Supreme King System

Supreme King System
Chapter 71 : Penyergapan


__ADS_3

Setelah memindahkan dua Wilayah, Qin Chen melangkah keluar dari Tanah Makam Kuno. Sebelum keluar, Qin Chen merasakan ada banyak kultivator mengelilinginya.


Perasaan tersebut menyadari Qin Chen bahwa mereka telah datang ke tempatnya. Bersiap membunuh Pembunuh Tuan Muda mereka, Qin Chen hanya tersenyum tipis menanggapinya.


Di belakang Qin Chen, orang-orang tidak mengetahui akan hal ini.


Saat Qin Chen keluar dari gerbang, ratusan serangan mengarah padanya secara bersamaan menyerang. Qin Chen menarik tangannya, merobek langit.


Boom! Boom! Boom!


Puluhan ledakan akibat langit robek didepan serangan, guncang hebat terjadi. Orang-orang dibelakang Qin Chen akhirnya menyadari hal tersebut.


Saat mereka di luar Tanah Makam Kuno, mereka merasakan ratusan pasukan dengan kekuatan berbeda-beda seolah berkumpul di sayu tempat.


Qin Chen yang berhasil menghadang serangan pertama hanya bersikap biasa. "Jawab aku ... Bagaimana kalian ingin mati?" Tanya Qin Chen dengan nada dingin.


"Sombong! Kau hanya bocah ingus, berani bersikap sombong dihadapan kami. Ini, terima kesombonganmu!" Salah satu dari pasukan langsung menantang Qin Chen secara langsung.


Pria itu melesat kedepan menunjukkan kekuasaannya, Qin Chen melambaikan sedikit tangannya kesamping.


Srakkk!


Tersungkur kebawah, tanah-tanah di hadapan mereka hancur. Qin Chen melirik ke semua orang dengan tajam. "Kalian? Dimana orang yang memerintahkan kalian, suruh mereka keluar dan jangan bersikap seperti anji*g yang bersembunyi!" Ucap Qin Chen.


"Bacot!" Teriak salah satu dari mereka seperti sebelumnya melesat mendekati Qin Chen dengan senjata di tangannya.


"Seni Tombak, ayunan kematian!" Teriaknya dengan lantang.


Pria itu mengayunkan senjatanya berputar menyerang Qin Chen. Sesuatu seperti gumpalan gas hitam menyelimuti senjata hingga membentuk siluet bulan sabit.


Bang!


Qin Chen menahannya dengan jari, senjata milik musuh bergetar hebat tanpa henti dan secara tiba-tiba meledak di depan matanya berkeping-keping.


"Aku telah mengatakannya sebelumnya, panggil orang yang memerintahkan kalian untuk menghadapiku. Kalian ... Menyebalkan!" Dengan nada tidak senang, Qin Chen menamparnya kesamping.


Boom!


Qin Chen menunjuk mereka dengan jari telunjuk. "Seni Sembilan Keajaiban Dunia, gerakan Pertama; Lukisan Langit!"


Menyeretnya kesamping, sebuah serangan menyerupai coreta tinta hitam membelah Dunia menjadi dua bagian. Mereka semua berteriak kesakitan dalam beberapa saat lalu menghilang dari Dunia.

__ADS_1


[Ding!]


[Selamat Tuan, karena berhasil membunuh 340 Kondensasi Qi. Memperoleh; 17.000.000 Exp + 17.000.000 PS.]


[Selamat Tuan, karena berhasil membunuh 213 Tranformasi. Memperoleh; 21.300.000 Exp + 21.300.000 PS.]


Setelah menghancurkan pasukan musuh, Qin Chen mengeluarkan sedikit Aura miliknya disana. Saat Aura itu keluar, seluruh Monster di hutan berlarian kabur dari tempat mereka semua.


Menjauh dari Aura, mereka merasakan ancaman dari Aura itu. Rasa ngeri, ketakutan, kematian, mereka dapat merasakan bahwa jika mereka disana, mereka akan mati.


"Oi Keparat! Kemarilah, jika kau ingin membunuhku, datang sekarang sebelum aku membuat kalian merasakan kematian selama seribu tahun!" Ucap Qin Chen dengan di iringi nada kematian.


Saat suara Qin Chen terdengar di telinga mereka, mereka semua melesat kedepan Qin Chen. Terdapat 16 orang berdiri di depan Qin Chen dengan amarah tak terbendung sama sekali.


Qin Chen yang melihatnya hanya dengan sikap dingin. "Satu, dua, tiga ... Enam belas orang Ranah Kesengsaraan. Sangat buruk!"


"Huh!" Salah satu dari mereka mendengus lalu muncul palu besar dari atas langit menghantam Qin Chen.


Bersamaan dengan hal tersebut, dari sebelah kanannya muncul pria tua lainnya menyerang dengan ribuan jarum ke arahnya. Dari depannya, pria tua pengendalian Elemen digunakan.


"Kombinasi Tiga Langit!"


