
Paginya,
Setelah beristirahat di kota mereka kembali pergi ketempat lainnya. Meski sebelumnya Qin Chen sendiri hendak berada disana beberapa hari, namun karena keadaannya sekarang membuatnya mengubah rencana sebelumnya.
Qiyuan'er berada disampingnya memegang tangannya dengan erat sambil memperhatikan Qin Chen yang telah berubah, ia bahkan sulit berbicara pada Qin Chen sekarang ini karena tidak seperti dulu dimana Qin Chen memiliki sifat yang mudah dekat dengan siapapun.
Sekarang, Qin Chen seperti ditutup oleh kehampaan.
"A- Ayah ... " Katanya dengan ragu berbicara kepada Qin Chen.
Qin Chen meliriknya karena mendengar suaranya memangil namanya. "Ada apa? Apa kamu lelah?"
"Ti- Tidak ... Qiyuan'er hanya ingin mengatakan sesuatu pada ayah. Karena Qiyuan'er mengingat sesuatu, tapi ayah sekarang mungkin tidak akan memberikannya kepada Qiyuan'er."
"Apa itu? Katakanlah, selama semuanya berada dibawah kekuasaan ayah, maka semuanya dapat kamu minta tanpa memperdulikan siapapun yang melarangnya."
"Pohon kehidupan."
Qin Chen mengerutkan keningnya, pohon kehidupan adalah akar dunia yang mengandung Esensi Matahari dan Bulan. Ia lalu melihat kesamping ada banyak pepohonan yang tinggi dan rindang, Chu Qincheng ingin menghentikannya namun menahannya.
"Baiklah ... Ayah akan memberikan pohon kehidupan yang kamu mau, untuk sekarang apa kamu masih bisa berjalan?" Tanya Qin Chen yang telah mengabulkan permintaannya yang mungkin pertama kalinya baginya.
"Bisa! Qiyuan'er masih sanggup bertahan sampai ribuan mil lagi!" Dengan serius ia membalasnya.
"Baguslah."
***
Hutan anggur
Meski masih berada di daratan batu, namun ada beberapa daratan yang memiliki kehidupan seperti pohon sebelumnya. Didalam hutan, mereka berempat berada sekarang tengah melangkah keluar setelah terbang selama beberapa jam di langit.
"Tahan pria itu disana! Dia adalah orang yang dicari oleh Dewa Bumi! Jika dapat membawanya ketempat Dewa Bumi, kita akan dianugerahi gelar Abadi dan dapat masuk kedalam Sekte besar abadi!"
"Apa! Itu bagus, baiklah kita mulai darinya agar tidak kabur lagi. Ikat dia dan pisahkan dia dari barisannya sehingga memudahkan kita melakukan perawatan tubuh sekarang!"
"Hahaha ... "
__ADS_1
Saat mereka tertawa terdengar oleh kelompok Qin Chen, Qin Chen dan lainnya mendekati suara tersebut dan melihat sisa-sisa pertarungan abadi dengan abadi yang menyebabkan banyak hutan yang tumbang dan ada banyak kekalahan di pihak lain.
Qin Chen melangkah keluar dari semak-semak dan mengejutkan semua orang disana. Mereka langsung menodongkan senjata masing-masing ke arah Qin Chen.
"Siapa kau!"
Qin Chen sedikit memiringkan kepalanya dan tangannya sedikit melambai kesamping membuat orang itu terhempas menghantam pepohonan disampingnya.
Kekuatan ruang yang secara tiba-tiba memadat di satu titik dan melepaskan ruang sehingga kembali membesar akan membuat sisi yang berada dekat dengannya akan terasa ditampar oleh kekuatan yang tidak diketahui.
"Siapa yang menyuruh kalian melakukan hal ini?" Tanya Qin Chen.
"Apa kau layak untuk mengetahui siapa beliau? Jangan harap, sekalipun kami mati kami tidak akan membocorkan siapa yang menyuruh kami sekarang ini."
"Begitu rupanya, kalian yang memintanya, bukan?" Kata Qin Chen menariknya kedalam cengkraman tangannya dan matanya mengoreksi semua ingatan yang berada didalam otaknya dengan sangat cepat.
Setelah mendapatkan data mereka, Qin Chen melemparnya kedalam portal yang ia secara langsung ciptakan sendiri dengan kekuatan sejatinya.
Portal itu langsung terhubung ke dunia bawah, Neraka!
