Supreme King System

Supreme King System
Chapter 233 : Mencoba masuk kesadaran


__ADS_3

Tiba-tiba orang sebelumnya datang ketempat sebelumnya setelah melaporkan perkataan Qin Chen kepada Dewa Raksasa. "Kaisar iblis, Dewa Raksasa memberikan izin untuk masuk dengan pengawalan penuh dari kami. Jika kau membuat keributan, kami akan mengambil tindakan tegas untuk ini!"


Ia mengangguk dan pergi mengikuti mereka ke istana meninggalkan orang-orang dibawah sana yang tengah mengamati Qin Chen, sementara Qin Chen pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun.


***


Istana Raksasa


Didalam istana, Qin Chen menjadi pusat perhatian orang-orang yang berada didalam sana. Banyak dari mereka memberikan niat membunuhnya pada Qin Chen, namun Qin Chen abaikan karena ada masalah yang lebih penting dibanding cecunguk ini.


Saat berada di hadapan Dewa Raksasa, Qin Chen melihatnya yang duduk dengan sombong di tahtanya. Ia tidak menyapa maupun memberikan hormat, karena raja tidak akan menundukkan kepalanya pada orang yang memiliki hati jahat.


"Apa maksud kedatangan Kaisar Iblis tanpa pengawal secara pribadi ke Istanaku?" Tanyanya dengan santai.


"Aku hanya datang untuk menunjukkan wajah bahwa aku berada disini, siap atau tidaknya kau seharusnya sudah tahu. Perbatasan dua benua telah berperang dalam waktu yang lama, aku datang secara pribadi ke benua ini untuk menyelesaikan konflik tersebut."


"Huh! Kau ingin aku berhenti untuk membuat keributan di perbatasan? Bagaimanapun, kasta antara kau dan aku itu terbilang jauh, aku adalah Dewa, dan kau hanya Kaisar belaka. Tidak ada yang melampaui Dewa selain Raja, apa aku salah?"


"Tidak, kau benar. Aku hanya kaisar, dan kau adalah Dewa, tidak ada yang melampaui Dewa selain Raja. Pemikiran yang logis dan masuk akal, namun itu semua masihlah terlalu dini untuk sombong."


Ia bergerak dengan posisi serius melihat Qin Chen, perkataannya bukanlah sesuatu yang biasa melainkan sebuah peringatan besar dalam nada yang halus.


"Apa maksudmu, kaisar."


Qin Chen tertawa kecil, ia melihat reaksi Dewa Raksasa yang sedikit panik membuatnya yakin bahwa ia akan memanggil bantuan dari surga untuk membantunya melawan Qin Chen sekarang ini.


"Tidak perlu dipikirkan, kau akan tahu nantinya. Tujuanku sudah terpenuhi, melihat orang yang berbeda benar-benar memuakkan, tidak perlu diperjelas karena kau sudah sadar apa yang aku bicarakan."


Bang!


Ia menghantam dinding dibawah tangannya membuat hempasannya besar melempar orang-orang didalam ruangan kebelakang. Qin Chen tersenyum melihat Dewa Raksasa terpancing oleh emosinya, ia menggertak beberapa kali melihat Qin Chen dengan tajam.


"Apa maksudmu kaisar! Jika jawabanmu tidak memuaskanku, aku akan menjamin kau tidak akan bisa keluar dari istana ini!"

__ADS_1


Qin Chen hanya menggelengkan kepalanya. "Dewa Raksasa, aku yang terlalu pintar atau kau yang terlalu bodoh untuk menyadari apa yang aku katakan? Jika benar, aku akan mendoakan agar kau pintar dan dapat mengerti tentang yang aku katakan."


"Keparat!"


Bang!


Ia melesat mendekati Qin Chen dan menyerangnya langsung tanpa menggunakan ketrampilan sedikitpun. Saat pukulannya mengenai Qin Chen, sebuah ledakan besar menyebabkan lantai retak dan langit-langit ruangan terbelah.


Tiba-tiba kabut menghilang dan Qin Chen menyerang balik dengan tangan kirinya mengenai wajahnya. Dewa Raksasa terlempar jauh kebelakang menghantam dinding dengan keras.


"Kau menang kuat, namun tidak sekuatku yang sekarang. Aku akan mengatakan sesuatu padamu, kalau kau menyerangku satu bulan yang lalu, aku mungkin akan kewalahan menghadapimu, namun kau telat mengambil keputusan tersebut dan kalah saing dengan kekuatanku."


