
"Siapa kalian sebenarnya!" Tiba-tiba suara sosok yang melesat menuju tempat Qin Chen terdengar sangat keras di langit sampai-sampai membuat pasukan manusia kebingungan.
Qin Chen melirik kesamping, pahlawan di bawah sana melirik ke arah Qin Chen yang melayang di langit-langit bersama wanita disampingnya.
"Siapa aku? Aku Qin Chen, Raja Dewa Dunia Bawah!" Balasnya hingga menciptakan sebuah frekuensi besar menghempaskan mereka semua beberapa meter.
Nafas Qin Chen terekspos dan membuat mereka semua merasakan ketakutan yang mendalam. Bahkan orang-orang dibawah sana ada banyak orang yang pingsan, ia tidak peduli siapa musuh dan siapa teman.
Karena tujuan Qin Chen adalah catatan kuno yang mungkin disembunyikan oleh Pencipta Dunia tersebut di suatu tempat. Jika ia menemukannya, maka mungkin dapat informasi penting.
"Suami, apa kita akan pergi sekarang? Atau kamu sedang mencari sesuatu?"
"Aku penasaran dengan sosok Pencipta dunia ini, mungkin dia meninggalkan sebuah catatan kuno yang memiliki informasi penting yang mungkin dapat bermanfaat bagi kita. Konflik mereka bukanlah urusan kita, kita datang ketempat ini untuk jalan-jalan."
"Jadi begitu, lalu bagaimana dengan mereka yang menyerang sebelumnya? Bukankah kita harus menyelesaikan mereka sampai tuntas agar tidak menganggu."
"Biarkan saja, jika mereka melawan maka lenyapkan mereka semua." Jelas Qin Chen.
Mereka berdua lalu melesat pergi dari tempat tersebut meninggalkan mereka semua disana membuat marah para dewa yang berada di timur.
Sarangan besar melesat ke arah arah mereka dan tiba-tiba hancur berkeping-keping. Serangan lain dari Qin Chen melesat dengan kecepatan tinggi membelah langit dan bumi menciptakan jurang kekacauan primal di dunia.
Duarr!
Seluruh orang disana membeku melihat kekuatan absolute dari pemuda sebelumnya. Itu dapat membelah ribuan gunung besar dan sungai besar lainnya. Seolah-olah ia adalah Dewa Agung Pencipta!
"Merepotkan!"
Sebagian para dewa mati didalam serangan, dan sebagiannya hidup dengan putus asa. Bahkan pasukan manusia banyak yang pingsan dan mati ditempat saat jantung mereka berdetak sangat cepat.
Qin Chen dan Chu Qincheng melesat ke arah yang Qin Chen tandai, ia melihat peta dunia sehingga dapat dengan mudah ketempat tersebut.
__ADS_1
***
Ditempat mereka berdua sekarang berada di danau teratai dipenuhi dengan gumpalan asap dimana-mana menutupi jarak pandang mereka berdua.
Melangkah melewati berbagai halangan, mereka pada akhirnya sampai di tempat yang sangat sunyi dan dihadapan mereka terdapat sebuah tempat untuk berteduh.
Setelah berada ditempat tersebut, tiba-tiba hujan mengguyur membuat mereka tidak kebasahan.
"Suami, tempat apa ini?"
"Entahlah, tapi yang jelas ini tidak ada di dunia sebelumnya. Karena ini dipisahkan oleh Dimensi yang berbeda dan tidak dapat dilihat oleh orang biasa. Aku datang ketempat ini karena disinilah letak energi yang aku rasakan." Meski berbohong sedikit, namun tempat tersebut memang memiliki energi yang misterius.
"Begitu, apa menurutmu ini ada tempat Pencipta itu meninggalkan catatan kuno?"
"Benar, mungkin disinilah tempatnya."
Setelah mengobrol cukup lama, hujan yang mengguyur mulai reda sehingga mereka berdua dapat melanjutkan perjalanan mencari catatan kuno yang Qin Chen yakinkan ada di suatu tempat di dunia tersebut.
Saat berada di hadapan pohon besar menjulang di langit, mereka berdua mendongak ke atas melihat pohon tersebut begitu besar sehingga sulit untuk mencapai puncak pohon.
