Supreme King System

Supreme King System
Chapter 94 : Mendapatkan Informasi


__ADS_3

"Wanita kaya, aku saja hanya memiliki satu Senjata yang kamu berikan. Hmm ... Mencurigakan, kamu mencuri darimana Qincheng?" Dengan polosnya, Qin Chen berbicara kepada Chu Qincheng.


Chu Qincheng yang mendengarnya, dia cemberut lalu memalingkan wajahnya kesamping dengan sombong. "Humph! Aku bukanlah wanita yang kamu bilang, aku wanita baik-baik. Harta ini, karena keberuntunganku yang tinggi."


Qin Chen tersenyum melihatnya, Qin Chen baru menyadarinya. Kalung yang dia berikan sebelumnya masih di pakai oleh Chu Qincheng hingga sekarang.


Untuk pertama kalinya, Qin Chen tersenyum bahagia, senang, sedih. Semuanya tercampur menjadi satu, karena baru kali ini ada wanita yang menerimanya.


Jika di Bumi, dia akan memberikan rumah, mobil, apartemen dan kebutuhan lainnya hingga 7 keturunan. Namun tidak ada satupun wanita yang mendekatinya, walaupun Qin Chen kaya.


Sekarang, hanya dengan satu kalung sudah membuatnya senang. Jika Chu Qincheng tidak menyukainya, dia dapat melepaskan kalung tersebut dan membuangnya, tenyata tidak.


"Kenapa Tuan Chen tersenyum sendiri? Tunggu, apa Tuan Chen menjadi gila lagi karena melihat kecantikan sepertiku?" Tanya Chu Qincheng dengan suara yang membuat Qin Chen sedikit membuatnya tertawa.


"Hahaha ... Seterah kamu saja, kamu memang cantik dan sulit untuk tidur di malam hari saat mengingatnya. Imajinasi liar akan terus menciptakan suasana baru hingga membuatku tertawa sendiri." Qin Chen menjelaskannya.


Chu Qincheng sedikit malu, karena mereka berdua memiliki sesuatu yang sama. Sama-sama jomblo hingga mati menantikan mereka berdua di Bumi.


Walaupun beda usia, namun semuanya memiliki aspek atau pilihan masing-masing.


Qin Chen melihat keluar jendela ternyata matahari ingin tenggelam. "Zi Long pergilah cari penginapan ataupun yang dapat digunakan untuk menginap malam ini."


"Baik Yang Mulia."


Zi Long menghilang dari ruangan untuk menjalankan tugasnya. Meninggalkan Qin Chen dan Chu Qincheng di dalam ruangan berdua membuat mereka saling canggung.


Qin Chen yang tidak mengerti cara mendekati wanita, ataupun memberikan gombalan. Karena yang bisa di berikan hanya satu, kasih sayang yang terbatas oleh Ruang dan Waktu kepadanya.


"Tuan Chen, ada yang ingin aku tanyakan, apa Tuan Chen dapat menjawabnya?" Tanya Chu Qincheng.


"Apa itu, selama tidak aneh-aneh, aku akan menjawabnya." Balas Qin Chen.


"Apa yang Tuan Chen kejar di Dunia Atas? Kekuatan? ketrampilan? Wanita? Atau hal lainnya selain apa yang aku sebutkan sebelumnya."


Saat mendengar hal tersebut, Qin Chen sedikit bingung karena dia belum menentukannya. Dalam hatinya, hanya ada satu perintah mutlak yang harus di laksanakan, itu adalah untuk merebut Tahta Raja Tertinggi.


Qin Chen menghela napasnya, Chu Qincheng memandangnya dengan penasaran. "Untuk sekarang ada beberapa tujuan. Pertama, menyelesaikan tugasku untuk membalikkan keadaan Dunia yang kacau ini, merebut Tahta Raja Tertinggi dan menjadi Raja satu-satunya di Dunia."

__ADS_1


"Kedua, soal wanita. Aku memang memikirkannya untuk melahirkan keturunan Qin-ku. Dengan begitu, garis darahku akan terus berlangsung hingga masa selanjutnya tanpa diriku."


"A- Apa ada calon wanita yang Tuan Chen sebutkan?" Tanya Chu Qincheng dengan penasaran dengannya.


Qin Chen mengangkat keningnya, melihat ke arah Chu Qincheng yang penasaran. Qin Chen juga bingung siapa itu, jelas wanita itu sekarang ada di depannya.


"Ada, dan sekarang ada di hadapanku." Jelas Qin Chen yang singkat namun berarti selamanya.


Chu Qincheng terdiam tak berkata-kata lagi, ditembak di depan mata secara langsung tanpa bertele-tele membuatnya syok, detak jantungnya berdetak kencang tak beraturan.


Wajahnya mulai memerah, dengan malu dia memalingkan wajahnya dengan menundukkan kepala.


Pada saat itu, pintu terbuka dan Cu Cuia kembali membawa dua Tetua lainnya masuk kedalam ruangan.


