
Setelah pagi fajar tiba, langit cerah membentang luas di dataran rendah dan tinggi. Qin Chen yang telah bangun kini duduk di depan ruangan, melihat sekitarnya dengan tatapan mata begitu tenang seakan menikmati suasana.
Dari sisi kanannya, gadis kecil kisaran 16 atau 18 tahun berjalan mendekati Qin Chen. Melihat dari penampilannya, Qin Chen merasa bahwa dia adalah cucu dari pak tua Gong.
Saat dekat Qin Chen, dia sedikit membungkuk dirinya memberi hormat kepadanya. "Selamat pagi Tuan ... Apa tidur anda nyaman semalaman?" Dengan suara lembut bertanya kepada Qin Chen.
"Ya ... Udara di sini terasa menyegarkan saat malam hari." Balas Qin Chen.
Gadis itu mengangkat tubuhnya kembali melihat ke arah Qin Chen. "Baguslah ... Saya Xia Hongyi, cucu kedua Leluhur Xia Gong ... " Ucapnya memperkenalkan dirinya dengan baik di depan Qin Chen.
Qin Chen tersenyum. "Nama yang cantik ... Seperti pemiliknya." Balas Qin Chen dengan ramah tersenyum padanya.
Saat mendengar hal tersebut, Xia Hongyi tersipu malu dengan cepat memalingkan wajahnya kesamping. "Tu– Tuan ... Sa ... Saya datang menjemput anda karena Leluhur meminta anda datang ke ruangannya."
"Begitu ... Baiklah, tolong tunjukkan jalannya." Balas Qin Chen.
Di dalam benaknya, Qin Chen tertawa mengerjai gadis kecil di depannya. Sekalipun umurnya tua, Qin Chen masih memiliki Jiwa muda yang hebat.
Qin Chen berjalan di arahkan oleh Xia Hongyi ke ruangan milik Leluhur Xia atau Pak Tua Gong.
Setibanya di depan ruangan, Qin Chen masuk kedalam dan melihat ruangan penuh dengan buku-buku. Sekaligus, ada beberapa gulungan di atas meja pak tua Gong.
"Maafkan saya Tuan, karena memanggil anda untuk datang ke ruangan." Ucapnya dengan sedikit gugup.
"Tidak apa-apa, karena aku juga membutuhkan sesuatu darimu untuk membantuku." Qin Chen berjalan kedepan, lalu duduk di kursi yang ada di depannya.
"Apa yang bisa saya bantu?" Tanya pak tua Gong.
Qin Chen mengeluarkan emas dari penyimpan miliknya, emas tersebut berada di dalam kantong besar. Diletakkan di atas meja, emas tersebut membuat pak tua Gong terkejut sekaligus bingung.
__ADS_1
"Tolong berikan ini pada Pemilik restoran sebelumnya. Sekalipun aku jahat, aku masih memiliki hati bagaimana kerasnya membuka usaha tersebut. Apa pak tua Gong dapat menolongku?" Dengan nada yang halus memintanya untuk membantu Qin Chen.
"Tentu-tentu ... Saya akan meminta orang keluarga untuk memberikan ini. Sekaligus, saya juga bertanggung jawab atas kerusakan langit-langit restoran." Balasnya.
"Baguslah ... Lalu, apa yang ingin anda bicarakan kepada saya?"
"Ini ... Sebelumnya, Tuan meminta saya untuk memberikan informasi bukan?" Balasnya bertanya kepada Qin Chen.
"Benar, apa pak tua Gong menemukan sesuatu yang menarik?" Tanya Qin Chen.
"Benar ... Setelah semalaman mencari, saya menemukan informasi yang mungkin berharga bagi Tuan. Informasi ini tentang Legenda Gerbang yang dapat memindahkan orang-orang ke Dunia lain. Lebih tepatnya, pindah ke Dunia lebih tinggi dibandingkan Dunia ini."
Saat Pak Tua Gong berbicara tentang Gerbang, mata Qin Chen yang lusuh kembali segar. Melihatnya dengan tatapan serius, karena Gerbang ini seperti Gerbang Ruang dan Waktu yang di katakan oleh Sistem.
"Bisa anda jelaskan ... "
"Sebelum itu ... Saya hanya menemukan sedikit catatan kuno yang tertinggal di ruangan. Mungkin, akan ada banyak celah dalam penjelasan saya."
Pak Tua Gong melihat tatapan serius Qin Chen membuatnya tidak dapat mundur kembali. Saat ini, dia memberikan gulungan yang dia temukan di dalam rak lemari.
"Ini adalah Gulungan yang menunjukkan keberadaan Gerbang tersebut. Meskipun hanya setengah, namun sudah di pastikan bahwa ada setengahnya lagi di Benua ini atau Benua lainnya."
