
Setelah beberapa waktu berlalu, ia kembali ke penginapan melihat Chu Qincheng telah berada disana dengan kondisi yang baik. Ia senang melihatnya, Chu Qincheng langsung melangkah mendekatinya dan memeluknya dengan erat tidak ingin lepas darinya.
Melihat hal ini, ia menyadari bahwa Chu Qincheng saat ini mengalami serangan psikologis untuk pertama kalinya. Ia memberikan pelukan hangat dan membelai rambutnya dengan lembut, tidak mengeluarkan sedikitpun ucapan, karena Qin Chen memahaminya meski tidak berbicara.
Mereka berdua berdiri dan berpelukan di bawah sinar bulan yang meraba masuk kedalam ruangan. Chu Qincheng memeluknya sangat erat, Qin Chen perlahan turun kebawah dan memangkunya.
"Jangan pergi kemana-mana ... Tetaplah bersamaku, aku tidak akan merepotkanmu lagi kali ini, aku janji." Katanya sambil tersedu-sedu menahan sedihnya.
"Hmm ... Kenapa kamu seperti ini? Apa terjadi sesuatu padamu? Katakan padaku, aku akan membantumu, apa kamu diganggu oleh orang lain? Aku akan memberikan pelajaran tak terlupakan pada mereka yang berani mengusikmu."
"Tidak, aku tidak apa-apa, aku hanya ingin bicara itu saja."
"Begitu? Baiklah, kalau ada apa-apa katakan padaku, aku akan menyelesaikan semuanya dan kamu jangan bersedih lagi. Jika seperti ini, cantiknya wajahmu akan menghilang dan aku bisa saja mencari wanita lain."
"Hmmm ... "
Ia perlahan menarik kepalanya dan melihat Qin Chen dengan mata sipit dan bibirnya seperti menahan tangisnya. Qin Chen lalu mencubit hidungnya dengan lembut. Setelah itu, ia menghapus genangan air mata di sudut matanya.
"Kalau seperti ini, kamu terlihat cantik."
"Hmmm ... "
Ia menyederkan kepalanya di dada Qin Chen, karena Qiyuan'er sudah tidur dan ia bisa bebas bermesraan dengan Qin Chen.
"Besok perang akan dimulai, kamu bisa tetap disini dan menyerahkan sisanya padaku. Karena kamu sekarang dalam keadaan yang tidak baik, bagaimana?"
"Tidak, aku akan ikut ke medan perang dan membantumu mengalahkan Dewa Raksasa dan para Dewa dari Surga! Aku tidak akan membiarkan mereka mencoba melukai suamiku, tidak akan pernah!"
Qin Chen mengerutkan keningnya, ia sedikit bingung namun senyuman yang berbeda membuatnya puas. Ia menarik Chu Qincheng kedalam pelukannya dan membiarkan ia tidur dipangkuannya.
"Baiklah, untuk sekarang kamu tidurlah, ini telah malam tidak baik bagi wanita untuk tidur terlalu malam."
"Umm ... "
__ADS_1
Ia menutup matanya dan tidur di pangkuan Qin Chen, dimana Qin Chen tidak bergerak sedikitpun dari posisinya. Disana, ia menutup matanya ikut untuk beristirahat dan menunggu besoknya.
***
Paginya
Setelah semalaman beristirahat dipangkuan Qin Chen, Chu Qincheng telah bangun terlebih dahulu dan menyiapkan makanan pagi untuk mereka meskipun mereka tidak membutuhkan hal seperti ini, karena Chu Qincheng mengikuti sifatnya di bumi.
Bahkan orang-orang disana telah berkumpul dan bersiap, sedangkan Qin Chen tengah bersantai didalam ruangan menikmati masakan buatan istri tercintanya, Chu Qincheng.
"Bagaimana suami? Aku sudah hebatkan dalam memasakkan makanan pagi untukmu."
"Ya, kamu telah berkembang pesat dibandingkan sebelumnya. Sekarang kamu berada di level Grandmaster, satu langkah mencapai level Beloved Wife."
"Hehehe, aku akan mencapai level itu dan membuktikan padamu bahwa aku mampu dan bisa membuatmu nyaman dan tidak akan bisa melepaskan aku meksi ada ribuan wanita cantik diluar sana."
Qin Chen tertawa kecil, mereka bertiga menikmati makanan sampai selesai. Setelah itu, Qin Chen meminta Jendral menjaga Qiyuan'er sebentar, karena mereka memiliki urusan besar dengan orang disana.
