STORY OF NARA

STORY OF NARA
mandi bersama


__ADS_3

Sampai di Mension kedua, rombongan itu langsung memasuki rumah, dengan Leo yang lagi lagi jadi sasaran, harus turun tangan sendiri untuk memastikan kediaman tuan mudanya tapi bagi Leo itu tidak masalah untuk dikerjakan dari pada jika harus menghadapi majikannya dalam mode macan.


Nara menyusri setiap sudut mension yang akan ditinggalinya kini, besarnya tidak kalah dari mension utama, semuanya juga lengkap dan yang pastinya seluruh warna yang terpadu dalam Mension itu salah warna kesukaan Nara.


Sepertinya sang suami tercinta sengaja menata rumah itu sesuai dengan selera Nara, muali dari model yang terlihat minimalis jika dilihat dari luar dan akan sangar luas jika sudah dijelajahi, kamar Nara yang sama persis seperti kamar miliknya di Mension keluarganya dan mertuanya, memiliki balkon dan pandanganya jatuh pada pemandangan Indah yang bisa membuat Nara betah untuk memandang.


Dibelakang Mension ada taman yang sudah berisikan oleh tanaman termasuk bunga, kolam yang berisi ikan hias juga ada disana dan tersedia gazebo didekat kolam berenang lengkap dengan kursi berjemurnya, mungkin jika mereka ingin bersantai maka bisa langsung ke pinggir kolam saja.


"Bagaimana sayang?" tanya Rajehs memeluk perut istrinya dari belakang, saat ini keduanya berada di balkon kamar mereka, setelah tadi Nara menyusuri seluruh kediaman barunya kini wanita cantik itu berada didalam kamarnya yang lagi lagi mampu membuatnya terpesona dengan desain kamarnya.


"Aku suka Mas, dan kamar kita aku juga suka desainnya benar benar sesuai keinginanku" jawab Nara dengan senyum manisnya, tanganya mengelus punggung tangan Rajesh yang melingkar diperutnya.


"Mas senang jika kamu senang" ucap Rajesh lalu mencium pipi istrinya dengan mesra.


"Terimakasih Mas"


"Tidak perlu berterimakasih, Mas melakukan itu semua untukmu, untuk rasa terimakasihku padamu yang sudah bersedia menjadi istriku" ucap Rajehs dan kini membenamkan wajahnya dicerik leher Nara membuat wanita itu merasa kegelian.


"Geli Mas" tegur Nara.


"Aku ingin. seperti ini sebentar sayang, menimati moment seperti ini" pinta Rajehs membuat Nara akhirnya diam dan membiarkan suaminya bermanja padanya.


"Sudah ya Mas, aku mau memasak dulu" kata Nara setelah beberapa menit berlalu.


Rajehs melepaskan pelukannya membiarkan istrinya pergi untuk menyiapkan makan malam, dia tau percuma jika melarang istrinya karena tidak akan diindahkan jika sudah menyangkut soal memasak makanan untuk keluarga, karena pastinya Nara akan selalu berkata 'aku ingin melayani keluargaku Mas, dan salah satunya memasak dan aku mau kalian terbiasa dengan masakanku' itulah kata yang akan selau keluar dari bibir manis wanita yang sangat dicintainya.


"Kamu mau memasak Nara?" tanya Clara yang kebetulan keluar dari kamar di lantai satu.


"Iya Ma, untuk makan malam" jawab Nara dengan senyum manisnya.


"Tunggulah, Leo masih membeli bahan dapur untuk masak" ucap Clara karena setelah memastikan kenyamana para tuannya tadi, Leo langsung ditugaskan untuk membeli bahan makanan untuk dimasak malam ini.

__ADS_1


"Baiklah Ma, maaf ya jadi merepotkan Mama, aku lupa soalnya bertanya sama Mas Rajesh tadi" ungkap Nara.


"Jangan merasa tidak enak terus nak, kamu itu udah Mama anggap sebagai putri sendiri, jadi jangan pernah merasa tidak enak hati pada Mama maupun sama Papa kamu" ucap Clara.


"Baiklah Ma, terimakasih "


"Ini Nyonya, pesanan anda" ucap Leo yang tiba tiba nongol dan membuat Nara serta mertuanya terkejut.


"Astaga Leo kamu bikin kaget saja" ketus Clara.


