Supreme King System

Supreme King System
Chapter 245 : Perang (2)


__ADS_3

"Jangan biarkan pasukan musuh mendekati Kaisar Iblis!" Tintahnya dengan keras memerintahkan pasukannya bergerak menghadang pasukan musuh dengan kekuatan mereka masing, masing-masing.


Qin Chen yang melihat itu tidak bergerak dari tempatnya, matanya tenang setenang air yang tidak bergerak meski badai menerpa di hadapannya.


Ia lalu bergerak kedepan tanpa diketahui oleh siapapun, dan secara tiba-tiba muncul di hadapan Dewa Raksasa yang tengah melayang dibelakang sana. Bahkan para True God dari surga tidak dapat melihat kecepatan Qin Chen.


Saat berada dihadapannya, ia mengangkat kakinya dan menerpa tubuhnya dengan keras kebawah.


Bugh!


Dewa Raksasa mengeluarkan seteguk darahnya dan terlempar kebawah menghantam daratan begitu keras. Suara ledakan itu membuat beberapa kilometer bergetar hebat dengan ombak besar di lautan bergerak ke tepian karena pergerakan lempeng bumi.


'Sangat cepat!'


Pikir mereka yang semuanya sama tidak sanggup melihat kecepatan Qin Chen yang secara tiba-tiba, seolah Qin Chen berpindah tempat ke tempat lainnya dengan mudah karena kekuatan ruang dan waktunya mencapai puncak.


"Bukankah kalian terlalu bersantai? Pemimpin kalian, Dewa Raksasa terinjak-injak oleh musuh kalian, dan kalian masih berdiam diri di sana tanpa melawan? Haha ... Aku mengerti, dia hanya pion bagi surga dan kalian hanya diminta datang, dan bukan untuk melindunginya, bukan?"


"Diam! Jaga bicaramu, iblis! Kami datang untuk mengesekusi iblis kejam sepertimu dari dunia! Dengan begitu, kedamaian dunia akan abadi selamanya dipimpin oleh surga!"


"Ho, surga? Baiklah, kalian dapat bicara apa semau kalian, namun aku tetap pada pendirianku. Menghabiskan kalian semua tanpa sisa, dan mengirim kepala kalian ke surga untuk memperingatinya, setelah itu aku akan kesana membawa surga kedalam kekacauan primal, sekali lagi!"


"Keparat! Bunuh bocah sialan yang menghina surga! Hidup atas nama surga, mati dibawah pelindungnya!"


Suaranya bergema di langit, dan seluruh pasukan surga bergerak dengan kecepatan tinggi ketempat Qin Chen. Pasukan revolusioner tengah menghadapi pasukan surga yang lain yang bergabung dengan pasukan raksasa.


Saat Qin Chen di kepung musuh, ia melihat dengan tenang tanpa ragu. Disekitarnya, ada ribuan serangan dan bahkan lebih mencoba membunuhnya dengan kekuatan masing-masing dari mereka.


Seketika, serangan yang mereka lontarkan menghilang sebelum lima meter ketempat Qin Chen. Mata mereka terguncang dengan gemeteran tidak bisa percaya, bahkan hal itu membuat tubuhnya mengikuti respon dan ketakutan.


Bagi mereka yang berada di luar sana dan True God, mereka dapat melihat dengan begitu nyata dan sangat jelas bahwa disekeliling Qin Chen adalah sebuah kekuatan misterius yang melindunginya.


Itu adalah kekuatan ruang dan waktu miliknya yang berubah menjadi sebuah pertahanan utama. Dimana segala sesuatu serangan yang bersifat spiritual, dan fisik tidak akan bisa menyentuhnya.

__ADS_1


Karena waktu yang ia gunakan menghilangkan serangan tersebut kedalam masa yang tak terhitung lamanya sehingga serangan itu menghilang dan membaur menjadi energi alam yang baru.


Meski terbilang lama, namun secara nyatanya dilihat sekejap mata sehingga pengguna kekuatan ruang dan waktu Qin Chen telah mencapai puncak dimata mereka.


Qin Chen sedikit menghela nafas, ia tidak mengharapkan kemampuan miliknya benar-benar berguna untuk pertahanan. "Sadarilah dari awal, kalian dan bahkan surga sendiri belum cukup mampu menghadapiku saat ini. Jika dia memang mampu, dia akan turun ke dunia ini dan melawanku. Nyatanya, dia ketakutan dan bersembunyi dibalik tirai dan ibunda tercintanya."


"Diam!"


Ia sedikit tersenyum kecil, dimana secara tiba-tiba ia mengayunkan tangannya kesamping seperti pedang.


