
Perbatasan antara dua dimensi yang berbeda-beda, roh dan raksasa. Mereka dipisahkan oleh makhluk kuat dari kekacauan semesta. Saat mereka tiba disana, Qin Chen turun dari kereta kuda dan melihat perbatasan tersebut begitu komflek.
"Ini akan sangat sulit! Meski dapat menembus penghalang pertama, saat berada didalam sana akan bertemu dengan makhluk kuat dari kekacauan semesta. Jika nasib buruk, kita akan tersedot kedalam ruang dan waktu lalu terlemparnya entah kemana."
"Lalu, bagaimana cara kita ke wilayah raksasa? Hanya ini satu-satunya jalan yang kita miliki sekarang. Apa kita akan mencari cara lain, dengan waktu yang cukup lama mungkin mendapatkan petunjuk."
"Soal ruang dan waktu aku dapat menekan hal tersebut, tentang kekacauan kecil didalamnya dapat dilenyapkan melalui mataku. Namun, monster atau makhluk kekacauan semesta mungkin lebih kuat dibandingkan kita."
Qin Chen hanya berbicara tanpa mengatakan apa-apa tentang kekuatannya, karena ia tahu bahwa ia sangat kuat sekarang sampai-sampai kesombongannya memenuhi darahnya dan tulangnya.
"Kalau begitu, apa kita akan masuk sekarang?"
"Tentu ... Aku akan membuka paksa pembatas ini dan kalian satu persatu masuk kedalam dan tunggu disana. Jangan ada yang bergerak sebelum aku masuk, karena itu akan berbahaya terpisah diantara lorong waktu yang spasial ini."
"Baik."
Qin Chen melirik kebawah, Qiyuan'er memegang tangannya dengan erat. "Qiyuan'er bersama ibu masuk kedalam, nanti ayah menyusul dan setelah itu Qiyuan'er nanti ayah gendong."
"Baiklah." Qiyuan'er lalu memegang tangan Chu Qincheng.
Sementara Qin Chen ia berdiri dengan kedua tangannya transparan seperti langit berbintang ada di tangannya. Ia menusuk dan merobek pembatasan tersebut dengan paksa, dan ia lupa tentang pedang yang dapat memotong apapun termasuk hukum, aturan dan prinsip dunia.
Mungkin beban pikiran Qin Chen begitu banyak, karena harus mengurus dua anak kecil di rumah. Semua itu butuh usaha, sekaligus uang yang melimpah agar tidak habis tujuh keturunan.
Setelah pembatas robek, Chu Qincheng dan lainnya masuk kedalam secara bergantian. Setelah itu, Qin Chen masuk kedalam dan melihat lorong spasial tersebut begitu sulit di pahami, karena disekitar mereka hanya ada nebula yang padat.
Saat berada didalam, ia mengendong Qiyuan'er seperti yang ia katakan. Sementara Chu Qincheng mengandeng tangannya dengan erat tidak mau kalah dengan Qiyuan'er yang dapat digendong.
"Jendral ikutin aku dari belakang, karena tempat ini sangat asing bagi kita."
__ADS_1
"Baik Raja."
Mereka melesat kedepan dengan kecepatan tinggi, Qin Chen memberikan lapisan kekacauan dihadapannya agar tidak terhempas saat terbang didalam kekacauan. Beberapa kali mendengar raungan dari monster kekacauan semesta membuat Qiyuan'er memeluk Qin Chen dengan erat karena ketakutan.
Qin Chen mengamati sekitarnya dengan baik, ia menghidangkan monster-monster tersebut agar tidak terjadi pertarungan di dalam lorong yang spasial ini.
Saat berada di tengah-tengah lorong, tiba-tiba didepan mata mereka sebuah mata besar melihat membuat mereka terhenti dan Jendral mengambil alih kedepan menarik pedangnya untuk melindungi Qin Chen.
"Raja, tolong mundur kebelakang. Monster ini sangat berbahaya!"
Tiba-tiba monster itu bergerak dan menunjukkan dirinya begitu besar dihadapan mereka seolah ia seperti semesta yang begitu luas. Mata mereka tercengang, tidak dapat bergerak sedikitpun.
