
Hari pertama bekerja dengan jabatan baru membuat Nara bangun lebih awal, dia tidak mau memeri kesan buruk dengan keterlambatanya, "Semangat Nara! tunjukan kau mampu" ucapnya menyemangati dirinya di tengah tengah kesibukannya mempersiapkan diri.
Kring Kring....
Ponsel milik Nara berbunyi dan ternyata itu dari kekasih hatinya, senyum indah terbit saat mengetahui hal itu "Hallo" ucapnya dengan senyum lembutnya.
"Kau sudah bangun rupanya sayang" ucap Reyhan dari belahan dunia lain.
"Sudah, aku harus bersiap siap bukan" jawab Nara.
"Kau sudah mengenakan seragammu?" tanya Reyhan.
"Sudah, kau mau melihatnya?"
"Bolehkah? wah aku penasaran seorang putri dari dari keluarga Sakher menggunakan seragam PNS dan mengabdi pada pemerintahan" goda Reyhan.
"Ayo alihkan ke video"
Reyhan langsung mengalihkannya pada oanggilan Video dan mereka bisa melihat keadaan satu sama lain, Riki yang sesang rebahan dan Nara yang sibuk memoles dirinya sedikit agat tidak terlihat pucat.
"Apa kau kekasihku?" tanya Reyhan berniat menggoda Nara.
"Tentu saja, aku kekasihmu memang siap lagi!" ketus Nara.
Reyhan terkekeh melihat sikap kesal kekasihnya, rasanya dia ingin sekali memeluk gadisnya, padahal baru satu bulan berpisah tapi rasa rindu sudab menggrogoti seluruh urat dan orang tubuh Reyhan.
"Kau sangat cantik sayang, walau kau hanya berpenampilan biasa tapi tetap saja aura kejayaan keluargamu tidak luntur" ucap Reyhan sedikit sendu"
Nara yang menangkap ada ke janggalan dari kekasihnya langsung menghentikan kegiatannya, walai hanya mendengar suara tanpa melihat ekspreai Reyhan tapi Nara begitu peka.
"Ada apa sayang?" tanya Nara dengan seirus.
"Ada apa? tidak ada apa apa kok sayang, sudah kau bersiap lagi saja ya" ucap Reyhan yang ingin menghindar.
"Jangan menghindar Rey, aku tau menyembungikan sesuatu! jadi katakan ada apa?" tanya Nara yang kini sudah memanggil dengan sebutan nama.
Dan Reyhan tau betuk itu, jika nanya sudah di sebut maka Nara tidak main main dan semuanya harus di ketahui apa yang ingin di ketahuinya.
"Tidak ada sayang, percaya lah" jawab Reyhan berusaha tenang dan mengumbar senyumnya agar tidak mengundang kecurigaan Nara, tapi sayang mau bagaimana pun feeling Nara tidak pernah salah, apa yang dia rasakan berarti benar memang terjadi.
"Katakan atau tidak usah berkomunikasi lagi!" ancam Nara yang membuat Reyhan tidak bisa berkutik lagi.
__ADS_1
"Aku bingung" ucap Reyhan menundukan kepalanya dengan lesu.
"Kenapa sayang? ada masalah kah? beri tau aku mana tau aku bisa bantu" ucap Nara.
"Ini berat sayang jadi aku tidak ingin merepotkanmu"
"Hei apa apa ini! sejak kapan kekasihku seperti ini! apa aku bukam kekasihmu lagi!" sentak Nara tidak suka.
"Bukan. Bukan begitu, hanya ini memang berat dan aku merasa tidak akan berguna jika kau ikut campur sayang, harga diriku menjadi taruhannya"
"Katakanlah!"
"Aku butuh uang 200 juta untuk biaya kuliahku hingga selesai" cicit Reyhan.
Nara kaget bukan main, meski dia anak orang berada tapi perkara uang segitu termasuk besar baginya karena memang selama ini uang bulananya tidak sebanyak itu.
"Bukankah katanya kau beasiswa sayang?" tanya Nara.
"Iya benar, tapi itu katanya untuk keperluan yang lainnya, agar aku bisa keluar masuk dan belajar tanpa hambatan uang sepeserpun" jawab Reyhan lesu.
