
Ular Pasir dengan sisik Kristal muncul di depan Qin Chen, wujudnya dua kali lebih besar dibandingkan gedung. Mata merah cerah bersinar, melirik Qin Chen sebagai santapan.
Kibasan ekor mendekati Qin Chen, Qin Chen dengan lihai membawa kedua muridnya melompat ke belakang. Ledakan memecahkan gunung pasir di hadapannya.
"Cih!" Gertakan kesal. Qin Chen melihatnya dengan tajam, kedua muridnya menutup mulutnya karena debu-debu bertebaran dimana-mana.
"Kalian berdua tunggu disini." Ucap Qin Chen.
Qin Chen melompat ke depan, mendekati Ular tersebut sambil mengepalkan tangan kanannya dengan erat.
Bang!
Pukulan keras mendarat pada kepala ular, terhempas ke samping dengan menyeret pasir dan debu beterbangan.
Mendesis!
Di atas mulutnya, bola api seukuran ribuan meter. Sempurna, dengan kobaran api biru di sisi bola tersebut, Qin Chen berada di langit melihatnya.
Pukulan sebelumnya tidak akan berdampak, mengingat sisiknya begitu kuat. Qin Chen mengeluarkan pedangnya, saat mencapai puncak serangan.
Ular Pasir melempar serangan besar ke arah Qin Chen, Qin Chen mengalirkan sedikit energi miliknya ke dalam Pedang. Pedang memancarkan Aura yang meledak-ledak.
"Merepotkan!"
Sebilah ayunan pedang melesat, ular tersebut berada di ranah Tranformasi. Cukup kuat untuk menghadapi musuh-musuh kelas bawah seperti orang-orang sebelumnya, namun Qin Chen dengan mudah mengalahkannya.
Serangan Qin Chen memotong bola besar tersebut menjadi dua bagian. Meledak-ledak di langit, kumpulan debu berterbangan dimana-mana menutupi jarak pandang.
Qin Chen mengibaskan tangannya, seketika sekumpulan debu menghilang. Terik matahari membentang luas di daratan pasir, ular sebelumnya mendesis mengamuk.
Gas hitam pekat muncul di sekitarnya, tatapan matanya lebih ganas dibandingkan sebelumnya. Qin Chen mengayunkan pedangnya dengan cepat, ular tersebut seperti bermutasi lebih kuat dibandingkan sebelumnya.
"Seni Pedang Pembelah Langit dan Bumi!"
Sebuah kilatan besar membentang vertikal, membelah daratan menjadi dua bagian. Ular tersebut mengeluarkan pelindung, namun gagal menahan serangan Qin Chen.
Mayat Ular tergelatak di atas pasir, kedua muridnya melihat dengan jelas. Guru mereka melawan ular tersebut dengan begitu santai, ini menjadi motivasi mereka ingin menjadi kuat seperti Qin Chen.
__ADS_1
Setelah selesai, Qin Chen turun kebawah. "Ayo kita lanjutkan, karena kita sudah berlama-lama disini. Jika tidak, mungkin Harta Makam sudah di temukan oleh mereka."
"Baik, Guru."
Mereka pergi dari sana, melewati Guru Pasir selama berjam-jam. Kelelahan karena tidak memiliki air untuk diminum, bahkan matahari membakar kulit mereka bertiga.
Keringat di kening Qin Chen mengalir deras, kedua muridnya sudah kelelahan. Sekalipun Qin Chen menggendong mereka dan terbang, luas Guru Pasir tidak berujung.
"Ah! Ah! Guru ... Kami tidak kuat, ini terlalu panas ... Tubuh kami merasa aneh." Ucap Xia Jingyi dengan terengah-engah.
"Benar Guru ... "
Qin Chen membuka penyimpanan miliknya, mencari sesuatu yang dapat digunakan. Namun tidak ada, hanya ada beberapa Box Hadiah dengan isi dalamnya Gacha.
'Wahai Dewi ku, berikan aku Keberuntungan!'
Qin Chen mengambil 1 Box Dewa, karena dia masih memiliki 2 sebelumnya. Membukanya, dan di depannya tiba-tiba muncul layar yang menunjukkan tiga hadiah yang dia dapatkan.
[10.000.000 Ps + Seni Surgawi, Dominasi Es + Artefak Ruang.]
Mendapatkan satu Seni yang dibutuhkan, Qin Chen berhenti dan duduk di sana. Kepalanya seakan ingin pecah, pikirannya dipaksa untuk mempelajari Seni tersebut dengan kondisi panas.
