
Setelah Kesengsaraan selesai, Origin Tree secara otomatis menyegel Aura Qin Chen kedalam kekosongan tanpa batas. Jika tidak, maka akan ada bencana lain selain Kesengsaraan sebelumnya.
Dunia akan hancur, Langit dan Bumi akan runtuh seruntuhnya. Makhluk Hidup akan binasa, seluruh peradaban maupun mitos Dunia akan lenyap.
Karena hal tersebut, Origin Tree menyegel Aura Qin Chen untuk mencegah kehancuran total pada Dunia.
Sementara itu, di dalam ruangan, Chu Qincheng tengah terduduk memangku Qin Chen yang terbaring tanpa sadarkan di sana.
Chu Qincheng sangat khawatir dan begitu cemas, segala sesuatu yang dia miliki di keluarkan. Pil, Ramuan Mujarab, Obat-obatan dan lain sebagainya di keluarkan untuk kesembuhan Qin Chen.
Semua itu, kelas atas, Surga.
Begitu paniknya Chu Qincheng sampai-sampai dia tidak dapat berpikir jernih. Segalanya akan di lakukannya hingga Qin Chen sadar, karena Qin Chen begitu berarti baginya.
Sementara Chu Qincheng khawatir, Qin Chen tengah terduduk di dalam Ruang Jiwa miliknya. Melihat di hadapannya ada sosok besar tengah berdiri membawa Aura Mendominasi.
Qin Chen mendangak melihatnya, begitu tinggi dan besar sehingga Qin Chen seperti butiran pasir di tepi pantai.
"Nah Sistem ... Apa ini Tranformasi milikku? Atau Avatar milikku?" Tanya Qin Chen.
[Ding!]
[Menjawab Tuan: Dihadapan Tuan adalah wujud Tranformasi milik anda. Perlu diingat, ini hanya beberapa persen dari wujud aslinya, karena Tuan belum menyempurnakan Bloodline anda.]
Saat mendengarnya, Qin Chen mengangguk beberapa kali. "Begitu, aku paham sekarang. Lalu, apa kamu dapat menampilkan Statistik milikku?"
[Ding!]
\=\=\= Panel Statistik \=\=\=
[Nama: Qin Chen.]
[Kultivasi: Creation (1)]
[Exp: 0/100 Miliran.]
[Tubuh: Origin Tree.]
[Blood: Racun.]
[Bloodline: Kekacauan, Azure Dragon, Phoenix, Abadi, Dewa Jahat.]
__ADS_1
[Ketrampilan: Seni Sembilan Keajaiban Dunia (Ilahi) - Seni Pedang Ajaib Bunga Malam (Ilahi) - Seni Tinju Awan Penghancur Gunung (Langit) - Seni Pedang Iblis Bulan (Langit) - Seni Pedang Penghancur Jiwa (Surga) - Seni Pedang Sembilan Bentuk Surgawi (Surga) - Seni Pedang Pembelah Ruang (Dewa) - Seni Pedang Pembelah Langit dan Bumi (Dewa) - Seni Iblis Kutukan Darah (Langit) - Seni Surgawi Domain Es (Surga)]
[Api: Sembilan Api Bencana Lotus Emas.]
[Toko: » ]
[Fitur Baru:» ]
[Poin Sistem: 250.350.000.]
[Penyimpanan: 1 Box Ilahi, 1 Box Surgawi, 1 Box Dewa, Giok Raja, Gulungan Alkemis Kuno, Artefak Pertahanan Langit, Artefak Pengumpulan Qi, Artefak Sembilan Warna Surga, Seni Pengendalian Jiwa, Artefak Reincarnation World, Artefak Ruang.]
\=\=\=\= Sistem Abadi \=\=\=\=
Qin Chen melihat ke layar transparan di depannya dengan ekspresi terkejut. Bagaimana tidak, status miliknya sekarang lebih padat dan banyak ketrampilan di satu kolom.
Tentunya, semua ketrampilan tersebut tidak berguna. Karena Qin Chen hanya menggunakan satu ketrampilan dari sekian banyak ketrampilan.
Qin Chen sedikit melirik kebawah, ada beberapa perubahan di Panel miliknya. Namun tidak terlalu mengejutkan, yang paling mengejutkan adalah Poin Sistem miliknya mempunyai banyak angka nol.
'200 Juta Poin Sistem? Hehehehe ... Aku sekarang sangat kaya.'
Qin Chen tertawa kecil sembari melihat inventori miliknya ada beberapa Artefak baru. Melihat Artefak Dunia lain, Qin Chen hanya tersenyum dan belum mengetahui fungsinya.
Setelah beberapa menit melihat Panel Statistik miliknya dan mengutak-atik Fitur lainya. Qin Chen menghilangkan Panel tersebut dan kembali melihat ke bayangan di depannya.
"Ha! Aku tidak mengharapkan tindakanku sebelumnya akan memancing para Dewa. Tapi ini adalah hal yang baik, karena apa? Karena aku akan mudah menghakimi Surga dan Neraka secara langsung." Qin Chen sedikit melirik kesamping karena hanya ada kekosongan yang membentang luas di sekitarnya.
