
Ditempat Qin Chen berada, Qin Chen melihat sungai Qi Bulan mengalir masuk kedalam diri mereka berdua. Gelombang tarikan begitu besar, Qin Chen puas dengan Qi Bulan yang terserap ini.
Di hadapan Qin Chen, mereka berkeringat dingin. Suhu tubuh mereka menurun secara signifikan, Qi Bulan begitu dingin menyerupai suhu es.
Namun, dibalik suhu dingin tersebut ada kekuatan hebat di dalamnya.
Gertakan gigi mereka berdua terdengar, urat-urat halus bermunculan di tangan. Qin Chen tidak mengetahui apapun, dia hanya bersiap untuk hal terburuknya.
"Jingyi, Hongyi ... Bertahanlah, kalian akan masuk kedalam Fase paling berbahaya. Guru akan menjaga kalian." Ucap Qin Chen.
Mereka mendengarkan Qin Chen, namun tidak menjawabnya. Mereka paham, karena Guru mereka tidak akan membiarkan hal buruk terjadi pada mereka.
Saat yang bersamaan, ledakan Qi Bulan menghempaskan pepohonan sekitar. Qin Chen ikut terseret beberapa langkah kaki, tubuhnya menyerap sisa-sisa Qi Bulan.
'Apa mungkin, Origin Tree dapat menyerap segala Esensi dan Energi di Dunia. Karena, Origin Tree tempat asal dari segalanya, jadi mungkin benar.' Batin Qin Chen.
Selama mereka menyerap Qi Bulan, Qin Chen disana mengawasi sekitarnya. Ada banyak Monster dan Iblis Jahat mendekati wilayah mereka bertiga, Qi Bulan mengundang banyak bahaya.
Qin Chen menarik pedangnya, bersiap menghadapi mereka semua. Selama muridnya bermeditasi, Qin Chen Farming mencari Poin Sistem dan Exp di sekitarnya.
Sama seperti menangkap dua kecoak, satu disebabkan oleh penarikan. Satunya disebabkan oleh ketertarikan.
Qin Chen mengayunkan pedangnya kesamping, membelah ratusan meter di hadapannya. Ledakan-ledakan terus terdengar, puluhan Monster Pemurnian Qi.
[Selamat Tuan, karena berhasil membunuh 14 Monster Pemurnian Qi. Memperoleh; 280.000 Exp + 280.000 PS.]
"Sangat sedikit, meskipun bilangan puluhan. Nyatanya, ini hanya sepuluh ke atas. Tidak baik, seratus meter dari sini atau lebih. Monster-monster tidak dapat ku lepaskan!" Gumamnya.
Qin Chen bergegas kesamping, mengayunkan pedangnya kembali. Siluet melengking membelah pepohonan sekitarnya, ratusan meter sekali lagi hancur.
[Selamat Tuan, karena berhasil membunuh 23 Monster Pemurnian Qi. Memperoleh; 460.000 Exp + 460.000 PS.]
"Selanjutnya!" Qin Chen melihat kebelakang, pandangan mata para Monster berdenyut ngeri melihat Qin Chen.
Insting mereka semua mengatakan untuk menjauh sejauh mungkin. Menghindari Qin Chen adalah hal yang paling baik untuk dipilih sekarang.
Menggerang, para Monster ketakutan seakan melihat Monster Primordial di depan mereka. Aura Qin Chen samar-samar begitu mengerikan hingga membuat mereka berlarian menjauh.
__ADS_1
Qin Chen, mengesampingkan pedangnya. "Seni Pedang Pembelah Langit dan Bumi!"
Swoosh!
Sekali ayunan menciptakan kilatan besar membentang luas menghapus Wilayah di hadapannya. Serangan Qin Chen meledak-ledak di depan, menghancurkan ladang Bambu yang membentang luas.
[Selamat Tuan, karena berhasil membunuh 76 Monster Kondensasi Qi. Memperoleh; 3.800.000 Exp + 3.800.000 PS.]
[Selamat Tuan, karena berhasil membunuh 7 Monster Pemurnian Qi. Memperoleh; 140.000 Exp + 140.000 PS.]
Merasa legah, walaupun Farming hari ini tidak besar. Namun masih ada kecoa yang belum di bunuh di sisi lain tempat Qin Chen berada sekarang.
Debu-debu berkumpul, membentuk biasan awan dalam kecepatan. Dalam beberapa menit, debu-debu menghilang dan memperlihatkan Wilayah yang hancur.
Sepanjang ratusan meter lebih, hutan bambu menghilang. Bukit kecil menjadi datar, di sekitar Qin Chen hanya ada runtuhan bambu yang tak terhitung jumlahnya.
