
"Kenapa kalian datang kemari tanpa mengatakan padaku?" tanya Nara setelah dirinya sudah mampu meguasai perasaannya.
"Tentu saja untuk putri ibu, ibu mau kau kembali ke rumah kita" jawab Naina dengan lembut tapi penuh ketegasan di dalamnya.
"Tapi..."
"Tidak asa tapi nak, kau sudah berjanji bukan kau akan kembali setelah dia kembali? dan sekarang dia sudah kembali tapi malah membawa luka untukmu" sela Naina yang tau putrinya masih ingin protes.
Nara mengerutkan keningnya mendengar penuturan Naina yang bisa di tebak dari sana jika keluarganya sudah tau perilah kembalinya Reyhan ke tanah air beserta kecurangan yang dilakukan Reyhan hingga berujung perpisahan di antara mereka.
"Kalian sudah tau dia kembali?" tanya Nara.
Dengan sedikit keraguan Naina mengangguk tapi Lioen menjawab dengan tegas bahkan mengatakan bagaimana mereka bertemu.
"Ya...! kamu sudah bertemu, dia menjadi klien kaka perwakilan dari perusahaan mertuanya" jawab Lionel.
Jawaban pria tampan itu kembali membuat Nara mengerutkan keningnya semakin dalam saat kalimat Lionel mengenai pernikahan Reyhan yang artinya mereka pun sudah tau.
"Kalian tau dari mana Reyhan sudah menikah?" tanya Nara penuh selidik.
Sejenak ketiha orang dewasa itu saling pandang seolah menyampaikan siapa yang akan mewakili dari ketiganya berbicara dan mengatakan pada Tuan Putri kediaman Saker itu.
"Sebenarnya......"
Lionel akhirnya memutuskan untuk menjawab pertanyaan Nara, dia menjelaskan semuanya kapan dan dimana serta bagaimana merka tau Reyhan sudah menikah.
Nara menutup mulutnya tak percara dengan apa yang dikatana kakanya, berarti mereka susah lama tau tapi tidak ada yang mengatakam satu pun dari mereka pada Nara. Semua bungkam dan bersandiwara seolah tidak terjadi apa apa.
Kecewa? tentu saja Nara merasa sedikit kecewa dengan keluarganya yang memilih menutupi hal ini bahkan dengan sengaja membuang bukti yang mereja kira tidak akan diketahui oleh Nara tapi ternyata kebohongan itu tidak berlangsung lama karena kini Nara sudah tau dan terlanjur terluka karena terbongkarnya kebenaran dengan cara seperti ini.
"Jadi ini alasan Ayah merestui hubungaku karena sudah tau Reyhan akan menikah?" tanya Nara diseratai senyum mirisnya.
"Tidak....tidak seperti itu nak, Ayah sudah lama merestui kalian hanya saja kau selalu mengatakan untuk menunggu Reyhan pulang, dan jujur saja Ayah mendesakmu beberapa hari karena berharap Reyhan akan membatalkan niatnya untuk menikah dan memilih tetap bertahan untukmu" jawab Anan.
__ADS_1
"Tapi akhirnya berakhir kan Yah?" lirih Nara.
"Maafkan Ayah nak, Ayah salah...Ayah terlalu egois hanya memikirkan kedudukan. Ayah pikir itu semua akan cukup tanpa tau jika itu menykiti putri kesayangan Ayah" ucap Anan dengan sorot mata yang penuh penyesalan.
Tidak ada jawaban dari Nara, dia hanya terisak mendengar semua perkataan Anan karena memang dia tidak tau harus menjawab apa dan harus menyalahkan siapa saat ini, sedangkan Anan masih menunggu putrinya bicara dan Naina serta tunangan Lionel hanya bisa menangis merasai berada di posisi Nara.
"Nak...bicaralah pafa Ayahmu ini, ayah tidak bisa melihatmu bungkam seperti ini" lirih Anan karena belum mendapat respon dari anaknya.
Nara menatapa lelaki paru baya itu dengan lekat, lelaki yang menjadi cinta pertamanya, lelaki yang sudah membesarkan dirinya dengan penuh cinta. Seketika rasa bersalah pun juga menghampiri Nara, dia merasa bersalah karena sudah secara tidak langsung menyudutkan ayahnya, menuduh ayahnya sebagai rusaknya hubungan mereka.
