STORY OF NARA

STORY OF NARA
Part 32


__ADS_3

Nara yang mendengar itu bukannya marah atau tersinggung, justru dia merasa lucu dengan pertanyaan serta cercaan bocah tampan itu. Nara sangat tau jika sebenarnya Radith merindukan dirinya hanya saja tidak tau bagaimana cara mengekspresikannya dalam berkata, dan memgetahui hal itu Nara terlintaskan ide untuk menanyai perasaan Radith padanya, perasaan dalam hal sebagai seorang murid tentunya.


"Kau merindukanku?" tanya Nara dengan nada yang sedikit menggoda.


Radith yang mendapat pertanyaan seperti itu mendadak salah tingkah, dia seperti remaja yang ketahuan menganggumi wanita incarannya, "ti..tidak, jangan terlalu percaya diri, mana mungkin merindukan gadis dewasa" elak Radith.


Senyum Nara semakin mengembang melihat wajah Radith yang sangat menggemaskan pagi ini, dan Nara merasa ini merupakn hiburan tersendiri untuknya, "baiklah jika Radih tidak merindukam Ms.Nara berarti besok libur lagi ah.." ucap Nara dengan gaya santainya seolah akan melepas penat.


Sedangkan bocah angkuh yang bergengsi tinggi itu melototkan matanya mendengar perkataan Ms.Cantik yang seakan tidak ada beban jika berlibur lagi.


"Hai Ms.Nara, bukankah sudah berlibur satu minggu lalu kenapa harus libur lagi!" ketus Radith.


"Karan tidak ada yang merindukanku"


"Ckck...minta saja kekasihmu untuk merindukanmu" jawab Radith membuat Nara seketikan bungkam.


Nara menatap Radith dengan tatapan sulit di artikan, "ini anak mulutnya tidak bisa untuk tidak pedas gak sih! untuk masih bocah dan juga aku yang sayang anak, jika tidak hemm...udah aku jewer tuh mulut" batin Nara yang terus saja menatapn Radith yang menjadi salah tingkah lagi.


"Kenapa menata ku seperti itu?" tanya Radith yang sebenarnya merasa tidak nyaman tapi masih saja menunjukan sikap sok hebatnya.


Tidak ada sahutan dari Nara, tadi dia berlalu begitu saja melewati Radith membuat bocah tampan itu hanya melongo tak percaya dengan sikap gurunya saat ini, timbul rasa bersalah di hatinya saat menyadari sikap Nara yang seperti itu setelah mendengar perkataan terakhirnya.


.


Waktu terus berlalu detik berganti menit dan menit berganti denga jam, hingga tak terasa waktu yang mereka gunakan sudah habis masa untuk belajar dan kini waktunya untuk murid pulang dan kembali ke rumah masing masing, dan selama itu pupa Nara tidak begitu banyak tingkah seperti biasanya.


Bukan karena tersinggung atau marah, tapi dia hanya ingin fokus dan mengejar target belajar yang sudab tertinggal selama satu minggu ini, walau kenyataanya Dilon menggantikannya tapu tetao saja ulas balik pelajaran itu harus Nara lakukan untuk mengetahui tingkat kepemahaman siswanya.


Radith yang sedari tadi melihat bu guru cantiknya tidak seperti biasa menjadi gusar, karena biasanya dialah yang akan mengabaikan Nara tapi kalai ini keadaan berbalik, dirinya yang terabaikan walau sejat mulai pelajaran hingga kebiasaan yang sangat di hindari Radith yaitu memimpin doa, membuang rasa malasnya dan menunjukan dirinya untuk memimpin doa hanya untuk menarik perhatian Nara padanya.


Saat ini baik Nara maupun Radith sedang duduk di kursi taman biasa menunggu karena lagi lagi Radith harus menunggu jemputan yang lumayan lama karena kesibukan orang orang terkasihnya. Dan sepanjang menunggu tidak ada pembicaraan yang terlibat, sama sama diam dengan pikiran masing masing.


"Ms. Nara sudah kembali masuk?" suara yang tiba tiba terdengar mengalihkan perhatian kedua orang yang berbeda generasi itu.


