
Sehari hari Nara habiskan hanya untuk melayani suami dan putranya, tidak lagi memikirkan perkara ingin memliki anak , wanita cantik itu hanya memasrahkan kehidupan rumah tangganya kepara Tuhan.
Ya semenjak satu bulan yang lalu terkahir karena permintaan konyol Nara terhadap Rajehs agar menikah lagi dan berakhir dengan pertengkaran, kini tidak pernah terungkit lagi selaka sebulan ini, semua berjalan baik baik saja bahkan bisa dikatakan tidak ada pertengkaran ataupun perdebatan kecil selama satu bulan ini.
Wanita cantik yang sudah berstatus sebagai istri dan ibu sambung itu hanya menghabiskan waktunya melayani Rajehs dan Radith mulai dari bangun pagi hingga nanti malam saat sudah akan tidur, rutinitas Nara yang hanya mengfokuskan dirinya pada kedua pria yang membuat hidupnya berwarna itu
Tapi sepertinya pagi ini tidak ada hak demikian, tidak ada Nara terbangun membuatkan sarapan pagi, karena nyatanya wanita cantik itu masih betah berlindung dibalik hangatnya selimut tebal diatas ranjang, padahal waktu sudah menunjukan pukul setengah tujuh pagi yang dimana biasanya itu sudah waktunya untuk keluarganya sarapan.
Rajehs sendiri heran dengan tingkah istrinya yang tidak biasanya, tapi pria tampan itu berpikir posisti, dia berpikir mungkin wanitanya hanya kelelahan mengingat tadi malam mereka melakukan ritual suami istri dimana Naralah yang memimpin permainan.
Eh, mengingat akan kejadian semalam membuat Rajehs hanya tersenyum manis, ini pertama kalinya setelah tiga tahun pernikahan mereka, pertama kalinya Nara mengambil kendali percintaan dengan begitu nakalnya hingga Rajehs hanya bisa dibuat geleng dan menikmati pelayanan dari istrinya.
"Mungkin dia sedang kelelahan karena pertempuran semalam" gumam Rajesh.
Kakinya melangkah mendekati ranjang dengan pakaian yang sudah sangat rapi, tapi dasinya belum terpasang kan sama sekali karena memang biasanya Naralah yang akan memasangkan untuknya tapi sepertinya kali ini tidak karena wanita masih asyik menyelami alam mimpinya.
Rajesh mengusap dengan lembut pipi istrinya lali mengecup hangat kening dan bibir Nara, setelahnya barulah pria tampan itu melangkah keluar menuju meja makan dan sepertinya mau tidak mau mereka beruda harus makan masakan maid pagi ini.
"Morning Boy" sapa Rajesh setelah sampai di lantai bawah tepatnya diruang makan.
"Morning Dad, dimana Mommy?" tanya Radtih kala tidak melihat sosok wanita yang sangat dikaguminya.
"Mommy masih tidur, sepertinya sedang tidak enak badan" jawab Rajesh membuat Radith langsung berdiri dari tempat duduknya dan berlari menuju kamar ibunya.
"Hei Boy, kau mau kemana?" tanya Rajehs.
"Mau melihat keadaan Mommy" jawab Radith dengan singkat.
Rajehs tidak bisa lagi berkata untuk menghentikan putranya yang berlalu begitu cepat dari hadapannya, "huftt... untung istriku selama sudah mengenakan pakaiannya" gumam Rajehs dengan nafas leganya.
Ceklek
Pintu terbuka dan menampakan seoang anak kecil tapi sudah berpikiran dewasa, berjalan pelan menuju ranjang dimana wanita yang membuatnya merasakan jatuh cinta terbaring dan tidur dengan pulasnya.
__ADS_1
"Mommy...." Radith berani bicara dengan keras karena taju jika itu akan mengagetkan ibu sambungnya.
Tangan yang masih terlihat kecil itu mengusap lembut wajah Nara membuat wanita cantik yang sedang tertidur itu menjadi terusik dengan sentuhan lembut itu, menggeliat pelan dan mengerjapkan matanya beberapa kali.
"Sayang...." dengan suara seraknya Nara menyapa putranya yang kini duduk didepan matanya.
"Mommy sakit?" tanya Radith, tangannya menyentuh kening ibu sambungnya mengecek suhu tubuh Nara.
Nara tersenyum melihat wajah khawatir dari putranya, sungguh rasanya sangat bahagia bisa diperhatikan dan disayang sangat oleh putranya, "Mommy sepertinya hanya kelelahan sayang" jawab Nara dengan suara seraknya.