"Keparat! Aku tidak percaya akan hal itu, aku adalah Dewa Raksasa! Penguasa Dunia dan bencana kehancuran umat manusia! Bagaimana bisa kalah dengan manusia rendahan seperti kau!"


"Huh! Kau memang keras kepala dengan angkuhnya mengatakan bahwa kau kuat? Sekarang buka matamu, aku akan memberikan peringatan pertama ini karena aku tidak ingin membuat rencanaku hancur, panggil semua orang yang berhubungan denganmu di surga, karena aku akan membersihkan cecunguk -cecunguk seperti kalian."


Dewa Raksasa bangkit kembali dengan aura hitam membalut dirinya begitu padat membawa hawa kematian dan getaran hebat mengguncang satu benua dengan sangat keras.


"Kaisar iblis! Tidak akan aku biarkan kau lepas hari ini, aku akan menangkapmu dan membuatmu merasakan apa yang seharusnya tidak kau bangunkan!"


"Tinjau Awan Penghancur Gunung!"


Bang!


"Kuegkkk!" Terhempas kebelakang menghancurkan dinding istana, Dewa Raksasa mengalami luka dalam yang sangat luar biasa dimana ia kehilangan banyak esensi kehidupan yang ia miliki.


Qin Chen mencoba masuk kedalam kesadaran miliknya namun dihalangi oleh kekuatan tak terlihat membuatnya tidak dapat masuk lebih dalam kedalam kesadaran Dewa Raksasa.


Karena hal tersebut, ia mencoba melukai Dewa Raksasa sampai batas dimana kesadarannya terganggu dan Qin Chen bisa menarik Jiwa Dewa Raksasa yang sebenarnya keluar untuk memberitahukan Qin Chen tentang semuanya.


Ia melesat menyusul Dewa Raksasa yang terbang ke langit menghindari luka-luka lebih dalam lagi dibandingkan sekarang ini, ia mengumpulkan energi besar di tangannya dan mulai menyerang.


"Sinar Plasma Penghancur!"

__ADS_1


Pada saat ia keluar dari istana, tiba-tiba dikejutkan dengan sinar plasma panas di depan mata membuat Qin Chen langsung mengeluarkan pertahanan miliknya hingga membuat sinar tersebut tersebar memantul di segala arah.


Boom! Boom! Boom!


"Lari semuanya, Dewa Raksasa tengah bertarung melawan kaisar iblis! Siapapun yang berada di sekitarnya akan menjadi korban pertarungan!"


"Apa! Bagaimana bisa! Bukankah perang sudah ditentukan oleh para petinggi, kenapa Dewa Raksasa dan Kaisar Iblis bertarung terlebih dahulu sekarang!"


Mereka berdebat sambil berlarian menjauh dari tempat tersebut karena banyak korban yang telah berjatuhan karena pertarungan mereka berdua di langit.


"Kaisar iblis, kau memang kuat, namun kau hanya sendirian! Kau tidak akan mampu mengalahkanku!"


"Hahaha, dasar naif. Sedari awal aku tidak berencana membunuhmu karena itu terlalu mudah. Aku datang untuk merebut Jiwa yang kau segel demi tubuhnya, setelah itu aku akan pergi!"


Setelah mendengar tujuan Qin Chen membuatnya semakin marah, karena ia sekarang dipermainkan oleh Qin Chen dan dipermalukan didepan publik secara terang-terangan.


"Keparat, terima ini! Getaran Penghancur Bumi!"


Duarr! Duarr! Duarr!


Gempa bumi yang absolute membuat banyak orang-orang dibawah terjatuh tidak dapat menyeimbangkan fondasi mereka masing-masing sehingga menyebabkan ketidak seimbangan energi dan fondasi.


Qin Chen hanya merasakan sedikit goyangan pada dirinya, setelah itu ia tidak merasakan apapun selain rasa nyaman seperti dipijat oleh seseorang dipunggungnya.


"Sekali lagi, itu tadi lumayan hebat karena punggungku terasa lebih baik dibandingkan sebelumnya. Kau benar-benar memiliki kemampuan yang unik ya, Dewa Raksasa."


"Apa! Serangan sekuat itu hanya dianggap sebagai pijatan gratis! Apa kaisar benar-benar sangat kuat tak tertandingi sampai-sampai tidak dapat dilukai Dewa Raksasa!"


"Jangan banyak bicara, apa kau ingin dicoret dari kota! Jika tidak, diamlah dan amati pertarungan mereka siapa tahu anda harta lain yang berjatuhan."


"Benar-benar, ini kesempatan yang tidak datang dua kali!"


Mereka berkumpul mengamati Qin Chen dan Dewa Raksasa yang bertarung di langit.

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2