
Di dalam ruangan, Qin Chen kembali pada tubuhnya. Kedua muridnya saling melihat ke arahnya, mereka khawatir karena Guru mereka di masukin oleh Roh Jahat.
"Guru ... Apa kamu Guru?" Tanya Xia Jingyi khawatir.
Qin Chen tersenyum mengusap-usap kepala mereka berdua. "Tentu saja ini Guru ... Bagaimana bisa Roh lemah seperti dia mengambil alih tubuh Guru." Balas Qin Chen.
"Syukurlah ... " Mereka senang karena tidak terjadi apapun, Qin Chen yang sebelumnya mendapatkan kepingan ingatan dan kekuatan Roh tersebut, kini dia terlihat tenang.
'Kekuatan Ruang ... Setelah keluar dari sini, aku akan mempelajarinya. Untuk sekarang, aku perlu mencari Harta Sejati di Tanah Makam Kuno ini. Tidak mungkin hanya ada Roh itu, jika tidak ada Harta sejati.'
'Ditambah, orang-orang sebelumnya hanya setengah dari orang yang masuk ke Tanah ini. Jika tidak salah tebak, mereka berada di sisi lain dari tempat ini berada. Kemungkinan besar, Harta Sejati ada di sana.' memikirkan hal tersebut sudah membuat Qin Chen sedikit kecewa karena berada disini.
Namun kekecewaan tersebut menghilang mengingat dia mendapatkan cara untuk mempelajari kekuatan Ruang. Dengan begitu, dia dapat memahami Gerbang Ruang dan Waktu yang dikatakan..
"Guru ... Apa yang selanjutnya kami lakukan? Apa kami akan berlatih kembali atau mencari Harta Karun?" Tanya Xia Hongyi.
Qin Chen terkejut, pertanyaan itu tiba-tiba muncul dan mengejutkannya. Secara tidak langsung Qin Chen menjawabnya. "Kita akan mencari Harta Karun di Reruntuhan ini. Setelah menemukannya, kita akan menuju reruntuhan kedua. Tempat keluarga kalian berada."
"Jadi, Reruntuhan ini terpisah?" Tanyanya yang penasaran.
"Benar ... Karena itu, kita tidak boleh buang-buang Waktu. Jika membuang-buang Waktu, Harta Makam akan di dapatkan oleh orang lain."
Saat mendengar penjelasan Qin Chen, mereka berdua mengangguk secara bersamaan. Qin Chen tersenyum ramah, lalu melanjutkan pencarian Harta Karun.
Xia Jingyi bagian kanan, dan Xia Hongyi berada di bagian kiri. Mereka berdua mencari tempat rahasia ataupun hal lainnya. Sedangkan Qin Chen, Qin Chen berada di depan Tahta kosong.
Qin Chen berjalan mendekati, dan duduk di Tahta tersebut.
Menyentuh sudut Tahta, tiba-tiba getaran terjadi. Kedua muridnya dengan cepat memalingkan wajahnya kesamping, melihat Qin Chen yang duduk di Tahta.
Cahaya hitam pekat terpancar keluar dari Tahtanya. Gas hitam menyebar, dan cahaya emas di atas Reruntuhan bersinar membentuk Pilar tinggi menembus awan.
Seluruh daratan dapat melihatnya, Tahta Yang Kosong sekarang ditempatkan oleh Sosok baru di Makam Kuno.
Sementara itu, di dalam ruangan menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya. Reruntuhan di luar perlahan kembali membentuk bangunan miliknya sendiri.
__ADS_1
Kedua muridnya mendekati gurunya. Melihat Guru mereka seolah mengambil alih, terkagum dengan Guru, mereka berdua tidak dapat berkata-kata lagi.
Sedangkan Qin Chen, Qin Chen merasa ada sesuatu yang mengalir di dalam laut pengetahuannya. Jiwa miliknya seolah terukir di Reruntuhan.
Di langit, nama Qin Chen terpampang dengan gelar, Raja Makam!
"Pertama, Raja Iblis, kedua Raja Makam." Gumamnya dengan pelan.
"Guru ... Selamat." Ucap mereka berdua.
Qin Chen mengerutkan keningnya, dia sedikit bingung. Namun, ucapan mereka membuat Qin Chen senang. "Terimakasih ... Kemarilah dan duduk di sini, sebelum pergi ke tempat selanjutnya."
Mendengar hal tersebut, mereka berdua berlari mendekati Qin Chen. Duduk di samping Qin Chen, mereka menikmati sensasi menjadi Raja Dunia.
"Bagaimana rasanya?" Tanya Qin Chen.
