Supreme King System

Supreme King System
Chapter 231 : Istana Raksasa


__ADS_3

'Apa ini adalah kunci dunia? Atau mungkin, dia adalah orang yang mengetahui kebenaran dunia dan tersegel oleh dunia karena takut dia akan membocorkannya?'


Qin Chen hanya diam tidak bersuara dan hanya bersuara dikepalanya. Memikirkan banyak hal dalam satu waktu membuatnya sedikit bingung, bagaimana awal dunia ini diciptakan, ia tidak mengetahuinya.


"Dunia ini seperti misteri, sulit untuk ditebak dengan pemikiran satu orang." Gumamnya yang menutup matanya setelah melihat aura tersebut.


"Ada apa suami? Kamu seperti memikirkan sesuatu yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Apa ada sesuatu yang menganggumu, katakan padaku, siapa tahu aku bisa membantu."


"Tidak apa-apa, aku hanya memikirkan sesuatu yang mungkin menjadi kunci dunia. Aku akan mengatakannya setelah aku melihatnya sendiri nantinya."


Chu Qincheng memiringkan kepalanya dengan bingung namun tidak bertanya lebih karena mereka memiliki privasi masing-masing yang belum bisa dikatakan begitu saja.


"Baiklah, aku memahami itu. Sebelumnya, aku telah menemukan rencanaku sendiri, nantikan itu, ya."


"Tentu."


Setelah itu, Chu Qincheng kembali ke kamarnya untuk beristirahat, Qin Chen didalam ruangan duduk dengan mata redup melihat kota dibawah kelopak matanya.


***


Paginya


Setelah bersiap-siap semalam, mereka menggunakan kereta kuda menelusuri daratan menuju Istana Raksasa yang tidak jauh dan tidak dekat dengan kota sebelumnya. Dikota tidak ada lagi yang bisa dilakukan, selama tiga hari ini Qin Chen telah meminta Jendral membersihkan orang-orang yang pantas dibersihkan.


"Kaisar, kemana kita akan pergi?"


"Istana Raksasa! Namun untuk sekarang, kita akan berdiam diri menyelesaikan masalah kecil yang menggangu. Aku bisa saja menyerang secara langsung, namun sekarang aku memiliki alasan lain untuk berdiam diri dengan menyelesaikan masalah kecil."


"Baik."


Didalam kereta kuda, Chu Qincheng sedikit bingung dan bertanya. "Ada apa suami? Apa kamu merencanakan sesuatu yang lain? Aku bahkan tidak tahu, nanti aku penasaran dan gagal bagaimana?"


"Rencana ini tidak terlalu penting untukmu, namun penting bagiku. Untuk sekarang, kamu fokus dengan rencana sebelumnya. Aku akan mengatakan yang lain saat aku menemukan sesuatu yang bermanfaat."


"Baiklah."


Dengan ekspresi sedikit kesal ia cemberut sambil memalingkan wajahnya. Qin Chen mengusap-usap kepalanya menghilang kecemberutan Chu Qincheng.

__ADS_1


"Nanti aku katakan, untuk sekarang berhentilah cemberut, apa kamu tidak malu dilihat oleh putrimu? Dia akan malu melihat ibunya yang cemberutan."


"Hmph! Bilang saja kamu menghindari pertanyaanku. Tapi sudahlah, ini untuk kebaikan putriku. Jika tidak, aku akan kembali seperti sebelumnya."


"Baik-baik."


Ia kembali melihat keluar jendela kereta kuda, dibawah sana ada banyak tanah tandus yang kering akibat peperangan internal. Bahkan tidak banyak orang yang hidup dalam peperangan internal.


Hiyak!


Jendral mempercepat gerak kereta kuda di langit membawa mereka semua menuju Ibukota, atau lebih tepatnya tempat dimana Istana Raksasa berada.


***


Ibukota/Istana Raksasa


Setibanya di ibukota, kereta kuda miliknya menjadi pusat perhatian semua orang yang hadir di sana. Kehadiran Qin Chen membuat kehebohan di ibukota, karena Jendral berada diluar sehingga orang-orang mengetahui siapa yang berada didalam kereta tersebut.


"Sial! Jika bukan karena perintah ketua, aku sudah bergerak untuk memotong kepalanya lalu mengambil hartaku sendirian!"


"Jangan bicara omong kosong, apa kau mampu mengalahkan dia sendirian? Bahkan orang-orang kuat membuat aliansi sepuluh ribu Sekte untuk menangkap ataupun membunuhnya!"


