
Qin Chen yang mendengarnya tidak mengerti, kekuatan ini muncul sendiri membantunya untuk mengalahkan musuh-musuhnya dengan sekali serang.
Pada saat yang bersamaan, dari Dantian Qin Chen bercahaya terang ini membuat seluruh Dewa merasakan penerobosan yang akan terjadi pada Qin Chen.
Bang!
Pilar emas menjulang tinggi ke langit dan menerangi kegelapan, sebuah kilatan cahaya melingkari pilar dan membentuk sebuah mahkota besar yang mengabadikan bahwa dialah Raja.
Para Dewa merasakan momentum penindasan, seolah mereka tidak ada apa-apanya didepan Qin Chen. Kaisar Surga melihatnya dengan pandangan lain, dia kagum atas pencapaian luar biasa Qin Chen.
'Anak ini, tidak hanya memiliki fondasi yang kokoh, dia juga memiliki kekuatan yang dapat menindas Prajurit Dewa.'
Semakin dia melihat Qin Chen, semakin dia merasakan ketakutan yang mendalam. Seakan-akan tengah berada di ketiadaan tanpa akhir, dan hidup tanpa tujuan dan emosi.
Qin Chen Menerobos masuk ke Ranah Sky Immortal dan terus menerobos ke Ranah yang lebih tinggi. Sebagai gantinya, dia menyerap seluruh Qi di dalam Pagoda tersebut tanpa meminta persetujuan.
Saat Kaisar Surga ada, dia tidak peduli dan masih menyerap tanpa pandang mereka.
Setelah dua batang dupa berlalu, Qin Chen telah berhasil menerobos masuk ke ranah besar, Immortal King, Akhir (9).
True Immortal dibagi menjadi, (Earth Immortal, Sky Immortal, Golden Immortal, Profound Immortal, Immortal King, Immortal Emperor, Half Way God.)
Khusus Half Way God hanya memiliki tingkat, Awal, Menengah, Puncak.
Qin Chen lalu membuka matanya, melihat sekitarnya telah hampir runtuh oleh kekuatannya. Kendali Jiwa telah sepenuhnya kembali, Qin Chen merasakan bahwa dia telah menerobos.
'Ini cukup aneh, aku tidak berada di tubuh Utama. Tapi kenapa penerobos masih dapat di lakukan?'
[Menjawab Tuan: karena Origin Tree telah menentang segala hal. Termasuk kejadian-kejadian aneh yang masih misteri bagi Dunia.]
Setelah mendengar penjelasan Sistem, Qin Chen kembali melihat keluar. Ada banyak kerusakan, dan ini karena dia lepas kendali menggunakan kekuatan Origin Tree diwaktu yang tepat.
'Jika ini Dunia Atas, seluruh daratan akan lenyap!'
__ADS_1
Qin Chen melirik ke atas terdapat sosok hebat tengah memperhatikannya. "Kaisar Surga? Jika benar, kenapa anda datang kemari dengan wujud asli anda?" Tanya Qin Chen.
"Nak, kau cukup berbakat dalam menyembunyikan kekacauan. Tidakkah kau lihat apa yang kau perbuat di Wilayah ini? Jika ini adalah tempat Dunia Utama, sudah dipastikan seluruh langit berbintang akan runtuh karena kekuatanmu."
Qin Chen terkekeh kecil. "Apa benar? Jadi begitu, kekuatanku sangat kuat sehingga Kaisar Surga secara pribadi datang?! Baiklah, aku tidak akan berbuat masalah lagi, karena sudah selesai dengan cecunguk Istana Dewa, aku akan menantang Dewa lainnya."
"Apa!"
Para Dewa lainnya berteriak keras saat mendengar pernyataan Qin Chen. Tidak hanya hampir menghancurkan Pagoda, dia masih ingin menantang Dewa lainnya untuk bertarung melawannya.
"Nak ... Aku tahu ambisimu, namun Pagoda hampir saja hancur. Baiklah, aku tidak akan memaksamu untuk berhenti. Jika kamu berhenti sekarang, aku akan memberikan hadiah untuk kebangkitanmu."
Para Dewa langsung menoleh ke arah Kaisar Surga yang secara langsung memberikan hadiah kepada Qin Chen.
Qin Chen masih memperhatikannya. "Hadiah? Baiklah, aku akan berhenti. Tapi sebelum itu, aku ingin mengetahui urutan keberapa aku sekarang."
"Bagus."
