
Langit yang cerah berubah gelap, bahkan gemuruh menggema memecahkan keheningan. Badai angin berputar menarik awan-awan gelap di sekitarnya, guntur-guntur menyebar dengan kilatan terang di langit.
Semua orang yang berada di dalam podium tercengang, ketakutan, karena mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi sekarang ini.
Sementara di atas panggung, Tungku Xu Dadao bergetar hebat dengan asap-asap bermunculan dari lubang-lubang kecil yang berada di sekitar Tungku.
Boom!
Suara ledakan begitu besar mengejutkan semua orang, dalam asap yang tebal kilatan cahaya menembus langit.
Mereka dapat menyaksikan Pil yang melayang menarik Tribulation Langit!
"Ini! Tidak mungkin! Hanya Pil Kelas Dewa yang dapat menarik Tribulation Langit!" Salah satu Tetua berdiri dengan mata tajam tak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang.
Semua Tetua sama halnya, mereka tidak percaya melihat apa yang terjadi sekarang ini. Bahkan, Ahli Alkemis sekalipun tidak dapat Memurnikan Pil Kelas Dewa.
Xu Dadao mengangkat tangannya ke langit. "Padatkan!"
Seluruh langit bergemuruh secara bersamaan menciptakan kegaduhan dimana-mana. Qin Chen yang melihat hal tersebut tersenyum melihatnya.
"Fufufu~ Sangat mengejutkan karena Xu Dadao Memurnikan Pil ini. Tetapi, dia benar-benar bakat yang hebat bagi seorang Alkemis Muda." Chu Qincheng tengah menyindir Sekte Besar yang bersikap sombong sebelumnya.
Saat mendengar suara tersebut, tamparan keras mendarat di wajah mereka. Bahkan tidak ada satupun dari mereka yang berani berbicara setelah gadis kecil disamping bersuara.
Xu Dadao mulai memadatkan Pil, guntur-guntur di langit mulai mengganas dan jatuh untuk menyambar Pil.
Jderr! Jderr! Jderr!
Sambaran terus-menerus membentur Pil, setiap guntur meruntuhkan kekosongan. Para Tetua Sekte begegas menciptakan pelindung yang mencakup seluruh podium untuk menghindari kehancuran.
Sembilan lapisan, dua belas lapisan, tiga puluh lapisan. Guntur terus menyambar hingga ke sembilan puluh sembilan guntur di langit pecah dan menyebarkan aroma khas tak terbantahkan apapun.
Menyebar hingga puluhan Mil, aroma Pil mengundang monster-monster yang berada di hutan. Para Tetua, penonton, Kaisar bahkan Pilar Kaisar sekaligus tercengang.
__ADS_1
Pil di langit mulai pecah, dan cahaya emas menyilaukan mata bersinar. Setelah redup, pola Naga mengelilingi Pil menelan Langit dan Bumi.
Xu Dadao mengambilnya, ukuran Pil tersebut menyerupai bola kasti. "Pil Dewa Sembilan Napas Tribulation Langit!"
Saat suara itu terdengar, semua orang tanpa terkecuali terdiam dalam keheningan. Bagaimana bisa seorang murid memurnikan Pil Dewa!
Bahkan jika itu para ahli Alkemis, mereka membutuhkan seratus tahun untuk memurnikan Pil Dewa!
Dalam benak mereka semua, jika murid Sekte Eternal Heaven dapat memurnikan Pil Dewa. Bagaimana dengan Pemimpin Sekte? Bukankah dia akan lebih mengerikan dibandingkan Muridnya!
Xu Dadao melihat ke arah Qin Chen, dia memberi hormat kepadanya. "Murid memenangkan Pertandingan, Guru." Ucapnya dengan penuh rasa hormat.
Semua orang berpaling ke arah Qin Chen, Qin Chen dengan senyuman tipis hanya menanggapi mereka dengan dingin. Sementara untuk muridnya, dia lalu berbicara. "Bagus ... Pil Dewa Napas Tribulation Langit, memiliki khasiat bagi seorang Creation untuk menembus Half Way Immortal dengan Atribut Petir."
"Tidak ada yang dapat menilai keberhasilanmu, mereka semua hanya sekumpulan orang bodoh yang sombong akan pengetahuan yang mereka miliki. Kau pemenang disini, siapapun yang menentang, mereka di anggap bodoh!"
"Baik."
"Pemenang pertandingan kali ini adalah Xu Dadao, dari Sekte Eternal Heaven. Memurnikan Pil Kelas Dewa, Sembilan Napas Tribulation Langit!"