Perlahan tapi pasti Nara mendenkat ke arah lelaki tua yang menatapnya dengan sorot mata yang penuh penyesalan, "maafkan Naramu Yah...maafkan aku yang sudah membuat Ayah terlukan karena ucapanku" ucap Nara seraya memeluk lelaki itu dengan erat.
Bukannya kelegaan yang di dapat Anan, mapah sesak semakin merajai hatinya mendengar anaknya meminta maaf karena perkataan itu padahal semuanya berawal dari dia yang menginginkan Reyhan setara dengan keluarga mereka.
"Tidak sayangku...Ayah yang salah, ayah yang terlalu egois memikirkan martabat tanpa mau tau jika putriku terluka karena keputusanku, bahkan memilih pergi selama tiga tahun hanya untuk membuktikan kekasihnya yang terbaik" jawab Anan dengan pelukan dan tangan yang terus mengelus lembut punggu Princessnya.
"Sttt....Tidak ada yang salah yah, takdir...ya, takdir yang membuat semua ini. Tuhan sudah membuat skenario dalam hidupku dan Reyhan bukanlah yang terbaik untukku" jawab Nara dengan senyum manisnya setelah pelukan keduanya terlepas.
"Terimakasih sayang, kau berpikir dewasa dan sekali lagi maafkan Ayahmu ini"
Mereka semua menghela napas lega dan setelah itu menyusup Nara yang tertawa bahagia di hadapan mereka, "Astagaa....Ibu pikir ada apa, yaudah ibu mau buatkan makanan dulu" ucap Naian, "eh tapi ada bahan makanan kan didapur?" lanjut Naina bertanya.
"Ada bu, oh ya masaknya menu favorit ya bu" pinta Nara yang langsung di ancungin jempol oleh Naina.
Lionel mendekati adiknya dan memeluk dengan sayang, "kembali ke rumah ya, kakak mu ini kesepian" pinta Lionel dengan lembut yang langsung di jawab anggukan oleh Nara tanpa tapi.
"Ckck apa kakak akan terus memelukku?" tanya Nara setelah beberapa saat durasi berpelukan masih saja berjalan.
"Kenapa?" Lionel mengerutkan keningnya.
"Nanti kakak iparku merasa cemburu jika kakak memelukku terus tapi tidak memelukanya" ceplos Nara membuat keduanya merona merah.
"Ka...kau, apa yang kau katakan"
__ADS_1
"Ckck kaka ini seperti anak gadis saja malu malu kucing" sindir Nara membuat Lionel melototkan matanya mendengar sindiran adiknya.
"Kau ini...! adik siapa kau sekarang" ketus Lionel.
"Tentu anak ayah dan ibuku" jawab Nara santai.
"Hei...Yang aku tanya adik siapa bukan anak siapa Princess....." ucap Lionel memanjangkan intonasi suaranya.
"Ohhh, aku tidak punya kakak" jawab Nara dengan gaya sok polosnya.
"Hei ada aku kakakmu! kenapa mengatakan tidak punya!" dengus Lionel.
"Karena kakak masih bertanya, jadi Nara menganggap jika aku mungkin tidak punya kakak" jawab Nara tanpa dosa.
"Ckck, kau kenapa sekarang berubah menjadi adik yang menyebalkan!" ketus Lionel.
"Kakak ipar, apa aku menyebalkan?" tanya Nra meminta pendapat Martha.
"Tidak, justru kau sangat menggemaskan dan kakak suka punya adik perempuan seperti mu" jawab Martha dengan sesugguhnya tanpa di buat buat.
"Kakakku sayang sudah dengar...?"
"Ckck, kau itu tunanganku tapi kenapa malah membelanya?"
"Karena dia adalah kesayanganku" jawab Martha dan langsung memeluk Nara dengan sayang yang langsung di balas oleh Nara dengan pelukan hangatnya sebagai seorang adik.
"Ckck kalian mengabaikan pria tampan ini, benar benar kompak menyudutkanku" kesak Lionel kemudian melangkah menuju meja makan.
Martha dan Nara pun mengikuti langkah Lionel, menunggu makanan yang di masak Naina untuk di sajikan, sehingga beberapa menit kemudian akhinya makanan pun tersaji dan langsung di lahap oleh kelima orang itu dengan penuh nikmat.
.
.
__ADS_1
Bersambung...