***
Para Dewa dan pasukan revolusioner telah bersiap meski sisi pasukan revolusioner belum sepenuhnya datang. Namun secara tiba-tiba, Qin Chen dan Chu Qincheng muncul di langit melihat orang bodoh memporak-porandakan kekuasaannya sendiri.
Mata mereka menoleh ke langit saat merasakan kehadiran aneh baru saja datang ketempat tersebut. Disana, Qin Chen yang baru tiba bersama Chu Qincheng dimana Chu Qincheng mengandeng tangannya dengan erat sambil memejamkan matanya melihat kebawah.
"Keparat! Kau baru datang setelah setengah hari berlalu, apa kau takut mati? Haaa! Aku tahu kau hanya omong kosong belaka yang tidak memiliki keberanian melawan surga! Hahahaha!"
"Hoo!"
Qin Chen tidak berkedip sedikitpun, ia melihat sekitarnya seperti sudah berkumpul. Dimana, langit berbintang yang gelap dan ribuan gunung di sekitarnya menyaksikan pertarungan mereka saat ini.
Bahkan dewa-dewi dari berbagai bidang dunia berdatangan dan bersembunyi di balik bintang-bintang menyaksikan pertarungan yang dimana mengundang pasukan surga untuk mengalahkan satu orang.
"Hahahaha ... Aku sangat malu melihat ini, hanya satu orang yang membuat keributan tapi dia mengundang pasukan surga untuk membantunya, benar-benar generasi yang memalukan."
__ADS_1
"Meski begitu, dia adalah generasi ras raksasa di surga, dimana di masa lampau leluhur mereka membalikkan tatanan dunia dengan tangannya sendiri dan membuat kekacauan di Neraka."
"Apanya yang hebat! Dibandingkan ras raksasa, aku lebih menyukai legenda tentang ras malaikat! Dimasa lalu, mereka membuat kekacauan di tanah sembilan surga dan sembilan dunia rahasia."
Mereka berbicara antar bintang satu sama lain, wujud mereka sangat besar sehingga dapat melantarkan dunia dengan hempasan tangannya.
Qin Chen yang merasakan kehadiran itu, ia melirik ke atas hingga membuat mereka tertegun. Ekspresinya, ia memberikan senyuman misterius yang membuat tanda tanya pada mereka, apa Qin Chen mengetahui kehadiran mereka.
"Istri kecil, pergilah dan urus apa yang kita rencanakan. Disini, serahkan kepadaku, kamu tahu aku siapa, kan?"
"Tentu saja, kamu Qin Chen, suamiku! Kamu tidak mungkin kalah melawan beberapa cecunguk ini, kalau begitu aku pergi dulu mengurus sisanya."
Setelah memberikan ciuman di wajahnya, ia melesat pergi membuat Dewa Raksasa memerintahkan pasukannya untuk mengejarnya.
Qin Chen mengangkat tangannya kesamping dan sebuah dinding menghadang mereka.
Bang! Bang! Bang!
Mereka memberontak dan menyerang namun sayangnya tidak mampu membuatnya bergerak sedikitpun. Hal itu karena Qin Chen membengkokkan ruang di sekitarnya membentuk lapisan-lapisan dengan celah beberapa milimeter sehingga lapisan tersebut sangat tebal.
"Siapa yang mengizinkan kalian untuk mengejar istriku, selama aku disini, kalian tidak akan diberikan izin untuk melangkah keluar dari pertarungan ini, sedikitpun!"
Boom!
Sebuah momentum besar keluar dari tubuhnya dan membentang luas menyelimuti dunia ini, dan sekarang dunia berada dibawah kekuasaannya sehingga ia akan menjadi satu-satunya penguasa mutlak tanpa batas oleh siapapun.
Dewa Raksasa menggertakkan giginya melihat Qin Chen semakin sombong dan sombong setiap waktunya, ia ingin memberikan pelajaran keras untungnya, namun dibatasi oleh perbedaan kekuatan.
Para Dewa berkumpul di hadapan Qin Chen yang sesama terbang di langit, dan pasukan revolusioner ikut bergerak berkumpul di belakang Qin Chen bersamaan dengan itu, Dewa Raksasa dibelakang mereka mengangkat tombak ilahi miliknya.
"Pasukan Utama, serang!"
...
__ADS_1
*Bersambung ...