
Tatapan mata mereka berdua saling beradu tajam seperti pedang. Keduanya tidak berbicara setelah saling membalas sebelumnya, Qin Chen sedikit melirik kebelakang, melihat Kerangka di belakangnya berlutut.
'Sangat aneh, tapi ... Ada yang membuatku penasaran. Jika mereka benci manusia, kenapa tidak membiarkan pasukannya mati? Apa ada sesuatu di belakang mereka?' Batin Qin Chen.
Qin Chen tidak tahu rencana mereka, karena Sistem masih Upgrade dan tidak dapat membantunya untuk mencari tahu apa yang akan terjadi kedepannya.
Qin Chen lalu berbicara. "Ha! Akhirnya kau keluar juga, Zi Long. Aku mengira kau akan bersembunyi di balik pasukan lembut yang kau peliharaan sampai sekarang." Ucap Qin Chen.
"Hanya serangga rendah, apa kau pantas berbicara denganku? Tapi aku memberimu apresiasi karena mengetahui namaku." Balasnya yang acuh tak acuh.
"Sangat mudah ... Karena aku tidak suka basa-basi lagi, mari kita selesai ini dengan caraku!"
Qin Chen melesat lalu menghilang dari pandangan mereka semua, tiba-tiba muncul di belakang Zi Long dengan kaki kanan melesat menyerang.
Sontak, Zi Long memalingkan wajahnya kesamping melihat Qin Chen sangat cepat.
'Sangat cepat!'
Menahannya dengan tangan, namun tetap terhempas beberapa meter kesamping. Qin Chen sedikit terkejut, karena Ranah Mahayana ini sedikit berkemampuan dibandingkan Santo sebelumnya.
'Dia benar-benar terlatih, dibandingkan Santo sebelumnya, dia memiliki tubuh yang kuat. Apa mungkin, dia benar-benar dilatih di Neraka?' Batin Qin Chen.
Zi Long meliriknya dengan tajam. "Bagaimana bisa Mahkluk sepertimu memiliki kecepatan menyerupai Santo? Apa kau seorang Santo?" Tanyanya yang penasaran.
"Entahlah ... Coba saja cari tahu." Balas Qin Chen yang acuh, dia kembali menyerangnya dengan tangannya.
Bang!
"Lemah!" Gertak Zi Long.
Zi Long menghempaskan Qin Chen kebelakang, tubuhnya benar-benar terlatih dibandingkan Qin Chen yang masih pemula dalam hal tubuh kuat ini.
Sedikit kesal, Qin Chen membersihkan bekas pukulan sebelumnya. "Lumayan." Dengan raut polos kesal, Qin Chen menarik keluar senjata sekali pakai.
"Seni Pedang Pembelah Langit dan Bumi!" Ucapnya.
Seketika, energi pekat berada di pedang tersebut keluar. Qin Chen mengayunkan pedangnya secara vertikal.
__ADS_1
Zi Long berteriak. "Raungan Kematian!"
Roarrr!
Suaranya terdengar keras di langit, begitu keras hingga memecahkan keheningan. Serangan Qin Chen membentur di langit dan meledak-ledak di hadapan mereka.
Dalam kabut tebal, Qin Chen melesat mendekati Zi Long. Aura Qin Chen berubah menjadi gelap, Esensi Dewa Jahat Qin Chen gunakan sedikit, karena dia belum sempurna memahami kekuatan tersebut.
Bang!
"Urghh!"
Terhempas kebawah menghantam tanah, serangan Qin Chen berefek besar kepadanya. Dia mengeluarkan seteguk darah, semua orang memandang Qin Chen dengan keterkejutan tanpa berhenti.
Kedua muridnya melihatnya, ini pertama kalinya bagi mereka melihat Guru mereka sedikit serius melawan musuh, karena selama ini guru mereka masih bermain-main.
"Guru ... Apa Guru mulai serius? Atau dia sedang bermain-main sebelum membunuhnya?" Ucap bingung Xia Hongyi sambil melihat langit.
"Sss ... Hongyi, jangan banyak bicara, lebih baik membantu keluarga untuk menjauh dari Medan ini. Tidak baik bagi Guru melihat kita masih disini, Guru tidak akan bisa bermain-main." Balasnya dengan nada yang serius.
Xia Hongyi bergegas membantu keluarganya untuk menjauhi Medan Pertarungan. Guru mereka seperti serius, ini menakutkan jika serangan yang tidak tahu kapan terjadi menghantam dataran tersebut.
