
Selang beberapa menit berlalu, Qin Chen dan kedua muridnya tiba. Tiba ditempat pertarungan antara Yang Hidup dan Yang Mati. Kedua belah sisi saling bertarung sengit satu sama lainnya.
Namun sisi Yang Mati. Kekuatan Kaisar, Jiwa dan lain sebagainya tengah berdiri memandang rendah sekumpulan Makhluk bodoh yang bertarung.
Sementara itu, di belakang mereka, Qin Chen dan kedua muridnya tengah berdiri di langit melihat pertarungan sengit. Kedua muridnya melihat rombongan Keluarga mereka tengah terdesak.
"Guru ... Apa kami boleh menyusul keluarga. Dilihat, mereka tengah terdesak melawan sekumpulan Kerangka Hidup." Xia Jingyi khawatir dengan keluarganya.
"Benar Guru ... Apa kamu boleh membantu mereka. Karena, Ayah Hongyi ada di sana, Hongyi takut terjadi sesuatu padanya." Sahut Xia Hongyi dengan memohon.
Qin Chen tergoda karena dia terlalu manis. "Baiklah ... Pergilah, Guru akan mengurus Kerangka di sana. Kalian dapat kembali, nanti bertemu lagi jika semuanya selesai."
"Terimakasih Guru."
Mereka berdua melompat kebawah, dari langit dua gadis cantik turun membawa aroma wangi. Para Yang Mati tertarik dengan aroma tersebut, mereka berdua telah meminum Air Mata Bulan.
Aroma tersebut membuat para Yang Mati tertarik karena kekuatannya. Qin Chen yang berada di sana melesat mendekati beberapa kekuatan besar menjaga di depan Reruntuhan Makam.
Semua orang dapat melihatnya, melihat sosok pemuda mendekati kekuatan besar dari pihak musuh.
Mereka Yang Mati melihat dan merasakan kedatangan Qin Chen. Kedatangan Qin Chen tanpa niat membunuh, seakan dia datang dengan maksud baik.
Qin Chen berdiri di hadapan mereka, kini Qin Chen berada di atas bukit bersama dengan pihak musuh yang kuat.
"Hohoho ... Ternyata ada manusia yang menarik disini. Kau cukup hebat karena berdiri di hadapanku tanpa rasa takut." Ucap kerangka tersebut.
Kedua rahangnya tidak bergerak, hanya suara yang keluar entah dari mana. Namun dengan gerakan yang dia berikan, suara tersebut memang dari dirinya.
"Jangan banyak omong kosong, aku tidak sudi berbicara dengan kerangka seperti kalian. Langsung saja pada intinya, dimana Harta Makam. Jika kalian memberitahukanku, aku dengan baik hati membiarkan kalian semua hidup di sini." Balas Qin Chen dengan acuh tak acuh.
Para Kerangka tersebut menggertak rahangnya, suara detak kerasa terdengar. Ingin mengerutkan kening, namun kening mereka sekeras batu.
"Sangat sombong, bagus-bagus ... Kau memiliki hati yang Jahat dan Licik. Harta Makam tidak akan menerima Hati seperti yang kau miliki sekarang." Balasnya yang masih bersikap ramah kepada Qin Chen.
__ADS_1
"Hati Iblis, Dao Hati atau apapun itu, aku tidak peduli. Jalanku, aku yang menentukannya. Jika kalian menghalanginya, aku akan menghancurkan kerangka menyebalkan seperti kalian!" Balas Qin Chen dengan tatapan mata tajam.
Aura hitam keluar menyerupai gas, berkumpul menutupi seluruh tubuhnya. Mereka yang melihat sedikit mundur kebelakang, melihat Aura Qin Chen mengandung kekuatan Jahat paling pekat dan mengerikan.
"Kekuatan ini ... Perasaan intens ini ... Tidak salah lagi, perasaan yang pernah kami rasakan di Dunia atas." Salah satu dari mereka berbicara dengan rasa takut mendalam.
Kerangka bergetar hebat, bergetar tanpa henti-hentinya. Merasakan kekuatan Jahat milik Qin Chen, mereka seperti menghadapi sosok itu secara nyata.
'Perasaan? Dunia atas? Apa mereka semua membicarakan tentang kekuatan Dewa Jahat.' Pikir Qin Chen.
Qin Chen mengangkat tangannya, meraih matahari. Cahaya merah berapi-api di telapak tangannya, tatapan serius dari mereka semua tidak terukir lagi.
"Kemarilah! Akan ku murnikan kalian semua!" Ucap Qin Chen.
