Supreme King System

Supreme King System
Chapter 215 : Pasukan Revolusioner


__ADS_3

Selama Qin Chen berada dibawah sana menempa senjata, Chu Qincheng di atas sana memberikan pelajaran kepada pria sebelumnya dengan mengalahkannya dalam berbagai hal seperti menempa, bermain catur, dan bahkan pengetahuannya.


"Kau kalah paman, aku adalah pemenang ke 126 kali di catur, apa paman ingin melanjutkan lagi sampai kalah?"


"Tch! Setelah bermain catur denganmu, kau sama sekali tidak ada bedanya dengan bocah menyebalkan dibawah sana."


"Hehehehe! Tentu saja, dia suamiku, dan aku istrinya, tentunya kami memiliki kesamaan dimana saling melengkapi." Balasnya dengan bangga.


"Sudahlah, aku menyerah melawan Jenius zaman sekarang benar-benar mengerikan! Otakku hampir pecah dan jantungku hampir lepas dari akar kecil yang menggantung." Balasnya dengan nada kesal karena kalau sama bocah baru kemarin.


"Hehehehe lihat Qiyuan'er, paman itu kalah dengan ibu. Saat kamu dewasa nanti, siapapun lawanmu nanti, kalahkan mereka dengan secara perlahan-lahan sampai membuat mereka putus asa dan berhenti sendiri." Chu Qincheng dengan sikap ibunya mengajari putrinya untuk mengikuti sifatnya nanti saat dewasa.


"Baik ibu, saat Qiyuan'er dewasa nanti, Qiyuan'er akan mengalahkan mereka satu-persatu seperti yang ibu lakukan sekarang, perlahan-lahan." Balasnya.


Pria itu menelan ludahnya melirik kebelakang melihat kedua orang tersebut benar-benar bocah mengerikan.


***


Setelah 8 Jam kemudian, Qin Chen keluar dari ruangan tersebut dengan tubuh sempoyongan naik ke atas dan tiba-tiba pintu terbuka membuat mereka ketakutan setengah mati karena kaget.


Saat melihat Qin Chen yang memiliki mata panda dan tubuhnya sempoyongan membuat Chu Qincheng langsung mendekatinya. "Uhukkk ... Sial, kapak itu memiliki roh didalamnya dan membuatku harus bertempur melawannya sebelum menempa."


"Huh! Apa kamu benar-benar menempa kapak itu sendirian? Apa kamu gila, kamu masih di kelas Dewa, bukan Ilahi."


"Hahaha ... Aku sudah selesai, aku hanya kelelahan saja, aku ingin beristirahat sejenak."


"Baiklah." Chu Qincheng membawanya duduk dan membiarkan Qin Chen menyeder di pangkuannya.

__ADS_1


***


Selama beberapa menit, ia kembali membuka matanya dan melihat ruangan tersebut. "Bagaimana bisa aku masih di ruangan ini, menyebalkan, apa lagi dengan pemiliknya."


"Apa! Bocah sialan, jika bukan karena istrimu, aku akan mencekikmu sampai mati!" Balasnya dengan kesal.


"Ha! Kapak itu sudah selesai, dan apa selanjutnya? Aku tidak tahu, karena aku tidak dapat berlama-lama di dunia ini, karena ada dunia yang lebih menarik dibandingkan melihat pria tua menyebalkan seperti pemilik bangunan ini."


Pria itu mengerutkan keningnya dan mengigit bibirnya karena kesal. "Karena kau sudah menyelesaikan tugas ini, maka secara otomatis kapak itu akan menjadi milikmu dan tugas terakhir adalah tebang seluruh kejahatan di dunia dengan kapak tersebut seperti kau menebang pohon."


Qin Chen terdiam, ia hanya tertawa kecil setelah mendengarnya. "Hahaha ... Aku akhirnya mengerti kenapa kalian memintaku menempa senjata tersebut, kalian ingin aku mewarisi tekad penebang legendaris itu dan menebang kejahatan di dunia ini. Ah! Kenapa aku tidak menyadarinya dari awal, jika aku menyadarinya, aku tidak akan melakukannya."


"Bagaimanapun, nasi telah menjadi bubur, kau tidak akan bisa mengembalikan apa yang sudah kau perbuat. Sekarang, terimalah misi ini dan keluar dari desa sebelum malam tiba, karena saat kau menempa sebelumnya, fenomena bermunculan dan mengundang banyak orang-orang kuat dari berbagai kalangan."


