
Istana Raja Kudus
Qin Chen telah meletakkan Istri kecilnya di atas tempat tidurnya. Sekarang, Qin Chen berada di luar Istana, tepatnya di halaman utama Istana dengan Zi Long disampingnya melihat seluruh lapisan pertama.
"Zi Long ... Menurutmu, apa yang kurang dari Sekte yang aku bangun sekarang?" Tanya Qin Chen.
"Menjawab Yang Mulia, Sekte sekarang sudah lebih dari cukup, namun kendalanya hanyalah Tetua Sekte yang tidak memumpungi. Perkembangan murid-murid terhambat karena mereka belajar dari satu Guru." Balas Zi Long dengan nada rendah.
"Begitu." Qin Chen yang mendengarnya juga memikirkan hal tersebut. "Turnamen akan mengadakan 3 Acara. Pertarungan 1v1, Alkemis dan Master Formasi. Sementara itu, aku hanya memiliki pengetahuan Alkemis tidak Formasi. Namun itu bukanlah masalah, Chu Qincheng seorang Master Formasi terbaik di Dunia."
"Apa yang anda katakan memang benar. Formasi Tanah Kematian ini begitu kuat, bahkan saya menganalisa Formasi ini setidaknya di kelas Surga tinggi."
Qin Chen melihat ke arah ruangan Chu Qincheng yang tertidur pulas. "Sudahlah ... Nanti aku akan bicara dengannya. Sekarang, Zi Long, kumpulkan semua murid di aula. Ada sesuatu yang ingin aku sampaikan untuk Turnamen ini."
"Baik."
Qin Chen menghela napasnya, kali ini dia benar-benar ingin memenangkan Turnamen dan membuat Sekte miliknya terkenal akan kehebatan murid-muridnya.
"Ini telah lebih dari 1 bulan di Dunia Atas, apa dia sudah melakukan tugasnya? Jika di pikir-pikir, aku sangat jahat ya." Gumam Qin Chen yang merasa bersalah membohongi wanita itu, Zu QianLing.
Qin Chen lalu pergi dari sana menuju alun-alun Sekte, sementara Chu Qincheng tengah tertidur pulas di atas tempat tidurnya. Dia mengabaikan rasa laparnya, karena telah nyaman tidur sampai lupa makan.
***
Alun-alun Sekte, semua murid berkumpul setelah mendapatkan pemberitahuan dari Zi Long. Mereka berbaris di depan panggung yang berada di alun-alun, tiba-tiba Qin Chen muncul dan berdiri di hadapan mereka semua.
"Perhatian semuanya ... Apa kalian tahu kenapa kalian berkumpul disini?" Tanya Qin Chen kepada mereka.
Mereka menggelengkan kepalanya, Qin Chen lalu melanjutkan pembicaraan. "14 hari dari sekarang Turnamen akan di adakan. Di dalam Turnamen ada 3 acara yang akan di adakan, Pertarungan, Alkemis, dan Formasi. Siapapun dapat berpartisipasi dalam Turnamen, kalian pilih yang mana yang ingin kalian ikut dan pisah dari barisan menjadi 3 kelompok."
Mereka saling berbicara menentukan keinginan mereka sendiri. Zi Long memberikan bendera di setiap kelompok dimana membedakan antara pertarungan, Alkemis dan Formasi.
Perlahan, mereka memasuki kelompok masing-masing dengan keinginan mereka masing-masing. Qin Chen tersenyum puas melihat ada banyak sekali pertarungan, sekaligus Alkemis dan Formasi.
Dari 48 Murid Sekte, 26 Pertarungan, 10 Alkemis, 12 Formasi.
__ADS_1
"Bagus ... Ada banyak generasi Master Pedang yang hebat. Profesi Alkemis dan Formasi adalah profesi yang sulit ditemukan, kalian akan menjadi seorang terkenal di Benua ini."
Mendengar hal tersebut, mereka senang karena Ketua Sekte mereka benar-benar seorang Dewa yang membantu mereka. Bahkan, sikapnya begitu baik tidak kasar seperti Sekte lainnya.
"Tentang siapa guru kalian, generasi Master Pedang akan di latih olehku dan Zi Long. Sementara Formasi akan di latih oleh Tetua Agung, dan Alkemis akan di latih olehku sendiri. Apa kalian paham."
"Paham, guru."
"Baguslah ... Besok kita akan memulai sesi pelatihan tertutup hingga Turnamen tiba. Siapkan stamina kalian dan energi, ini akan membentuk tekat kalian menjadi Dewa Dunia baru!"
"Baik!" Mereka bersuara keras hingga membuat momentum tekad abadi kembali muncul dalam diri mereka.
"Kalian boleh kembali."
Setelah itu, mereka meninggalkan tempat tersebut menuju tempat masing-masing. Mereka penuh semangat, karena hari itu akan tiba dimana mereka akan menunjukkan kepada Dunia bahwa mereka bukanlah sampah.
