
Hutan Bambu
Setibanya di dalam Hutan bambu, Qin Chen merasakan kekuatan jahat terus menghasutnya untuk jatuh ke dalam perangkap. Namun, Origin Tree atau tubuhnya memiliki ketahanan untuk melawan kekuatan Jahat seperti ini.
Gangguan Jiwa dapat di netralkan, berbeda dengan si kembar. Mereka menutup matanya, berkeringat karena melawan ketakutan, Hutan ini seperti Ilusi, namun kadang berubah menjadi perangkap.
Jiwa mereka akan dilatih, apa mereka sudah siap menerima kenyataan atau belum. Jika Ilusi sudah mengalahkan mereka, mereka sudah gagal menjadi kultivator hebat.
'Hanya orang bodoh yang masuk kedalam Hutan ini. Termasuk aku sendiri bodoh, tetapi, ini dapat membantu mereka berdua. Sekalipun ini berbahaya, aku sebagai gurunya sudah memperhitungkan semuanya.' Batin Qin Chen.
Sambil menunggu mereka keluar dari ilusi, Qin Chen mengamati di sekitarnya. Jarak pengelihatan Qin Chen sudah mencakup ribuan mil dibantu dengan bakat alami meningkatkan aspek Indra.
Saat melihat lebih dalam, Qin Chen menemukan beberapa Roh Jahat berkeliaran. Kekuatan mereka berada di atas Pemurnian Qi, namun bagus untuk bahan latihan mereka.
Tentunya, Qin Chen sudah memikirkan keselamatan mereka berdua. Selama di Tanah Makam Kuno, Qin Chen akan memanfaatkan sebaik mungkin.
Sekaligus, Qin Chen akan mencari Harta yang di tinggalkan di Tanah Makam Kuno.
Boom!
Saat sedang mengamati, tiba-tiba ledakan di sekitarnya terjadi. Qin Chen melihat kedepan, ledakan sebelumnya dari mereka berdua, dimana wajah mereka telah berubah menjadi lebih tenang.
"Mereka berhasil." Gumamnya.
Tidak lama dari itu, mereka membuka matanya dan melihat Qin Chen berada di depan mereka berdua.
"Guru ... " Suara Hongyi terdengar kecil dan lemah.
"Selamat, Jingyi, Hongyi ... Kalian lulus tahap pertama, latihan kali ini hanya ada tiga tahap. Setelah selesai, kita akan mencari Harta Karun, tentunya. Kalian juga dapat Harta bagus." Qin Chen dengan nada memberikan semangat pada mereka.
"Terimakasih Guru."
"Sama-sama ... Selanjutnya, adalah pertarungan mengasah ketangkasan kalian. Di depan sana, ada Roh Jahat yang Guru temukan, kalian kalahkan Roh tersebut. Jika berhasil, kita akan melanjutkan ke tahap terakhir." Balasnya dengan senyuman senang.
"Baik!"
Setelah itu, mereka bertiga melanjutkan perjalanan kedepan menuju tempat yang Qin Chen beritahukan sebelumnya. Keselamatan mereka, Qin Chen hanya melakukannya secara diam-diam, karena melatih mereka harus dengan tindakan yang benar.
__ADS_1
Setibanya disana, mereka melihat tiga Roh Jahat di ranah di atas mereka. Awalnya sempat ragu, namun ini latihan. Mereka meneguhkan pikiran dan tekad, dan berjalan masuk kedalam Wilayah mereka.
"Hongyi ... Ayo kerja sama."
"Baik, kak. Mohon bantuannya."
"Sama-sama, kita akan menang dan melanjutkan tahap terakhir." Xia Jingyi memberikan support pada adiknya, mereka berdua menarik Pedang masing-masing.
Pada saat yang bersamaan, ketiga Roh Jahat tersebut merespon suara nyaring bilah pedang. Melihat ke arah mereka, tiba-tiba raungan mereka memekikkan telinga mereka bertiga.
Berlari dengan cepat menuju mereka berdua, pertarungan jarak dekat terjadi begitu sengit. Qin Chen dari kejauhan melihat mereka bertarung dengan baik.
"Tidak buruk ... Mereka adik dan kakak, gerakan mereka selaras. Bahkan, mereka seperti Duo dalam bertarung. Jika mereka terus bersama, tidak mungkin bagi Langit untuk berdiam diri melihat bakat mereka." Gumam Qin Chen dengan wajah serius.
"Setidaknya ... Berpetualang dengan keindahan tidak buruk juga. Mereka manis, dan tingkah mereka terbilang lucu. Jadi, sepanjang jalan tidak akan menjadi membosankan."
