
"Seperti yang kita bicarakan semalam, kota ini benar-benar memiliki kutukan. Bahkan awan di langit terkontaminasi oleh kutukan tersebut sehingga secara perlahan menjadi gelap." Chu Qincheng tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang.
Sama halnya dengan Qin Chen, ia melihat semuanya tampak jelas di depan matanya. Ia membantu bukan tanpa alasan, karena ia menginginkan batu dewa yang ada di dunia dewa ini sehingga dapat menjadi hak propertinya sendiri.
Dengan menjadi hak propertinya sendiri, maka surga tidak akan mendapatkan kristal dewa dari tambang. Ini akan menguntungkan Qin Chen sekaligus membuat surga mengalami kerugian besar dalam hal pemasukan batu dewa yang berhenti.
"Setidaknya, dalam misi kali ini kita akan mendapatkan tambang kristal dewa! Dengan sumber daya batu dewa, peningkatan dalam kultivasi tidak diragukan lagi akan bertambah puluhan kali lipat dibandingkan biasanya." Balas Qin Chen.
"Kamu benar suami, kita akan memenangkan tambang kristal dewa dan mendapatkan hak penuh atas properti tersebut. Untuk sekarang, apa yang akan kita lakukan?"
"Menunggu balasan dari keluarga Duan, namun sekarang lebih baik kita menjelajahi wilayah sekitarnya. Karena ini dunia dewa, mungkin ada sesuatu yang dapat membantu peningkatan kekuatan."
Chu Qincheng mengangguk lalu mengikuti Qin Chen di sampingnya, mata Qin Chen melihat map dari sistem karena sistem memberitahukan ada makam dewa yang dekat dengan mereka.
Sesaat kemudian, mereka sampai di depan air terjun yang cukup deras.
Chu Qincheng bingung. 'Tunggu! Apa mungkin suami mengajakku mandi bersama? Tapi ini terlalu cepat dan tiba-tiba, aku belum siap.'
Melihat reaksi Chu Qincheng membuat Qin Chen tertawa kecil hingga mengejutkannya. Karena Qin Chen paham dengan pemikiran istrinya yang sekarang ini, pasti dia memikirkan hal aneh-aneh lagi.
"Apa kamu ingin mandi bareng, istri kecil?" Tanya Qin Chen.
"Eh! Tidak-tidak, ini terlalu cepat dan terbuka." Chu Qincheng begitu manis saat menolak dengan nada gugup.
"Hahahaha ... Aku hanya bercanda, di balik air terjun ada sebuah gua yang mengarah entah kemana. Mungkin ada sebuah tempat yang tidak diketahui, ini akan menyenangkan bukan?"
"Eh! Benarkah! Apa ada gua di balik air terjun didepan kita?" Chu Qincheng langsung melihat dengan matanya dan ternyata benar-benar ada sebuah gua.
Qin Chen memegang tangannya, ini membuat Chu Qincheng malu karena tiba-tiba. Meski sudah terbiasa namun sekarang dia benar-benar malu. "Ayo kita masuk kedalam sana."
__ADS_1
"Ba- Baiklah."
Mereka berdua melompat masuk kedalam air terjun tersebut dan ternyata gua itu memiliki sebuah pintu besar bersimbol kekacauan di langit, seperti lubang hitam yang tengah menghisap bintang-bintang.
"Simbol kekacauan? Lubang hitam yang tengah menghisap bintang-bintang, apa di dalam sana ada pemakaman para dewa?" Gumam Qin Chen meski ia tahu bahwa itu adalah tempat pemakaman dewa.
"Apa mungkin dunia ini memiliki lubang hitam yang sudah siap menghisapnya kedalam kekacauan primal!" Chu Qincheng menutup mulutnya saat mengatakan hal tersebut, karena tiba-tiba getaran hebat dimana-mana.
Gunung-gunung meletus dan daratan retak memisahkan banyak wilayah. Merasakan hal tersebut membuat perkataan Chu Qincheng harus di pertimbangkan.
"Bagaimana mungkin! Jika benar, bukankah kita masuk kedalam lubang cacing?!" Qin Chen tetap tenang meski pikirannya sedang bertempur satu sama lain menganalisa apa yang terjadi.
