
"Berhenti disana! Siapa kalian, dari mana kalian berasal dan untuk apa kalian datang ketempat ini." Salah satu prajurit berbicara dengan menghentikan mereka berdua di perbatasan wilayah.
Qin Chen mendongak ke atas, lalu mereka perlahan turun mendekati Qin Chen dengan jarak 10 meter dari tempatnya berdiri. Qin Chen mengamatinya beberapa saat lalu membalas mereka.
"Tuan-tuan, kami hanyalah seorang penjelajah. Menjelajahi berbagai daratan untuk mencari sebuah kehidupan baru yang lebih tinggi dibandingkan abadi. Sebelum melewati pegunungan dibelakang ini, saya mampir di kota besar dan mendapatkan informasi bahwa ada sebuah kehidupan di wilayah ini yang belum saya lihat."
"Sebagai seorang kolektor, saya sangat antusias untuk mencari kehidupan tersebut, dan bertanya-tanya tentang bagaimana cara mereka bertahan hidup di dunia ini, apa yang mereka lakukan dan masih banyak lagi yang ingin saya tanyakan."
Qin Chen berbicara tidak jelas karena ia juga kebingungan dan hanya dapat mengandalkan mulut manisnya, tentunya mengandalkan beberapa ingatannya tentang kolektor.
Chu Qincheng meliriknya karena kebingungan, namun membiarkannya karena ini semua mungkin adalah rencana instan suaminya yang kebingungan.
"Huh? Kolektor? Apa ada sebutan aneh seperti itu di dunia luar?"
"Apa tuan-tuan tidak tahu? Biarkan saya beritahu, kolektor adalah orang yang mengumpulkan informasi kuno yang berkaitan dengan sejarah sehingga mereka adalah orang yang penting karena mereka hampir mengetahui seluruh dunia."
Mereka saling melihat satu sama lain, dan merasakan bahwa mereka memiliki kekuatan iblis sehingga mereka membukakan jalan untuk masuk kedalam wilayah iblis.
"Silahkan tuan kolektor, selamat datang di wilayah iblis yang dikuasai oleh Kaisar Iblis." Sambut mereka dengan ramah.
Qin Chen mengangguk beberapa kali dan melangkah masuk kedalam sana dengan begitu tenang dan aman tanpa membuat curiga beberapa iblis bodoh di perbatasan. Ini membuat Qin Chen tertawa kecil karena dapat membodohi mereka.
Setelah jauh dari mereka, Chu Qincheng tertawa kecil. "Hehehehe ... Kolektor? Apa kamu seorang penjarah harta karun, suami? Tapi mereka percaya akan perkataanmu sebelumnya. Itu membuatku menahan tawa untuk waktu yang lama."
"Hahaha, beberapa iblis memang pintar dan ada yang bodoh, mereka mengandalkan kekuatan mereka untuk bersaing. Sementara iblis sebelumnya adalah iblis yang mengandalkan kekuatan dan bukan otak mereka."
"Fufu~ kamu cukup licik, ya. Tapi itu sangat bagus mendapatkan rencana dalam waktu yang instan ini. Lalu, kemana kita akan pergi sekarang?"
"Kota besar, karena disanalah tempat berkumpulnya kekuatan utama Kaisar Iblis beserta Kaisar Iblis berada disana. Kita kesini hanya untuk dua tujuan sebelumnya, air ajaib dan jalan surga."
"Baik."
__ADS_1
***
Ibukota Heavenly Demon Venerable, Pusat Kaisar Iblis
Kota ini begitu luas, sampai-sampai Qin Chen tidak dapat berkata-kata saat melihatnya dari puncak bukit tinggi yang berada di bagian barat kota tersebut. Chu Qincheng memperhatikan dengan seksama, karena disana terdapat kekuatan hebat-hebat berkumpul.
Meski mereka kuat, mereka tidak akan mencari masalah tanpa alasan. Sebaliknya, mereka akan mencari alasan untuk menyebabkan masalah di kota sehingga Kaisar Iblis akan mendengarnya.
Setelah beberapa menit melamun, mereka melangkah masuk kedalam kota dengan berjalan melewati banyak orang-orang yang tengah menuju ke kota sama seperti mereka, mereka adalah pengunjung dari berbagai daratan dan kota lainnya.
Saat berada didalamnya, mereka berdua melihat iblis-iblis berkeliaran dimana-mana. Memiliki bentuk yang berbeda-beda, meski berdiri dan berjalan layaknya manusia, namun bentuk mereka seperti monster.
