini" ajak Nara tanpa melihat kearah Reyhan lagi, walau pria tampak itu memanggil namanya tapi Nara sama sekali tidak mau menoleh.


"Maafkan aku Nara sudah membuatmu kecewa, jangan seperti ini Nara... tolong maafkan aku, aku terbawa emosi" ucap Reyhan terus memanggil nama Nara.


"Kau tau? sikapmu ini membuatku semakin membencimu dan keyakinanku yang dulu memutuskan meninggalkanmu tidaklah salah dan rasa bersalah yang dulu menghinggapiku kini menghilang melebur bersama angin yang terterpa entah kemana" ucap Nara tanpa mengalihkan perhatiannya, walau kakinya berhenti sejenak lalu kembali melangkah.


"Tidak Nara... jangan seperti, aki mohon maafkan aku" Reyhan terus memanggil Nara tapi sayang, taxi yang ditumpangi Nara sudah melesat pergi meninggalkan jalan itu.


Radith hanya diam saja sejak dalam taxi, mungkin masih memikirkan perkataan Reyhan tentang dirinya yang bukan anak kandung.


Radith bisa dikatakan sudah paham akan hal itu, dia walau masih berusia delapan tahun tapi pikirannya sudah cukup dewasa untuk mengerti arti dari kata bukan anak kandung seperti yang dikatana Reyhan pada ibu sambungnya.


"Sayang..." panggilan Nara membuyarkan lamunan Radith, perhatiannya kini beralih pada Nara.


"Ada apa Mom?" tanya Radith.


"Harusnya Mommy yang bertanya ada apa? kami masih memikirkan hal itu? bukankah Mommy sudah katakan untuk tidak memikirkan hal itu, sampai kapanpun kamu adalah anak dari Daddy Rajehs dan tidak ada seorangpun yang bisa memungkiri hal itu" tegas Nara pada Radith.


"Tapi apa benar aku bukan anak kandung Daddy Mom?" tanya Radith dengan suara yang sangar lirih.


"Kamu anak kandung Daddy, sudah Mommy katakan hal itu tadi dan jangan mempertanyakannya lagi sayang, percayakan saja pada Mommymu ini" ucap Nara sedikit terbawa emosi dengan Radith yang terus bertanya.


Bukan karena tidak suka jika Radith bertanya, hanya saja hati Nara sakit jika Radith mengayakan dirinya bukan anak kandung Rajesh, walau itu memang benar tapi tetap saja Nara tidak bisa menerima hal itu.


Dan jika boleh berharap, Nara justru sangat berharap Radith adalah anak kandung Rajehs, agar kejadian seperti ini tidak lagi dialami oleh Rajesh.


"Percayalah pada Mommy, kau anak Daddy" ucap Nara dan mengelus lembut rambut Radith.


"Aku percaya pada Mommy" jawab Radith dan melingkarkan tangannya dipinggang Nara, memeluk dengan erat.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2