Satu-persatu mereka dimasukkan kedalam sana agar mereka mendapatkan pemurnian yang tidak logis, karena Raja Neraka bukanlah orang yang baik maupun jahat, ia melakukan segalanya demi kesenangan.
"Siapa kalian?" Tanya Qin Chen.
"Dewa Abadi."
"Huh! Kau masih bisa bersikap angkuh setelah dikalahkan oleh beberapa pecundang sebelumnya? Sikapmu benar-benar buruk, apa dari kalian ada penjahat dunia sehingga mereka mencari kalian?"
Mereka membuang muka karena perkataannya adalah benar, mereka adalah penjahat dunia yang telah mengumpulkan banyak informasi penting seperti sejarah dan lain sebagainya, mereka adalah pemilik informasi tersebut.
Qin Chen mengetahui setelah ia membaca seluruh ingatan pria sebelumnya. Sekarang, ia berdiri dihadapan mereka yang tengah membuang muka sambil menahan rasa sakit yang didapatkan.
"Suami, biarkan aku mengurus hal ini, kamu diam saja disini dan melihat caraku mengatasi beberapa orang keras kepala dengan pendirian yang begitu bodoh."
Chu Qincheng melangkah mengambil alih peran ini, Qin Chen mundur dan membiarkannya melakukan apapun yang ia mau sekarang.
"Oi kalian! Apa kalian tidak memiliki sopan satun! Kami menyelamatkan kalian dari bahaya, dan ini balasan kalian setelah diselamatkan?"
__ADS_1
"Kami tidak memintanya untuk menyelamatkan kami. Jadi ini semua karena kemauannya, bukan permintaan kami, jadi apa masalahnya tidak mengatakan apapun pada seseorang yang menganggapnya dirinya pahlawan."
Chu Qincheng geram dan memukulnya dengan keras hingga membentur tanah kembali dan selama beberapa jam kemudian, mereka mengangguk dan terus mengikuti Chu Qincheng sampai sekarang ini.
***
Siangnya,
Ditempat Qin Chen sekarang, ia berada di luar hutan setelah ia mendapatkan banyak bahan-bahan langka di hutan tersebut dan ditambahkan dengan bawahan yang setia dengannya.
"Suami, apa mereka akan melakukan apa yang kamu katakan sebelumnya? Aku tidak terlalu yakin akan hal tersebut, karena tampang mereka dapat berubah kapapun selama mereka mau."
"Tidak apa, mereka tidak akan bisa memberontak sekarang, karena mereka terikat oleh sesuatu yang tidak terlihat didalam diri mereka."
Qin Chen dan lainnya melanjutkan perjalanan mereka ke kota besar untuk mendapatkan informasi lebih banyak sebelum sampai di Istana raksasa, dipertengahan jalan mereka kedatangan musuh yang di utus oleh Dewa Raksasa.
Di langit, tiga Dewa berdiri dengan sombong menatap Qin Chen dengan rendah, mereka berada di tahap Kaisar Dewa awal dimana mereka merupakan prajurit utama Dewa Raksasa.
"Apa kalian diutus oleh Dewa Raksasa untuk menangkap kami?" Tanya Chu Qincheng.
"Tidak, lebih tepatnya membunuh kalian sebelum sampai di istana raksasa! Kalian adalah penyusup yang masuk kedalam wilayah raksasa tanpa izin dari Dewa Raksasa, dan melanggar banyak peraturan yang ada. Disini, kamu memiliki otoritas penuh membunuh kalian sebelum sampai di istana!"
"Begitu Ya."
Mereka langsung mengeluarkan serangan besar yang membentuk naga di langit dan melesat kebawah dengan kecepatan luar biasa, Qin Chen dengan mudahnya menghentikan serangan tersebut lalu secara tiba-tiba muncul di hadapannya.
"Bertobatlah di neraka, kalian membuat rakyat-rakyat kecil banyak menderita. Aku akan Memurnikan kalian dan menyelesaikan masalah ini."
"Huh!"
Tiba-tiba mereka langsung mundur dengan cepat mengetahui bahaya datang secara tiba-tiba. Ketakutan langsung menjalar di seluruh tubuhnya, Chu Qincheng juga bergerak dan ia berada dibelakang mereka dengan tangannya memukul keras kepala mereka berdua hingga terjatuh ke tanah.
"Menyebalkan! Mereka hanya di Kaisar Dewa berlagak seperti penguasa lang!"
...
*Bersambung ...
__ADS_1