"Tante sudah datang?" tanya Nara dengan penbut di sertai senyum manisnya.


"Iya, maaf ya saya selalu terlambat menjemput jagoanku karena sibuk" jawab Clara yang merasa tidak enak sendiri karena kebiasaanya yang selalu terlambat menjemput karena kesibukan mengurus butiknya.


"Tidak masalah, lagian kami juga tidak terlalu terburu buru" jawab Nara memberi jawaban.


"Oh ya, Ms.Nara, kau tau tidak....?" ucap Clara yang senganja menggantung pertanyaanya.


"Ada apa?"


"Ada yang uring uringan selama seminggu karena tidak bertemu" jawab Clara dengan mata yang melirik ke arah Radith.

__ADS_1


Radith sendiri yang merasa seperti dirinya yang di katakan neneknya langsung mengambil langkah seribu untuk melarikan diri dari sana tapi sebelum itu terlebih dahulu berkata, "jangan menggosip nenek atau aku akan mengatakan pada kakek ku nanti"


Clara dan Nara terbahak mendengar ancaman Radith, benar benar terlihat menggemaskan walau perkataan ketus tapu tetap saja terlihat lucu bagi mereka, "oh ya Ms.Nara cuti kenapa?" kepo Clara.


"Saya hanya ke rumah orang tua saya tante, rehat sejenak saja kok" jawab Nara yang tidak ingin mengatakan keadaanya.


"Ohhh...Aku pi..."


"Nenek ayo cepat....!" teriak Radith membuat Clara mengurungkan untuk melanjutkan ucapannya.


"Baiklah Ms.Nara, saya harus kembali, lain kali kita bicara lagi" pamit Clara dan langsung melenggang pergi meninggalkan Nara tanpa sempat mendengar jawaban Nara.


Sepanjang perjalan Radith terus saja murung, dia benar benar tidak semangat dan terua kepikiran dengan sikap Nara hari ini yang tidak lagi menggodanya, "apa dia benar benar marah padaku? tapi kenapa, kan yang aku katakan benar? atau mungkin dia tidak punya kekasih lalu tersinggung karena perkataanku? tapi jika tidak punya yah..tinggal jawab saja, apa susahnya sih? atau memang bicaraku tidak sopan ya padanya? apa sebaikanya aku minta maaf saja besok padanya agar tidak mendiamkanku lagi"


Radit berperan batin hanya karena seorang Nara, naluri dan akal sehatnya seolah berperan saling melewan dan mempertahankan apa yang menjadi argumennya.


"Ada apa boy?"


"Nothing" jawabnya acuh.


"Sungguh tidak ada?"


"Yeah, aku hany sedang berpikir?" jawab Radith tampa sadar karena kini pikirnya masih saja bergelut menunggu pikiran dan nalurinya memenangkan pendapat siapa yang terbaik untuk di lakukan.


"Oh apa itu?" kepi Clara yang sepertinya sedang memanfaatkan situasi Radith saat ini.


Clara semakin tertarik dengan perkataan Radith dan sepertinya kali ini dia akan memanfaatkan Radith untuk menacari informasi mengenai Nara, "boy kau mau punya mommya?" tanya Clara tiba tiba membuat Radith langsung menoleh memastikan pendengaranya.


"Are you kiding me?"


"No..! nenek serius bertanya padamu, apa kau mau punya mommy?" jawab Clara dengan sura yang meyakinkan.


"Of curse....! nenek pasti tau sejak dulu aku menginginkan mommy" jawabnya.


"Jadi kau mau membantu nenek mu ini yang sudah tua?"


"Ckck nenek masih sangat cantik dan masih muda, belum tua" sanggah Radith yang tidak ingn nenek nya di katakan tua.


"Ok, baiklah jika menurutmu nenek sangat cantik dan terimakasih untuk itu boy. Tapi kau harus membantu nenekmu ini"


"What?'


"Begini....."


.

__ADS_1


Nara sendiri setelah kepergiaj Radith harus mengalami kesulitan karena kedatangan Reyhan yang tidak terduga olehnya dan kerena itu dia tidak bisa menghindar apa lagi bersembunyi.


"Nara sayang...." seru Reyhan yang langsung membuat tubuh Nara mematung.


