
"Ya, aku kembali."
Seperti kembali kerumahnya sendiri, lebih tepatnya seperti kembali ke masa lalu dimana ia tidak pernah di sambut saat kembali, dan di tunggu saat kembali. Meski kehilangan seluruh ingatannya, namun tubuhnya secara alami merasakan perasaan intens yang belum pernah dirasakannya.
Didalam ruangan, mereka mengobrol setelah makan malam. "Qincheng, besok kita akan ketempat kota terakhir, karena penguasa telah di runtuhkan. Tidak ada tempat yang bagus disini, karena aku ingin kita ke surga mencari tempat yang baik ditempati selamanya."
"Hmm ... Qiyuan'er, kamu beres-beres barangmu karena kita akan kembali berpetualang besok. Maafkan ibu dan ayah karena tidak bisa berlama-lama di satu kota karena alasan yang belum bisa kamu dengar."
"Tidak apa-apa, ibu, ayah. Qiyuan'er mengerti, Qiyuan'er akan kembali ke kamar untuk merapikan pakaian Qiyuan'er. Ibu dan ayah bisa mengobrol lagi."
Setelah itu, Qiyuan'er kembali masuk kedalam kamarnya untuk membereskan barang-barang miliknya, Qin Chen dan Chu Qincheng diruangan tengah.
"Bagaimana kamu membuat waktu untuk beberapa hari tidak melakukan kepentingan ini? Ini untuk kebaikan Qiyuan'er, agar dia bisa mengenal dunia ini dengan ajaran-ajaran yang kamu berikan."
Qin Chen meliriknya sekilas, ia lalu menghela nafasnya. "Aku akan memikirkannya, karena aku tahu apa yang harus di lakukan. Kota selanjutnya, jika ditempat itu bagus, aku akan memberikan waktu 3 hari untuk bersama tanpa melakukan apapun selain bersama kalian. Setelah itu, kita akan melanjutkannya lagi, bagaimana?"
"Itu lebih baik."
Qin Chen menariknya kedalaman pelukan dan menutup matanya karena lelah. Meski begitu, pikirannya masih kacau harus menyelesaikan masalah-masalah ini agar tidak mengacaukan benua-benua di sekitarnya.
***
Paginya
Ditempat Qin Chen, dan Chu Qincheng, mereka berempat berada ditempat yang sangat luar biasa. Daratan batu penuh dengan bunga Lily, dimana warna merah mendominasi di sekeliling mereka.
"Awalnya bagus, tapi kenapa harus bunga Lily! Ini adalah bunga yang menyimbolkan kematian! Apa-apaan kota ini, kota ini benar-benar tempat orang mati?" Chu Qincheng kebingungan melihat ini, Qiyuan'er mengambil salah satu bunga Lily dan melihat bunga itu sangat indah dibandingkan artinya.
Qin Chen mengamati sekitarnya, ada banyak roh-roh yang bergentayangan dimana-mana dengan penuh penyesalan. Bahkan Jendral Bayang dapat merasakan roh-roh itu disekitarnya dan ada banyak panggilan.
"Kaisar, ada banyak roh-roh memanggilku untuk membantu mereka membalas dendam. Saran saya, kita lebih cepat meninggalkan tempat ini, karena aura negatif daerah ini menarik esensi kehidupan."
"Kau benar, mari kita pergi dari tempat ini. Qiyuan'er, kemarilah biar ayah menggendongmu."
"Baik ayah."
__ADS_1
"Apa aku tidak digendong juga?" Tanya Chu Qincheng dengan cemberut karena ia jarang mendapatkan gendongan Qin Chen setelah ingatannya menghilang.
"Baiklah, dasar manja." Qin Chen mengendongnya seperti tuan putri dimana Qiyuan'er digendong dibelakang dan memegang rambutnya, mereka terbang melesat meninggalkan tempat tersebut.
Chu Qincheng maupun Qiyuan'er tersenyum bahagia sekarang ini, mereka melewati daratan yang penuh bunga Lily dari langit, bunga-bunga beterbangan di hadapan mereka, mereka berdua menyentuh bunga-bunga yang beterbangan di sekitarnya.
"Sangat hebat, bunga-bunga ini benar-benar sangat indah meski artinya mengerikan. Qiyuan'er, ambil beberapa bunga, nanti ibu buatkan kamu sesuatu."
"Baik ibu."
Ia yang berpegangan pada Qin Chen mengambil bunga-bunga itu dengan tangan satunya. Ia mengumpulkan banyak bunga-bunga yang diminta oleh ibunya hingga mereka semua sampai di kota.
***
Kota Flower Lily
"Tangkap mereka! Mereka adalah anggota pasukan revolusioner yang telah menyebar di daratan ini! Siapapun yang mendapatkan kepala mereka akan dihadiahkan dengan jumlah fantasi!"
"Ini kesempatan bagus, ayo teman-teman tangkap mereka dengan begitu, imbalan ini akan menjadi milik kita!"
