Supreme King System

Supreme King System
Chapter 74 : Menuju Wilayah Selanjutnya


__ADS_3

Dibawah, mereka tidak dapat mendengar percakapan mereka berdua. Jarak yang begitu jauh, ditambah penghalang suara yang tidak bocor keluar, mereka tidak dapat mendengar pembicaraan mereka.


Mereka hanya dapat melihat Qin Chynna terjatuh kebawah dengan tubuh gemetaran, dan suara tersedu-sedu seolah tengah menangis di atas sana.


"Aku tidak bermaksud membohongimu sebelumnya, hanya waktu yang tidak tepat. Sekarang kamu telah mengetahui kebenarannya." Ucap Qin Chen dengan tenang tanpa rasa bersalah.


Qin Chynna masih tidak percaya dengan semuanya, ini seolah-olah hanyalah mimpi belaka yang diciptakan oleh Qin Chen untuk mencari tahu sebelumnya.


Namun, semuanya tampak nyata, tidak dapat dibedakan ini ilusi ataupun kenyataan. Hanya satu jawaban, Qin Chynna berdiri dengan tubuh gemetaran.


"Tidak mungkin, ini pasti bohongkan. Tidak mungkin adikku telah mati."


Qin Chen yang mendengar kesal, tangan kanannya melesat ke wajahnya. Menampar dirinya agar sadar.


Slap!


Tamparan Qin Chen membuatnya membuka matanya dan menerima kenyataannya. Qin Chen berbicara dengan nada kesal. "Apa sekarang kau percaya! Ini bukanlah mimpi ataupun ilusi, ini kenyataan yang harus kau terima!"


Qin Chynna terdiam dalam ketakutan, apa yang tidak ingin terjadi telah terjadi. Qin Chen sekali lagi berteriak keras. "Sekarang! Apa yang kau pilih, menjadi Pahlawan yang membunuh Iblis atau mengkhianati Dunia demi orang yang sama dengan Qin Chen! Jawab aku, Qin Chynna!"


Mendengar hal tersebut, Qin Chynna bergetar memegang pedangnya dengan erat. Satu sisi ingin membunuhnya, satu sisi, sosok didepannya menyerupai adiknya.


"Haaaaaa!" Qin Chynna berteriak melesat mengarahkan pedangnya ke arah Qin Chen.


Semuanya dapat menyaksikan hal tersebut, Zi Long ingin bertindak namun mata Qin Chen bergerak memberikan perintah untuk tidak bergerak.


Kedua murid Qin Chen tidak dapat bergerak melihat hal tersebut. Sama halnya dengan yang lainnya.


Saat Qin Chynna mengarah pedangnya, Qin Chen hanya diam dan menerimanya. Saat pedang tersebut mendekati Qin Chen, pedang tersebut menghilang menjadi butiran cahaya.


Qin Chynna terjatuh dalam pelukannya dengan tangisan keras. Air matanya membajari wajahnya yang cantik, Qin Chen memeluknya dan mengusap punggungnya.


"Hiks ... Kenapa, kenapa kamu memiliki wajah yang sama dengan adikku." Dengan nada yang berantakan, Qin Chynna bertanya.


"Entahlah ... " Balas Qin Chen yang juga bingung dengan pertanyaan.


Qin Chen memberikannya pelukan hangat, dia sedikit mendapatkan untung disini. Untuk pertama kalinya, Qin Chen mendapatkan pelukan Gadis cantik dengan ... Yang besar membuatnya seperti om-om mes*m.

__ADS_1


'Tidak baik! Aku akan kehilangan kendali jika dua Surgawi seperti ini terlalu lama menempel denganku.'


Qin Chen yang masih mengusap punggungnya, kini perlahan Qin Chynna mulai merasa lebih baik. Namun, Qin Chen ingin berpisah saat di sadar.


"Selanjutnya, kamu dapat memilih dua pilihan. Menganggapku sebagai musuh, atau adik kecilmu. Semuanya tergantung pada pandanganmu sendiri." Ucap Qin Chen.


Qin Chynna hanya diam dan menangis.


'Jika dia masih menganggap ku sebagai adiknya, aku tidak keberatan. Namun, setiap orang memiliki jalan pikir masing-masing. Kedepannya, aku hanya perlu melihat apa Patriak Qin telah melaksanakan tugasnya dengan baik atau tidak.' Pikir Qin Chen.


Qin Chen bingung, namun sekejap berubah menjadi lebih tenang.


"Maafkan aku ... " Qin Chen mengetuk bagian belakang lehernya, ini membuatnya pingsan.


Setelah itu, Qin Chen mengendongnya turun kebawah seperti seorang putri tidur. Mereka semua melihat tindakan Qin Chen, Qin Chen turun kebawah menurunkannya dibawah.


