
Ruangan Utama, Chu Qincheng tengah duduk di Tahta Raja Makam, yang sekarang diubah menjadi Tahta Raja Kudus Dunia Bawah. Dengan menyila tangan, Chu Qincheng memandang dengan dingin sembari mengunyah buah stroberi.
Qin Chen melihat semuanya, dia hanya mengekspresikan dengan senyuman. 'Gadis ini ... Seperti rumahnya sendiri, duduk di Tahta menikmati buah-buahan di sampingnya.' Batin Qin Chen.
Sampainya Qin Chen di sana, Chu Qincheng melihat dengan sedikit senyuman manis sembari mengunyah buah.
"Apa enak duduk disana?" Tanya Qin Chen.
"Hmm ... Seperti Dewa Sejati memandang ribuan Dunia dibawahnya. Ini benar-benar menyenangkan ... Tapi, kamu sudah kembali ke Istana, aku tidak dapat menikmati sensasi ini lagi." Chu Qincheng sedikit cemberut karena dia akan pindah dari tempat duduknya.
Qin Chen tertawa, lalu duduk disampingnya sambil menyentuh kepalanya. "Duduklah disana, aku kemari untuk mengajakmu menelusuri Dungeon." Jelas Qin Chen.
"Dungeon? Apa ada harta di dalam sana? Atau kamu membutuhkan sesuatu di sana?" Balasnya yang penasaran.
"Kamu cukup pintar, aku membutuhkan sesuatu di dalam sana. Karena itu, aku mengajakmu untuk membantuku mendapatkan barang tersebut." Qin Chen dengan suara kecil berbicara disampingnya.
"Baiklah ... Aku akan membantumu ... Aku juga akan mengetes kekuatanku sekarang. Ngomong-ngomong, apa yang ingin kamu ambil di Dungeon itu?" Chu Qincheng sedikit penasaran dengan barang yang dapat membuat Qin Chen menginginkannya.
"Mata Iblis Kehancuran!" Saat mendengar balasan Qin Chen, Chu Qincheng sedikit mendapatkan penindasan dari kata-kata tersebut. Seolah, kata yang diucapkan Qin Chen adalah larangan.
"Mata tersebut berada di Iblis Tiran Penguasa Tanah ini. Karena aku mengambil alih kekuasaannya, Iblis Tiran tersebut kembali tersegel dan gagal bangkit." Jelas Qin Chen.
Chu Qincheng mengangguk paham, dia lalu berdiri dari sana. "Yosh! Baiklah, kita akan pergi sekarang."
Qin Chen tersenyum melihatnya, mereka berdua keluar dari Istana dengan Qin Chen memberikan perintah kepada Zi Long bahwa dia akan pergi sehari sebelum Pertemuan yang akan di adakan oleh Kaisar.
Mereka berdua melesat menembus lapisan ke-enam hingga lapisan ke-sembilan. Setiap lapisan memiliki Qi Jahat yang padat, Qin Chen menyerapnya sembari melesat.
Tambang Poin Sistem miliknya terus bekerja, dan Kultivasi Otomatisnya ikut bekerja. Keduanya bekerja dengan baik selama satu bulan ini.
***
__ADS_1
Lapisan ke-sembilan, Qin Chen dan Chu Qincheng berada dibawah. Melihat sekitarnya tampak mengintimidasi dibandingkan lapisan lainnya. Bahkan, Qi Jahat terkontaminasi oleh Qi Iblis yang menyebar dari robekan langit.
Qin Chen sempat kebingungan, karena ilusi di sana begitu hebat. Namun untungnya, Origin Tree membantu Qin Chen memecahkan ilusi tersebut dengan cepat.
Melihat ke langit, mereka tidak berdiam diri di langit, karena Badai di sekitarnya begitu kuat sehingga membuat mereka terombang-ambing di dalam badai.
"Robekan langit ini begitu mengerikan, untungnya ini tersembunyi dari Dunia Luar. Jika tidak, aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan Dunia ini." Chu Qincheng sontak berbicara setelah melihat robekan di langit begitu mengintimidasi dirinya.
"Kamu benar ... Untungnya ini berada di Tanah Kematian, tidak banyak orang yang tahu tentang robekan langit. Masalahnya adalah, robekan langit ini di selimuti awan gelap dengan guntur-guntur di sekitarnya, untuk kesana aku perlu membutuhkan sedikit waktu berpikir."
"Tidak masalah ... Aku akan menunggu." Dengan lembut membalasnya.