Qin Chen tersenyum mendengarkan pembicaraan orang-orang diluar sana. Mereka menuju penginapan, karena Qin Chen sudah menyiapkan semuanya sebaik mungkin meski akan ada sedikit perubahan ditengah jalan karena alasan tertentu.


"Suami, apa kamu tidak menghukum mereka? Atau aku yang akan turun tangan membereskan masalah ini."


"Tidak perlu, aku cukup terhibur dengan niat mereka yang berdatangan ketempat ini untuk menyambutku, aku sangat tersanjung."


"Huh! Dasar!"


Ditengah-tengah kota, kereta kuda miliknya di lempari batu besar maupun kecil oleh penduduk kota membuat Jendral mengaktifkan mode perlindungan untuk melindungi Qin Chen dan Chu Qincheng beserta Qiyuan'er didalam kereta kuda.


"Pergi dari kota kami, dasar Iblis Kejam! Kami tidak menyambutmu di kota kami, enyahlah kau Iblis Kejam!"


"Kau membunuh, membantai, dan membakar ladang kami, kau tidak memiliki hati maupun perasaan sedikitpun pada kami! Dasar iblis-iblis kejam, pergilah kau!"


"Bakar-bakar, bakar kereta kuda itu sekarang! Bunuh iblis kejam seperti mereka."

__ADS_1


Qin Chen hanya diam mendengar mereka mengatakan bahwa dirinya adalah iblis kejam yang membakar ladang, membunuh, dan membantai orang-orang tanpa perasaan sedikitpun.


Chu Qincheng tertegun dan melihat pandangan Qin Chen, matanya tetap tenang dengan ekspresi biasa saja tanpa pengaruh sedikitpun. Namun ia menyadari bahwa perkataan mereka benar-benar menyakitkan, bahkan itu mungkin menyakitkan Qin Chen.


"Suami ... "


Qin Chen menoleh kesamping. "Tidak apa-apa, mereka hanya mengatakan bahwa aku adalah iblis kejam tidak memiliki hati dan perasaan, aku tidak marah dengan hal tersebut. Kesampingkan perkataan mereka, karena kita memiliki misi penting kali ini."


"Tapi ... " Ia berhenti saat melihat mata Qin Chen yang serius. "Baiklah, kalau ada sesuatu yang ingin kamu katakan, katakan padaku, aku akan membantumu sebisa mungkin."


Ia mengangguk dan melihat orang-orang di kota menyerang kereta kudanya dengan ganas membakar dan melempari sampah-sampah yang tergeletak di tempat sampah ke arah kereta kuda.


Qin Chen tidak menanggapi mereka karena mereka terhasut oleh kekuatan jahat dan masuk kedalam Jalan kejahatan, karena mereka belum mengetahui kebenaran dunia tentang siapa yang jahat dan baik.


"Tuan, didepan adalah penginapan yang saya ketahui dari informasi orang-orang sebelumnya. Kita akan sampai dalam beberapa menit lagi."


"Baguslah, setelah sampai di sana, lakukan seperti biasanya."


"Baik!"


Mereka melangkah lebih cepat dibandingkan sebelumnya hingga tiba disana, Jendral turun dimana seperti biasanya ia menyewa ruangan untuk beristirahat Kaisar dan lainnya. Disampingnya, ada banyak orang-orang berkumpul mencaci maki Qin Chen dengan kata-kata kasar.


Setelah beberapa menit, Jendral kembali dengan memberikan peringatan besar kepada mereka untuk tidak bergerak lebih. Jika tidak, maka tombaknya akan membelah tubuh mereka menjadi dua bagian.


"Kaisar, ruangan telah saya sewa. Kaisar dapat beristirahat sekarang, saya akan membukakan jalan untuk Kaisar masuk kedalam penginapan ini."


"Kerja bagus, terimakasih Jendral."


Ia mengangguk dan membuka jalan untuknya, saat Qin Chen keluar dari kereta kuda, orang-orang disekitarnya tercengang melihat penampilan Qin Chen begitu mudah dengan pandangan redup dingin dengan pupil merah darah.


"Bagaimana bisa Kaisar Iblis begitu muda! Aku tidak dapat mempercayai bahwa Kaisar Iblis sebelumnya dikalahkan oleh pemuda ini, apa informasi itu benar-benar valid!"


"Tidak salah lagi, dia adalah orangnya karena di informasi telah diberikan ilustrasi penampilan kaisar iblis baru!"


Pada saat itu, mereka kembali mengutuk Qin Chen dengan kata-kata kasar sampai mereka masuk kedalam penginapan.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2