
Negeri Daun
Sepanjang mata memanjang memperlihatkan tanaman hijau membentang luas di dataran tersebut. Pepohonan, bunga, maupun tanaman lainnya begitu subur dan bermekaran dimana-mana.
Qin Chen dan Zi Long tiba di Kota, melihat sekitarnya begitu ramai akan orang-orang yang berjualan bahan herbal.
Tanah subur di Negeri Daun membawa keberuntungan dan berkah bagi penduduknya. Banyak dari mereka memiliki dasar budidaya yang cukup untuk bertahan hidup.
Sepanjang jalan, Zi Long berada di belakang Qin Chen mengikutinya dari balik bayang-bayang. Sekalipun dia adalah tangan kanannya, berjalan disamping Tuan-nya sama saja dengan penghinaan.
"Zi Long ... Cobalah untuk mencari penginapan di Kota ini. Setelah mendapatkan penginapan, pergilah ke Utara. Aku berada di sana." Qin Chen memberikan sekantong uang kepada Zi Long.
"Baik Yang Mulia." Balasnya.
Zi Long menghilang seperti kilat meninggalkan Qin Chen. Sementara Qin Chen, Qin Chen pergi ke Utara sambil melihat-lihat bahan-bahan herbal yang dijual sepanjang jalan.
Sebagai seorang Alkemis muda, Qin Chen melihat-lihat bahan tersebut. Mencari bahan-bahan yang berguna untuknya meningkatkan kekuatan.
Setelah sepanjang jalan, Qin Chen hanya mendapatkan 8 bahan herbal yang berguna baginya maupun Zi Long. Jika dimurnikan, maka bahan-bahan tersebut akan menjadi Pil Tiga Sungai.
'Sepanjang jalan hanya mendapatkan 8 bahan, ini hanya dapat membuat 3 Pil Tiga Sungai. Dua untukku, dan satunya untuk Zi Long. Pil ini sangat berkontribusi terhadap pembangkitan, pil ini berguna untuk mengembangkan Lautan Qi.'
Setibanya di Utara, Qin Chen melihat Paviliun begitu besar. Tempat bagia kultivator untuk menyewa tungku Alkemis, tempat kultivator melelang barang-barang berharga.
Tidak lama setelah Qin Chen tiba, Zi Long berhasil menyusul Qin Chen. Qin Chen telah berjalan-jalan selama hampir 30 menit sambil menuju ke tempat ini.
Dengan waktu tersebut, Zi Long sudah pasti mendapatkan ruangan untuk mereka berdua. Saat Qin Chen melihatnya, Zi Long berdiri memberikan sisa uang yang Qin Chen berikan.
Qin Chen mengerutkan keningnya. "Peganglah sisanya, uang itu untuk berjaga-jaga jika aku membutuhkan sesuatu. Kau dapat menggunakannya juga, Harta Makam milik Raja terdahulu, itu juga termasuk uang kerjamu selama ini."
Zi Long mendengarnya, dia mengangguk paham lalu melihat Paviliun didepannya dengan bingung.
"Bagaimana pendapatmu? Apa kita masuk menyewa tungku, aku telah membeli beberapa bahan herbal yang berguna untuk Kultivasi." Qin Chen bertanya.
__ADS_1
"Saya tidak tahu ... Selama ini saya hanya berada di Tanah Makam. Jika tempat ini adalah Paviliun Alkemis, berarti tempat ini cukup berharga karena memiliki bahan-bahan herbal yang berguna." Balasnya yang masih belum memahami sama sekali.
"Hmm ... Bahan herbal memang berharga, karena itu kita akan kesana. Mencari bahan-bahan yang berguna lalu memurnikan Pil disana." Jelas Qin Chen.
Setelah mengatakan hal tersebut, Qin Chen melangkah masuk kedalam Paviliun bersamaan dengan Zi Long di belakangnya.
Kekuatan Zi Long ditekan ataupun disembunyikan oleh dirinya sendiri. Ini atas perintah Qin Chen sebelum tiba di Kota ini, karena Qin Chen tidak ingin tampil mencolok saat pertama kali tiba.
Jika bisa, Qin Chen hanya ingin mencolok setelah beberapa jam berada disana. Dengan begitu, dia dapat membuat semua orang penasaran atas latar belakang miliknya.
***
Di dalam ruangan, suasana disan begitu ramai akan orang-orang yang berada dimana-mana. Mereka membeli, menjual, mengobrol maupun melakukan hal lainnya di dalam Paviliun Alkemis ini.
Qin Chen menyebutnya Paviliun Alkemis karena melihat papan nama di depan pitu. Namun, nama Paviliun Alkemis terlalu pasaran di berbagai Kota.
Melihat hal tersebut membuat Qin Chen tertawa kecil karena bodoh memikirkan hal sekecil itu.
Sekarang, Qin Chen berada di salah satu tempat judi batu.
