
Ditempat Qin Chen, dia tengah melayang di udara dengan tenang menatap musuh di depannya layak seperti semut yang dapat mati kapanpun.
"Kaisar, ini waktunya bagimu memanggil budak-budak dibelakangmu. Itu akan lebih bijak dan baik bagimu, dan akan lebih mudah bagiku melenyapkan kalian semua!" Ucap Qin Chen.
"Tch! Kau hanya besar mulut, bocah sepertimu ingin memanggil dia yang berkuasa! Jangan bermimpi, aku sendiri sudah cukup untuk menghadapimu!" Gertaknya dengan wajah yang kesal.
Saat suara itu jatuh di udara, Qin Chen telah berada di hadapannya, dan memandang kebawah hingga sebuah gunung besar meledak menjadi sungai baru yang dalam.
"Sendirian? Kau meremehkanku, Kaisar!" Qin Chen mengatakan sambil mengangkat tangannya ke langit, di atas tangannya terkumpul Esensi Matahari.
Berkumpul membentuk bola besar yang melelehkan apapun. Energi di dalamnya begitu besar, hingga Pusat Tatanan Dunia dapat di lenyapkan sekali lewat.
Kaisar Immortal tercengang sembari berdiri, dia menciptakan sebuah pilar-pilar yang menjulang di sekitarnya. Saat Pilar itu berada di bumi, lapisan-lapisan langit tercipta dan mencoba menahan serangan Qin Chen.
Jatuh!
Serangan Qin Chen jatuh bagaikan meteor yang menghancurkan Bumi. Tiba-tiba, dentuman besar menghempaskan gunung-gunung di sekitarnya, dan sungai meluap menciptakan badai tsunami yang menenggelamkan daratan.
Crack!
Saat pertahanan pertama mulai retak, mata Kaisar Immortal terbuka dan secara signifikan pertahanan itu berhasil diterobos masuk dengan mudahnya.
Setiap pertahanan di hancurkan, Kaisar Immortal menciptakan pertahanan terakhir yang membuatnya terlempar sangat jauh dari tempat dia berdiri sebelumnya.
Bersamaan dengan hal tersebut, suara dengung memekikkan telinga semua orang. Getaran di Langit dan Bumi menciptakan distorsi ruang dan waktu, langit sekarang retak.
Qin Chen tersenyum menyeringai, di balik kabut yang tebal tersebut ada sosok yang Qin Chen tunggu-tunggu. "Dewa!"
"Nak! Kau telah kelewatan batas melukai seorang Murid dari Istana Dewa kami. Apa kau tahu konsekuensi yang harus kau terima?!" Ungkapnya dibalik kabut.
Qin Chen mengibaskan tangannya menghilang kabut dan seketika dia dapat melihat 4 orang melayang di udara memandang dengan rendah kepadanya.
"Yang mati akan tetap mati, tidak perlu banyak bicara. Yama di Dunia Bawah tengah menunggu tumbal baru."
Qin Chen meraih kekosongan, ruang di sekitar Kaisar mengecil dan mencekik leher beserta tubuhnya.
"To- Tolong .... "
__ADS_1
Saat mendengarnya meminta tolong, Qin Chen semakin merasakan kejahatan murni dalam dirinya. Niatnya terukir jelas dengan ekspresinya, Qin Chen menambah daya tekanan tersebut.
Empat orang sebelumnya membuka mata mereka saat melihat ruang di kendalikan. Di Alam Dewa, kekuatan ruang hanya mampu dipelajari oleh keluarga kuno yang telah hidup miliran tahu dibintang.
Bang!
Tanpa sedetik tubuh Kaisar Immortal lenyap dari dunia beserta jiwa miliknya. Keempat Dewa terbuka, mata bergetar penuh amarah yang meluap-luap.
"Bajing*n kecil! Kemari kau!"
Qin Chen tiba-tiba merasakan momentum kekuatan luar biasa tengah menggoyangkan hukum Dunia. Di sekitarnya, langit retak dan bumi bergetar hebat.
"Bukankah ini sedikit berbahaya?" Gumam Qin Chen.
"Entah siapa kau, lebih baik kita selesaikan di Perang Suci!" Ucap Qin Chen yang tenang menghadapi lawannya yang tengah murka.
Perang Suci adalah pertarungan yang adil, dimana ini telah di tetapkan oleh Surga dan berlaku oleh Aturan Surga.
Setiap penantang dan yang ditantang harus memberikan sesuatu yang bernilai agar pertandingan dapat dilaksanakan dengan adil. Ini untuk menghindari kerugian sepihak, dan untuk membuat Dunia tidak terganggu akan pertarungan dan kehancuran Dunia.
