Supreme King System

Supreme King System
Chapter 142 : Turnamen (6)


__ADS_3

Podium Turnamen diramaikan oleh sorakan yang memerintah rombongan Sekte Sembilan Pedang Abadi untuk menerima tantangan Qin Chen.


Qin Chen berdiri dengan tenang, mengabaikan suara penonton dan menikmati secangkir wine miliknya.


"Kepala Sekte!" Salah satu Tetua telah geram dengan sikap Qin Chen yang sombong dibawah sana.


Mereka menggerang dan beberapa kali mengertak giginya. Ketua Sekte Sembilan Pedang Abadi berdiri, dan melangkah kedepan melihat kebawah.


"Bocah! Kau masih begitu muda namun sangat sombong! Apa kau tidak menghormati Penguasa Dunia ini, Kaisar Immortal!" Ketua Sekte kini berbicara soal kehormatan dengan Qin Chen.


"Kehormatan? Saat Tetua itu menyerang muridku, apa itu bukan kehormatan? Jangan banyak bicara, sekalipun disini ada Kaisar Immortal, jika dia melawan, maka tidak jauh berbeda seperti Tetua sebelumnya! Akanku injak-injak kehormatannya!" Qin Chen tengah menahan emosinya yang berlebihan, sifat iblisnya mulai membakar peredaran darahnya.


Saat mendengar suara Qin Chen, Kaisar Immortal menghentakkan tangannya ke meja. "Sombong!"


Gelombang kejut memecahkan kekosongan langit, seluruh daratan bergetar hebat dengan gejolak momentum kekuasaan miliknya menekan semua kehidupan.


Qin Chen sedikit melirik kesamping, momentum kekuatan miliknya menekan momentum kekuatan Kaisar!


Ketiga Tetua begegas kedepannya menciptakan perlindungan tiga Alam berlapis-lapis menahan kekuatan Qin Chen, sayangnya tiga Alam hancur berkeping-keping menyebar menciptakan sebuah serangan Jiwa.


"*Cough!" Ketiga Tetua memuntahkan darah begitu banyak.


Semua orang jatuh kedalam ketakutan mendalam, bahkan Tetua hebat dapat di kalahkan hanya dengan padangan matanya. Kaisar terdiam dengan getaran di tubuhnya menahan amarah yang tak terbendung.


Qin Chen bersuara di udara. "Aku tidak ingin banyak bicara, masalah kita akan di selesaikan setelah Turnamen selesai. Untuk sekarang, kau diam keparat!"


Bahkan itu Kaisar di hantam oleh penghinaan terbesar tidak berkutik apa-apa. Dimata mereka semua, di atas panggung terlihat sosok hitam tanpa bentuk namun menyerupai manifestasi Monster Primordial.


Hitam gelap, mata merah darah terang menyambar Bumi dengan petir-petir.


Begitu gelap hingga niat membunuhnya dapat membunuh siapapun yang berani bergerak. Qin Chen sedikit bergerak kesamping, para Tetua sebelumnya tercekik hampir mati.


"Keparat! Kemarilah ... Berlutut dan mati!" Suaranya menyerupai suara kematian dari Neraka terdalam.


Ketua Sekte tidak dapat bertahan lama, lebih baik mati dengan perlawanan dibandingkan mati dalam penghinaan!

__ADS_1


Melesat ke langit, aura pedang dalam dirinya menarik ratusan ribu pedang yang tersebar di seluruh Dunia.


"Perwujudan Pedang! Pedang Sembilan Bentuk Surga. Hancurkan!"


Swoosh! Swoosh! Swoosh!


Puluhan ribu pedang menembus langit dan jatuh ke area tempat Qin Chen berada. Qin Chen yang berada di sana melihat ke langit, ribuan pedang seperti jarum yang jatuh.


Qin Chen sedikit menggerakkan kaki kanannya kesamping, mengambil sedikit napas dan membuangnya. "Seni Pedang Pembelah Langit dan Bumi!"


Saat tangannya di ayunkan, ribuan pedang bergetar hebat tak terkendali. Bahkan pedang-pedang para penonton ikut bergetar seolah jari Qin Chen adalah Inti Pedang di seluruh Dunia.


Serangan Ketua Sekte di telan ketiadaan, hanya debu-debu beterbangan di sepanjang langit yang luas. Para Tetua ikut melesat mendekati Qin Chen menyerang dari berbagai sisi dengan kekuatan penuh.


Huh!


