Supreme King System

Supreme King System
Chapter 85 : Chu Qincheng


__ADS_3

Boom! Boom!


Saat Qin Chen tengah tertidur dibawah pohon, suara ledakan-ledakan di sekitarnya terdengar hingga membangunkan Qin Chen yang baru saja tertidur 10 menit.


"Keparat! Siapa yang membuat keributan disaat Raja ini ingin tidur!" Qin Chen mengamuk kesal diganggu saat tidur.


"Yang Mulia ... Sepertinya di sekitar kita tengah terjadi pertarungan besar. Maafkan saya yang tidak becus membuat ada nyaman untuk beristirahat sejenak." Zi Long meminta maaf kepada Qin Chen karena membuat Qin Chen terbangun dari tidurnya.


"Sial! Siapa yang berani menyebabkan keributan ini. Siapapun itu, jika bertemu denganku nanti, akan aku hajar dia hingga tidak dapat berdiri lagi!" Gertak kesal Qin Chen dengan geram menahan amarahnya.


Qin Chen berdiri dari tempat tersebut, melesat terbang ke sumber suara. Zi Long mengikuti Qin Chen dari belakang, kecepatan mereka cukup tinggi hingga awan membentuk garis vertikal di atas sana.


Suara ledakan-ledakan tersebut semakin besar saat mereka hampir mendekati sumber suara. Setelah beberapa menit berlalu, mereka berdua tiba di sumber suara.


Qin Chen melihat ada beberapa orang tua tengah melayang di langit. Satu wanita dibawah tengah berdiri menatap tajam ke langit, melihat hal tersebut membuat Qin Chen semakin ingin membunuh semuanya.


"Keparat! Jadi kalian yang membuat keributan di sini!" Ucap Qin Chen dengan nada keras, terdengar keras dan lantang di atas langit.


Mereka berempat melihat ke arah sumber suara, wanita itu terkejut melihat kedatangan Qin Chen.


'Pria itu? Apa ini Takdir? Kenapa bisa dia ada disini, bukankah dia berada di Wilayah tertutup itu.' Wanita itu sedikit bingung, namun dia tersenyum manis dan sedikit misterius ke arah Qin Chen.


Qin Chen diatas sana merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi. Saat keempat pria itu ingin berbicara, wanita dibawah sana melesat mendekati Qin Chen.


Memeluknya dengan erat, Qin Chen terdiam dan sulit untuk merespon. Zi Long terkejut sekaligus bingung, kenapa Tuan-nya begitu populer di kalangan wanita cantik.


Sementara itu, Qin Chen mati tegak. Untuk pertama kalinya, bujangan tua 39 tahun di peluk oleh wanita muda nan cantik bak Peri Surga yang turun ke bumi.


Walaupun Qin Chen menyadari, bahwa di depannya adalah wanita yang sama seperti sebelumnya.


"Hiks ... Hiks ... " Wanita itu menangis, namun air matanya palsu. Qin Chen menyadari hal tersebut dan bingung, ekspresi wajahnya sedikit marah melihat wanita cantik menangis di depannya. "Sayang ... Mereka mencoba menyakitiku, mereka menyebalkan dan mengatakan bahwa akau adalah wanita murahan, hiks ... Mereka sangat Jahat." Jelasnya dengan memohon kepada Qin Chen.


'Ini ... Rubah kecil ini benar-benar. Aish! Jika sudah seperti ini, jangan salahkan aku mengambil keuntungan darimu gadis kecil.' Qin Chen tidak dapat menolaknya.

__ADS_1


Zi Long memalingkan wajahnya tertawa kecil melihat wanita di pelukan Tuan-nya tengah berakting. Bagaimanapun, Zi Long tidak merasakan tanda permusuhan dari wanita itu, tidak seperti keempat orang di depannya.


Qin Chen menariknya dalam pelukannya, dengan menyentuh bokongnya yang sexy. Ini membuat wajah Chu Qincheng memerah kesal merasakan sentuhan tersebut.


'Sialan! Pria ini mengambil keuntungan!' Batinnya dengan kesal berbicara.


Qin Chen sedikit menunduk berbisik. "Sayang ... Jika ingin aku membantumu, biarkan suamimu ini sedikit mengambil keuntungan. Bagaimana?" Tanya Qin Chen.


"Co- Coba saja ... Jangan harap aku melepaskanmu setelah ini." Chu Qincheng membalasnya dengan nada kesal dan malu.


