Supreme King System

Supreme King System
Chapter 81 : Qin Chen, Siapa kamu?


__ADS_3

Kediaman Qin


Setelah Qin Chen pergi sebelumnya, Qin Chynna meminta izin kepada Ketua Sekte untuk mengunjungi Keluarganya. Qin Chynna ingin mencari tahu kebenarannya, kebenaran tentang adik kandungnya sendiri.


Di ruangan, terlihat Patriak Qin tengah duduk dengan tenang, istrinya tengah pergi ke dapur untuk menyiapkan cemilan untuk putrinya. Qin Chynna duduk dengan tatapan tajam ke arah ayahnya sendiri.


"Ayah, aku datang untuk satu hal. Seharusnya ayah tahu apa maksud kedatanganku." Ucap Qin Chynna.


Patriak Qin hanya diam, dia mengerti maksud putrinya. Semuanya tentang Qin Chen yang sekarang dan yang sebenarnya. Patriak Qin, mengeluarkan Peti Mati di depan Qin Chynna.


"Bukalah ... Pemuda sebelumnya memberikan Peti Mati ini untuk mengawetkan Chen'er di dalamnya. Ayah telah menentukan kelanjutannya." Jelasnya dengan nada kecil di depan Qin Chynna.


Qin Chynna mendekati Peti Mati, membukanya dengan sedikit gemetaran menahan diri. Saat Peti Mati terbuka, terlihat wujud Qin Chen yang tengah terbaring dengan sebuah senyuman yang bahagia di wajahnya.


Qin Chynna tidak dapat menahannya lagi, air matanya mengalir begitu saja, dia memeluk adiknya dengan erat seerat dirinya ingin melindungi Qin Chen.


Sayangnya, Takdir selalu berubah dan tidak dapat diketahui. Patriak Qin memalingkan wajahnya, dia bersedih namun menahannya di depan putrinya sendiri.


"Qin Chen ... " Suara Qin Chynna menggema di dalam ruangan. Dia menyalahkan dirinya sendiri karena pergi dari rumah, dan membiarkan adiknya mengalami hal sepahit ini.


Patriak Qin mendengar langkah kaki istrinya mulai mendekat. Dia menyentuh pundak putrinya. "Chynna ... Ibumu akan kembali, ayah tidak ingin dia mengetahuinya sekarang. Ayah dan Pemuda itu telah merencanakan Kematian Qin Chen kedepannya, dengan begitu, ibumu tidak akan seperti ini terus-menerus."


"Tapi ... " Qin Chynna tidak terima, namun tidak dapat mengatakan apapun.


Pintu ruangan terbuka, Peti Mati telah di simpan kembali. Istri Patriak Qin melihat putrinya bersedih di lantai, dimana ini mengejutkan dirinya.


"Sayang ... Apa yang kamu lakukan pada Chynna ... Dia baru saja kembali, jangan memarahinya." Dia dengan cepat meletakkan cemilan di atas meja dan mendekati Qin Chynna untuk membantunya berdiri.


"Ayo Chynna ... Ibu bantu berdiri, jangan dengarkan omongan ayahmu." Jelasnya begitu tulus merawat Qin Chynna.

__ADS_1


Qin Chynna yang melihat hal tersebut akhirnya menyadari sesuatu. Dia menghapus air matanya dan berbicara. "Tidak apa-apa ibu ... Ayah hanya mendidik putrinya yang tidak berguna ini."


"Tidak! Kamu adalah kakak yang berguna, apa kamu telah bertemu dengan Chen'er? Bagaimana, adikmu telah tumbuh dewasa dan kuat, ibu bangga padanya." Tanya Zu QianLing kepadanya.


Qin Chynna tertegun beberapa saat melihat ke arah ibunya. Dia menahan rasa ingin mengungkapkan sebenarnya, melihat ibunya yang tengah lemah, dia tersenyum menutupi kebenaran.


"Ya! Adik benar-benar hebat, Chynna telah bertemu dengannya sebelumnya, dia telah banyak berubah. Bukan hanya pintar, dia juga sangat berbakat. Sebagai kakaknya, Chynna sangat bangga dengan prestasi yang dia peroleh sewaktu muda." Dengan nada yang bahagia membalasnya.


Meskipun dalam hatinya merasakan bersalah tak berujung membohongi ibunya sendiri. Mau bagaimana lagi, Qin Chynna tidak dapat mengatakan sebenarnya di saat ibunya dalam kondisi lemah.


'Maafkan Chynna ibu ... Maafkan Chynna harus berbohong pada ibu. Ini semua untuk kebaikan ibu, tapi Chynna janji, Chynna akan memberitahukan ibu semuanya.'