Saat melihat gerbang tersebut, ia berhenti sesaat dan mendapatkan sebuah pemikiran yang logis. "Apa mungkin gerbang ini mengarah pada lubang hitam, pemakaman para dewa terdahulu? Jika benar, istri kecil kita harus masuk kedalam untuk memastikan."
"Apa kamu yakin? Aku memiliki firasat buruk tentang ini." Balas Chu Qincheng yang ragu.
"Kamu dapat tinggal disini, aku akan memastikannya sendiri didalam sana. Jika terjadi sesuatu padaku, kamu secepat mungkin keluar dari dunia ini." Balas Qin Chen yang melangkah membuka gerbang tersebut.
Brukk!
"Suami, kenapa kamu meninggalkanku sendiri. Apa aku beban bagimu, aku tidak takut, aku ini kuat." Chu Qincheng dengan suaranya yang terdengar disampingnya, ia memeluk tangannya begitu erat seolah takut jauh darinya.
Qin Chen tidak dapat berkata-kata lagi, ia menenangkan istrinya lalu setelah itu melanjutkan perjalanan menuju ujung terowongan yang membawa mereka entah kemana.
Sepanjang terowongan hanya ada kegelapan yang mengelilingi mereka sampai mereka berdua tiba di ujung cahaya yang begitu terang di sana.
Saat mereka keluar, apa yang mereka tidak harapkan terjadi. Tepat di depan mata mereka berdua, lubang hitam besar tengah berputar menghisap material di dunia.
"Ini ... Apa ini lubang hitam Primordial! Sangat besar, ini melebihi lubang hitam sebelumnya!" Ucap Qin Chen yang terkejut.
__ADS_1
[Ding!]
[Selamat tuan, karena menemukan makam dewa.]
'Apa maksudmu? Apa lubang hitam itu adalah makam para dewa?!' tanya Qin Chen.
[Menjawab Tuan: apa yang tuan katakan adalah benar, lubang hitam di atas sana adalah makam para dewa.]
Saat mendengarnya membuat Qin Chen membeku, tiba-tiba tarikan gravitasi di sekitarnya mulai semakin kuat. Untungnya Qin Chen seorang Kaisar Dewa sehingga ia dapat menambah berat badannya.
"Makam para dewa, lubang hitam di depan kita adalah makam para dewa. Kemungkinan besar di sekitar sini ada tempat yang aman dari lubang hitam." Jelas Qin Chen.
"Aku menemukannya suami, itu berada di cincin lubang hitam. Kamu lihat baik-baik ada sebuah Piramida yang besar didana, bangunan itu masih utuh meski dekat dengan lubang hitam!" Sahut Chu Qincheng.
Saat mendengarnya, ia langsung menoleh ke cincin lubang hitam dan melihat secara dekat dan ternyata benar. Di atas sana ada bangunan berbentuk Piramida yang besar tengah berputar di cincin lubang hitam.
Sedikit melihat lebih dalam ada sesuatu yang menghalangi, itu adalah formasi ilahi yang begitu kuat sehingga sulit untuk dihancurkan dalam radius yang jauh.
"Bagus istri kecil! Kita menemukan tempat tersebut, namun di sana terdapat formasi ilahi yang cukup kuat. Apa kamu dapat menghancurkannya?" Meski Qin Chen sendiri dapat menghancurkannya dengan kekuatannya sendiri.
Mau dari pedang miliknya, ataupun mata Qin Chen sendiri. Karena keduanya memiliki kekuatan yang menghancurkan aturan dan hukum di dalamnya.
"Aku bisa, tapi aku membutuhkan waktu lima detik untuk hal ini. Melihat medan gravitasi dan tempat yang ekstrem membuatku harus berpikir dua kali lipat." Balas Chu Qincheng.
"Itu lebih dari cukup, aku akan menahan medan gravitasi di sekitarnya, kamu urus formasi dan buat sedikit celah untuk masuk kedalam." Balas Qin Chen.
"Baik, suami."
Qin Chen memegangnya dengan erat dan ia menyelimuti dirinya dan Chu Qincheng dengan energi kekacauan miliknya sehingga gravitasi akan memantul ataupun lenyap saat mendekati mereka berdua.
__ADS_1
...
*Bersambung ...