Supreme King System

Supreme King System
Chapter 162 : Membunuh Putra Tuan Kota


__ADS_3

"Immortal Spirit, berapa harganya?"


Saat suara Qin Chen terdengar olehnya, pria itu langsung menoleh ke arah Qin Chen. "Ah! Tuan ... Selamat datang, apa anda tengah menawar herbal Immortal Spirit?"


"Ya, berapa harganya? Aku membutuhkannya beberapa dan mencari bahan herbal lainnya. Apa anda menjual bahan-bahan herbal selain yang ada disini?"


"Tentu Tuan ... Apa yang anda pesan, saya akan melihatnya di gudang herbal. Jika ada, saya akan menjualnya pada anda."


"Immortal Spirit, Ramuan Mujarab, Matahari Putih dan Daging Monster Kualitas Tinggi. Apa ada? Jika ada, saya akan membelinya dua kali lipat setiap bahan." Balas Qin Chen.


"Baik Tuan, duduklah di ruang VIP kami." Pria itu menuntun Qin Chen masuk kedalam ruang VIP miliknya.


Tidak banyak tanya dan langsung pada intinya, Qin Chen menyukai pedagang yang seperti ini. Karena menurutnya, tidak membuang waktu dan menghasilkan banyak uang dalam satu batang dupa.


Didalam ruangan, Qin Chen menunggu pria itu kembali dari gudang. Selama itu, Qin Chen bermeditasi menyerap Qi Spiritual yang ada di dalam Paviliun Harta dengan kemampuan miliknya.


Setelah beberapa waktu berlalu, pria itu kembali membawa bahan-bahan yang Qin Chen butuhkan sebelumnya. Qin Chen dapat melihat semuanya, dan bahan-bahan itu kekurangan satu itu adalah Daging Monster Kualitas Tinggi.


"Maafkan saya sebelumnya Tuan ... Kami hanya memiliki 2 Immortal Spirit dan 1 Ramuan Mujarab Matahari Putih. Sementara Daging Monster Kualitas tinggi telah habis di beli oleh bangsawan kelas atas di Kota."


Pria itu sedikit menundukkan kepalanya karena membuat pelanggannya berharap. "Tidak apa-apa ... Memang sangat sulit untuk membeli daging monster kualitas tinggi dalam satu tempat, karena banyak orang-orang membutuhkannya. Kedua bahan itu, berapa harganya."


"10.450 Batu Spiritual Tuan." Balasnya.


Qin Chen memberikan satu tael batu spiritual yang berjumlah 11.000. Bukan karena bodoh, melainkan malas menghitung jumlah yang kecil seperti itu, dia hanya ingin jumlah yang pas sehingga tidak ribet.


"Terimakasih banyak Tuan, mampir lagi jika membutuhkan bahan-bahan herbal lainnya.x


Qin Chen mengangguk lalu keluar dari ruangan, di depan ruangan pemuda dengan logat sombong menatap ke arahnya dengan tatapan tidak senang.


Qin Chen mengabaikannya, dia tidak ingin berurusan dengan beberapa cecunguk Spirit Beast di dalam Paviliun Harta. Melewati didepannya, dia mengertak kesal karena tidak dihormati.

__ADS_1


"Keparat!" Bersamaan dengan pukulan keras mengarah dibelakang kepala Qin Chen, sebuah dentuman besar menghempaskan pemuda itu kebelakang.


"*Cough!" Seteguk darah keluar dari mulutnya, tubuhnya terluka karena terhempas ke dinding dibelakangnya.


Qin Chen menoleh kebelakang, melihat orang yang menyerangnya. "Nak, aku tidak memiliki salah padamu dan kau menyerangku secara diam-diam? Apa keluargamu pengecut sehingga bermain di belakang?!"


"Diam kau!" Bentak pemuda itu dengan kasar.


Qin Chen menggelengkan kepalanya, lalu mengibaskan tangannya kesamping membunuhnya!


Srash!


Koyakan besar dari atas kepalanya hingga kebawah begitu mengerikan, semua orang menutup mulut menahan muntahan. Di hadapannya, pembunuh begitu keji dan kejam seperti iblis.


"Sesali kelakuanmu di neraka! Jika keluargamu tidak terima, datanglah dan aku akan dengan senang hati membawa mereka menyusulmu ke neraka!" Ucap Qin Chen sambil meninggalkan tempat tersebut.