Qin Chen memejamkan matanya, melihat sekitarnya melalui pengelihatan spiritual. Menghitung luas dan lebar retakan tersebut, Qin Chen ingin menggunakan kemampuan Ruang dan Waktu miliknya.
Setelah beberapa saat, Qin Chen kembali melihat ke langit. Dia telah menentukan titik dimana Qin Chen akan memisahkan Dimensi ini dengan Dimensi lain.
Menekan Waktu di dalam dengan di luar, dengan begitu, seribu tahun di dalam robekan langit hanya akan menjadi satu hari di Dunia Utama.
Sementara itu, di langit, dua belas sirkuit semacam sihir berputar mengelilingi robekan langit.
Dalam kendalinya, Qin Chen memisahkan kedua dimensi tersebut. Di dalam aliran waktu, ada bayangan besar di atas tengah memisahkan kedua dimensi tersebut untuk menekan waktu.
Setelah selesai, Qin Chen kembali pada tubuh utamanya. Melihat ke langit, Ruang dan Waktu telah berhasil memisahkan kedua dimensi tersebut.
"Istri kecil ... Ayo kita masuk, aku telah selesai memisahkan kedua dimensi. Seharusnya, tidak masalah dengan waktu di Dunia ini setelah kita meninggalkan tempat ini."
"Baik."
Chu Qincheng mengenggam tangannya, mereka melesat dengan kecepatan tinggi menembus robekan langit.
***
__ADS_1
Ditempat Qin Chen dan Chu Qincheng, mereka hanya melihat lorong hitam panjang. Disekitarnya, hanya ada kegelapan yang luas mendominasi.
Suara-suara monster yang tidak diketahui terdengar, mereka mengabaikan dan lanjut menembus robekan langit yang berada di sisi lainnya.
Setelah beberapa waktu, mereka keluar dari lorong hitam tersebut. Setibanya di tempat yang tidak diketahui, mereka hanya melihat kegelapan di sekitarnya.
Chu Qincheng mengeluarkan cahaya, menerangi sekitarnya dengan cahaya yang begitu terang. Saat melihat sekitarnya, mereka hanya menemukan Dunia sunyi dengan bebatuan dan kabut di sekitarnya.
"Dunia ini? Apa Neraka? Informasi yang aku dapatkan hanya mengatakan, Dunia dibawah Tanah Kematian." Gumam Qin Chen yang sedikit bingung.
"Suami ... Jika tebakanku tidak salah, maka Dunia ini adalah salah satu Dimensi Spasial yang dimiliki Tanah Kematian. Karena yang aku ketahui, Tanah Kematian memiliki banyak Dungeon dimana setiap Dungeon memiliki Dunia sendiri." Chu Qincheng menjelaskan tentang pemikiran yang dia ketahui.
"Jadi maksudmu ... Dibawah Tanah Kematian milikku ada ribuan Dunia yang berbeda-beda dengan kontinum ruang-waktu berbeda-beda. Jika benar, maka Tanah Kematian tersebut adalah ... "
"Benar, Tanah Kematian itu adalah tempat Dewa berada. Intinya, seperti akar Dunia ... Tanah Kematian di Puncak segalanya, dan Dunia-Dunia kecil dan besar dengan kontinum ruang-waktu berbeda-beda dibawahnya, dalam kendali penuh." Chu Qincheng dengan serius menjelaskan tentang pemikirannya.
Qin Chen mengangguk paham, dia tidak berharap akan mendapatkan harta besar seperti ini. Walaupun Dunia Atas adalah tempat tertinggi, namun Qin Chen tidak berharap Tanah Kematian miliknya memiliki hal seperti ini.
'Tidak terduga, tenyata Harta Sejati Tanah ini adalah Dunia. Jika begitu, bukankah aku seperti God di Tanah Kematian? Hehehe ... Sepertinya menarik.' Pikir Qin Chen sembari tertawa jahat menakuti Chu Qincheng yang berada di sampingnya.
Chu Qincheng mencubit tangannya, Qin Chen sontak melihatnya karena merasakan sakit saat di cubit.
"Jangan tertawa jahat di sampingku, ini membuatku takut." Chu Qincheng sedikit menggembungkan pipinya.
"Maaf-maaf, aku merasa senang mendengarnya. Jadi tidak dapat mengontrol tawaku." Balas Qin Chen.
"Ayo kita lanjutkan ... Harta Karun harus di ambil sekarang." Chu Qincheng menarik Qin Chen berjalan kedepan melewati bebatuan berkabut tersebut.
...
*Bersambung ...
__ADS_1