Tiba-tiba sebuah Pilar Besar muncul di hadapan Qin Chen, di depannya Qin Chen dapat melihat urutan keberapa dia sekarang ini di Rank Suci.
"Tidak buruk, walaupun masih di kelas rendah ini pencapaian luar biasa. Jika ada Dewa yang memiliki Rank Menengah, aku akan menantangnya dan mengambil posisinya." Ucap Qin Chen tanpa sadar meruntuhkan kekosongan di langit.
Bangunan Pagoda secara signifikan kembali pulih, lalu Pilar tersebut menghilang. Qin Chen telah mendapatkan posisi pertama dan itu adalah pencapaian luar biasa baginya.
"Rank 1 di Kelas Rendah dalam satu kali pertandingan. Nak, kau cukup hebat. Pagoda ini bukan menghitung kemenangan untuk meningkatkan rank, melainkan kapasitas energi dalam diri."
"Seharusnya, kau berada di Rank Kelas Atas, namun dengan beberapa aturan Surga. Kekuatanmu masih tanda tanya sehingga Pagoda memutuskan untuk meletakkan namamu di Rank kelas Rendah urutan Pertama."
"Ya, itu tidak masalah ... Terpenting, dimana hadiahku? Aku buru-buru kembali ada banyak masalah yang harus di selesaikan." Balas Qin Chen yang mengambil hadiah miliknya di tempat timbangan.
Kaisar Surga sedikit tertawa dan mengibaskan tangannya, sesuatu yang bercahaya muncul dan melesat ke arah Qin Chen. Qin Chen mengambilnya dengan tangannya, dia tidak tahu apa itu namun dia menduganya adalah harta berharga.
"Terimakasih Kaisar Surga, sampai nanti."
__ADS_1
Tanpa kata panjang, Qin Chen menghilang dari sana dan kembali ke tubuh Utama miliknya. Setelah itu, dia kembali ke Dunia Utama untuk melihat apa yang sudah terjadi di Dunia itu.
Sekaligus, dia ingin melihat keadaan istri kecilnya yang bertarung melawan Pilar Kaisar dan para Sekte Besar lainnya.
***
Di Benua Seribu Pedang, Qin Chen melayang dan Domain miliknya menyebar di seluruh penjuru Langit dan Bumi. Siapapun dapat merasakan tekanan mahadahsyat dari seorang Raja Abadi yang baru terlahir di Dunia.
Chu Qincheng terkejut merasakan aura yang familiar dia rasakan. Mencoba mencarinya, namun keberadaan Qin Chen berada dimana-mana.
Qin Chen yang berada di sana langsung meluncur menjemput istrinya yang berjuang sendiri di Benua Seribu Pedang menghadapi rombongan Sekte Besar dan beberapa Pilar Kaisar yang melawan.
Setibanya di sana, Qin Chen melihat istri kecilnya tengah duduk dengan banyak darah di sekujur tubuhnya. Qin Chen mendekatinya, sehingga membuat banyak orang yang masih hidup melihat dirinya.
"Apa kamu terluka?" Tanya Qin Chen.
Chu Qincheng langsung menoleh ke depan, melihat Qin Chen yang terlihat baik-baik saja tanpa terluka. "Mungkin ... Aku sedikit kelelahan, tapi ini menyenangkan."
"Begitu ... " Qin Chen lalu menariknya untuk tidur di gendongannya. "Tidurlah ... Kamu telah berjuang keras disini. Keluarga Besar hanya tersisa beberapa saja, dan Sekte Besar hanya tertinggal beberapa saja."
"Hmm~ aku mendapatkan banyak harta hehehe, aku tidak akan memberikanmu satupun." Chu Qincheng tertawa manis menghilang bebannya.
"Baik-baik ... Tidurlah, sisanya biarkan aku saja."
Chu Qincheng tertidur lelap, dia seperti kelelahan. Qin Chen melayang ke langit melihat ada banyak kehancuran dan juga ada banyak darah dimana-mana.
Melirik ke sekelilingnya, Qin Chen melihat keluarga Qin ada beberapa orang terluka.
"Paman Zhou, terimakasih banyak karena membantu istri kecilku. Paman dan Keluarga dapat beristirahat, sisanya serahkan kepadaku."
"Baiklah, nak Chen."
Qin Chen langsung menghela napasnya membuat getaran hebat dimana-mana. Tatapan matanya meruntuhkan Fondasi mereka hingga meledak-ledak di langit, seorang Raja Abadi tengah menggunakan Niat Membunuh.
__ADS_1
...
*Bersambung ...