Qin Chen mengambilnya, membuka Gulungan tersebut dan melihat isi dalamnya. Di depannya, peta yang terputus di antara dua Pohon Besar menunjukkan bahwa setengahnya lagi berada di tempat yang tidak diketahui.
"Saya menemukan peta tersebut di antara informasi Gerbang tersebut. Mungkin, peta itu ada hubungannya dengan Gerbang. Dalam catatan yang ditinggalkan oleh Leluhur sebelumnya, saat bulan bersinar terang, peri langit turun ke bumi membawa berkah bagi tanah sekitar."
"2 Harta menyala terang dan membuka jalan Dunia atas. Pada saat yang bersamaan, kilauan bintang bersinar membutakan mata, dan tiba di Tanah Abadi. Setelah saya mengartikan kata-kata tersebut, saya mendapat apa yang saya kata sebelumnya." Balasnya.
Qin Chen yang mendengar hal tersebut sempat terkejut. Dalam pikirannya, perkataan Pak Tua Gong seperti pernah dia dengar, namun tidak tahu dari mana dia mendengarnya.
__ADS_1
Menutup kembali Gulungan tersebut, Qin Chen memegangnya dengan erat. "Bulan bersinar, peri turun ke Bumi. 2 Harta menyala membuka Jalan Abadi. Begitu ... Kata-kata ini terdengar mudah, namun sebenarnya memiliki kesulitan yang tidak terbayangkan."
"Seperti yang anda katakan ... Sebelumnya, saya sempat berpikir bahwa membuka Jalan Abadi membutuhkan Harta Abadi atau Harta Surga ... Namun ini semua hanya teori bagi saya, karena saya tidak tahu seperti apa itu Gerbang tersebut dan fungsinya." Pak Tua Gong dengan nada serius berbicara kepada Qin Chen.
"Benar ... Tapi, terimakasih atas informasinya ... Gerbang ini sangat penting bagiku, karena pak tua Gong mendapatkan informasi ini. Saya tidak dapat mengatakan apapun, jika ada yang anda inginkan katakan saja. Selagi saya mampu, saya akan membalasnya." Dengan penuh rasa simpati dan terimakasih, Qin Chen menawarkan dirinya untuk membantu pak Tua Gong.
Saat mendengar perkataan Qin Chen, Pak Tua Gong mendapatkan sesuatu yang dia inginkan sebelumnya. Dia langsung memberikan hormat kepada Qin Chen, ini mengejutkan Qin Chen. "Tuan ... Jika anda bersedia, tolong terima kedua cucu saya menjadi murid anda. Saya melihat anda memiliki kekuatan hebat, dan mungkin telah melampaui kekuatan saya sekarang. Dengan bimbingan anda, kedua cucu saya akan memiliki masa depan yang cerah sebagai Kultivator." Ucapnya dengan rasa hormat dan tulus meminta Qin Chen untuk menjadi Guru kedua cucunya.
Qin Chen terkejut, dia membantu Pak Tua Gong untuk berdiri kembali. "Baiklah ... Aku akan menjadi Guru mereka ... Namun aku hanya dapat mengajarkan mereka disini. Setelah saya pergi dari Kota, mereka akan belajar sendiri ... Tentunya, saya akan memberikan keterampilan yang saya ketahui kepada mereka agar tidak tersesat kejalan yang salah seperti saya." Balas Qin Chen.
"Terimakasih ... Terimakasih banyak, Tuan ... " Ungkapnya dengan penuh rasa terimakasih.
Qin Chen sebenarnya menghela napasnya, dia baru saja tiba dan meningkatkan kekuatan miliknya ke ranah Kesengsaraan. Jadi, di tidak memiliki pengalaman untuk mengajari orang lain.
Namun, mengajari mereka dan mendapatkan informasi sepenting ini. Informasi ini lebih berharga dibandingkan mengajarkan kedua cucunya.
'Ha! Setelah ini, aku akan meninggalkan Seni kelas tinggi untuk mereka berdua. Dengan begitu, mereka akan memiliki kehidupan yang layak di Dunia ini.' batin Qin Chen.
[Ding]
[Quest Dadakan.]
[Buat kedua cucu Pak Tua Gong mencapai Ranah Pemurnian Qi. Hadiah: 1 Seni Dewa, 1 Pil Dewa, 1 Artefak Dunia lain.]
[Gagal: Sistem akan memengal adik laki-laki kecil milik Tuan.]
Qin Chen berkeringat dingin dengan beberapa kali menelan ludahnya. Sekalipun Quest miliknya mudah, namun ancaman gagal yang dia dapatkan tidak jauh dari kehilangan adik kecilnya yang berharga.
...
__ADS_1
*Bersambung ...