Setelah 15 menit berlalu, mata Qin Chen berputar-putar seolah melihat bintang di kejar domba. Qin Chen telah selesai mempelajari keterampilan Dominasi Es.
"Seni Surgawi, Dominasi Es!"
Bang!
Bergetar, seluruh Guru Pasir bergetar hebat saat Qin Chen menghentakkan kakinya kebawah. Gelombang menyerupai ombak terjadi, perlahan di bawah kakinya keluar uap dingin.
Seperti kaca pecah, uap dingin dengan cepat menyebar di seluruh Guru Pasir. Membekukan pasir panas dengan dingin, suhu disana sekejap mata langsung turun dratis.
Qin Chen terduduk dibawah lantai es bersama muridnya. "Haaa ... " Mereka menghela napas.
"Terimakasih Guru ... Ini lebih baik dibandingkan panas." Ungkap Xia Jingyi dengan senang.
Mereka berdua terduduk halus di lantai es, Qin Chen hanya tersenyum dan menghela napasnya. Untuk pertama kalinya, energi miliknya berkurang sangat cepat saat membekukan Gurun pasir.
__ADS_1
"Kalian dapat beristirahat beberapa menit, karena jika berlama-lama di sini, kalian akan terkena penyakit." Ucap Qin Chen.
"Baik, Guru."
Selama beristirahat, Qin Chen membuka deskripsi Artefak Ruang yang dia dapatkan. Saat melihatnya, Artefak tersebut adalah cincin Ruang. Dimana Qin Chen dapat menyimpan benda apapun kedalamnya, mau itu hidup ataupun mati.
Ukuran ruang dapat dilebarkan, selama Qin Chen memiliki Poin Sistem. Karena Artefak tersebut berhubungan dengan Sistem miliknya. Atau lebih tepatnya, item asli buatan Sistem.
Qin Chen menggunakan Cincin tersebut, ini lebih berguna dibandingkan Artefak lainnya. Karena dengan cincin ini, Qin Chen akan lebih mudah menyimpan barang yang dapat digunakan kapan saja.
Setelah beberapa menit beristirahat, mereka melanjutkan perjalanan. Kedua muridnya mengandeng tangan Qin Chen, kanan dan kiri, Qin Chen melesat terbang dengan kecepatan menuju ujung Guru pasir.
***
Di tempat Qin Chen sekarang, dia telah terbang sejauh 17.568.000 Mil jauhnya, untungnya Dominasi Es miliknya membentang seluas Gurun Pasir itu sendiri, walaupun Qin Chen tidak mengetahui berapa jarak atau luas Guru Pasir tersebut.
Sejauh yang Qin Chen pandang hanya Es miliknya membentang luas. Bahkan, Qin Chen sedikit bingung dengan Guru Pasir sebelumnya.
Kenapa Qin Chen masih tahu bahwa dia berada di Gurun Pasir, karena beberapa kali Qin Chen membuat lubang untuk melihat apa dia masih di Gurun Pasir atau tidak.
"Guru ... Seberapa luas Gurun Pasir yang kita lalui sekarang?" Tanya Xia Hongyi yang penasaran, karena belum bertemu dengan daratan alami.
"Guru belum dapat bilang, karena Domain Es Guru mencakup Guru Pasir. Namun tidak perlu khawatir, Guru akan melesat lagi kedepan dengan cepat."
"Hmm ... Kami percaya dengan Guru."
Qin Chen sedikit tersenyum, dia melesat dengan kecepatan tinggi di langit. Aura miliknya tertinggal membentuk garis panjang membelah langit.
Setelah 20 Juta lebih, Domain Es Qin Chen akhirnya terpotong. Di ujung sana, dataran alami terlihat, Qin Chen dan kedua muridnya turun di dataran alami.
Disana, mereka bertiga akhirnya bisa bernapas. Melihat Domain Es membentang luas menutupi Gurun Pasir. Mereka berdua bisa bernapas, dan melihat dataran penuh dengan kehidupan tidak beku.
"Haaa ... Akhirnya bisa terlepas dari Domain Es milik guru. Karena, sepanjang mata memanjang hanya ada warna putih salju."
"Hehehehe, tidak apa-apa Kak ... karena salju sangat indah, dan lagi Hongyi menyukainya. Bukan hanya berwarna putih, tapi juga memiliki kesamaan dengan bulan." Balasnya dengan tawa senang.
Sebelum melanjutkan menuju tempat tujuan, Qin Chen menunggu mereka berdua selesai beristirahat.
__ADS_1
...
*Bersambung ...