Sementara mereka berdua layaknya manusia biasa hanya menggunakan topeng dan menyelimuti diri mereka dengan aura iblis Tiran milik Qin Chen.
Tidak luput dengan hawa dingin dan panasnya untuk menghangatkan tubuh istrinya, meski Chu Qincheng dapat melakukannya sendiri karena disampingnya ada Qin Chen sehingga ia menjadi pemalas.
Bugh! Bugh! Bugh!
"Dasar rendahan! Kau hanya bangsawan rendahan Kai! Menyinggungku, kau cukup berani keparat!"
Tepat di hadapan mereka, perkelahian seorang bangsawan kelas atas dengan bangsawan kelas rendah. Perbedaan yang cukup mengejutkan bagi Qin Chen, karena bangsawan kelas atas memiliki penampilan seperti manusia.
Sementara bangsawan kelas rendah tidak jauh berbeda dari sekumpulan iblis-iblis di sekitarnya, yang membedakan mereka adalah garis darah berserta penampilannya.
Iblis yang ditindas itu lebih ke arah harimau, memiliki sayap menyerupai naga dan memiliki tubuh seperti manusi yang bekerja keras, karena otot-ototnya terbentuk.
Qin Chen yang melihat hal tersebut tersenyum tipis, Chu Qincheng mengerti apa yang dimaksud senyumannya. Karena dihadapan mereka ada alasan yang bagus untuk membuat onar di Ibukota.
"Kukuku~ seperti keberuntungan di pihak oleh yang tampan ini, ada tumbal untuk memulai ritual kekacauan di ibukota." Gumam Qin Chen sambil tertawa jahat.
Mereka berdua melewati berbagai orang di sekitarnya, lalu berdiri di paling depan melihat pertunjukan ini. Tidak bergerak, karena timingnya belum cukup bagus untuk melakukan pegerakan.
__ADS_1
Qin Chen tidak peduli mau itu hidup ataupun mati, karena tujuannya hanya dua dan tidak ingin menambah tujuan lain. Sekalipun menambahnya, Qin Chen akan mengatakan semua pada istrinya.
Saat pemuda di hadapannya mulai menyerang kembali, Qin Chen langsung melesat menahannya. Berpura-pura menjadi seorang pahlawan dan membelah yang lemah dari penindasan.
Pada saat itu juga, pemuda di hadapannya mengertak kesal melihat apa yang Qin Chen lakukan. "Keparat sialan! Siapa kau!"
"Yama!" Balas Qin Chen yang memutarkan tangannya kesamping.
Krakk!
Mata pemuda itu terbuka lebar saat tulang-tulang kakinya hancur berkeping-keping menjadi pecahan daging yang berceceran di tanah. "Arkkkk!"
Suaranya terdengar hingga ke langit, menyebar hingga ke ke wilayah sekitarnya, orang-orang yang berada di sekitarnya berlarian menjauh karena tidak ingin ikut campur kedalam masalah yang tak berujung ini.
Qin Chen hanya menyeringai kecil melihat pemuda sebelumnya. "Kekekeke ... Seharusnya kau tahu konsekuensi sebelum mencelakakan orang lain, begitulah rasa sakitnya, apa kau mengerti?!"
"Bajin*an Keparat! Bunuh dia sekarang juga!" Tintahnya memberikan perintah kepada orang-orang dibelakang untuk menyerangnya bersamaan.
Dalam sekejap mata, ia berhasil melumpuhkan mereka semua hingga tak berbentuk, sekarang tengah berdiri di atas kepalanya menyentuh tangan kanannya dengan kakinya.
"Keparat! Ayahku tidak akan membiarkanmu hidup di dunia ini, aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri dan menyiksa setiap menitnya! Akan aku buat kau merasakan neraka!" Meski terluka parah, sikap angkuhnya yang begitu tinggi membuat Qin Chen puas akan hal ini.
"Khuhuhu ... Bersikap angkuh boleh saja, sekarang situasi kau tidak jauh dari kematian. Tidak-tidak, aku tidak akan membunuhmu secara langsung, tapi menyiksamu setiap menitnya seperti yang kau inginkan."
Pertama, Qin Chen mematahkan tangannya dan teriakan itu bergema lagi dan lagi, tidak sempat untuk mengambil nafas, Qin Chen mematahkan lengan lainnya hingga tidak dapat menahan ketakutan.
"Ini belum cukup, bagaimana membuatmu putus asa lalu merangkak memohon untuk berhenti melakukan penyiksaan, itu terlihat menarik!"
....
*Bersambung ...
__ADS_1