Supreme King System

Supreme King System
Chapter 177 : Menyerang keluarga bangsawan


__ADS_3

"Suami, sekarang bagaimana? Apa kita akan menunggu di sini atau menggunakan rencana b untuk memancing Kaisar Iblis sendiri?" Tanya Chu Qincheng yang hanya mengikuti rencana yang suaminya buat.


"Tidak perlu, kita akan menunggu disini saja. Karena apa? Karena Kaisar Iblis telah mengutus seseorang untuk menyelesaikan keributan di Ibukota. Kita tidak boleh menyingungnya terus-menerus, bukan takut melainkan memberikan peringatan."


"Peringatan? Bukan kamu ingin mendekati Kaisar Iblis untuk menemukan Jalan Surga? Lalu kenapa memberikan peringatan?" Chu Qincheng bingung dengan rencana Qin Chen sekarang ini.


"Kamu tahu, kita melakukan semua ini karena disinggung oleh bangsawan kelas atas. Jadi, hal ini seperti balas dendam yang kita berikan kepada organisasi pembunuh, sementara kita tidak memiliki masalah apapun kepada Kaisar Iblis."


"Begitu rupanya, aku mengerti sekarang. Lalu, kenapa kaisar iblis mengutus seseorang? Ah! Maafkan aku, aku tidak berpikir jernih sebelumnya. Aku sekarang mengerti." Chu Qincheng langsung mengangguk beberapa kali karena baru memahami rencana Qin Chen sepenuhnya.


"Baguslah kalau kamu mengerti sekarang."


Chu Qincheng mengangguk lalu meminta Qin Chen untuk mengusap-usap kepalanya karena dari matanya sudah menginginkan hal tersebut dari tadi.


Sementara pria sebelumnya, ia jatuh kedalam keputusasaan mendalam atas apa yang Qin Chen berikan kepadanya. Ia tidak bergerak sedikitpun dan hanya bersuara minta tolong dan ampun.


***


Paginya, Qin Chen terbangun dari tidurnya yang panjang. Chu Qincheng di pangkuannya tengah tertidur pulas memeluknya dengan erat tidak ingin lepas dari Qin Chen, maupun tidak ingin jauh-jauh darinya.


Sementara orang itu berada di luar dengan Keputusasaan mendalam terus menghantuinya sepanjang malam.


"Istri kecil?"


"Hmm."


Chu Qincheng lalu bangun dan menguap karena ia benar-benar pulas tidur malam ini. Setelah itu, memberikan sentuhan pagi kepada Qin Chen dengan bibirnya yang kecil dan manis seperti madu.


"Jangan seperti itu, kamu benar-benar membuatku gila setelah ini. Ngomong-ngomong, semalam aku melihat orang-orang Istana Kaisar Iblis telah berhasil mengatasi kegaduhan yang kita buat sebelumnya."


"Apa yang mereka lakukan? Apa mereka mencarimu?"


"Tidak, mereka hanya mengatasi masalah dan melihat pembantaian di markas organisasi sebelumnya. Setelah itu, mereka pergi kembali ke istana untuk melaporkan apa yang mereka temukan."


"Begitu, lalu apa yang kita lakukan sekarang ini?"


"Ke wilayah bangsawan kelas atas! Membuat kegaduhan lagi disana, karena ini sudah waktunya bagi kita menjadi sorotan publik di Ibukota."

__ADS_1


Chu Qincheng yang melihat Qin Chen dari dekat hanya tersenyum sambil mengangguk beberapa kali. Ia lalu berdiri dari pangkuannya, dan melangkah bersama keluar dari tempat yang Qin Chen buat dari kayu.


"Ah! Ini sangat cerah ... Walaupun langitnya masih gelap." Chu Qincheng gagal untuk mengatakan kesenangan di pagi hari.


Setelah beberapa menit, mereka berdua melintasi langit sekali lagi membawa pemimpin organisasi dibelakangnya. Mereka terbang cukup lambat sehingga orang-orang di kota dapat melihatnya.


Berdua menyebrangi ibukota dan sungai, masuk kedalam wilayah bangsawan kelas atas tersebut. Tiba-tiba, ratusan prajurit melesat menghadang mereka di langit karena berani melewati batasan tersebut.


Orang-orang dibawah dapat melihat akan terjadi perkelahian, Qin Chen sengaja mengeluarkan aura gelapnya hingga dapat dirasakan oleh siapapun yang ada di ibukota termasuk Kaisar Iblis.


"Siapa kalian!"


"Yama!" Qin Chen langsung menarik pedangnya den menebas!


Swoosh!


Srash! Srash! Srash!