Dengan perlahan berbalik dan melihat Reyhan dengan wajah yang acakan, mata panda, rambut berantakan bahkan pakaiannya pun kusut tak tersetrika padahal Reyhan kini adalah pimpinan cabang perusahaan Abraham yang berarti penampilan adalah nomor satu untuk di perhatikan.


Hati Nara meringisn melihat penampilan Reyham, dia benar benar tidak menyangka akan dampak dari perpisahan mereka akaj seperti ini untu Reyhan, dan tidak bisa di pungkiri jika dirinya juga ikut kepikiran bahkan selama satu minggu orang orang yang melihat dirinya tertawa bahagia dengan keluarganya tidak tau jika sertipa dalam kesendiriannya kesedihan memgambil alih waktu dan pikirannya.


"Ada apa Rey?"


Dengan segala kekuatan untuk melawab hatinya yang bergemuruh hebat, Nara bertanya ada apa yang seharusnya dia sudah pastinya tau akan apa tujuan Reyhan tapi karena keadaanya yang sudah tidak bisa membantu dirinya untuk berkata sehingga hanya itu saja yang bisa terlontar dari bibir manisnya.


Reyham sendiri hanya tersenyum miris mendengar pertanyaan Nara yang seolah tidak tau akan situasi mereka terlabih keinginan Reyhan menemuinya.


"Aku merindukanmu Nara sayang..."


Mata tajam yang biasanya selalu di penuhi tatapan memuja untuk Nara kini sedang berkaca kaca, membentuk anak sungai yang bisa mengalir kapan saja jika cela daratan rendah terbuka.


"Aku merindukanmu sayang" jawabnya denhan bibir yang kini mulai bergetar.


Katakanlah Reyhan lemah, karena memang pada kenayataanya dia lemah karena cintanya yang sudah tidak bersamanya, sudah mulai melangkah jauh dengan menambhkan jarak untuk tidak saling menyentuh.


Nara mencoba untuk tersenyum menanggapi perktaan Reyhan, dia sudah memutuskan untuk melupakan Reyhan, dan tidak memberi celah untuk Reyhan kembali mendekatinya karena jika itu terjadi maka sama saja dia memberi cela untuk dirinya sendiri menjadi duri dalam rumahtangga orang lain.


"Terimakasih, tapi tidak seharusnya kau merindukan wanita lain" jawab Nara dengan lembut.


"Tapi Nara sayang, aku sangat mencintaimu dan kau bukan orang lain....kau..kau kekasihku, wanita kesayanganku dan kekasih hatiku" sergah Reyhan yang merasa tidak senang dengan jawaban Nara.


"Aku hanya masa lalumu Rey dan kita tidak punya hubungan apa apa lagi!" tegas Nara.


Tes


Satu tetes air mata jatuh membasahi pipi Reyham, air mata terluka karena cintanya, air mata kecewa karena tetolak dan air mata kesedihan karena kini kekasih hatinya tidak lahi ingin bersamanya.


"Maaf Rey, tapi mari jalani hidup masing masing" lanjut Nara dan kemudian berbalik tapi Reyhan masih bersih keras mempertahankan cintanya, "apa kau sudah tidak mencintaiku lagi Nara?" tanya Reyhan dengan lirih tapi masih bisa di tangkap oleh pendengaran Nara.


Dengan helaan napas yang dalam, Nara kembali berbalik dan menjawab, "sebuah kebohongan besar jika aku berkatak tidak lagi mencintaimu..." ucapan Nara terjeda tapi Reyhan tersenyum karena berpikir jika Nara akan menerimanya kembali tapi mungkin akan memberikan syarat.


".....Tapi sebuah kebohongan dan penghianatan tidak bisa di benarkan" lanjtunya membuat senyum Reyham langsung tersurut dan layu.


"Nara sayang, aku mohon beri kesempatan untuk menjelaskan alasannya" mohon Reyhan yang hendak melangkah mendekati Nara.


Tapi dengan cepat Nara menghindar dan memilih untuk masuk ke dalam mobil dan melajukannya meninggalkan Reyhan yang terus memanggilnya.


.

__ADS_1


.


Bersambung..


__ADS_2