Sebagai contoh, seperti serangan meteor yang Guru mereka keluarkan. Serangan tersebut dapat menghancurkan dataran tersebut menjadi lubang tak berujung dalamnya.
Qin Chen sempat melirik sekilas bagaimana kedua muridnya pergi menjauh, itu lebih baik dan dia dapat bergerak sesuka hati di langit maupun bumi.
Sementara itu, di kejauhan. Wanita cantik yang tidak lain adalah Saudari Pertama atau kakak Qin Chen tengah berdiri melihat Langit, disana ada Qin Chen.
"Qi ... Qin Chen ... " Ucapnya dengan nada gugup dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang. "Tidak mungkin, bagaimana Qin Chen menjadi kuat dalam beberapa hari. Tidak, ini pasti ada yang salah, mungkin dia hanya mirip."
Sekali lagi, dia melihatnya namun semuanya tetap sama. Murid-murid lainnya melihat Qin Chynna yang gemetaran, tidak ada kata lain selain keterkejutan.
Qin Chynna, melesat menuju langit mencoba memastikan apa yang dia lihat bukanlah imajinasi konyolnya.
***
Sementara ditempat Qin Chen, Qin Chen melihat ke arah Zi Long yang terluka terkena serangannya. Sedikit kecewa, karena tidak ada adegan yang menenangkan, semuanya tampak biasa saja.
__ADS_1
Namun, secara tiba-tiba Qin Chynna muncul disampingnya dengan terengah-engah melihat ke arah Qin Chen. Tetua Sekte yang melihat hal tersebut juga ikut menyusulnya sebelumnya.
Tetua Sekte berada di belakang, tepat di belakang Qin Chynna yang tiba-tiba bersikap aneh dan melesat pergi meninggalkan barisannya.
Disana, Qin Chen memperhatikannya. Wajahnya, Auranya, dan cara tatapan mata wanita itu kepada Qin Chen menandakan kejujuran.
"Pergilah ... Disini bukan tempat yang baik untukmu. Sebelum Zi Long bangkit, lebih baik kamu telah meninggalkan tempat ini." Ucap Qin Chen yang lembut kepadanya.
Saat mendengarnya, Qin Chynna tidak dapat mengatakan apapun. Jelas di depannya adalah adik kecilnya, Qin Chen. Satu-satunya adik kecil yang dia kenal dari dulu hingga sekarang.
Namun, Qin Chen di depannya berubah dingin kepadanya. Tidak seperti biasanya, Qin Chen memangilnya dengan sebutan Saudari, ataupun kakak perempuan.
Qin Chen yang tahu apa yang mungkin dia pikirkan, kini perlahan menghela napasnya. "Aku tahu apa yang kamu pikirkan, sebelum menjawabnya, masih ada yang harus aku urus di sini." Jelas Qin Chen.
Pandangan tajam Qin Chen kebawah, dibawah sana gas merah begitu padat. Beberapa kali tanah bergetar, dan Niat membunuhnya meledak-ledak.
"Tranformasi Iblis? Seharusnya tidak sulit bagi seorang Mahayana melakukannya. Ditambah dengan usianya yang mungkin ribuan tahun, pengembangan kekuatan Zi Long mungkin berada di tingkat atas." Gumamnya yang masih berpikir jernih.
Qin Chen mendiamkan Zi Long karena ingin mengetes kekuatannya. Karena itu, dia tidak ingin membunuhnya langsung tanpa mendapatkan untungnya.
Jika Zi Long meningkat, maka Poin Sistem yang dia dapatkan lebih tinggi dibandingkan membunuhnya langsung.
Pada saat Qin Chynna ingin berbicara, gelombang ultrasonik mengejutkan semua orang di sana. Angin dari bawah berhembus kencang ke langit, Qin Chynna hampir terlempar, namun Qin Chen memegangnya.
Kecepatan angin seperti badai, menyeret banyak orang-orang ke langit lalu menjadi beberapa cincangan daging mentah.
Sementara itu, Zi Long bangkit dengan tubuhnya bertambah tinggi. Kisaran 5 meter lebih, tanduk merah di kepalanya, mata tajam seperti pedang melihat Qin Chen.
"Karena kau telah memulainya, jangan harap mendapatkan pengampunan dariku. Kematianmu, akan menjadi persembahan bagi Yang Mulia Raja Makam!" Ucapnya.
Qin Chen tersenyum tipis, Qin Chynna dapat melihatnya. Padangan tanpa rasa takut, melainkan rasa kesenangan tak berujung di matanya.
"Mari selesaikan ini." Balas Qin Chen.
...
*Bersambung ...
__ADS_1