Satu kali ayunannya menciptakan hujan darah di bumi, orang-orang dapat melihat dengan jelas siapa yang di bantai. Setelah itu, Qin Chen melesat pergi menembus batasan tersebut menuju kediaman bangsawan kelas atas.


***


Didepan gerbang, Qin Chen mendobrak dengan keras hingga gerbang tersebut terhempas cukup jauh menyeret pasukan kediaman kebelakang. Mereka mendapatkan luka-luka parah dan ada yang mati ketimpa gerbang tersebut.


"Kemana prajuritnya? Apa karena bangsawan kuat jadi sombong tanpa penjagaan?" Tanya Qin Chen.


"Suami, apa kamu tidak lihat mereka terlempar ikut bersama gerbang sebelumnya. Lihat disana, mereka tertimpa oleh gerbang tersebut."


Qin Chen yang menyipitkan matanya dan melihat keberadaan mereka benar-benar tertimpa oleh gerbang sebelumnya. Ia benar-benar kebingungan, karena rasanya seperti menendang sebuah bola.


Mereka berdua masuk lebih dalam dimana para prajurit di sekitarnya mulai mengepung mereka semua. Sesaat setelah itu, para petinggi kediaman bermunculan di hadapan Qin Chen dengan angkuh.


"Bocah sialan! Apa yang kau lakukan pada Kediaman ini! Keparat!" Sungguh kasar untuk seorang pria tua bicara kepada pemuda seperti Qin Chen.


Sayangnya, hal tersebut tidak mengentarkan Qin Chen sama sekali. "Huh! Beberapa orang angkuh akan kekuasaan, mari kita selesaikan dengan kekuatan."


"Sombong! Serang bocah itu dan penggal kepalanya!" Tintahnya kepada seluruh prajurit yang ada.

__ADS_1


Saat mereka melesat mencoba menyerang Qin Chen, Qin Chen mengeluarkan nafas yang berhembus seperti badai di sekitarnya mereka berdua.


Hembusan nafas tersebut membuat seluruh prajurit mati seketika dan tergelatak di atas lantai tanpa nyawa lagi, hal ini membuat para petinggi bangsawan kelas atas membeku sesaat.


Sementara Qin Chen, ia hanya tersenyum melihat kebodohan mereka semua yang tidak tahu bahwa dialah iblis sejati yang menguasai kematian.


Sedangkan di langit, sosok tersembunyi mengamati Qin Chen, Qin Chen merasakan hal tersebut namun membiarkannya untuk menikmati pertunjukan yang akan Qin Chen berikan.


Kematian seluruh prajurit membuat mereka menggertakkan giginya, kesal dan penuh amarah melihat kesombongan Qin Chen. "Bocah sialan, matilah!"


Tiba-tiba di langit sebuah bayangan iblis besar mengarahkan pukulannya ketempat Qin Chen berada. Qin Chen dengan cepat mengangkat tangannya ke langit menahan serangan tersebut hingga menciptakan ledakan.


Boom!


Hempasan debu membulat di sekitarnya menutupi pandangan mereka semua, saat debu menghilang, Qin Chen dan Chu Qincheng berdiri dihadapan mereka dengan tenang tanpa sedikitpun luka di tubuh mereka.


Saat itu, Qin Chen mencengkram erat pukulan tersebut hingga hancur berkeping-keping. Serangannya membalik padanya sendiri, tetua tersebut batuk darah karena kekuatannya dihancurkan.


"Karena kau telah memulainya, maka tidak baik bagiku membiarkan hal tersebut."


Setelah itu, mereka semua bergerak menyerang Qin Chen bersamaan untuk membunuhnya dan menyiksa tubuhnya hingga tidak berbentuk saat i mati.


Serangan mereka membentur-bentur di langit menciptakan ledakan-ledakan di sepanjang waktu. Orang-orang di kota bergegas mendekati wilayah bangsawan kelas atas untuk melihat apa yang terjadi sekarang.


Chu Qincheng diam-diam pergi ke tempat harta mereka dan mencurinya. Sementara Qin Chen, ia menghadapi mereka semua yang hendak membunuhnya.


"Menarik!" Ucap Qin Chen yang mulai menggerakkan tangannya kebelakang. "Seni Tinju Awan Penghancur Gunung!"


Duarr!


Saat serangan dilepaskan, ledakan besar menyeret mereka semua kebelakang cukup jauh. Luka-luka ditubuh terlihat parah dan lagi, serangan jiwa membuat mereka kehilangan banyak energi dan kesadaran setiap menitnya.


Qin Chen menyeringai kecil, ini membuat kepala keluarga merasa dihina dan meras ditantang sehingga ia keluar dari dalam kediaman.


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2