Qin Chen tertawa kecil, dia langsung kembali melihat keempat pria tua di langit. Qin Chen sedikit bingung, namun nampaknya tujuan mereka menyerang Chu Qincheng bukanlah perkara mudah.


"Keparat! Bocah tengik ini bermesraan di depan kami! Tidak memiliki sopan satun, etika buruk seperti merusak generasi muda!"


Mereka mengertak marah melihat kemesraan Qin Chen dan Chu Qincheng. Mendengar hal tersebut, Qin Chen tersenyum tipis mendengarkan ocehan mereka.


"Ho ... Apa pria tua seperti kalian tidak pernah mendapatkan hal seperti ini? Benar saja, kalian tua Bangka, memang tidak pantas mendapatkan kecantikan seperti istriku." Ucap Qin Chen menyombongkan dirinya.


Qin Chen menarik pedangnya dari celah kekosongan, pedang pemberian dari Chu Qincheng sebelumnya.


Chu Qincheng terkejut melihat Pedang pemberiannya masih di gunakan Qin Chen. Qin Chen merentangkan tangan kanannya kesamping.


Setelah itu, Qin Chen mengarahkan ujung pedangnya ke arah mereka berempat. "Jangan banyak omong kosong kemarilah dan mati di depan Raja ini!"


"Sombong!"


Salah satu pria melesat mendekati Qin Chen, sekujur tubuhnya mengeluarkan gelombang kejut dengan Aura membentuk banteng besar menyerangnya.


"Banteng Api, mengamuklah!" Teriak Pria itu dengan keras di langit.


Qin Chen melihatnya tidak percaya, kekuatan mereka ada dua tingkat di atas kekuatan Qin Chen saat ini. Memikirkan hal tersebut, bagaimana mereka berada di Dunia ini, dan untuk apa mengejar Chu Qincheng.


'Wanita ini ... Apa yang dia lakukan sebelumnya? Padahalan, keluarganya tengah khawatir mencarinya.' Qin Chen bingung dengan apa yang terjadi.

__ADS_1


Namun, dia tidak akan melepaskan orang yang menggangu tidur siangnya. "Seni Pedang, Pembelah Langit dan Bumi!"


Swoosh!


Secepat mungkin siluet bulan sabit melesat membelah Langit dan Bumi. Tanah terbelah membentuk jurang dalam memisahkan dua daratan di depan mata.


Langit mengalami retakan dan kekosongan memperlihatkan Domain hantu yang mengerikan. Merasakan hal tersebut, pria sebelumnya tercekik dan tebasan Qin Chen membelah kekuatan maupun tubuhnya.


Duarr!


Ledakan besar menghempaskan semuanya, Qin Chen melindungi kepala Chu Qincheng dari material yang terlempar dari ledakan sebelumnya.


Chu Qincheng melihat semuanya dan merasakan bahwa Qin Chen bukanlah orang jahat. Dia sedikit tersenyum senang, tanpa sadar pelukannya semakin erat hingga membuat Qin Chen sedikit sesak napas.


Bagaimana tidak, dua gunung surgawi saling berhimpitan di depan mata. Begitu kenyal dan terasa sangat puas, apa lagi jika di sentuh mungkin menjadi Surgawi kedua.


'Sial! Apa rubuh ini ingin membunuhku secara mental!'


Saat menggerutu dirinya sendiri, ketiga orang tersebut tercengang melihatnya. Mereka tidak mengharapkan bahwa pemuda di depannya memiliki kekuatan yang hebat.


"Siapa kau sebenarnya? Apa kau salah satu dari orang Suci?" Tanya salah satu dari mereka kepada Qin Chen.


"Orang Suci? Apa maksudmu?" Balas Qin Chen.


Mereka bertiga saling menatap satu sama lainnya. Setelah itu, melihat ke arah Qin Chen kembali. "Apa kau bukan dari orang Suci?"


"Omong kosong apa itu? Cepat jelaskan padaku, apa yang kalian bicarakan. Aku memberikan waktu penjelasan sebelum kalian mati." Balas Qin Chen dengan menekan mereka semua kedalam Domain miliknya.


Qin Chen sangat penasaran dengan sebutan Orang Suci. Ini membuatnya mendapatkan sesuatu yang ada kaitannya dengan kekuatan Waktu.


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2