Dilantai dua, wanita pemilik Paviliun Harta terdiam saat ruangan bawah terisolasi oleh hukum yang spasial sehingga tidak dapat kebawah.


Saat isolasi menghilang, dia melihat pembunuhan itu dengan sekilas.


Sementara Qin Chen berada di luar Paviliun Harta dan melihat pasukan beterbangan di atas Paviliun Harta. Kematian pemuda itu mengundang pasukan kota, karena giok miliknya pecah yang menandakan dia telah mati dibunuh oleh seseorang.


"Siapa yang melukai Tuan Muda! Cepat jawab!" Teriak salah satu prajurit dengan keras menakuti para pengunjung di Paviliun Harta.


Wanita sebelumnya berlarian turun kebawah untuk menyelesaikan permasalahannya. Karena Tuan Muda mati di dalam Paviliun Harta sehingga dia akan masuk kedalam permusuhan ini.


"Jendral Ti ... Ini adalah wilayah Paviliun Harta milik keluarga Li. Tolong jaga sikap anda di wilayah keluarga Li, sekalipun anda adalah Jendral di kota, kedudukan keluarga Li masih di atas keluarga besar lainnya." Wanita itu berbicara lantang di bawah sehingga mereka mengertak giginya.


Qin Chen mengerutkan keningnya, dia yang melakukannya tidak bergerak sedikitpun. Setelah itu, Qin Chen melangkah pergi hingga membuat mata Jendral di atas sana meliriknya.


"Berhenti! Siapa yang memberikanmu izin untuk pergi dari sini!" Ucapnya dengan keras dan kasar.

__ADS_1


"Kehendakkku, akulah yang mengaturnya. Siapa kalian? Aku tidak peduli, istriku di rumah tengah menungguku! Jika kalian menghalangiku, tidak ada ampun bagi yang aka mati!"


"Sombong!"


Salah satu prajurit menyerang setelah mendengar perkataan Qin Chen. Qin Chen dengan cepat mengarahkan pedangnya mencincang habis prajurit itu dengan sekali ayunan.


Seluruh mata terbuka lebar-lebar tidak kuat melihat adegan sadis ini. Qin Chen menyeringai kecil penuh darah di wajahnya, mata merahnya mendominasi seperti iblis kehausan. "Kekekeke ... Kalian ingin tahu siapa yang membunuhnya? Akulah orangnya, sekarang tidurlah dengan tenang di neraka!"


Bang!


Hentakkan kakinya menciptakan lubang besar mengangkat tanah naik ke permukaan. Melesat menuju ke arah prajurit, Qin Chen mengayunkan pedangnya secara langsung dengan seribu tebasan di langit.


Srash! Srash! Srash!


"Arkkkk!" Teriakkan mereka yang tidak dapat melawan kecepatan Qin Chen yang bergerak melompat ruang dan waktu, mengayunkan kecepatan menyerupai derasnya air terjun.


Jendral itu bergerak menghalangi dan berakhir mati dengan pedang Qin Chen.


"Merepotkan! Hanya beberapa cecunguk kota berlagak di hadapan Dewa ini? Huh!" Qin Chen membuang napasnya dengan sombong lalu melesat pergi dari sana.


Sementara itu, mereka semua dihujani oleh darah dari langit. Cincangan daging tergelatak seperti bunta*g dibuang, berbau tidak sedap dan menjijikkan membuat mereka muntah tanpa terkecuali.


Wanita pemilik Paviliun Harta gemetar melihat kekuatan pria sebelumnya, dia menyuruh orang untuk mengikuti pria itu dimana dia tinggal sehingga dapat mencarinya.


"Siapa dia? Begitu kejam bak Raja Iblis membantai tanpa belas kasihan, memandang rendah kehidupan." Wanita itu bergumam sendiri sambil melihat darah di tangannya.


Setelah itu, dia kembali masuk kedalam Paviliun Harta untuk membersihkan diri dari kotoran yang menempel pada dirinya.


Sementara Qin Chen, dia melesat menuju tempat lainnya. Dia membutuhkan daging monster kualitas tinggi untuk memancing Spirit Beast legendaris yang diinginkan oleh Chu Qincheng sekarang.


"Huh! Baru saja tiba di kota, kenapa harus mendapatkan masalah! Setidaknya ini bagus juga, mengingat beberapa rencana semalam bersama istri kecil." Gumam Qin Chen yang kemudian turun kebawah untuk mencari daging monster kualitas tinggi.

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2