"Apa ini pohon Dewa? Akar seluruh kehidupan di dunia ini? Mungkin saja suami, mungkin inilah catatan kuno yang kamu maksud. Bukan sebuah gulungan atau buku, melainkan pohon ini!" Chu Qincheng berbicara begitu yakin membuat Qin Chen bingung.
"Mungkin, aku akan mengambilnya setelah itu kita akan pergi ke dunia dewa. Masalah Duniawi di dunia ini bukanlah urusan kita, karena kita memiliki masalah di dunia utama yang lebih besar."
"Benar, merekalah yang pada akhirnya harus memutuskan untuk perdamaian atau kehancuran. Dunia ini telah kacau saat kematian Pencipta mereka. Mungkin ini adalah peninggalan Pencipta mereka untuk kehidupan di dunia, Namun ... "
Chu Qincheng melihat ke arah Qin Chen yang hanya diam melihat pohon tersebut, ia lalu berbicara. "Pada akhirnya mereka tidak menanggapi Pencipta mereka, aku hanya melakukan keinginan dan membuat mereka semua merasakan dunia tanpa kehidupan!"
Meski manusia dibilang tidak bersalah, namun karena kesalahan para dewa dan perbuatan kekuasaan membuat seluruh kehidupan di dunia hancur.
Sekarang, ia tidak menanggapi mereka dan hanya menanggapi keinginan sendiri. Mengangkat tangannya, lalu mencoba mencengkram ruang di sekitar pohon tersebut untuk diambil.
__ADS_1
Drrtt! Drrtt!
Tanah-tanah bergetar hebat dan langit mulai retak dimana-mana. Chu Qincheng hanya diam dan membiarkan suaminya melakukan apapun disana, karena ia tidak ingin menyingung perasaan Qin Chen.
Pada saat itu juga sebuah gemuruh langit pecah menyebabkan sungai meluap-luap dan gempa dimana-mana. Dunia tersebut mulai tidak seimbang hingga membuat para dewa merasakan sebuah kehancuran.
Tidak lama setelah itu, Qin Chen berhasil memindahkan pohon tersebut ke dunia jiwa miliknya. Dimana pohon tersebut berada di kediaman Qin Chen yang besar dan megah didalam sana.
"Kita telah selesai, dunia ini tidak akan bertahan lama lagi jika mereka tidak bekerja sama menghentikan kehancuran dunia. Maka mereka semua akan mati, sekarang kita akan menuju dunia dewa. Setelah itu, kita akan kembali."
"Baik suami."
Orang-orang di dunia itu mulai terguncang merasakan kehancuran dunia yang menandakan akhir zaman didunia tersebut. Tidak ada yang bergerak saat merasakan getaran dan gemuruh di langit.
Para Dewa memusatkan kekuatan mereka mempertahankan dunia dari kehancuran total yang terjadi. Para manusia berdoa kepada pencipta untuk melindungi mereka semua dari kematian.
Qin Chen mendapatkan sebuah kekuatan iman yang hebat membuat dunia jiwa miliknya berkembang pesat. Bahkan kekuatan dalam diri meningkat pesat, ini membuat Qin Chen tersenyum.
Setelah itu, ia merobek langit lagi dan lagi untuk memindahkan mereka berdua ke dunia Dewa tepat terakhir yang akan mereka kunjungi sebelum kembali.
"Istri kecil, kita akan ke dunia dewa, disana kita mungkin akan tinggal beberapa hari karena mengingat namanya dunia dewa mungkin ada sesuatu yang mungkin seperti sekarang ini."
"Benar, aku juga berencana seperti apa yang kamu katakan. Mungkin di dunia dewa akan ada sesuatu yang bisa membuat kita meningkat kekuatan atau informasi lainnya."
Qin Chen mengangguk lalu membawa Chu Qincheng masuk kedalam robekan langit menuju dunai dewa. Mereka berdua meninggalkan dunia tersebut yang akan hancur oleh ulah mereka sendiri.
Peradaban didunia tersebut akan berakhir jika mereka tidak bekerjasama membangun pilar langit untuk menyangga kehancuran dunia dan gempa dimana-mana.
Saat Qin Chen dan Chu Qincheng pergi, getaran semakin besar dan mereka semua menggabungkan kekuatan untuk menciptakan sebuah pelindung besar untuk mempertahankan peradaban tersebut.
...
__ADS_1
*Bersambung ...
Info: Benua Iblis sebelumnya ada arc terakhir di Novel ini jadi tunggu aja