Mereka melesat ke langit mengejar Qin Chen yang hendak turun kebawah, Qin Chen yang mendengar perkataan mereka hanya diam karena di tangannya tengah mengendong istrinya dan saat mereka turun, mereka telah dikepung membuat orang-orang di sekitarnya kebingungan.
"Qin Chen, kau telah membuat keributan dan membuat kesalahan! Hari ini, kami akan menangkapmu, dan menyerahkan kepada Dewa Raksasa!"
"Anak-anak, tangkap!"
Disekitarnya berlarian mendekati Qin Chen, Qin Chen belum menurunkan mereka berdua karena bahaya. "Jendral, aku memberikan izin untukmu menggunakan kekuatanmu untuk menghilangkan musuh yang menganggu Kaisar ini."
"Baik Kaisar, perintah anda adalah keinginan saya. Mereka telah membuat kesalahan, biarkan hamba yang turun tangan menghabiskan beberapa cecunguk ini."
Ia mengangguk dan Jendral Bayang bergerak kedepan dengan kekuatannya, ia melesat seperti kilat menebas segalanya. Membantai mereka dihadapan publik memberikan peringatan keras.
"Dasar cecunguk bedebah! Jika kalian melangkah lebih jauh untuk mendekati Kaisar, aku akan melepaskan tenggorokan kalian dari leher kalian satu-persatu!"
"Keparat! Kau kira kau siapa disini! Kaisar, Kaisar, apa kau kira aku takut dengan pangkat Kaisar itu! Didunia ini hanya ada satu Kaisar! Kaisar Iblis, dan hanya ada satu Dewa, Dewa Raksasa!"
__ADS_1
"Huh! Kaisar? Kau sekarang berhadapan dengan siapa? Kaisar adalah Kaisar Iblis Agung yang telah kau dengar! Sekarang, apa kau ingin menangkap Kaisar? Bertindak saja, aku akan memerintahkan pasukan iblis untuk menghancurkan kembali daratan ini!"
"Huh?"
Sebelum ia bergerak, Jendral bergerak melepaskan tenggorokan mereka dari tubuhnya, menariknya hingga menyemprotkan darah merah seperti air mancur membajari kota dan orang-orang berlarian ketakutan melihat hal ini.
"Cepat menjauh, iblis telah memasuki daratan ini, lari! Mereka akan kembali mengamuk membantai orang-orang disekitarnya, lari sekarang!"
Tap ... Tap ... Tap ...
Dalam waktu singkat, orang-orang disekitarnya telah menghilang dan hanya ada domain kesunyian yang membuat Chu Qincheng kebingungan melihat semua ini.
"Apa mereka trauma menghadapi pasukan iblis dahulu kala? Jika benar, seberapa kuat pasukan iblis ini, aku sebelumnya tidak melihat banyak, hanya beberapa orang yang memiliki kekuatan di Kaisar Dewa."
"Tidak hanya kamu, aku ikut bingung, dengan keterbatasan ingatanku, aku tidak mengingat kekuatan mereka telah berada di tahap Kaisar Dewa. Dari pembicaraan sebelumnya, setidaknya mereka adalah pasukan elit yang telah dilatih."
"Kamu benar, suami. Mereka seperti pasukan elit, kalau begitu bukankah kedatangan ras iblis di daratan ini sama saja dengan menyatakan perang secara terang-terangan? Bukankah ini akan membahayakan perbatasan yang pernah aku ceritakan."
Qin Chen memikirkan hal tersebut, ia telah mengatur strategi diluar kepalanya, berhasil atau tidaknya tergantung dengan bagaimana sekarang ini Qin Chen ambil sebagai raja dari segala raja.
"Kamu tidak perlu khawatir, aku telah merencanakan strategi lagi."
"Huh? Strategi atau penyerangan bar-bar seperti sebelumnya, aku tahu kamu memikirkan strategi, namun semuanya pasti ke serangan bar-bar."
"Benar, karena itu bantu raja ini untuk mengurus beberapa keroco saat mereka datang, dengan begitu raja ini bisa mengungkapkan pusat mereka sendirian dan mendapatkan informasi lain sebagai tambahan."
"Baik-baik, untungnya aku istri baik dan manis, jika tidak, aku tidak akan membantumu dan membiarkanmu menyelesaikan semua ini. Tapi ada syaratnya, aku mau kecupan setiap tidur dan bangun tidur. Jika tidak, aku tidak mau bergerak sekarang, titik."
"Baiklah, apapun." Balas Qin Chen tanpa pikir panjang lagi.
Qiyuan'er melihat ayah dan ibunya saling melempar godaan dan pada akhirnya, ibunya memenangkan hati ayahnya dengan begitu mudah, ia semakin kagum dan ingin mempelajari kemampuan tersebut agar bisa menaklukkan pria seperti ayahnya.
...
*Bersambung ...
__ADS_1