Dinding tanah yang tidak bisa hancur membentuk kubus tanpa penutup atas. Saat jarum tersebut masuk kedalam kubus, jarum tersebut terpantul kemana kemari menyerang Qin Chen.


Serangan jarum dapat di pindahkan ke tempat lain, serangan fisik dapat ditahan dengan tangannya. Qin Chen mengibaskan tangannya menghancurkan dinding.


Duarr!


Saat dinding tersebut meledek, mereka semua terkejut setengah mati. Mereka mengetahui bahwa kombinasi Tiga Langit bukanlah Ketrampilan biasa yang dapat dihancurkan dengan mudah.


Hanya mereka yang mengetahui asal kekuatan ini baru dapat menghancurkannya. Sementara melihat Qin Chen, mereka tidak mempercayai bahwa dia masih 18 tahun.


"Bagaimana ... " Suaranya memecahkan keheningan sekitar. "Bagaimana mungkin, bagaimana manusia sepertimu memecahkan dinding surgawi milikku!" Teriak pria di depannya dengan keras.


Mendengar hal tersebut, Qin Chen tersenyum dengan mata yang penuh ejekan dan penghinaan. "Bagaimana? Aku tidak mengerti hanya saja yang aku ketahui bahwa mereka adalah pasukan bodoh yang menjunjung tinggi aturan hingga berani mati tanpa memikirkan apapun."


"Omong kosong! Dari mana kekuatan yang kau miliki! Benar, serahkan Harta Makam sekarang? Atau kami akan bertindak lebih dari pada ini!" Jelasnya dengan nada keras membentak Qin Chen.


"Kau ingin Harta Makam? Baiklah, aku akan memberikannya." Sahut Qin Chen dengan ramah.


Qin Chen mengeluarkan bola merah dengan beberapa kali berkedip matanya. Di tangan Qin Chen adalah Bola Setan penyerap Qi Spiritual dalam diri orang lain.

__ADS_1


Setelah berada di tangan Qin Chen, Qin Chen menyuruhnya untuk menyerap habis Qi Spiritual milik orang di depannya. Qin Chen melemparnya kedepan dan tertangkap oleh pria itu.


"Itu adalah Harta Makam, Bola Makam ... Kegunaannya adalah untuk menyerap Qi Spiritual dari jarak yang dapat menampung satu ada dua orang di dalam satu


ruangan." Jelas Qin Chen.


"Hahahaha ... Dengan artefak ini, aku akan menguasai dunia! Hahahaha ... "Tawanya begitu lantang dan polos tanpa halangan atau apapun itu.


Qin Chen tersenyum ramah melihatnya, mata di bola tersebut mengedipkan beberapa kali. Setelah saat itu, sesuatu yang aneh terjadi di tanga pria tersebut.


Tangannya mengeluarkan urat-urat besar menjadi menjadi merah. Dalam hitungan tiga detik, serangan sebelumnya akan dimulai sore ini.


Bola sebelumnya mulai menyerap Qi Spiritual dalam diri manusia. Sebagai gantinya, mereka mendapatkan kerugian besar dalam hal peningkatan.


Pria itu tergelatak ke tanah tanpa perlawanan sedikitpun. Bola itu mendapatkan Qi Spiritual yang cukup dikit, jika terjadi maka terjadilah sekarang.


"Ha! Maafkan aku belum mengatakannya, Harta Makam identik dengan kekuatan Iblis. Jadi, siapapun yang tidak memiliki izin dariku, kalian semua akan menjadi tumbal dari Bola Setan." Jelas Qin Chen.


Mereka menggertak marah, melesat menyerang Qin Chen tanpa memperdulikan Harta Makam kembali. Kematian Qin Chen sudah dapat merendahkan amarah atas kehilangan.


Serangan dari 15 orang ke arah Qin Chen menjadi bumerang. Qin Chynna melesat kedepan menarik pedangnya menyerang balik kelima belas orang itu.


"Langkahi mayatku!" Teriaknya.


Qin Chynna mengayunkan pedangnya kesamping membelah langit. Retakan celah mengenai dua orang didepannya, lainnya menghindar dari serangan.


Mereka terkejut dengan kekuatan tersebut. "Kekuatan ini dapat membelah langit, apa dia adalah Dewi Pedang Qin Chynna!"


"Tidak salah lagi, gaya bertarungnya, Ketrampilan uniknya, dan wujudnya. Tidak salah lagi, dia adalah Dewi Pedang dari Sekte Pedang Elemen." Sahutnya menjelaskan tentang Qin Chynna.


Qin Chynna menatap tajam ke arah mereka semua, tangannya berputar lalu mengayunkan secara vertikal.


Swoosh!


Boom!


Meledak di langit, mereka sekali lagi dapat menghindarinya. Walaupun kekuatan mereka di bawah Qin Chynna, mereka masih dapat menghindarinya.


Ini mengejutkan, namun menarik untuk di latih Seni tersebut, Qin Chen terdiam bahwa panggungnya di ambil alih.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2