Nara menarik nafasnya dalam, dia memang punya uang segitu hasil tabungannya tapi itu di sisipkan selama bertahun tahun untuk melanjutakn S2 nya juga tapi karena sudah lewat PNS, Nara ingin mengalokasikan itu untuk membuka butik.
Tapi di sisi lain kekasihnya membutuhkan biaya kuliah dia juga tidak bisa tidak peduli, karena bagaiman pun kelak jika Reyhan sukses maka itu untuk mereka juga untuk kelangsungan hidup mereka jika sudah menikah pikir Nara.
"Tidak! aku tidak mau, aku tidak ingin merepotkan dirimu sayang" tolak Reyhan.
"Anggap saja ini utang bagaimana?" usul Nara.
Reyhan berpikir sejenak, benar kata Nara kala ini di sebagai utang berarti dia tidak akan di anggap benalu pada kekasihnya karena nanti akan dia ganti jika sudah sukses.
"Baiklah aku terima" jawab Reyhan pada akhirnya.
"Akan segera aku transfer, sudah ya aku bersiap dulu" ucap Nara dan panggilan pun berakhir.
Nara kembali melanjutkan kegiatan saat mendapati jam yang sudah mulai siang, dengan tergesa dan tanpa sarapan lagi dia langsung melesat pergi meninggalkan apartemennya.
Tapi dalam perjalanan, Nara mengambil kesempatan untuk mengirimi Reyhan uang yang dia inginkan dengan menggunkan aplikasi yang bisa transfer tanpa harus ke Bank.
Sampai du tempat tujuan, Nara langsung masuk sebelu tadi merapikan pakaianya yang agar lebih rapi.
"Selamat siang, saya Kanara mau mengantarkan SPT" ucap Nara pada satpam sekolah.
__ADS_1
"Oh silahkan masuk bu" ucap satpam yang di ikuti oleh Nara.
"Saya antarkan langsung ke ruangan kepala sekolah bu" ucap satpamnya.
"Baiklah terimakasih banyak pak" ucap Nara dan mulai mengikuti langkah satpam itu untuk bertemu dengan kepala sekolah.
"Selamat siang Mr, ada ibu guru baru mau melapor" ucap Satpam setelah sampai di depan pintu ruangan kepala sekolah.
"Oh, baik silahkan masuk" seru Kepala sekolah dari luar.
"Selamat siang pak, maaf menggangu waktunya" ucap Nara dengan sopan.
Untuk sesaat pria yang berjabatan sebagai kepala sekolah itu terpaku di tempatnya melihat wanita cantik yang akan bergabung dengan mereka mengabdi dan mendidik para pelajar di tingkat dini dan dasar.
"Maaf pak, hallo..." panggil Nara yang tidak mendapat respon tapi malah diririnya di perhatikan tanpa kedip oleh kepala sekolah itu.
"Eh iya maaf silahkan duduk" ucap Kepala sekolah itu dengan gugup saat kepergok.
"Terimakasih" ucap Nara dengan senyum manisnya.
"Ehm, ada yang bisa saya bantu nona?" tanya mentralkan degupan jantungnya yang tiba tiba terpompa.
"Begini pak, saya mau melaporkan SPT kalau mulai hari ini saya resmi bertugas disini" ucap Nara dengan senyum manisnya.
"Siapa namamu"
"Saya Kanara Sakher pak" jawab Nara.
"Saya Dilon Alafares" ucap Dilon "boleh saya liht surat perintahnya" lanjut Dilon.
Nara menyerahkan map yang berisi surat perintah tugasnya di sekolah itu dan dengan cepat Dilon menyambut serta membacanya.
"Baiklah, selamat bergabung dengan kami san mulai hari ini anda resmi menjadi bagian dari sekolah kita" ucap Dilon setelah membacaya.
"Terimakasih pak Kasek, sudah menerima baik saya disini" jawab Nara dengan begitu sopan.
"Mari sayan perkenalkan dengan rekan lainnya" ucap Dilon.
"Baik pak"
Mereka berjalan menjuju ruang tempat guru guru beristrahat jika tidak ada les, dan disana Nara disambut dengan baik, satu persatu memperkanalkan diri masing masing, dan dengan cepat Nara sudah beradaptasi dan akrab dengan mereka.
__ADS_1
Bersambung...