Sangat malang, mati sebagai perjaka tua, hidup kembali namun belum pernah merasakan sumur surga. Qin Chen menahan rasa tersebut dalam-dalam, digantikan dengan judi batu di depannya.
"Karena semuanya telah berkumpul, mari kita mulai perjudian batu ini. Peraturannya sangat sederhana, para tamu sekalian dapat memilih batu di depan untuk mencari batu bernilai tinggi. Siapapun yang memiliki nilai tinggi, maka dialah pemenangnya." Jelas tukang resepsionis pria gendut dengan lagak sponsor superior.
Senyuman licik di bibirnya dapat Qin Chen lihat dengan jelas. Sayangnya, mata Qin Chen belum di Upgrade atau lebih tepatnya di tingkatkan ke mata selanjutnya.
Qin Chen sedikit kebingungan, ini pertama kalinya bagi Qin Chen ikut judi batu. Kalah menang bukanlah apa-apa, karena Qin Chen hanya ingin menghibur dirinya.
"Tuan ... Pilih batu sedang di sudut sana, batu yang terlihat biasa-biasa saja. Namun di dalamnya terdapat batu kualitas terbaik di antara yang lainnya." Zi Long membisikkan sesuatu kepada Qin Chen.
Qin Chen terkejut mendengar bisikan tersebut, dia sangat percaya dengan Zi Long. Karena Zi Long merupakan orang yang telah mati, jadi kekuatan matanya sudah dapat melihat tembus pandang.
Mengeluarkan seribu Koin Emas. "Aku ambil batu yang berada disana." Ucap Qin Chen memberikan Koin Emas tersebut ke pada resepsionis.
__ADS_1
Qin Chen mengambil batu tersebut dengan cemoohan orang-orang mengatakan hal buruk kepada Qin Chen.
"Hehehehe ... Lihat orang bodoh mana yang mengambil batu kusam seperti itu. Sudah dipastikan bahwa batu tersebut tidak memiliki apapun di dalamnya."
"Dibandingkan dia, cobalah lihat Tuan Muda keluarga Fu. Begitu hebat dalam memilih batu, dia seperti mengetahui isi dalamnya, ini benar-benar menakjubkan."
"Saat melihat postur batu, Tuan Muda Fu begitu mengamatinya. Jika batu tersebut berada di bawah air terjun selama ribuan tahun, maka batu tersebut adalah Giok Kaisar Ceng Long."
Mereka membicarakan tentang pemuda Keluarga Fu. Dalam pengamatan Qin Chen, dia begitu tenang dan seperti tidak dipengaruhi oleh siapapun, siapa tahu sifatnya yang sebenarnya.
"Potong sisi kanan batu ini, dengan jarak 3 centimeter dari yang aku tandai." Jelasnya memberikan batu tersebut.
Pria kekar mengambilnya, lalu membelah sesuai dengan apa yang diminta oleh Tuan Muda Fu. Saat batu tersebut terbelah, cahaya biru cerah bersinar mengejutkan semua orang disana.
"Apa! Itu ... Itu adalah Giok Langit Kaisar. Konon katanya, Giok tersebut dapat digunakan untuk membangun Formasi. Jika di jual, maka setara dengan 1.000 Batu Spiritual." Jelas salah satu dari mereka dengan terkejut.
"Tidak salah lagi, Julukan Mata Elang Emas bukanlah omong kosong, Tuan Muda Fu telah membuktikan pada kami semua, bahwa Julukan tersebut adalah sejati."
Qin Chen yang sedari tadi mendengar omong kosong mereka hanya menghela napasnya. Helaan napasnya terdengar oleh Fu Hang, dia melihat ke arah Qin Chen.
"Kenapa anda menghela napas? Apa anda tidak puas dengan hasilnya?" Tanya Fu Hang dengan suara yang mengelikan di telinga Qin Chen.
"Tidak, aku hanya membuang napas mendengar omong kosong mereka. Apanya yang Mata Elang Emas, dimataku semuanya sama saja, tidak berguna." Qin Chen dengan suara acuh tak acuh menjelaskan kepada Fu Hang.
Mereka mengertak kesal dan marah, tangan telah siap melontarkan serangan. Berbagai kutukan terus Qin Chen terima, Fu Hang masih menahan dirinya.
"Jika begitu ... Bagaimana dengan memotong Batu milik anda. Jika anda menang, saya akan menarik Julukan saya sebagai Mata Elang Emas. Namun, jika saya menang, maka anda harus mencari cara menenangkan amarah mereka." Jelasnya yang masih menyembunyikan kebusukannya.
Qin Chen hanya tersenyum tipis, walaupun bukan dirinya yang mendapatkan batu ini. Namun Zi Long berada di belakang Qin Chen dan tidak merespon.
Qin Chen juga memiliki rencananya sendiri, jadi dia berpura-pura bahwa dialah yang memilih batu tersebut.
"Baiklah, tolong potong batu ini dengan posisi yang telah aku tandai." Ucapnya sambil memberikan batu tersebut.
__ADS_1
...
*Bersambung ...