"Bocah! Apa kau tahu Perang Suci tidaklah sederhana! Nyalimu cukup bagus, namun kau masihlah bocah yang tidak tahu Langit dan Bumi!"
Pada saat yang bersamaan, tiba-tiba dentuman besar memulai kecepatan waktu di sekitar mereka. Ledakan tersebut menghasilkan nebula yang tebal, dan nebula tersebut mulai memadat.
Matahari pertama tercipta, ini adalah proses penciptaan yang melalui sebuah pemurnian yang Qin Chen lakukan.
Qin Chen mencoba kemampuan Ruang dan Waktu miliknya digabungkan dengan sebuah metode Alkemis miliknya. Dengan kedua hal tersebut, Qin Chen seolah tengah memurnikan sebuah Pil.
Didalam ruang yang dikendalikan, proses penciptaan dan kehancuran berulang-ulang di dalam sana. Keempat Dewa dibuat terdiam, dan kebingungan menghadapi monster di depannya.
Setelah cukup lama, Qin Chen menghentikan proses tersebut dan seluruh langit langsung bergemuruh.
"Bukankah kalian yang takut? Ayolah, aku ingin mencobanya ... Apa Perang Suci sangat hebat sehingga ada banyak Dewa melakukannya, atau hanya sebuah teater yang dibuat oleh Surga untuk menghibur semua orang!"
"Lancang!" Pria itu mengertak keras, lalu dengan kemarahan dia mengeluarkan sebuah gulungan di hadapannya.
Dia melempar ke arah Qin Chen, Qin Chen mengambilnya dan melihat sebuah persetujuan dari dia untuk mengikuti Perang Suci yang Qin Chen buat.
__ADS_1
"Bagus, Dewa itu cukup berani! Tidak seperti ketiga Dewa lainnya. Pengecut, hanya berani mengertak saja."
Di ambang emosinya, mereka melempar gulungan yang sama dan persetujuan di buat oleh kelima Dewa yang akan bertarung di Perang Suci.
"Bagus, mari kita mulai!"
Saat itu juga, sebuah sinar ledakan cosmic menyebar di seluruh Benua Seribu Pedang. Semua orang yang mengetahui ini menjadi ngeri, bahwa ada Perang Suci di Benua Seribu Pedang.
Chu Qincheng terdiam ketakutan, karena dia begitu khawatir dengan Qin Chen yang mungkin melakukan Perang Suci melawan para dewa yang datang.
"Ini ... Nona Chu!" Paman Zhou terkejut merasakan hal ini.
"Ya ... Suami melakukan Perang Suci dengan Dewa dibelakang Kaisar Immortal." Chu Qincheng tidak dapat melakukan apapun, dia tidak dapat ikut serta karena dalam Perang Suci mereka tidak dapat ikut campur.
"Apa tidak apa-apa, mengingat latar belakang Kaisar masihlah tanda tanya?"
"Tidak ... Suami akan baik-baik saja, lebih baik lanjutkan menghancurkan Keluarga besar dan Sekte besar lainnya yang terlibat dalam rencana."
"Baik!"
Walaupun dia bersikap seperti baik-baik saja, namun hatinya sangat rapuh melihat Qin Chen melakukan Perang Suci. Sekalipun itu adil, namun Perang Suci sangatlah berbahaya baginya.
Sekali masuk, maka seterusnya melakukan Perang Suci.
'Suami, bertahanlah sampai aku tiba disana!'
Chu Qincheng mengamuk sejadi-jadinya di langit, merobek-robek kekosongan dengan tangannya. Menjungkirbalikkan seluruh Tatanan Alam di bawah telapak tangannya, seolah dialah Ratu dari segala Ratu Dewa di Surga.
Aura miliknya meledak-ledak hingga ribuan gunung meledak dalam satu tarikan napas. Bahkan jika Qin Chen melihatnya, dia seperti Dewa Agung yang mengatur Hukum dan Aturan dibawahnya.
Sementara para murid yang menyaksikan Tetua Agung mereka tengah mengamuk disana merasakan ketakutan. Karena, Guru/Ketua Sekte pernah mengatakan kepada mereka, jangan buat marah Tetua Agung jika tidak ingin berakhir mengenaskan.
Sekarang, mereka menyaksikan dengan mata kepala mereka sendiri apa yang dikatakan Ketua Sekte adalah benar.
"Tetua Agung benar-benar mengerikan!" Ucap mereka semua yang gemetaran.
...
__ADS_1
*Bersambung ...