Zu QianLing tersenyum bahagia, memeluknya dengan erat dan hangat. Qin Chynna membalasnya dengan lembut, mereka berdua membuat Patriak Qin terdiam dan senang semuanya baik-baik saja.


Setelah itu, mereka semua mengobrol ringan di dalam ruangan hingga malam tiba.


Di belakang kediaman Zu QianLing, Zu QianLing tengah berdiri menatap bulan sabit yang cerah. Di belakangnya ada beberapa Pelayan menunggu Zu QianLing untuk kembali ke ruangannya.


"Chen'er ... Ibu selalu mendoakanmu di Alam sana. Ibu tidak terima kamu meninggalkan ibu terlebih dahulu." Gumamnya yang menangis dibawah bulan.


Kupu-kupu cahaya beterbangan di halaman belakang kediaman Zu QianLing. Semuanya terbang, mereka bertugas memberikan doa Zu QianLing kepada Surga.


Sebenarnya, Zu QianLing telah mengetahui kebenarannya tentang kematian Qin Chen. Sebelumnya, dia belum menerima kematian Qin Chen dan membuat Qin Chen sekarang seperti putranya.


Namun waktu terus berputar, Zu QianLing terus menangis setiap malamnya mengingat kematian Qin Chen. Putranya sendiri, ini membuat pukulan keras kepadanya.


Tubuhnya terus melemah karena memikirkan hal tersebut, ini bahkan membuat Patriak Qin bingung. Makan, istirahat, maupun hal lainnya sudah di atur sebaik mungkin menjaga kesehatannya.


Namun nyatanya, istrinya setiap waktu melemah seolah-olah energi dalam dirinya di hisap oleh sesuatu yang tidak diketahui.

__ADS_1


Zu QianLing terus menangis, inilah akibatnya. Setiap malam menangis, paginya menutupi sedihnya dengan sikap biasanya, tidak mengetahui kematian Qin Chen.


"Ibu bertemu dengan pemuda yang mirip denganmu. Sikapnya, sifatnya, bahkan Aura miliknya sama sepertimu. Seolah-olah, Chen'er telah bereinkarnasi ke tubuh pemuda itu dengan ingatan yang hilang." Gumamnya.


Saat kupu-kupu cahaya menghilang, Zu QianLing terduduk lemah di atas tanah, para pelayan dengan cepat mendekatinya, membantunya untuk pergi ke ruangan.


Zu QianLing melihat bulan dan perlahan menundukkan kepalanya. Dalam hatinya, dia telah menerima Qin Chen sebagai putranya, karena dia memiliki semua yang dimiliki putranya.


Sementara di tempat lain, Qin Chynna tengah duduk di tepi kolam ikan emas. Menyentuh air yang membentuk gelombang, Qin Chynna bersedih.


"Bodoh! Dasar bodoh!" Suara Qin Chynna cukup keras hingga dapat didengar dari dinding sebelahnya. "Dasar tidak berguna! Kenapa bisa ... Kenapa harus adik yang pergi, kenapa tidak kakak saja!"


Suaranya yang menyesal, mengingat seberapa lemahnya dirinya. Bahkan melindungi adiknya sendiri maupun keluarganya tidak berguna, dan membuat ibunya kedalam masa yang tidak baik.


Semalam ini, dua orang tengah duduk di tempat yang berbeda-beda namun dengan harapan yang sama.


Mengharapkan Qin Chen tenang di alam sana, dan jika dia bereinkarnasi. Mereka berharap Qin Chen menemukan Keluarga yang baik kepadanya, dan melindungi dirinya.


Tidak seperti mereka, mereka tidak dapat melindunginya. Bahkan tidak mengetahui siapa dalangnya jika bukan karena Qin Chen yang sekarang.


Malam yang dingin menyerbu Kota, Kota dalam satu hari sudah membaik. Banyak orang-orang luar berdatangan membangun Keluarga, keluarga Qin adalah satu-satunya keluarga terbesar di Kota.


Qin Chynna terduduk menatap langit, mengingat wajah Qin Chen sebelumnya. "Qin Chen ... Siapa kamu sebenarnya? Kenapa kamu memiliki wajah yang sama dengan adikku. Bahkan, Aura milikmu tidak dapat dibedakan, semuanya sama."


"Apa ini namanya Reinkarnasi? Tidak, tapi dia muncul setelah adik telah tidak ada. Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan, apa ini tentang yang kamu bilang sebelumnya?"


Qin Chynna dilema memikirkan hal tersebut, wajahnya sedikit memerah dan perlahan menutup matanya membawa pikirannya mengingat ingatannya bersama Qin Chen sebelumnya.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2