STORY OF NARA

STORY OF NARA
danau


__ADS_3

"Kamu benar benar sudah sangat berubah Nara, tapi bisakah sekali lagi aku berjuang untuk mendapatkan hatimu kembali, aku ingin menunjukkan perjuangan ku padamu dengan statusku yang kini sudah sama derajatnya dengan keluargamu" lirih Reyhan.


Matanya terus menatap kerah tiga orang yang sedang tertawa lepas, otak dan hatinya memberontak ingin pergi meninggalkan tempat itu, tapi tubuhnya terasa sangat kaku walau hanya untuk melangkah hingga akhirnya Rajesh masih bertahan disana.


Pria tampan itu tersenyum miris, menertawakan dirinya yang dengan bodohnya masih mau menunggu dan membiarkan matanya menyaksikan kebahagian yang memberinya luka, padahal orang lain sudah bahagia sedangkan dirinya sendiri masih jalan ditempat dengan perasaannya.


"Jangan dilihat jika tidak sanggup" ucap seseorang.


Reyhan tersentak mendengar seseorang yang berada tidak jauh darinya dan ternyata itu adalah Felix asisten sekaligus sahabatnya yang membantu dirinya berjuang hingga kini bisa meraih kesuksesan.


"Otak dan hatiku berteriak Felix tapi tubuhku terasa sangat kaku sekali untuk melangkah, rasanya tubuhku enggan untuk pergi dan akhirnya mataku terpaksa menatapnya" Reyhan mengalihkan pandangannya kearah lain untuk mencegah air matanya yang hampir saja lolos.


"Bukankah aku sudah pernah bilang untuk melupakannya?" perkataan Felix membuat Reyhan langsung mengalihkan pandangannya menatap tajam kearah Felix menunjukan jika dirinya tidak menyukai pertanyaan itu.


"Jangan pernah berkata seperti itu" sergah Reyhan.


"Lalu apa yang kamu harapkan? kamu mengharapkan apa dariku? memberimu dukungan untuk mengambilnya dari kebahagiaanya? jangan bodoh kamu Rey" sentak Felix.


"Aku yakin dia masih mencintaiku" Reyhan mengatakan keyakinan yang sebenarnya tidak yakin dan itu terlihat jelas dari sorot matanya.


Felix tertawa meremehkan pada Reyhan, "kamu terlalu naif Rey.... kamu mengatakan hal yang kami sendiri saja ragukan? dan aku tau kamu pasti sudah tau cintanya untuk siapa tapi kamu masih saja mendoktrin dirimu jika Nara masih mencintaimu" ejek Felix, "sadarlah Rey, sadar jika wanita itu bukan milikmu lagi" sentaknya.

__ADS_1


"Jangan membentaki Felix, kamu tidak tau apa apa masalah ini? kamu hanya orang luar yang tidak paham akan diriku dan dia" bentak Reyhan tak kalah tingginya nada suaranya, membuat beberapa orang yang berada disana mihar pertengkaran mereka tapi tidak dengan tiga orang yang sama sekali tidak menyadari jika ada orang yang sednag berselisih disekitar mereka.


Tapi mungkin itu hanya menurut pandangan saja tapi pada kenyataanya adalah Rajesh sebenarnya tau jika ada rivalnya disana bahkan pertengkaran yang terjadi juga diketahui Rajesh karena informasi yang berasal dari Leo dan itu laporan dari anak buah yang selalu mengawal mereka dari jauh.


Tapi Rajehs tidak mau beranjak untuk melihat rapai menyaksikan bagaimana pertengkaran itu, dia hanya akan menunggu pesan masuk dari Leo bagaimana kelanjutan masalah rivalnya.


Rajehs yang mengetahui jika Reyhan masih disana bahkan pertengkaran mereka masih berlanjut membuat pria tampan itu malah menciptakan suasana semakin romantis untuk keluarganya untuk membakar kecemburuan Reyhan.


Dan benar saja, Reyhan yang melihat itu semakin kebakaran jenggot, hatinya semakin memanas menahan amarah terbukti dari gemuruh dadanya dan pernafasannya memburu, "aku akan merebut Nara darimu Rajehs, bahkan jika aku harus bersiang dengamu, aku tidak masalah dan aku pastikkan Nara akan kembali padaku" tekat Reyhan.


Felix yang mendengar hal itu hanya bisa menggelengkan kepalanya, merasa tidak percaya dengan sahabatnya yang sanga keras kepala dan masih bertekat untuk merebut istri orang lain walau mata hatinya sudah mengetahui jika gadis yang diperjuangkan itu sendiri tidak menginginkannya.