"Hehe maaf Nyonya, saya pikir kalian tau kedatangan saya" cengir Leo.


"Sudah taruh saja di dapur, biar maid akan membereskannya" titah Clara.


"Baik Nyonya, saya permisi" pamit Leo.


Ibu dan menantu itu langsung mengerjakan pekerjaannya, berkutat di dapur untuk mempersiapkan makan malam, dan rencananya Nara akan memaksana makanan lebih banyak malam untuk sekalian dibagikan pada para Maid mension sebagai syukuran untuk mereka yang baru memaskui rumah.


"Wahh berarti satu Maid bantu kita saja, biar tidak makan banyak waktu" saut Clara yang langsung setuju dengan perktaan menantunya.


"Mama tidak keberatan?" tanya Nara.


"Tentu saja Mama tidak keberaran sayang" jawab Clara dengan binar senangnya.


"Syukurlah kalau Mama tidak keberatan, kalau begitu aku mau panggil Maid dulu buat bantu kita" pamint Nara dan langsung melangkah setelah mendapat anggukan dari Clara.


Selesai berkutat dengan dapur kedua wanita yang sangat berharga di keluaga Fernandese itu melangkah menuju kamar masing masing untuk membersihkan diri.


"Mas... bangun ini sudah mau gelap" Nara mengguncang tubuh Rajesh perlahan tapi lama karena suaminya yang tak kunjung membuka mata.


"Mas..ayo bangun sekarang..." ucap Nara lagi.

__ADS_1


Rajehs hanya menggeliat pelan, dan Nara berpikir mungkin suaminya akan bergerak bangut tapi diluar perkiraannya ternyata Rajehs malah menarik pergelangan tangan Nara dan menyentaknya sedikit keras hingga kini wanita cantik itu berada didalam pelukan pira tampan bertubuh kekar itu.


"Mas kok malah begini sih" Nara mencoba memberontak tapi kalah, Nara tidak bisa melepaskan diri dikarenakan tenaganya yang sangat jauh dibandingkan dengan kekuatan Rajesh.


"Sebentar sayang, aku ingin seperti ini" ucap Rajehs dengan suara seraknya.


Nara berhenti memberontak kini wanita cantik itu justru membenamkan wajahnya di dada bidang Rajehs yang menurutnya sangat nyaman walau terasa keras, memejamkan matanya sejenak meresapi moment yang walau bukan disengaja tapi mampu memberi ketenangan bagi keduanya.


"Apa begitu nyaman sayang, sehingga ikut tidur?* tanya Rajehs dengan kerlingan mata nakalnya.


Nara yang mendengar pertanyaan suaminya langsung mendongakkan kepalanya mentapa sebal pria yang menjadi suaminya itu, bukankah suaminya yang ingin seperti ini, jadi jangan salahkan dirinya yang ikut terbuai karena dekapan hangat itu.


"Jangan membuatku kesal Mas, aku tidak suka" ketus Nara


Rajehs hanya terkekeh mendengar suara istrinya, dia gemas tingkah Nara yang sebenarnya malu tapi ditutupi dengan wajah garang yang dibuat buat, atau mungkin memang seperti itulah cara istrinya mengungkapkan rasanya saat ini.


"Semakin menggemaskan saja, membuatku semakin sayang dan ingin menerkamu saat jni" ucap Rajehs dengan seringai liciknya.


"Jangan macam macan Mas, cepat bersihakn dirimu" ketus Nara dan melepaskan paksa dirinya dari dekapan Rajesh yang mulai melonggar..


"Jangan marah sayang, benaran loh nanti Mas terkam sekarang" ucap Rajehs dengan canda tapi penuh nada ancaman disana.


"Mandi sana Mas"


"Kita mandi bareng" usul Rajehs dengan meiakturunkan alisnya bergantian, tatapna mata Rajesh berkeliaran memindai tubuh Nara membuat wanita cantik itu mendengkus sebal karena sikap suaminya yang mesum.


"Jangan mesum Mas, atau aku benar benar akan marah" Nara sudah memasang wajah garangnya tapi jika untuk urusan yang satu ini jangan pikir Rajehs akan berhenti atau menuruti perkataan Nara, dengan cepat tangannya menggendong wanitanya menuju kamar mandi dan mengindahkan pekikan Nara yang terus meronta ingin diturunkan.


.


.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2