"Jingyi, Hongyi ... Ini permintaan guru, jaga dia sampai dia sadar. Guru akan pergi dari sini, tidak ada waktu bagi guru untuk menetap begitu lama." Ucap Qin Chen.


"Tapi ... Tapi Guru telah berjanji untuk melatih kami. Apa Guru melupakan janji Guru." Tanya Xia Jingyi.


Xia Jingyi, Xia Hongyi menundukkan kepalanya. Qin Chen mendekati mereka dan mengusap-usap kepala mereka, di hadapan Qin Chen muncul tiga cincin.


Cincin Penyimpanan, di dalamnya telah berisi tentang Ketrampilan rendah dibawah kelas Dewa. Ada beberapa pil Qi untuk mereka berdua.


"Kalian tidak perlu bersedih, kalian dapat bertemu dengan Guru setelah menjadi kuat. Guru telah mempersiapkan hadiah untuk kalian berdua. Dengan ini, kalian dapat berpetualang menjadi kuat."


Setelah mengusap-usap kepalanya, Qin Chen memberikan masing-masing Cincin Penyimpanan. Satu Cincin untuk Qin Chynna, Qin Chen memasangkannya.


Mereka berdua memegang Cincin dengan erat menahan sedihnya. Qin Chen tersenyum tipis, lalu melihat ke arah Zi Long.


"Zi Long ... Kita akan pergi ke Wilayah selanjutnya."


"Baik Yang Mulia."


Qin Chen sedikit melayang ke atas, melihat ke arah Qin Chynna yang pingsan. Dengan cepat memalingkan wajahnya, Qin Chen meninggalkan tempat tersebut dengan kecepatan tinggi.


Teriakkan kedua muridnya masih terdengar di telinga Qin Chen. Mereka berteriak akan mengejar Guru sampai Dunia atas dan meminta Qin Chen mengajari hal lainnya.

__ADS_1


Zi Long yang berada di sampingnya melihat ke arah Qin Chen. "Yang Mulia ... Apa tidak apa-apa meninggalkan Saudari anda dalam keadaan seperti itu?" Tanya Zi Long.


"Aku bukanlah adiknya, aku hanya orang yang mempunyai wajah yang sama dengan adiknya. Dia wanita yang baik dan cantik, siapapun yang melihatnya akan tergoda atas kecantikannya. Namun, di Dunia yang penuh Kekacauan ini, aku tidak tertarik akan hal tersebut." Qin Chen menjelaskan semuanya pada Zi Long.


"Jadi begitu ... Jika wanita itu bukanlah Saudari anda, bukankah Anda dapat menjadikannya permaisuri ataupun selir." Tanya Zi Long yang penasaran.


Qin Chen terdiam beberapa saat, kata-katanya memang benar dan tidak salah. Namun, di hatinya hanya ada satu wanita yang dapat mengubahnya.


"Tidak mungkin ... Hanya ada satu orang yang dapat membuatku berubah, dia satu-satunya wanita yang aku miliki. Di kehidupan ini, aku hanya ingin dia menjadi pasanganku."


"Apa ini Takdir ataupun kebetulan, aku tidak mengetahuinya. Jelas, semuanya memang telah direncanakan dengan baik oleh seseorang yang tidak aku ketahui." Jelas Qin Chen.


"Begitu ... Maafkan saya karena tidak sopan."


"Ya."


Qin Chen dan Zi Long melesat dengan kecepatan tinggi menuju Wilayah selanjutnya. Wilayah subur dengan tanaman hijau membentang luas di dataran tersebut.


Zi Long setelah mendengar penjelasan Qin Chen, dia mendapatkan pencerahan atas Duniawi. Pencerahan atas sesuatu yang tidak dia pahami dari dulu.


Kesetiaan!


Apa itu kesetiaan, dia bahkan bertanya-tanya pada dirinya sendiri, apa dia telah setia dengan Raja sebelumnya atau tidak. Sekarang, dia memahami arti kesetiaan.


Dalam pandangannya, kesetiaan adalah sesuatu yang membuat orang tersebut berubah menjadi orang lain demi sesuatu yang dia anggap sejati.


Sebagai contohnya, rela mengkhianati Dunia demi pasangannya. Ataupun, menunggu ribuan tahun demi mencari Reinkarnasi wanita yang dicintainya.


Qin Chen adalah salah satu dari kesetiaan itu sendiri, dia mengabaikan Dunia demi satu-satunya wanita yang dia anggap sebagai pasangannya.


'Anda benar-benar sesuatu yang sulit saya pahami Yang Mulia.' Batinnya yang kagum dengan Qin Chen.


Zi Long belajar banyak tentang Dunia dengan Qin Chen disampingnya. Sementara itu, Qin Chen hanya diam karena fokus ke depan menuju Wilayah selanjutnya.


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2