Supreme King System

Supreme King System
Chapter 166 : Bekerjasama


__ADS_3

Didalam ruangan, Qin Chen merasakan kekuatannya naik kembali ke ranah Prajurit Dewa Biru, Menengah. Mungkin karena mereka berdua melakukan kultivasi ganda sehingga kekuatan mereka meningkat.


Qin Chen melirik ke arah Chu Qincheng, dia begitu cantik saat tertidur dan aura dalam dirinya meningkat pesat. Bahkan mengalami penerobos ke ranah Prajurit Dewa Putih, Puncak.


Menyentuh rambutnya dan membelainya. "Aku akan keluar ke kota menyelesaikan masalah yang aku ciptakan sebelumnya. Kamu tidurlah di rumah, aku akan kembali setelah menyelesaikan urusanku."


Setelah itu, Qin Chen berdiri dan pakaian miliknya terpakai secara langsung seperti akar yang merambat ke tubuhnya. Qin Chen keluar dari ruangan, dan meninggalkan kediaman miliknya.


***


Dikota, Qin Chen tidak menyembunyikan keberadaannya maupun wajahnya. Dia berjalan santai di antara tatapan bringas semua penduduk kota yang menginginkan hadiah yang diberikan oleh Penguasa Kota.


Tiba-tiba dihadapannya muncul pria menggunakan pakaian serba hitam, tidak memiliki niat buruk sehingga Qin Chen tidak berwaspada.


"Tuan, tolong ikuti saya, nona saya ingin berbicara dengan Anda." Ucapnya.


Qin Chen mengangguk dan mengikutinya menghilang-hilang dari tempat tersebut menuju suatu tempat yang tidak diketahui oleh orang-orang kota.


Mereka masuk kedalam gang kecil dan berhenti, lalu sebuah pintu masuk yang menyerupai dinding membuat Qin Chen terkejut.


"Nona, Tuan yang anda minta telah datang."


"Biarkan dia masuk." Balasnya.


Suara wanita terdengar, Qin Chen masuk setelah pria itu memberikan jalan. Saat berada di dalam sana, wanita kemarin tengah duduk di bangku dengan lilin sebagai penerang ruangan tersebut.


Qin Chen duduk di bangku yang berada di depannya, saling melihat tidak berbicara sedikitpun.


Pria sebelumnya berjaga di luar pintu untuk memata-matai orang yang mengetahui tempat persembunyian ini.


"Nona, kenapa anda memanggilku ketempat yang sunyi ini? Apa ini karena masalah sebelumnya?" Tanya Qin Chen.


"Benar, ini permasalahan pembunuhan Tuan Muda Penguasa Kota. Kota ini telah menempati posisi siap perang, karena harga kepalamu sangat mengiurkan bagi mereka." Jelasnya.

__ADS_1


Qin Chen memikirkan hal ini memang sedikit merepotkan, karena penduduk kota menganggapnya sebagai iblis berdarah dingin tanpa perasaan.


Mengingat disini adalah wilayah kekuasaan penguasa kota, mudah baginya untuk memanipulasi pikiran penduduk kota dengan memberikan uang yang besar, atau memaksa mereka untuk membantunya dengan cara meningkatkan pajak sekaligus bahan pangan.


"Begitu rupanya ... Jadi kau mengundangku karena masalah ini? Bukankah Paviliun Harta memiliki latar belakang yang kuat, kenapa harus bersembunyi-sembunyi disini."


"Tuan, sepertinya anda belum mengetahuinya. Meskipun Paviliun Harta kami memiliki latar belakang hebat, namun Penguasa Kota memiliki leluhur dibelakangnya yang telah menembus ranah Immortal King."


"Informasi ini baru saya ketahui semalam, sehingga orang-orang di belakang saya tidak ada yang berani menanggung resiko yang didapatkan dari Paviliun Harta." Wanita itu berbicara dengan nada yang kesal dan mengigit bibirnya sendiri.


Melihat dari reaksinya, Qin Chen menyadari satu hal yang membuat Qin Chen semakin yakin. Wanita itu ditinggalkan oleh orang-orang setelah mengetahui leluhur penguasa kota telah menembus Immortal King.


"Setelah kau ditinggalkan mereka, kau tidak memiliki harapan lagi dan ingin bekerja sama denganku?" Tanya Qin Chen.


Wanita itu mengangguk, bagaimanapun mereka berdua dalam bahaya sekarang. Sekalipun Paviliun Harta tidak ikut campur, dengan sikap arogan penguasa kota dia dapat melakukan segalanya.