Saat mereka berada di depan Qin Chen, mereka melihat wanita disamping Qin Chen menundukkan kepalanya dengan malu-malu karena wajahnya tengah merah merona.


Mereka sedikit mengerti, pasangan muda memang ganas di tempat umum saat berduaan sudah melakukan pertukaran madu manis satu sama lainnya.


"Tuan Chen ... Perkenalkan, mereka adalah Tetua Bu Baqui, dan Tetua Tu Yang. Kami telah berdiskusi tentang informasi tersebut, dan para Tetua telah menyetujuinya." Jelasnya kepada Qin Chen.


"Baguslah." Qin Chen berdiri memberikan salam kerjasama antara mereka.


Bola emas tersebut berubah menjadi aliran sungai yang masuk kedalam Laut pengetahuan Qin Chen.


Qin Chen yang dalam sekejap mengetahui informasi tersebut dan sedikit informasi Dunia atas membuatnya senang. Karena tujuannya akhirnya tercapai.


"Terimakasih atas kerja samanya, Harta sebelumnya dapat dimiliki oleh Paviliun. Jika saya memiliki harta lain, saya akan datang kesini untuk informasi." Jelas Qin Chen.


"Sama-sama Tuan Chen, semoga kerja sama ini berlangsung lama hingga menguntungkan satu sama lainnya."


"Tentu."


Mereka semua tertawa terbahak-bahak, Qin Chen yang telah mendapatkan informasi tersebut tidak ingin berlama-lama di Paviliun lalu berbicara.


"Karena bisnis telah selesai, saya akan melanjutkan perjalanan saya. Ada banyak kesibukan yang belum di selesaikan, terimakasih atas sebelumnya."


"Sama-sama."

__ADS_1


Mereka bertiga mengantar Qin Chen dan Chu Qincheng keluar Paviliun. Walaupun banyak orang-orang yang memperhatikan mereka, namun diabadikan oleh mereka.


Saat berada di luar Paviliun, Zi Long muncul dengan berlutut di depan Qin Chen. "Melapor Yang Mulia, penginapan telah penuh, saya membeli gedung yang layak huni untuk anda."


"Baguslah." Qin Chen mengangguk puas dengan kerjanya.


Mereka bertiga pergi, Zi Long menuntun jalan menuju gedung tersebut sebelum melanjutkan perjalanan mereka besok paginya. Ataupun luasannya.


Acara Ulang Tahun Kaisar di adakan selama 7 hari 7 malam. Pagi dan malam, dan sekarang mulai malam membuat mereka harus menginap dan mengisi penuh energi mereka untuk selanjutnya.


Setelah melangkah beberapa menit berlalu, mereka tiba di gedung yang Zi Long katakan sebelumnya.


Saat melihatnya, itu bukanlah gedung melainkan rumah dengan kondisi sangat layak huni. Begitu besar, dan luas, untuk tiga orang akan berlebihan.


"Apa ini yang dimaksud layak? Lalu, yang sangat layak seperti apa? Apa itu Istana dengan luas satu daratan?" Gumamnya yang bingung.


"Zi Long, apa kamu membelinya dengan uang Tuan Chen?" Tanya Chu Qincheng kepadanya seperti sudah saling kenal sangat lama.


"Menjawab Nyonya, anda benar. Saya membelinya untuk kenyamanan anda dan Tuan. Saya tidak bisa melihat Tuan dan Nyonya tidur ditempat yang biasa-biasa saja. Karena anda adalah istri Yang Mulia. Sudah sewajarnya untuk tidur di tempat yang berkelas." Jelas Zi Long sembari memberikan hormat.


Qin Chen sedikit bingung, otaknya tidak berfungsi dengan baik menerima perkataan Zi Long sebelumnya. Sama halnya dengan Chu Qincheng, dia hanya kebingungan.


"Tunggu!" Setelah beberapa saat yang bersamaan mereka berteriak.


"Sejak kapan aku adalah Istri Tuan Chen! Jangan berbicara omong kosong, aku belum bisa menjadi ibu dari anak-anaknya nanti." Bentak Chu Qincheng yang tanpa sadar membuka jalan bagi Qin Chen.


Saat dia memikirkannya lagi, Chu Qincheng benar-benar masuk kedalam perkataannya sendiri. Dia berlari masuk kedalam rumah untuk bersembunyi dari Qin Chen.


"Apa ... Dia baru saja mengakuinya?" Tanya Qin Chen sembari menunjuk ke arah pintu rumah mereka.


"Seperti yang anda dengar Yang Mulia." Balas Zi Long tanpa rasa bersalah.


Zi Long tersenyum puas, karena rencananya berhasil membuat Chu Qincheng mengakuinya. Karena Zi Long sudah tidak tahan melihat kemesraan mereka, namun tidak satupun yang mengakuinya.


Dengan rencananya, Zi Long telah berhasil mengungkap rasa yang disimpan oleh Chu Qincheng.


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2