Sementara itu, Qin Chen terduduk disana membuat Zi Long terkejut.
"Yang Mulia."
"Tidak apa-apa ... Aku perlu bermeditasi untuk menyerap Qi Jahat di sekitar sini. Zi Long, lindungi aku selagi berkultivasi."
Qin Chen menutup matanya dan mulai menyerap Qi Jahat di sekitar. Putaran Qi Jahat membentuk topan Spritual yang masuk kedalam Dantian miliknya.
Murid-murid yang tidak jauh dari sana melihat Ketua Sekte tengah menyerap Qi Jahat berwarna ungu kedalam dirinya. Menakjubkan adalah satu-satunya kata yang bisa mereka katakan.
Didalam benaknya, Qin Chen mendengar suara yang terus mengisi Tong besar dengan air yang mengalir. Itu adalah Exp yang terus bergerak menghitung jumlah Qi Jahat Qin Chen.
Kecepatan penyerapan yang luar biasa, bahkan area yang diserapnya mencakup seluruh Tanah Kematian dengan jelas menampilkan Spritual ungu di Sekte.
[Ding!]
[Selamat Tuan, karena berhasil menerobos Earth Immortal (Puncak).]
Qin Chen tersenyum puas dalam batinnya, mau menembus ranah besar tidak bisa. Qi Jahat kurang, sehingga berkultivasi selama beberapa jam ini hanya dapat menerobos ranah kecil yang sekarang berada di Puncak Earth Immortal.
__ADS_1
Membuka matanya, melihat sekitar telah berubah suasana. "Berapa lama aku berkultivasi?"
"Menjawab Yang Mulia, anda telah berkultivasi selama lebih dari 4 Jam."
"Begitu ... Aku akan kembali ke Istana, tolong jaga Sekte." Qin Chen menghilang dari saja menuju Istana.
Sebelumnya, dia telah berjanji untuk membuatkan makanan untuk Istri kecilnya. Karena hal tersebut, Qin Chen cepat-cepat kembali untuk memasak.
Di dapur, Qin Chen memasak makanan yang dia ingat sewaktu di Bumi. Walaupun belum pernah memasak, Origin Tree meningkatkan pontensi dalam memasak ke titik tertinggi.
Bahkan jika Zi Long melihat, dia akan tercengang melihat Raja-nya memasak di dapur. Ini bukanlah penghinaan, melainkan terkejut bahwa Raja mereka memasak untuk seorang wanita.
Sementara itu, Qin Chen tengah memasak mengikuti panduan lengkap di depannya. Seperti Ilusi, dimana makan-makan modern yang dia ingat menunjukkan bahan-bahan yang harus di selesaikan.
Sedangkan Chu Qincheng, dia yang telah terbangun tengah duduk di Tahta dengan ekspresi cemberut.
"Humph! Dasar pembohong! Katanya ingin membuatkanku makanan. Tapi malah meninggalkanku sendiri di kamar, humph! Awas saja jika kembali, aku tidak akan memaafkannya."
Chu Qincheng mengutuk Qin Chen sembari mengemil snacks yang tidak diketahui dari mana dia mendapatkan. Namun yang jelas, Chu Qincheng tengah merajuk karena Qin Chen menghilang.
Tangannya bergerak seolah menggeser langit di ujung jarinya, matanya tajam penuh misteri yang tak terungkapkan oleh sebuah kata yang panjang.
Sementara ditempat Zi Long, dia tengah duduk di ruangan sembari merencanakan perkembangan murid-murid Sekte. Sedangkan murid-murid tengah mempersiapkan esoknya, karena mereka akan benar-benar dilatih dengan keras untuk Turnamen.
Qin Chen tengah perang dengan masakannya, membuat makanan untuk Istri kecilnya. Selama disana, Qin Chen mengisolasi ruangan agar tidak menyebar dan ruangan lainnya.
Setelah selesai, Qin Chen menyiapkan semuanya di meja makan, menyusun dengan rapi karena semua ini untuk Istri kecilnya untuk di habiskan.
Keluar setelah menyusun rapi di atas meja makan, mencari Chu Qincheng di kamarnya namun kosong.
Qin Chen terus mencari hingga tiba di Tahta miliknya, dia melihat Chu Qincheng tengah duduk dengan ekspresi cemberut. Melihat hal tersebut, Qin Chen seperti mengetahui sesuatu.
"Ha! Sepertinya di marah karena aku tidak menepati janji setelah dia bangun." Gumam Qin Chen yang mendekati Chu Qincheng yang dimana dia melihat Qin Chen yang ada di depannya.
"Humph!" Dia memalingkan wajahnya kesamping menandakan tengah marah kepadanya.
__ADS_1
...
*Bersambung ...