"Setelah tiba di Dunia Atas, aku akan mencoba mencari cara Pencipta Langit dan Bumi. Mengubah Ruang Jiwa menjadi Dunia Baru, dan memanfaatkan kekuatan iman Mahkluk Hidup dibawahnya sebagai sumber kekuatan." Gumam Qin Chen.
Sama seperti Orang Suci yang memanfaatkan kekuatan iman sebagai sumber kekuatan. Namun Qin Chen lebih ke arah menyembah, karena dia akan menjadi Pencipta Dunia Baru tersebut.
"Kembalilah." Qin Chen menghilang dari Ruang Jiwa lalu kembali ke tubuh Utama miliknya.
***
Di dalam ruangan, Qin Chen terbangun dari tidurnya yang panjang. Melihat di depannya Chu Qincheng begitu panik dan khawatir terhadapnya.
Tersenyum sembari sedikit menghela napasnya, Chu Qincheng menyadari hal tersebut langsung memeluknya dengan erat hingga Qin Chen tertegun.
"Jangan lakukan hal bodoh lagi." Ungkapnya yang khawatir.
__ADS_1
Qin Chen tidak bergerak mendengar suara Chu Qincheng. Dua Gunung Surgawi menimpa wajahnya, Qin Chen hampir mati kehilangan napas dan detak jantungnya mulai memompa begitu cepat.
Setelah beberapa menit berlalu, Chu Qincheng melepaskan pelukannya. Melihat ke arah Qin Chen dengan pandangan masih bersedih, Qin Chen mengangkat tangannya menghapus air matanya.
"Aku baik-baik saja, terimakasih karena mengkhawatirkanku. Jika kamu menangis, wajah cantikmu akan menghilang. Namun, kamu masih manis di mataku." Qin Chen menggodanya sedikit agar dia tidak bersedih lagi.
"Hmm ..."
Setelah itu, Qin Chen beranjak duduk, melihat di atas meja ada banyak ramuan, pil dan lain sebagainya. Qin Chen tersenyum puas dan melihat ke arah Chu Qincheng yang begitu khawatir dengannya.
"Apa kamu baik-baik saja sebelumnya? Maafkan aku karena mengejutkanmu. Aku tidak mengetahui bahwa Kesengsaraan sebelumnya membawa bencana besar di Dunia."
"Tidak apa-apa ... Aku baik-baik saja, tapi kenapa kamu bisa menghakimi Surga dan Neraka?" Balasnya sembari bertanya kepada Qin Chen.
"Entahlah ... Yang jelas, aku memilih satu tujuan untuk merebut Tahta Raja Tertinggi. Mungkin ini adalah awal dari Perang Dingin yang akan terjadi di Dunia." Balas Qin Chen yang begitu serius menanggapi pertanyaan Chu Qincheng.
Chu Qincheng menundukkan kepalanya setelah mendengar pernyataan Qin Chen, dia seperti berbicara dengan orang lain di dalam benaknya.
"Selamat Yang Mulia ... Karena anda telah menembus Pegekang Dunia. Sekarang anda adalah Abadi Sejati." Zi Long mengucapkan selamat.
"Ya, terimakasih ... Kau sebentar lagi akan menjadi Saint. Hanya menunggu beberapa waktu saja bukan?" Balas Qin Chen.
"Seperti yang anda katakan, semua ini berkat Pil pemberian anda sebelumnya."
Qin Chen tersenyum tipis, setelah itu Chu Qincheng di sampingnya mulai melihat ke arah Qin Chen yang tengah beristirahat di atas tempat duduknya.
"Tuan Chen ... Apa kita akan melanjutkan ke Dunia atas?" Tanya Chu Qincheng.
"Tentu ... Karena Dunia ini sudah tidak akan sanggup menampung kekuatanku yang sekarang. Jika tidak aku segel, Dunia ini akan hancur saat merasakan Auraku." Balas Qin Chen.
"Begitu ... Pantas saja, Aura Tuan Chen saat peningkatan tidak dapat dirasakan. Jadi karena Tuan Chen terlalu kuat dan takut meledakkan Dunia ini. Baik, aku akan mempercepat laju Profound Ark."
Chu Qincheng mengangguk beberapa kali karena hal tersebut, lalu dia mempercepat laju Profound Ark miliknya menuju Benua Iblis yang dikatakan.
...
*Bersambung ...
...ARC 1 : DUNIA RENDAH (END)...
Terimakasih atas dukungan kalian selama ini, dengan ini Arc 1 : Dunia Rendah telah selesai. Selaku author mengucapkan terimakasih sekali lagi, untuk Arc 2 : Dunia Atas akan di mulai dari Benua Qing Jian (Seribu pedang).
__ADS_1
Author akan berusaha akan membuat cerita yang menarik dan tidak membosankan. menampilkan adegan-adegan epik dengan sedikit bumbu roman, dan tentunya menguak misteri Ayah dan ibu Qin Chen.
Terimakasih, sampai jumpa di Arc 2 :)