Napas Qin Chen menciptakan badai yang menyelimutinya dan menghempaskan mereka semua dari tempatnya. Ribuan pedang melayang di langit, seluruh pedang di Dunia di kendalikan Qin Chen dengan jarinya.


Menarik dan berputar di langit, Qin Chen memecahkan pedang dan menghujani Bumi dengan ganas.


Boom! Boom! Boom!


Qin Chen mengendalikan ribuan pedang untuk membunuh musuhnya tidak lain. Saat kabut yang menggumpal di langit dan di Bumi menghilang, sosok dengan puluhan pedang di punggung berada di tanah tanpa suara dan kata yang keluar.


Ketua Sekte berserta para pengikutnya mati di atas panggung. Tubuhnya penuh pedang, dan darah berceceran dimana-mana menciptakan genangan darah yang mengalir keluar dari panggung.


Semua orang terdiam dengan ketakutan dan ngeri melihat Qin Chen.


"Pemimpin Sekte Sembilan Pedang Abadi beserta Tetua di dalamnya telah mati. Sekte Eternal Heaven akan menempati posisi keenam dari 9 Sekte Besar. Siapapun yang tidak terima, naik ke atas panggung dan bertarung denganku!"


Saat suara Qin Chen pecah di udara, mereka merasakan teror di dalam bayang-bayang mereka. Rasa takut oleh Monster Primordial yang mengatur mimpi-mimpi buruk.


Sekte Besar dan Aliansi Seribu Sekte tidak ada suara sedikitpun. Mereka ketakutan, bahkan jika Qin Chen belum serius, kekuatannya sudah berada di atas mereka semua, sekarang ini.


Qin Chen kembali ke tempat duduknya, sesaat setelah itu, panggung yang hancur kembali seperti semula. Tubuh yang tergelatak lenyap ditelan waktu, sementara panggung di mundurkan pada sat sediakala.

__ADS_1


"Lanjutkan." Ucap Qin Chen.


Cai Wewei yang mendengarnya kembali ke atas panggung. "Maafkan sebelumnya atas keributan yang terjadi, karena semuanya telah di atasi. Turnamen akan di lanjutkan hingga selesai."


"Pemenang pertandingan sebelumnya adalah Yan Kai dari Sekte Eternal Heaven dengan Formasi Kelas Dewa!"


Perlahan tepukan tangan terdengar dari kecil hingga besar dan menggema. Dibandingkan memikirkan ketakutan, mereka lebih baik menggantikannya dengan suasana sekarang.


Chu Qincheng hanya tersenyum, Qin Chen telah kembalikan barang-barang miliknya sebelumnya. Sekarang, dia hanya menikmati wine di cangkirnya sambil melihat pertandingan yang berlangsung di depannya.


"Suami ... Kamu tadi sangat keren." Saat Qin Chen tengah melihat pertandingan, suara Chu Qincheng terdengar di sampingnya tengah memuji dirinya.


Dia mengacungkan jempolnya ke arah Qin Chen bersamaan senyuman manisnya. Bahkan, setelah itu dia memberikan kecupan di wajahnya Qin Chen.


"Semangat ... " Chu Qincheng tersenyum sekali lagi memberikan semangat kepada Qin Chen.


"Tentu ... Kamu mendekatlah, jika ingin tidur, tidur saja ... Karena pertandingan besok adalah yang terpenting."


"Baiklah ... Aku serahkan semua ini padamu. Aku sedikit ngantuk, nanti bangunkan aku kalau sudah selesai."


"Ya."


Dalam benak Qin Chen, mungkin Chu Qincheng tengah mengobrol dengan Sistemnya tentang sekarang. Ataupun, dia benar-benar mengantuk setelah beberapa masalah sebelumnya, walaupun Qin Chen yang mengatasi semuanya.


Sementara di atas panggung, murid Qin Chen memenangkan Pertandingan terus-menerus. Ini membuat banyak Sekte Besar menelan ludah dan amarah masing-masing.


Qin Chen hanya tersenyum tipis, beberapa kali melirik kesamping dengan mata naga yang tajam memberikan peringatan kecil untuk tidak bergerak dari tempat duduknya.


'Besok adalah babak penentuan, tiga pertarung Master Pedang yang menentukan semuanya di atas panggung. Hidup atau Mati!'


Qin Chen menyeringai kecil, dia tidak perlu mengkhawatirkan murid-muridnya. Melainkan, membuat rencana untuk dirinya sendiri, tentang bagaimana menghadapi Dewa besok.


"Menarik ... Sebelum waktunya tiba, mataku sudahku evolusikan!" Gumamnya.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


Next Chapter (Crazy Up)


__ADS_2