"Ini pasti ulah Daddy kan?" tanya Radith dengan muka masamnya menuduh ayahnya sebagai terdakwa penyebab ibu sambungnya seperti ini.
Nara tersenyum mendengar ucapan putranya, "Tidak sayang, ini bukan karena Daddy" ucap Nara "Mommy hanya malas saja, dan maaf ya Mommy jadi nya tidak membuatkan sarapan untukmu" lanjut Nara.
"No problem Mom, istrahat saja, aku akan makan masakan Maid saja" ucap Radith agar tidak membuat ibunya merasa bersalah.
"Baiklah, aku harus pergi, Mommy istrahat saja dirumah dan nanti biar supir saja yang menjemputku disekolah" ucap Radith yang begitu pengertian terhadap ibu sambungnya.
"Terimakasih sayang, hati hati dijalan"
Radith melangkah keluar dan Nara kembali melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu, entah kenapa dia juga merasa heran kenapa bisa seperti ini tapi tidak mau ambil pusing, wanita cantik itu justru kembali membungkus dirinya dalam selimut tebal yang membuatnya terasa sangat nyaman.
"Bagaimana Boy?" tanya Rajesh saat mengetahui putranya berjalan menuju ruang makan.
"Mommy kecapean, dan terpaksa aku makan masakan bibi" ucap Radith dengan gaya lesunya.
"Sudah untuk kali ini saja, Mommy mungkin benar benar sangat capek" hibur Rajehs.
"Baiklah Dad, tapi jangan paksa aku untuk menghabiskan semuanya" pinta Radith terlebih dahulu sebelum nanti mendapat komentar dari ayahnya.
"Tidak masalah, yang penting kamu sarapan walau sedikit" saut Rajehs.
Dan berdua sarapan tanpa kehadiran Nara, dan setelah selesai kedua pria tampan itu langsung bergegas berangkat untuk tujuan masing masing tapi sebelumnya Rajehs terlebib dahulu memberi perintah terhadap maidnya.
__ADS_1
"Bi...siapkan bubur untuk istriku nanti saat dia bangun" titah Rajehs.
"Baik Tuan Muda, saya akan lakukan"
Tidak menjawab, Rajehs langsung bergegas pergi meninggalkan kediamannya menuju mobil yang sudah terparkir didepan pintu utama dan Leo sudah berada disana menunggu kedatangan majikannya.
"Selamat pagi Tuan Muda, selamat pagi Tuan kecil" sapa Leo dengan membungkukan badannya sebagai bentuk hormatnya.
Rajesh hanya menganggukkan kepalanya sedangkan Radith tidak merespon sapaan itu, justru anak kecil itu berlalu begitu saja masuk dalam mobil yang pintunya susah dibukakan oleh Leo.
Setelah memastikan Rajehs masuk kedalam mobil, Loe langsung menancap gas menjalankan mobilnya menuju sekolah Radith walau sebenarnya kantor dan sekolah sudah kian searah jalannya.
"Aku masuk Dad" pamit Radith dan langsung meriah tangan Rajehs lalu mencium punggung tangan itu.
"Belajar dengan baik Boy, dan nanti siang Daddy akan menjemputmu" ucap Rajehs setelah memberi kecupan sayang di kening Radith seperti biasanya.
"Ok Dad, bye..."
Mobil yang dikendarai Rajehs kembali melaju menuju kanotr miliknya setelah memastikan putra satu satunya sudah masuk ke dalam kelas yang memang terlihat dari gerbang utama.
Sedangkan dirumah, wanita cantik yang berstatus istri itu masih saja belum bangun dari tidurnya, terlalu pulas dan neyenyak tidurnya hingga ketukan pintu yang berulang kali dilayangkan tidak lagi terdengar olehnya.
Tapi tidak sampai disitu, pintu terus berbunyi dan kini semakin kencang membuat tidur wanita cantik itu akhirnya terusik juga, menggeliat dan mengerjapkan beberapa kali untuk menetralkan penglihatannya yang mulai silau karena cahaya matahari yang masuk tembus karena kaca balkon yang bening.
"Siapa?" teriak Nara dengan suara seraknya.
"Saya Nyonya Muda, mau mengantarkan makanan" saut dari luar kamar.
"Masuk saja Bi" titah Nara
Tak lama setelahnya tampak maid dengan nampan yang berisikan piring dan teh hangat berjalan mendekat kearah Nara, tapi tinggal dua meter lagi jaraknya, wanita cantik itu langsung bergegas menuju kamar mandi karena tidak bisa menahan sesuatu.
.
__ADS_1
.
Bersambung....