Sontak mereka terkejut, menggertak beberapa kali sebelum menyerang. Qin Chen menjatuhkan tangannya kebawah, tiba-tiba sebuah meteor besar di atas langit jatuh kebawah.
Padangan semua orang tertuju pada meteor tersebut, memiliki massa. 535.680 Pon dengan diameter 130 km. Begitu besar, dengan sekelilingnya berkobar api membakar seluruhnya.
Jatuh kebawah menyerupai bintang jatuh, Qin Chen bermaksud memusnahkan seluruh manusia dibawah. Namun sebenarnya, dia hanya menggertak saja.
Sekumpulan Kerangka dibelakangnya bergerak, tangan-tangan tulang bergerak menggunakan kekuatan masing-masing. Di langit, puluhan tangan besar mencoba menahan serangan Qin Chen.
"Terlalu kuat! Serangannya terlalu kuat! Tidak dapat menahannya lebih lama. Cari cara lain untuk menahannya!" Teriak salah satu dari mereka.
Dalama kegaduhan, kedua muridnya melihat Guru mereka dari kejauhan. Sedikit takut melihat meteor tersebut, namun di atas sana adalah Guru nya.
"Guru ... Apa yang Guru pikirkan sekarang?" Gumam mereka secara bersama dan sama.
Sementara Qin Chen, dia tersenyum dengan sedikit mendorong kebawah, tekanan semakin besar. Gravitasi menekan semua orang termasuk kedua muridnya, tatapan mata Qin Chen tidak memandang batasan.
"Jika seranganku jatuh, bukan hanya manusia, tapi kalian semua akan menghilang bersamaan Reruntuhan ini. Atau lebih buruknya, Tanah Makam akan hilang digantikan dengan Reruntuhan Kekacauan!" Ucap Qin Chen.
"Tunggu!"
__ADS_1
"Apa yang ingin kau katakan? Cepat, aku tidak memiliki Waktu untuk basa-basi lagi dengan Kerangka seperti kalian." Balasnya acuh tak acuh.
"Jika kau meledakan tempat ini, kau juga akan mati! Apa kau berani mempertaruhkan nyawamu sendiri?" Tanyanya.
"Begitu ... Jika begitu, aku akan buktikan, aku akan mati atau tidak!" Balas Qin Chen.
Qin Chen mendorongnya lebih, namun seketika dari sis lain sebuah cahaya melesat terbang dengan menghantam meteor Qin Chen dengan keras.
Bang!
Terlempar jauh dari tempat sebelumnya, Qin Chen tersenyum puas melihat kemunculan Ranah Mahayana dengan kekuatan Immortal di sana.
Serangan Qin Chen terlempar jauh di sisi lain belahan Dunia, meledak di permukaan air hingga suara Ledakan besar menggema di seluruh langit.
Getaran hebat terasa hingga ditempat mereka. Hempasan angin menghancurkan Gunung dan Sungai, kehancuran besar di sisi lain Dunia begitu besar hampir mencakup setengah Dunia.
Retakan tanah mengeluarkan aliran lava panas berkobar, menyebar di segala sisi. Sebagian Dunia telah hancur dalam kekacauan besar dan besar.
Orang-orang di tempat Qin Chen merasakan sisa dampaknya, hawa panas menyebar dimana-mana. Permukaan tanah mengeluarkan uap panas dan asap menutupi padangan semua orang.
Qin Chen mengibaskan tangannya, seluruh asap menghilang membentang membentuk lingkaran sempurna.
Di atas sana, Ranah Mahayana melihat dirinya dengan tajam. Seluruh kerangka memandangnya, dia adalah Jendral Definisi Pertama dibawah aturan Raja Makam.
Bentuknya, tidak jauh berbeda dengan Kerangka lainnya. Membedakan mereka hanya dengan kekuatan dan juga Plat di samping pinggang mereka.
"Jenderal Pertaman Definisi Pertahanan, Zi Long! Naga Timur yang mengamuk di Surga dan Bumi, menghancurkan kemanusiaan dan berubah menjadi iblis. Apa aku benar, Zi Long?" Ucap Qin Chen dengan nada yang terdengar menyakinkan identitas.
Zi Long semakin meliriknya, memandangnya dengan tajam. "Hanya serangga, berani membuat keributan di Tanah Makam Yang Mulia Raja Makam. Dosamu tidak dapat di ampuni, matilah dan menjadi persembahan Yang Mulia Raja Makam!"
"Ho! Menarik!" Qin Chen tersenyum tipis dengan misterius.
...
__ADS_1
*Bersambung ...