Supreme King System

Supreme King System
Chapter 206 : Mengungkapkan kebenaran


__ADS_3

"Keroco sialan ini menganggu saja!" Gumam Qin Chen yang melesat sambil melihat kebelakang, matanya sedikit berdenyut dan tiba-tiba mereka semua lenyap dari langit maupun dari bumi.


Kemana mereka?!


Seluruh pasukan berserta Raja Roh Kuartet memikirkan hal yang sama, kemana mereka semua pergi? Ini akibat menyingung Qin Chen, karena Qin Chen mencoba menggunakan kekuatan mata pertamanya.


Wushh!


Kecepatan Qin Chen menembus langit, dan tiba di atas altar melihat Raja Roh Kuartet dengan ukuran begitu besar. Duduk ditahta langit memerintahkan pasukan dibawah jarinya dengan angkuh.


"Memang layak menjadi Raja Roh Kuartet, tapi semuanya akan berakhir." Kata Qin Chen.


"Begitu?" Sahutnya.


Saat jarinya bergerak, gempa bumi di daratan dan getaran di langit tidak dapat ditahan oleh siapapun. Kekuatan berada di Puncak Kaisar Dewa Nirvana, ini merupakan kekuatan kedua yang pernah ia temui di dunia atas ini, bukan surga.


"Menarik! Benar-benar menarik! Kaisar Dewa Nirvana! Benar, kau memang lawan yang tangguh! Namun semuanya tidak apa-apanya dimataku!" Sedikit taringnya keluar, matanya semakin tajam dengan sikap angkuh dan keras kepalanya keluar.


Bloodline Dewa Jahat mengalir deras didalam dirinya mengambil, lebih tepatnya merubah kepribadian Qin Chen. Ia menguasai segala aspek 7 dosa besar di dunia, karena itu ia diberikan gelar Dewa Jahat!


Karena tidak ada yang lebih Jahat dibandingkan dirinya yang merupakan jelmaan dari 7 dosa besar itu sendiri.


Tiba-tiba hawa yang menyerupai gumpalan gas menyelimutinya dan berubah menjadi nyala api yang terang. Raja Roh Kuartet berdiri dari Tahta, ia melangkah mencoba menginjak Qin Chen.


Wushh! Wushh! Wushh!


Tekanan yang diberikannya membuat lautan di puncak gunung terguncang dan beberapa kali mengalir dari atas sana. Pasukannya pada runtuh tidak sanggup menahan tekanan tersebut.


Qin Chen dibawah melirik ke atas, ia lalu mengangkat tangannya mencoba meraih langit didepannya.


Crack!


Ruang dihadapannya hancur dan membuat kaki Raja Roh Kuartet memasuki ruang kekacauan langit. Matanya terbuka lebar dengan cepat menghilang seperti cahaya dan muncul dibelakangnya dengan pukulan keras mencoba menghantam dari belakang.

__ADS_1


Bang!


Qin Chen melirik kebelakang saat tengkorak kepala bagian belakang seperti ada bakteri yang menempel. "Oi! Memukul kepala dari belakang tidaklah sopan! Bagaimana jika kau balas?"


Tiba-tiba ia menghilang dari hadapannya, Raja Roh Kuartet melihat kesana kemari tidak menemukan Qin Chen. Qin Chen yang seketika muncul di belakangnya langsung menampar kepala belakangnya.


Bang!


Tersungkur kebawah menghantam lautan luas tersebut dengan keras.


Byurr!


Tsunami besar tercipta menyeret ikan-ikan didalamnya, pasukan di belakang tercengang meski satu-persatu dari mereka dicabut nyawanya oleh Jendral bayang.


"Bagaimana rasanya? Sakit tidak? Jika tidak, maka cara lain masih ada banyak! Terutama, aku akan memotong-motong tubuhmu beberapa bagian, lalu menyerap inti roh yang kau miliki!"


"Keparat! Jika kau berani jangan bermain di belakang! Hadapin aku secara langsung!" Teriaknya pecah di udara.


Ia menendang kepalanya naik ke langit dengan keras, tendangan tersebut menembus langit dan mengguncang surga. Gelombangnya seperti tebasan pedang yang membelah gunung dan monster terbang.


Raja Roh Kuartet merasakan kekuatan aneh dalam diri Qin Chen, itu sepertinya kejahatan murni. Tidak, lebih tepatnya pusat kejahatan itu sendiri, seolah ia menelan kejahatan sendirian tanpa bantuan siapapun.


Melihat hal tersebut membuka matanya dengan pandangan baru, bahwa ada sesuatu seperti ini di dunia.