Prok ... Prok ... Prok ...
Semua orang bertepuk tangan dengan sorakan fans yang begitu besar. Xu Dadao melihat sekelilingnya dengan bangga karena dia dapat tampil dengan sempurna tanpa sedikitpun kesalahan.
Melangkah turun dari panggung, melewati Pemuda sebelumnya yang masih mengertak giginya. Saat di sampingnya, Xu Dadao berbicara. "Puftt! Maaf, aku sedikit hebat darimu."
"Keparat!" Gumam Pemuda itu dengan kesal mendengar bisikan Xu Dadao.
Para Tetua dari Sekte Besar terpukul amarah dan rasa malu yang besar. Mereka tidak pernah menyangka akan di tampar begitu keras di babak Pertama.
Qin Chen yang tengah memegang cangkir wine miliknya, dia melirik kesamping ke arah para Ketua Sekte. "Puftt~ Apanya yang Sekte Besar? Bahkan, murid-muridnya hanya dapat Memurnikan Pil Kelas Bumi! Upss! Maafkan aku karena keceplosan, mungkin pengajaran dangkal para Guru di Sekte membuat bakat mereka menjadi buruk."
Meja di depan mereka retak menahan amarahnya dari provokasi Qin Chen sekarang. Mengertak kesal dan memiliki rasa balas dendam tak terbatas kepadanya.
__ADS_1
Qin Chen hanya tersenyum tipis sambil menikmati wine miliknya. Di bawah, pertandingan Alkemis terus berlanjut tanpa halangan sedikitpun.
Setiap Tiga Batang Dupa habis, seluruh penonton, Kaisar, Pilar Kaisar, bahkan seluruh Sekte Besar terus di tampar oleh Pil Kelas Dewa yang di murnikan oleh murid-murid Sekte Eternal Heaven.
Tidak ada satupun dari mereka memurnikan Pil Kelas Langit, melainkan Pil Kelas Dewa, seolah Pil Kelas Dewa di mata murid-murid Sekte hanyalah sebongkah permen lollipop di toko serba ada.
Murah, dan pasaran!
Dalam pertandingan Alkemis, ada banyak permusuhan antara Sekte Eternal Heaven dengan Aliansi Seribu Sekte. Termasuk, Sekte Besar yang dibanggakan.
"Hahahaha ... Dasar katak-katak dalam sumur! Pengetahuan sedangkal sungai ingin sombong di hadapanku! Hahahaha ... " Qin Chen tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi wajah seluruh orang di podium, termasuk Kaisar dan 3 Tetua di belakangnya.
"Fufufu~ Suami ... Berhentilah tertawa, kamu membuat mereka semakin jelek di sini. Nanti mereka marah lalu mengigit seperti anj*ng gila yang kelaparan, itu berbahaya loh." Chu Qincheng tertawa kecil, dengan kata-kata manisnya memprovokasikan seluruh orang termasuk Kaisar.
Sebentar lagi aku perang sama Kaisar, jadi tidak ada salahnya memprovokasi dia sebelum Pertarungan sesungguhnya datang menjemput mereka.
"Tidak apa-apa ... Mungkin nanti malam mereka akan membayar beberapa Anj*ng untuk mengigit kita." Qin Chen melirik ke arah para Ketua Sekte yang duduk menahan emosinya yang tinggi.
Jika meledak, mereka bakalan stroke maupun kejang-kejang di tempat. Qin Chen hanya tersenyum tipis melihat ekspresi wajah yang menahan amarah itu.
10 Pertandingan dimenangkan oleh satu Sekte, Sekte Eternal Heaven. Dalam sekejap mata, Sekte Eternal Heaven mendapatkan banyak minat dari orang-orang yang ingin menjadi kuat seperti mereka.
Cai Wewei selaku moderator tidak percaya bahwa semua kemenangan hari ini di raih oleh Sekte Eternal Heaven.
"Sebagai penutup acara hari ini, Pemenang berturut-turut yang mencetak sejarah baru. Sekte Eternal Heaven, dengan kemenangan 10 kali berturut-turut!" Teriaknya dengan meriah menciptakan sebuah tepukan tangan yang tak ada habisnya memuji Sekte Eternal Heaven.
Qin Chen tersenyum menjadi salah satu Sekte yang menciptakan sejarah baru di Turnamen Alkemis tahun ini.
"Puftt! Pertandingan yang benar-benar menarik!" Gumamnya melangkah kembali ke penginapan.
...
*Bersambung ...
__ADS_1