"Apa akan terjadi sesuatu sekarang?" Tanya Qin Chen.


Setelah beberapa menit mengobrol dengan pria itu, Qin Chen mendapatkan banyak informasi bersama Chu Qincheng disampingnya mengingat semuanya. Mereka benar-benar tidak menduga bahwa tiga orang yang membantunya adalah seorang revolusioner yang bergerak secara diam-diam.


Mereka bertiga menyembunyikan kapak tersebut dikendalaman tanah agar tidak diketahui oleh siapapun. Setelah itu, secara bertahap mereka menempanya untuk dikembalikan seperti dulu lagi dan menggunakannya sebagai bentuk Penebang kejahatan dunia.


Mendengar niat mereka, Qin Chen bergabung dengan mereka untuk menggulingkan Dewa Raksasa yang sekarang berkuasa. Pria itu juga telah memberikan pesan pada temannya bahwa ada seseorang yang akan datang kesan untuk menyelesaikan masalah mereka.


"Kalau begitu, terimakasih banyak karena telah membantu kami." Kata Qin Chen.


"Tidak-tidak, seharusnya kamilah yang berterimakasih pada kalian, karena kalian adalah harapan kami para revolusioner. Saat kalian bergerak besar-besaran, kami akan membantunya saat itu tiba, sampai waktu itu tolong bertahan hidup."


Mendengar perkataan pria itu seperti telah melihat banyak kehilangan pertemanan salam pertarungan, Qin Chen tersenyum dan mengulurkan tangannya.

__ADS_1


"Ya, aku akan menjaga hidup ini karena aku belum kalah denganmu, dan kau belum mengalahkanku, pria tua!" Balas Qin Chen.


Pria itu terkejut dan tertawa bahagia mendengarnya. Ia ikut mengulurkan tangannya dan saling berjabat tangan. "Meski kau menyebalkan, tapi aku mengagumi bakat dan keberanianmu, datanglah kapanpun kau mau, toko ini akan terbuka untuk kalian."


"Baik."


Setelah itu, mereka melesat menjauh dari sana dan menghubungi Jendral bayang untuk mengikutinya dari belakang sampai tiba di suatu tempat yang sepi dimana tidak ada siapapun disekitarnya.


Sementara pria sebelumnya, ia diserang sesaat setelah Qin Chen pergi. Untungnya ia hanya terluka berat dan tidak mati, ia melihat ke langit dan berdoa atas keselamatan Qin Chen dan lainnya menjalankan misi yang berat ini.


Siapapun yang membocorkan rahasia dunia, mereka akan dibunuh ditempat, untungnya ia memiliki Artefak yang mempertahankan Jiwanya dan mengubahnya seperti mati, namun sebenarnya adalah mati suri.


"Qin Chen, generasi sebelumnya mengandalkanmu untuk mengubah dunia, kamu akan membantumu dari belakang sampai semuanya selesai, jangan sampai mati bocah nakal!" Katanya sambil bergerak menyeret kakinya yang telah terlepas dari badannya, ia meninggalkan tempat tersebut menghindari pasukan elit yang diutus oleh Dewa Raksasa.


Sedangkan ditempat Qin Chen, ia membicarakan semuanya kepada Jendral agar ia dapat bergerak sesuai dengan kemampuannya. Karena ia akan mendapatkan tugas mencari informasi, dan informasi Qin Chen sangat membantunya menghindari musuh kuat nanti.


Setelah beberapa menit penjelasan, mereka berempat melanjutkan perjalanan menuju desa selanjutnya dimana terletak sangat jauh dari tempat sebelumnya.


"Suami, bagaimana menurutmu tentang mereka sebelumnya? Aku sangat mengagumi mereka, karena mereka setia dengan Dewa Terdahulu dengan aturan yang tidak mengekang rakyat, dan sekarang berbeda saat Tahta Raksasa di ambil alih oleh putra Dewa, anak pertama dari Dewa Raksasa sebelumnya.


"Ya, mereka orang-orang kuat dengan cita-cita yang mulia, aku akan mewujudkannya dan membuat mereka tahu siapa yang akan menjadi Raja Sejati di dunia, kebaikan atau kejahatan!" Balas Qin Chen.


Chu Qincheng mengangguk kali ini karena apa yang Qin Chen katakan adalah sebuah kebenaran yang sulit di telan mentah-mentah oleh orang-orang disana, karena mereka telah di manipulasi oleh Surga.


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2