'Bagaimana bisa! Bagaimana bisa dia bertahan hidup di dunia dengan menelan kejahatan itu sendiri! Bahkan, tidak ada satupun manusia yang percaya dengannya, meski begitu kenapa dia tetap melindungi manusia!'


Raja Roh Kuartet melihat Qin Chen yang menelan kejahatan itu sendiri membuatnya tidak dapat berkata-kata saat tubuhnya terlempar ke langit.


Sebagai Raja Roh Kuartet, ia telah menerima kebencian dari dunia dan di benci oleh rakyatnya. Tidak hanya itu, ia bahkan mendapatkan banyak kutukan dari orang-orang, hingga sekarang.


Melihat Qin Chen yang sendirian menelan kegelapan membuatnya menyadari satu hal yang pasti saat ini. Qin Chen merupakan sosok yang hebat meski dibenci oleh seluruh dunia atas kejahatannya!


Meski sikapnya brutal, nyatanya kejahatan di dunia ia menelannya sendirian. Bahkan ribuan Dao mengutuknya setiap saat memintanya untuk mati, mati, mati dan mati setiap detiknya.

__ADS_1


Raja Roh Kuartet tidak sanggup melihat Qin Chen meski hanya sekilas, kekuatannya benar-benar kuat bahkan ia sendiri tidak kuat melawannya secara penuh.


Qin Chen muncul di atasnya dan menendangnya kebawah hingga menghantam lautan. Lautan itu tiba-tiba mengering terangkat naik ke langit membuat orang-orang dibawah waspada, Chu Qincheng tercengang melihat pertarungan itu.


Meski di atas sana, dampaknya dapat mengenai mereka. Chu Qincheng mengendong Qiyuan'er dan melesat terbang ke langit menghindari tsunami yang menenggelamkan daratan ini.


"Ayah, apa itu ayah? Ibu?" Taya Qiyuan'er.


"Benar, kita tidak akan kesana karena berbahaya. Kita akan berdiri di sini dan melihat saja, karena ayah tidak ingin diganggu oleh siapapun saat bertarung."


"Baik, Qiyuan'er juga ingin melihat ayah bertarung, karena sebelumnya ayah begitu kuat dan hebat sampai-sampai tidak ada yang dapat mengalahkannya."


Pada saat itu, Raja Roh Kuartet mengangkat tubuhnya yang terluka, ia melihat Qin Chen yang berdiri sendirian dengan nyala api di sekitarnya.


"Bagaimana bisa kau menerima kebencian itu sendirian! Bagaimana bisa kau menerima kejahatan di punggungmu tanpa bantuan siapapun! Siapa kau? Kenapa kau menerima ketidakadilan Dunia ini sendirian!" Tanya Raja Roh Kuartet tanpa sadar ia seperti tengah menangis.


Suaranya terdengar di seluruh langit wilayah roh, bahkan Chu Qincheng sendiri mendengarnya dan penasaran tentang pertanyaan yang dikatakan oleh Raja Roh Kuartet.


Qin Chen menghela nafasnya, ia melihat tangannya sendiri dengan bingung. Tidak tahu kapan itu, dan kapan itu ia menyangga seluruh kejahatan dunia di punggungnya. Jelas, semuanya terjadi begitu saja dalam kehidupannya.


"Aku sendiri tidak tahu kapan itu, dan dimana itu. Meski begitu, aku menerimanya dengan senang hati tanpa meminta balasannya, banyak orang-orang mengatakan aku adalah iblis tiran, aku tidak membatahnya karena mereka benar, aku iblis tiran."


"Bagaimana kau menerima ketidakadilan dunia ini! Kau hanya seorang manusia biasa awalnya, aku dapat mengetahui ini dari sifat energimu seperti manusia, bagaimana kau bisa menerima kutukan ini sendirian! Jika itu aku, aku mungkin akan jatuh kedalam keputusasaan mendalam dan mati dengan penuh penyesalan!" Balasnya dengan nada gemetar.


"Apa kau ingin tahu? Kenapa aku dapat hidup hingga sekarang dengan ketidakadilan dunia ini?"


"Ya! Aku ingin tahu! Kenapa kau menerima kutukan ini, dan kenapa kau masih bisa hidup hingga sekarang! Karena ini, tidak mungkin manusia bisa menerimanya!"


"Begitu, aku akan mengatakannya sekarang padamu dan pada orang yang aku cintai sekarang ini. Dengarkan baik-baik agar tidak ketinggalan apa yang akan aku sampaikan sekarang."


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2