Supreme King System

Supreme King System
Chapter 87 : Peta Waktu


__ADS_3

Saat Qin Chen mendengarnya, Qin Chen terkejut tidak merespon apapun. Karena setengah dari peta yang dia miliki berada di Chu Qincheng. Ini mengejutkan, karena dengan begitu dia dapat ke Dunia atas.


"Apa benar? Jika benar, apa aku boleh melihatnya." Tanya Qin Chen dengan menatapnya.


Chu Qincheng memiringkan kepalanya, sedikit tersenyum tipis. "Tidak mau, sebelum aku mendapatkan hadiah darimu." Balasnya.


Qin Chen menghela napasnya kesamping. "Baiklah ... Apapun yang ingin kamu minta, aku akan melakukan apapun selama kamu memberikan padaku." Jelas Qin Chen.


"Apa kamu yakin? Aku takut, Tuan Chen tidak akan berani melakukannya?" Balas Chu Qincheng dengan menggodanya.


Qin Chen mengerutkan keningnya, melihat Chu Qincheng dengan pandangan bingung. "Apa kamu memintaku untuk menyelesaikan masalahmu? Jika benar, aku akan melakukannya."


"Tidak ... " Qin Chen bingung, namun perlahan Chu Qincheng mendekati Qin Chen sambil tersenyum manis. "Cium aku, maka aku akan memberikan peta ini." Jelas Chu Qincheng sambil menyentuh bibirnya dengan jari telunjuknya menggoda Qin Chen.


Qin Chen tertegun, sikapnya sekarang berbeda dengan sebelumnya. Seolah-olah, Chu Qincheng telah berubah menjadi rubah kecil yang suka menggoda.


Tatapan mata Chu Qincheng membuat Qin Chen sedikit bingung. Tapi, mendapatkan dua keuntungan tidak buruk.


"Nghh~"


Tiba-tiba Qin Chen mengambil bibirnya yang kecil dan manis tersebut. Chu Qincheng terdiam dengan wajah merah merona, mencoba mendorong Qin Chen namun dia tidak dapat menolaknya.


Zi Long dengan cepat membelakangi mereka berdua karena dia tidak boleh melihat.


'Tuan ... Nyonya, jika ingin bermesraan tolong jangan bawa-bawa saya, hati saya sedikit sakit.' Batinnya.


Qin Chen menurunkan Chu Qincheng perlahan kebawah, seperti binatang buas mengambil segalanya. Chu Qincheng, menarik Qin Chen dengan ganasnya.


Setelah beberapa menit berlalu, Qin Chen melepaskan ciumannya. Seuntai benang bening mengalir kebawah, napas mereka berdua menjadi lebih berat satu sama lainnya.


Chu Qincheng sedikit memalingkan wajahnya dengan wajah merah merona. Ada banyak tetesan keringat di tubuhnya hingga membuat pakaian miliknya basah.

__ADS_1


"Nona Qincheng ... Ini pertama kalinya aku mencicipi bibir manis sepertimu. Tapi baiklah, aku merelakan ciuman pertamaku untuk wanita sepertimu." Ucap Qin Chen dengan napas sedikit berat.


"Diamlah! Aku hanya bercanda, kenapa kamu menganggapnya serius." Balasannya dengan nada malu.


Qin Chen hanya tersenyum tipis, dia lalu mengelap genangan di ujung mata Chu Qincheng. "Begitu ... Tapi ... Kenapa aku sedikit lemas?"


Kesadaran Qin Chen sedikit terganggu, matanya perlahan kabur. Energi dalam dirinya seolah di kuras habis-habisan oleh sesuatu yang tidak dia ketahui.


Merasakan hal tersebut, Qin Chen akhirnya menyadari bahwa Chu Qincheng menyerap energinya. "Kamu benar-benar rubah kecil ya, energiku benar-benar kamu kuras."


Chu Qincheng merapikan pakaiannya, dia masih memandang Qin Chen dengan malu-malu. Kali ini, dia mendapatkan satu peningkatan setelah menyerap habis energi milik Qin Chen.


Chu Qincheng tersenyum bahagia, ini membuat Qin Chen tertawa kecil karena terjebak dari trik kecil Chu Qincheng. "Hehehe ... Apa kamu menyesal menciumku, aku akan mengatakannya, ini ciuman pertamaku kamu harus bertanggung jawab." Ucapnya dengan begitu tenangnya di hadapan Qin Chen.


"Sigh, sekarang, aku ingin melihat Peta tersebut. Jangan menipuku, jika sampai, aku benar-benar tidak akan memaafkan sikapmu sebelumnya." Balasnya.