"Terserah padamu, aku hanya berharap kamu tidak terluka untuk kesekian kalinya, dan bilapun itu terjadi... aku hanya berharap kamu bisa ikhlas dengan takdir" ucap Felix dan kemudian melangkah pergi meninggalkan Reyhan yang masih betah melihat Nara bersama keluarganya.


"Sayang... ayo kita kembali saja, ini sudah sangat sore" ajak Rajesh, pria tampan itu memilih untuk berdiri lebih dulu, merapikan kembali pakaiannya yang kusut lalu mengulurkan tangannya pada Radith terlebih dahulu agar ikut terbangun, kemudian beralih pada Nara setelah putra semata wayangnya itu bangun dari rebahannya.


"Terimakasih Mas"


Nara merapikan kembali cemilan yang tidak habis terpakai oleh mereka sedang Rajehs kembali menggulung tikar untuk membatu istrinya agar tidak terlalu merepotkan Nara.


Rajesh kembali menegakkan badannya dan memberikan sekilas lirikan tepat dinan seorang pria yang sejak tadi betah menatap mereka dari kejauhan, " kau tidak akan bisa merebut Naraku, merebut ibu dari anak anakku... aku pastikan kamu pada akhirnya akan mengalah dan memilih pergi" batin Rajesh lalu melangkah sambil merangkul pinggang Nara dengan mesra, bibirnya memberi kecupan lembut dikening Nara.

__ADS_1


Nara membalas perlakuan Rajehs dengan senyum manisnya, menunjukan jika dirinya benar benar sangat menyukai perlakuan Rajehs padanya tanpa tau jika Rajehs melakukan hal itu alasan lainnya adalah karena sebuah kesengajaan untuk menunjukan kepemilikannya pada seseorang.


"Mas selalu saja bisa memanjakanmu" ucap Nara dengan senyum malu malunya.


"Tentu saja, Mas akan selalu berusaha memperlakukan dirimu sebagai ratu dan aku adalah pemujamu yang tidak akan pernah berpaling" jawab Rajesh dengan senyum manisnya.


Nara semakin salah tingkah dengan ucapan suaminya, walau sudah sering tapi jujur saja Nara merasa kali ini berbeda, tapi tetap saja Nara sangat menyukai hal itu, menyukai setiap perkataan dan perlakuan Rajesh padanya dan dia hanya perlu membiasakan dirinya untuk menahan malu disetiap perlakuan Rajesh padanya dalam kondisi berada didepan umum.


"Sudah ayo kita pulang Mas" pada akhirnya Nara tetaplah Nara, hanya bisa mengalihkan pembicaraan setiap Rajesh membuatnya merasa malu dan pasti juga hanya akan dibalas kekehan oleh pria tampan itu.


Rajehs masih merangkulkan tangannya dipinggang Nara, dan menuntun wanita untuk berjalan memasuki mobil sedangkan Nara membalas dengan menenggerkan tangannya membalas merangkul pinggang Rajehs membuat keduanya terlihat semakin mesra dan semakin menempel membuat siapa saja yang melihat merasa iri karena kemesraan yang ditunjukan.


Sampai di mobil, Rajehs masih melakukan hal hal yang memicu kecemburuan dari Reyhan, membuka pintu mobil untuk Nara yang lagi lagi dibalas senyum manis dan tatapan penuh cinta pada suaminya, lalu setelah itu barulah ketiganya melesat pergi meninggalkan danau.


Sedangkan dari tempat yang belum berpindah, Reyhan masih berdiri disana, memperhatiakns etiap gerak gerik yang ditunjukan pasangangan itu tanpa ada niatan untuk beranjak dan mengabaikan, walau hatinya merasa teriris tapi entah kenapa tubuhnya yang dengan bodohnya masih saja mau bertahan berada disana, menyaksikan bagaimana wanita yang dia cintai hingga kini memberi cinta pada pria lain.


Reyhan menertawakan dirinya sendiri untuk kesekian kalinya, menertawakan kebodohannya yang masih saja mau menyaksikan kemesraan itu dan menahan rasa sakit yang bukannya sembuh dan mengering justru semakin menganga dan terbuka lebar.


"Aku memang pria bodoh yang masih saja mau menyaksikan kemesraannya walau hatiku sebenarnya sudah tidak sanggup lagi" lirih Reyhan, dan barulah dia melangkah pergi meninggalkan danau.


.

__ADS_1


.


Bersambung....


__ADS_2