Membalikkan sebuah fakta dan opini publik tidaklah sulit, nama Paviliun Harta dalam hancur dalam satu tarikan napasnya.


"Begitu, baiklah ... Kali ini kita akan bekerjasama untuk menyelesaikan masalah. Namun, kau perlu sesuatu untukku ... " Qin Chen sedikit menyeringai tertawa kecil membuatnya mundur menutupi tubuhnya.


"Tu- Tuan ... Meskipun saya dalam keadaan yang tidak baik, namun saya menghargai diri saya. Saya tidak akan menyerahkan tubuh ini kepada anda."


"Ha? Apa yang kau katakan? Siapa yang ingin tubuhmu?" Balas Qin Chen dengan bingung.


Mendengar hal tersebut, wanita itu ikut kebingungan. "Apa anda tidak menginginkan tubuh ini?" Tanyanya.


"Sebagai wanita, berpikirlah positif jangan berpikir negatif. Aku tertawa karena memikirkan rencana, sekarang jadilah pengikutku."


"Karena kau telah dibuang oleh orang dibelakangmu, kau hanya sendirian didunia ini. Meskipun begitu, ketrampilan dagangmu patut diberikan apresiasi, aku membutuhkan orang sepertimu untuk membuka Paviliun Harta milikku." Jelas Qin Chen.


Wanita itu terdiam beberapa saat, tubuhnya gemetar dengan hebat.


"Paviliun Harta sebelumnya hanyalah cabang, bukan? Setelah masalah dengan penguasa kota, aku ingin kau menjadi Ketua Paviliun Harta yang akan aku dirikan di Kota ini."

__ADS_1


"Paviliun itu akan menjadi Paviliun terbesar yang pernah ada, menyediakan seluruh barang-barang dan kebutuhan pembudidaya. Setelah terkenal, aku ingin mendirikan cabang-cabang di seluruh wilayah. Apa kau bersedia menjadi pengikutku?" Tanya Qin Chen sekali lagi.


"Ya, saya bersedia Tuan." Tidak ada jalan lain selain masuk kedalam jurang, jurang yang tak berujung ini akan membawanya ke atas dunia yang dia cari selama ini.


Dengan godaan seperti ini, dia menerimanya dan Qin Chen puas akan reaksinya yang cepat. "Bagus, sekarang apa yang kita rencanakan untuk meruntuhkan kekuasaan penguasa kota?" Tanya Qin Chen mengejutkan wanita itu.


"Tuan, mengatakan meruntuhkan begitu mudah bagi kita, namun melawan Immortal King bukanlah sesuatu yang dapat di anggap enteng. Sebelum, saya akan memperkenalkan nama saya, saya Meilin."


"Sulit? Itu bagi kalian, ayo kita runtuhkan penguasa kota." Qin Chen tertawa kecil membalasnya dan keluar dari sana.


Meilin memiringkan kepalanya melihat Qin Chen seperti mencari kematiannya sendiri. Namun, dari matanya tidak ada menunjukkan keraguan sedikitpun.


Mengikuti Qin Chen dari belakang, mereka bertiga keluar dari gang kecil tersebut dan mengejutkan pandangan penduduk kota yang melirik ke arah mereka.


Segala jenis senjata bermunculan bersiap-siap melepaskan kepala mereka bertiga. Qin Chen mengabaikan, bersikap acuh tak acuh terhadap mereka.


"Teruslah berjalan, abaikan mereka. Mereka tidak akan dapat bergerak 10 meter dari tempat kita berjalan, percayalah." Kata Qin Chen.


Meilin mengikutinya dibelakang melihat kanan dan kiri, dia menyiapkan serangan di bawah telapak tangannya. Jika apa yang dikatakannya bohong, maka dia akan menyerang mereka dan kabur.


Bukan tidak tahu berterimakasih, karena hidup lebih berarti dibandingkan kebodohan karena kesombongan.


Saat mereka menyerang Qin Chen, sebuah pelindung membentang 10 meter dari tempat Qin Chen melangkah, mereka terhempas kebelakang menghantam dinding bangunan kota.


Boom! Boom! Boom!


Ada banyak luka dan kerusakan, Meilin tidak percaya akan hal ini, bagaimana bisa pelindung itu muncul tiba-tiba dan mengembalikan serangan mereka semua.


Dihadapannya seolah formasi telah dipasang dibawah kelopak matanya sehingga dapat digunakan kapanpun itu. Benar, Qin Chen menggunakan formasi bertahan dimana semua serangan dibawah Kekuatan Qin Chen akan dipantulkan kepada penyerang.


"Benar bukan?"


...

__ADS_1


*Bersambung ...


__ADS_2