Chu Qincheng mendorong Qin Chen hingga terduduk saling menatap satu sama lainnya begitu dekat. Chu Qincheng mengeluarkan setengah peta yang dia miliki dari suatu tempat yang tidak Qin Chen ketahui.


'Wanita ini ... Benar-benar merepotkan. Tapi, dia menguntungkan bagiku, walaupun harus kehilangan banyak energi karena di ambil olehnya.'


Saat Qin Chen melihat Peta tersebut, Qin Chen menyatukannya dan tiba-tiba cahaya emas bersinar terang di depan matanya.


Kedua peta bersatu menjadi sebuah proyeksi peta di depan mata mereka. Qin Chen dan Chu Qincheng di kejutkan dengan hal ini, karena untuk pertama kalinya mereka melihat peta ini bersatu.


"Jika di perhatikan, kekuatan Waktu berada di Gunung Tertinggi di Wilayah Timur. Jika tidak salah ingat, Gunung Tertinggi disini adalah tempat Saint di masa lalu berada, tempat kekuatan tak terbatas Dunia Rendah ada." Jelas Chu Qincheng dengan nada tenang.


Chu Qincheng mulai tenang walaupun masih sedikit malu-malu. Dia meningkat setelah menghabiskan energi Qin Chen, atau bisa dibilang Qi milik Qin Chen di serap habis.


"Gunung Tertinggi, aku belum pernah mendengarnya. Sepertinya, kamu telah berpetualang lebih lama dibandingkan aku sekarang." Sahut Qin Chen.


"Humph! Tentu saja, aku mengumpulkan kekuatan, informasi, untuk pergi ke atas sana." Tunjuk Chu Qincheng ke atas langit.

__ADS_1


Qin Chen melihat ke langit, apa yang Chu Qincheng inginkan adalah apa yang Qin Chen inginkan. Mereka berdua sama-sama ingin menuju Dunia atas untuk alasan dan kepentingan pribadi masing-masing.


"Begitu ... " Qin Chen menundukkan kepalanya melihat ke depan. "Jika kita menemukan kekuatan Waktu, akan akan membawamu ke Dunia Atas, ini sebagai ucapan terimakasihku."


"Janji?" Balasnya menatap Qin Chen dengan tajam dan seperti mengisyaratkan jangan mengkhianatinya. "Kamu benar-benar berjanji membawaku ke Dunia atas."


Tatapan mata Chu Qincheng mengingatkan kenangan pahit di masa lalu. Tatapan mata yang tidak ingin dikhianati, lalu di tinggalkan setelah mendapatkan keuntungan sendiri.


'Apa yang membuatnya ingin ke Dunia atas? Apa ada sesuatu sehingga dia ingin ke atas sana?' Qin Chen berpikir sedikit bingung.


Namun, dia sudah mengalami kenangan pahit itu terlebih dahulu. Jadi, dia mengambil keputusan untuk membawanya, mungkin akan banyak masalah di masa depan, namun itu tidak masalah baginya.


Qin Chen menyentuh kepalanya. "Aku berjanji atas namaku Qin Chen, jika aku berbohong, maka aku siap menerima hukuman dari Langit dan darimu." Janjinya dengan sebuah senyuman hangat membalasnya.


Chu Qincheng tertegun, sudut matanya mengeluarkan genangan air mata. Ini membuat Qin Chen menyadari satu hal, ada sesuatu yang penting bagi Chu Qincheng sehingga dia ingin naik ke Dunia atas.


Dengan cepat, Chu Qincheng memeluknya dengan erat ini membuat Qin Chen kehilangan kesadaran sedikit demi sedikit.


"Terimakasih banyak ... Aku akan membantumu kedepannya. Jadi, jangan tinggalkan aku sendiri." Ucapnya.


Qin Chen perlahan menutup matanya, dia benar-benar kekalahan. Bukan karena dia lemah, melainkan energinya habis dan butuh istirahat untuk memulihkannya kembali.


Terjatuh di atas pundak Chu Qincheng, Chu Qincheng tidak terkejut melainkan dengan lembut menurunkan Qin Chen untuk tertidur di pangkuannya.


Zi Long melihat Tuan-nya tertidur lagi membuatnya lega, walaupun dia bingung dengan apa yang terjadi sebelumnya.


Chu Qincheng duduk sambil membelai rambut Qin Chen. Qin Chen tertidur di atas pangkuannya hingga tidak tahu sudah berapa lama Qin Chen tertidur.


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2