Namun Qin Chen menyadari sesuatu, ia pernah melihat monster ini sebelumnya. "Sepertinya aku pernah bertemu dengan monster ini ... Tunggu dulu, biarkan aku ingat-ingat kapan dan dimana itu."
Setelah beberapa saat, ia mengingatnya kembali. "Monster kecil, apa itu kau?" Tanya Qin Chen mengejutkan semua orang.
Roarrr!
"Suami, apa kamu kenal monster ini?"
"Benar, sebelumnya aku pernah mengatakan padamu kalau aku memiliki bawahan yang kuat, bukan? Saat aku pergi ke Jurang Kekacauan mengambil bunga 7 Warna untukmu, aku bertemu dengannya dan menundukkan seluruh monster kekacauan dan salah satunya adalah dia."
"Ah! Jadi sebelumnya, kamu benar-benar mendapatkan bawahan yang kuat itu adalah monster ini!"
"Benar, bagaimana?"
"Sangat hebat, monster ini sangat kuat dan sulit di kalahkan. Tapi kamu dapat menundukkannya, kamu benar-benar hebat dalam banyak hal!"
Jendral bayang kebingungan, ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Qin Chen lalu mengangguk kecil dimana jendral melangkah sedikit kesamping.
__ADS_1
"Monster kecil, aku ingin melintasi lorong ini, apa kau bisa membawa kami ke ujung lorong ini dengan kecepatan tinggi?" Tanya Qin Chen.
Monster itu mengangguk dan sedikit bergerak memintanya untuk naik ke punggungnya. Monster itu seperti paus besar, dimana Qin Chen dan yang lainnya naik ke atas punggungnya untuk menumpang.
Setelah itu, monster tersebut melesat di dalam lorong tersebut begitu cepat membuat mereka seperti melihat aliran waktu yang melambat di sekitarnya, bahkan tidak ada sedikitpun hembusan angin meski terbang begitu cepat.
"Ini benar-benar mengagumkan, bahkan angin tidak terasa sedikitpun di sekitar kita."
"Seharusnya begitu, karena monster ini berada di kekacauan dan memiliki kemampuan unik tersendiri. Seperti tubuhnya begitu kuat karena setiap saat ditempa di dalam kekacauan seperti ini."
"Kamu tidak salah."
Kecepatan terbangnya begitu tinggi sampai-sampai kecepatan terbang Qin Chen terlampaui olehnya. Dalam waktu yang singkat, mereka tiba di ujung lorong dimana lorong itu tidak memiliki ujung, hanya sisi yang terhubung dengan Wilayah Raksasa.
Qin Chen berdiri di sana lalu merobek kembali pembatas tersebut dengan paksa. Sebelum ia keluar, ia mengatakan sesuatu. "Monster kecil, jaga tempat ini dari monster lain. Jika bisa, tundukkan semuanya dan buat mereka menyembahmu sebagai Dewa Kekacauan! Dengan begitu, kau akan mendapatkan kekuatan iman yang kuat."
Roarrr!
Ia meraung dan Qin Chen tersenyum puas lalu keluar dari lorong tersebut setelah Chu Qincheng dan lainnya keluar terlebih dahulu sebelumnya.
Diluar, mereka berada di daratan yang dipenuhi oleh bebatuan yang begitu luas, melihat hal tersebut membuat Qin Chen menyerah karena tidak menemukan sedikitpun sumber air maupun hewan disekitarnya.
Namun, ada beberapa desa yang ada disana dengan ukuran dua kali ataupun sepuluh kali lipat dibandingkan dirinya yang sekarang. Seolah, mereka seperti gunung dan Qin Chen seperti pohon kecil di kaki gunung.
"Wilayah ini begitu luas, pantas mendapatkan gelar raksasa. Karena daratan ini setidaknya seluruh bintang menjadi satu dunia baru, dan seluruh benua Iblis hanya mengisi sedikit kekosongan didalam wilayah ini."
"Benar, aku bahkan tidak dapat merasakan kehidupan disini, dan tidak dapat merasakan sumber daya yang bisa digunakan. Sekarang, bagaimana suami? Jika kita berada disini, kita akan mati kepanasan."
"Ke desa itu, namun sebelum itu kita harus menyesuaikan diri dengan memakai topeng untuk menghindari kecurigaan mereka." Balas Qin Chen.
__ADS_1
...
*Bersambung ...