"Bagus, tidak ada gangguan lagi dari Monster. Sekarang, mereka dapat berlatih dengan baik di sini." Gumam Qin Chen.
Mereka berdua masih dalam keadaan baik, selama mereka menyerap Qi Bulan. Qin Chen memejamkan matanya, Jiwa miliknya pergi masuk kedalam Ruang Jiwa miliknya.
***
Setelah satu jam lebih, mereka berdua membuka matanya. Karena bakat mereka sempurna atau Jenius, mereka dapat dengan cepat menyelesaikan tugas mereka dengan baik dibandingkan orang pada umumnya.
Saat melihat sekitar, mereka dikejutkan dengan kehancuran sepanjang mata mereka. Sedikit kesamping, Guru mereka sedang bermeditasi sambil melindungi mereka.
"Guru ... Apa Guru melindungi kita sepanjang kita menyerap Qi Bulan." Xia Hongyi sedikit menundukkan kepalanya, karena dia seperti beban bagi gurunya dan kakaknya.
"Ya ... Dilihat dari pertarungan ini, setelah selesai, Guru memanfaatkan kesempatan untuk bermeditasi sambil menunggu kita selesai menyerang Qi Bulan." Xia Jingyi menjelaskan lebih baik.
Mereka gantian, sekarang mereka akan melindungi Guru mereka sampai Guru mereka bangun.
Harta Makam, Qin Chen sudah menebak bahwa mereka semua tidak akan menemukannya. Karena ada kekuatan yang membuat Harta tersebut terlindungi dari Dunia luar.
Karena itu, Qin Chen percaya diri untuk pergi lama sebelum menghabisi kecoa nanti. Sekarang, peningkatan dan pelatihan mereka berdua lebih penting.
Setelah beberapa menit berlalu, Qin Chen membuka matanya. Saat melihat kedua muridnya, mata Qin Chen bersinar terang dalam kejeniusan.
__ADS_1
"Baguslah kalian sudah selesai." Ucap Qin Chen.
"Hehehehe ... Kami hebat, kan. Guru." Balas Xia Hongyi dengan tawa kecil kepada Qin Chen.
Qin Chen mengusap-usap kepalanya, karena jaraknya tidak jauh. "Baik-baik, kalian memang jenius ... Guru yakin, kalian akan dapat melampaui Guru suatu saat nanti." Balas Qin Chen.
"Apa benar Guru ... Apa Hongyi dapat melampaui kekuatan Guru?" Tanyanya dengan suara senang.
"Hahahaha ... Tentu, selama kalian giat berlatih. Kalian dapat melampaui Guru. Mungkin, akan memakan Waktu ribuan tahun." Qin Chen sambil menggoda mereka berdua, Xia Hongyi cemberut karena ribuan tahun sangat lama.
"Hmph! Dasar guru, seribu tahun begitu lama, sebelum mencapai kekuatan guru yang sekarang, Guru sudah berada di tingkat lainnya." Balasnya.
"Hahaha ... Sudah-sudah, sekarang kita perlu mengambil Harta Makam, karena Guru penasaran. Apa Harta tersebut berguna untuk Guru atau tidak."
Mereka berdua mengangguk, Qin Chen berdiri dan mereka pergi dari sana keluar dari Wilayah penuh bambu tersebut. Sepanjang jalan, Qin Chen mencari tahu cara masuk ke dalam Harta tersebut.
Mereka berdua melihat perubahan mereka sendiri, kekuatan mereka meningkat. Meskipun tidak seberapa, namun dapat dirasakan oleh diri mereka.
Qin Chen memperhatikan sekilas, lalu memalingkan wajahnya melanjutkan pencarian. Mereka bertiga berjalan selama beberapa jam hingga sampai di dataran kosong membentang luas.
Sekitarnya, hanya badai pasir berhembus di sekitarnya. Qin Chen melepaskan Spritual miliknya membentuk pelindung yang menahan badai.
Kedua muridnya berada di belakang Qin Chen, mereka mengikuti Qin Chen dari belakang. Sementara Qin Chen, Qin Chen membelah badai pasir di depan.
"Jangan ada yang keluar dari pelindung ini, karena di luar, Guru merasakan ada kekuatan Jahat sedang mendekat. Sebelum mendekati kita, kita akan pergi mencari dataran tinggi." Ucap Qin Chen.
"Baik Guru."
Qin Chen merasakan ada pegerakan di bawah kakinya, karena itu dia meminta kedua muridnya agar tidak berpencar. Mereka mengikuti Qin Chen, dan tiba-tiba getaran dibawah kaki semakin besar.
Merasakan hal tersebut, Qin Chen melihat kesamping. Aura membunuh begitu kuat, ingin terbang, namun dalam badai, sama saja bunuh diri.
'Sial!'
...
*Bersambung ...
__ADS_1