Swoosh!


Kelipatan cahaya melesat membentuk siluet bulan sabit secara horizontal kesamping dan lalu melebar luas di sekitarnya. Serangan itu meruntuhkan sebagian pasukan surga yang berjatuhan kebawah dan mati.


Saat semuanya berlangsung, secara tiba-tiba Dewa Raksasa menyerang dari belakang dengan tombaknya.


Boom!


Serangan tombaknya dihentikan oleh ruang yang dibengkokkan oleh Qin Chen, kemanapunmya melebihi ekspektasi mereka semua. Seolah ruang dan waktu adalah pikiranmya sendiri sehingga bisa ia gunakan sesuka hati dengan pikirannya.


"Keparat! Diam kau! Ini semua karena kau! Jika bukan kau yang datang ketempat ini, semuanya akan berjalan sesuai rencanaku, dan kau menggagalkan semuanya!"


"Haha ... Lantas, apa aku harus berlutut dihadapanmu dan memohon ampun meminta maaf padamu? Atau, kau sendiri yang berlutut dihadapanku seperti a*jing memohon ampun agar tidak dibunuh?"


Semakin Qin Chen memanasinaya, semakin ia ingin membunuh Qin Chen dengan kekuatannya sendiri. True God disekitarnya menggunakan segel dunia, dimana rantai-rantai tak terhitung jumlahnya muncul dari kekosongan mencoba mengikat Qin Chen.


"Ikat dia! Sekarang!"


Wushh! Wushh! Wushh!


Pegerakan rantai itu membuat pasukan revolusioner menghadangnya dan terlempar kebelakang tidak kuat untuk menahannya. Qin Chen melirik ke sekitarnya, ia telah melihat bahwa orang-orang itu telah diselamatkan oleh Chu Qincheng.


"Baiklah, aku sebelumnya hanya pemanasan tangan, sekarang pemanasan bibirku yang mengering disini."

__ADS_1


Ia menggerakkan bahunya dan melempar Dewa Raksasa kebelakang, bersama itu ribuan rantai itu mencoba mengikat Qin Chen di atas sana. Secara mengejutkan, Qin Chen dengan mata seperti naganya, bersuara.


"Murnikan!"


Satu kalimat, satu kata ia ungkapkan di langit dengan suara kecil terdengar nyaring. Meski begitu, suara itu membuat tubuh mereka merinding ketakutan, dan tiba-tiba hempasan angin dari langit jatuh kebawah menekan para Dewa.


Kilatan cahaya dari tubuhnya bergelombang keluar dan membentang luas secara langsung membuat rantai-rantai itu menghilang menjadi kunang-kunang. Senjata mereka dibawah kelas Ilahi dimurnikan menjadi bahan mentah sebelum ditempa.


"Sedikit membaik sekarang, apa kalian ingin memulainya lagi?" Tanya Qin Chen.


"Segel Dunia, gerakan kesembilan! Pengucian abadi!"


Mereka secara bersamaan membentuk lonceng Budhha di langit, lalu jatuh ketempat Qin Chen hingga mengeluarkan suara dengungan yang bergelombang. Mereka tidak berbicara sama sekali sebelumnya, dan langsung menyerang tanpa ampun.


"Khahahhaha! Sekalipun kau adalah True God, kau tidak akan bisa melepaskan dari pengucian abadi ini! Ini adalah kekuatan absolute yang tidak bisa kau tembus!"


Qin Chen menyeringai kecil didalam lonceng Budhha itu. "Orang terakhir yang sombong dihadapanku dia mati, dan sekarang kalian adalah generasi penerusnya."


Drrtt! Drrtt! Drrtt!


Langit dan bumi bergetar hebat tidak terkendali, lonceng itu perlahan retak disaat mereka menahannya dengan kekuatan penuh, Qin Chen hanya menggunakan kekuatan matanya yang menghancurkan apapun.


Pada saat itu, saat mereka bekerjasama mempertahankan lonceng Budhha, tiba-tiba sirine yang berasal dari alam asal berbunyi keras hingga meledak lonceng tesebut.


Duarr!


Ledakan yang besar menghempaskan True God kebelakang dengan seteguk darah keluar dari mulutnya, Qin Chen yang berdiri dibalik kabut menunjukkan dirinya yang sebenarnya membuat Jiwa mereka bergetar ketakutan tanpa hentinya.


"Ini!"


Dengan mata tak percaya melihat apa yang dihadapinya, mereka gemeteran tidak terkendali. Jiwa-jiwa mereka mulai runtuh satu-persatu di telan oleh kekacauan dalam dirinya.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2