"Hmmm ... Seperti Raja Dunia." Balas Xia Hongyi.
Qin Chen tertawa, Makam Kuno ini tidak memiliki Harta, hanya memiliki Tahta Raja Makam. Tempat singgah pemilik Makam ini berada.
"Begitu ... Memang seperti Raja Dunia. Namun ini adalah Tahta Raja Makam. Bisa dikatakan, Penguasa Kematian. Jadi, Tahta ini untuk Raja Kematian." Jelas Qin Chen.
"Benar ... Jika Raja Kematian adalah Guru, kami tidak takut. Melainkan bangga, karena Guru kami memiliki gelar Raja Kematian. Jika kami ditanya, siapa Guru kalia. Hongyi akan membalasnya dengan sebutan. Raja Kudus Dunia Bawah." Balas Xia Hongyi dengan suara bangga pada Qin Chen.
Qin Chen terkejut, bahkan Xia Jingyi sama halnya. Pemikiran Xia Hongyi benar-benar liar dan berlebihan. Tapi, Qin Chen menerimanya dengan senang hati.
"Raja Kudus Dunia Bawah, ya. Bagus juga." Ucap Qin Chen.
"Benarkan Guru ... Julukan ini bagus kan." Tanya Xia Hongyi.
"Bagus-bagus ... Baiklah, mulai sekarang. Jika kalian ditanya siapa Guru kalian. Katakan saja, Raja Kudus Dunia Bawah!"
Xia Hongyi mengangguk-angguk sambil memegang tangan Qin Chen. Mereka seperti anak kecil yang ingin di manjakan, Xia Jingyi mengangguk paham, dia lebih dewasa karena dia adalah kakak Xia Hongyi.
"Sekarang Guru. Kemana kita akan pergi? Karena disini tidak memiliki apapun lagi. Apa kita akan menyusul tempat tersebut." Tanya Xia Jingyi.
__ADS_1
"Benar ... Jika Reruntuhan ini tempat singgah Raja Makam. Maka di sana adalah tempat Harta. Jika tebakan Guru benar, kedua Reruntuhan ini dapat disatukan dan kembali seperti bentuk semula."
Mendengarnya saja sudah mengiurkan. Mereka berdua benar-benar ingin menyaksikan hal tersebut. "Jika benar, berarti Guru akan menggabungkan kedua Reruntuhan."
"Tentu ... Sekarang, mari kita pergi kesana menyusul keluarga kalian."
"Baik."
Qin Chen dan kedua muridnya keluar dari ruangan tersebut, meninggalkan Tahta Raja Kudus Dunia Bawah milik Qin Chen.
***
Ditempat keluarga Xia, mereka dan kultivator lainnya melihat Pilar Cahaya sebelumnya. Pilar tersebut menembus Langit, dan membuat Reruntuhan di depan mereka bergetar hebat seakan-akan mengkonfirmasi bahwa akan terjadi sesuatu.
Banyak orang-orang yang merasakan kematian sesaat, dan banyak roh-roh Jahat bermunculan dari dalam Tanah. Pertarungan terjadi di Tanah Makam.
Jiwa yang mati akan kembali mati.
Jiwa yang hidup akan kembali ke kematian.
Slogan kematian bagi yang telah mati, mereka bangun dari kematian dengan kekuatan masa lalu. Jiwa Tranformasi, Kesengsaraan, Kaisar dan lain sebagainya berkumpul.
Saat berkumpul, tekanan yang mereka berikan begitu kuat sehingga banyak kultivator hebat tertekan. Termasuk keluarga Xia, mereka tidak dapat melawan.
Rahasia di dalam Reruntuhan sangatlah besar, bahkan dilindungi banyak Formasi Pertahanan dan larangan. Ada banyak pelindung yang melindungi Reruntuhan.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Sebelumnya, tidak ada yang terjadi. Tapi saat Pilar Cahaya Emas bersinar, sekumpulan Kerangka bangkit dengan kekuatan besar. Apa Surga mengutuk kita?" Ungkapnya dengan terkejut.
"Entahlah ... Seharusnya Cahaya sebelumnya memicu kemunculan mereka. Apa Raja Makam bangkit? Tidak mungkin, tidak mungkin Raja Makam bangkit, karena dia sudah dipastikan mati sebelumnya." Balas orang itu dengannya wajah serius.
Sebelumnya, dia mendapatkan informasi ini dari petingginya. Sekarang, semuanya hanya kebohongan. Tidak mungkin pasukan kerangka bangkit jika tidak diperintahkan oleh Raja Makam itu sendiri.
...
*Bersambung ...
__ADS_1