Setelah mengamati pertarungan mereka, Qin Chen berjalan dan menepi pada satu Pohon. Menyenderkan tubuhnya mengamati mereka sambil memberikan keamanan di sekitarnya agar tidak ada gangguan lain seperti kultivator jahat.
Ada sebuah laser panjang dari pedang mereka, berwarna Kuning, Xia Jingyi mengayunkan pedangnya membelah daratan.
Boom!
"Seni Pedang, Api Gunung Suci!"
Serangan kedua mereka membakar Roh Jahat dalam nyala api. Qin Chen terkejut dengan kombinasi ini, tidak terpikirkan oleh Qin Chen untuk memberikan kombinasi Serangan seperti ini.
'Bagus kalian berdua, nanti Guru berikan Seni kombinasi terbaik!' Batin Qin Chen.
Tersisa dua Roh Jahat lagi, namun mereka terengah-engah menghadapi satu Roh Jahat. Mereka sudah kehilangan banyak Qi, dalam hal ini mereka harus merencanakan dengan sebaik mungkin.
"Adik ... Saudari memiliki rencana untuk mengalahkan mereka berdua." Ungkapnya dengan nada letih.
"Apa kak? Hongyi akan membantu sebaik mungkin." Balasnya.
"Pertama, pancing mereka ke dalam satu tempat. Tahan selama yang kamu bisa, cukup sederhana. Namun ini akan berbahaya, tapi Saudari memiliki rencana untuk mengalahkan mereka." Balasnya.
"Baiklah, Hongyi akan berusaha ... Saudari lakukan apa yang Saudari lakukan, Hongyi percaya kepada Saudari." Balasnya.
__ADS_1
"Baik, mohon bantuannya, Hongyi."
Xia Hongyi melesat berlarian mendekati kedua Roh Jahat di depan mereka. Sementara Xia Jingyi, dia menancapkan pedangnya ke tanah dengan sekejap menyatukan telapak tangannya.
"Gunung dan Sungai di Surga Timur, Bulan bergantung memerangi Langit. Cahaya Suci jatuh ke bumi, Surga mengamuk." Xia Jingyi seolah membaca mantra Terlarang.
Qin Chen yang mendengarnya bingung, karena dia mendapatkan Seni tersebut dari siapa? Saat setelah selesai, Xia Jingyi membuka matanya memancarkan momentum membunuh begitu intens dari matanya.
Telapak tangannya bercahaya, tanah di sekitarnya bergetar hebat. Langit-langit mendung, dan guntur-guntur bergemuruh di atas sana.
Xia Hongyi yang terluka, dia melihat kakaknya. Xia Jingyi berteriak. "Adik, menghindar lah."
Xia Hongyi langsung menghindari dari tempat tersebut, sementara itu, Xia Jingyi mengangkat tangannya ke langit. Cahaya putih berkumpul di telapak tangannya.
"Seni Pemurnian Roh!"
Menjatuhkan tangan kebawah, Bumi bergetar. Langit murka, pada saat itu juga, Pilar Langit jatuh kebawah mengenai kedua Roh tersebut dengan ganasnya.
Boom!
Meraung!
Roh Jahat berteriak keras saat Seni Pemurnian jatuh menimpa mereka. Tubuh mereka berdua terbakar, pecah menjadi butiran debu kecil di Langit.
Ledakan-ledakan di sekitarnya meruntuhkan pepohonan, angin kencang berhembus membuat sekitarnya bergoyang.
Qin Chen di dekat mereka melihat serangan tersebut. "Apa mungkin, ini Seni Keluarga? Mengingat, keluarga Qin juga memiliki Seni hebat, setidaknya ini di tingkat Hitam atau tingkat di atasnya." Ucap Qin Chen.
Setelah kedua Roh Jahat itu hangus menjadi debu, Pilar sebelumnya perlahan menghilang dari tempat mereka. Qin Chen keluar dari balik-balik pohon, mendekati mereka berdua disana.
Xia Jingyi terjatuh tak berdaya, energi miliknya telah habis karena menggunakan Seni Keluarga yang paling hebat. Mungkin, ini dipelajari semalaman sebelum masuk ke Tanah Makam Kuno.
Qin Chen membawa Xia Hongyi ketempat yang baik, sama halnya dengan Xia Jingyi. Mereka berdua tertidur lelap setelah mengeluarkan banyak tenaga mereka berdua.
"Murid-murid bodoh ini ... Mereka telah berhasil, sangat hebat." Gumam Qin Chen.
Qin Chen mengeluarkan Artefak miliknya, membiarkan Qi Spiritual berkumpul di sekitar mereka. Dengan begitu, mereka dapat menyerapnya kembali untuk mengembalikan Qi Spiritual merupakan berdua sekaligus menyembuhkan luka-luka mereka.
__ADS_1
...
*Bersambung ...