
Disekitar mereka, kabut semakin menipis dan menipis. Saat tiba di ujung, secara tiba-tiba disekitar mereka berubah drastis. Wilayah yang penuh bebatuan dan kabut, sekarang berubah menjadi tanah gersang dan panas.
Hamparan tanah hitam, dengan garis lava mengalir dari puncak gunung. Suasana di sekitarnya tampak panas, Chu Qincheng langsung berkeringat.
"Huft ... Huft ... Kenapa tiba-tiba panas, bahkan tempatnya berubah menjadi Neraka." Gerutu Chu Qincheng membuat Qin Chen sedikit tertawa kecil. "Apa yang kamu tertawakan, aku tengah kepanasan disini."
Chu Qincheng mengamuk, dia marah karena ditertawakan oleh Qin Chen. Qin Chen langsung menghentak kakinya, Domain Es membentang luas di daratan tersebut.
Suhu yang panas dalam sekejap mata turun drastis, Chu Qincheng langsung melihat ke arah Qin Chen.
"Jangan marah lagi ... " Qin Chen mengetuk keningnya dengan jari telunjuk.
"Hmmm ... Kamu menyebalkan." Balas Chu Qincheng sembari menggembungkan pipinya.
Qin Chen tertawa kecil, dia mencubit pipinya sedikit. "Jangan cemberut, nanti cantiknya akan hilang ... Selesai ini, aku akan memberikanmu hadiah spesial. Jadi, jangan marah-marah lagi." Balas Qin Chen.
"Janji? Janji akan memberikanku hadiah spesial." Chu Qincheng melihat ke arah Qin Chen dengan tajam dan serius.
"Tentu ... Aku janji."
"Baiklah, ayo kita kalahkan Iblis Tiran." Chu Qincheng kembali ceria lagi, menarik Qin Chen melewati hamparan salju yang Qin Chen ciptakan sebelumnya.
Walaupun suhu didalam begitu panas, namun salju abadi milik Qin Chen tidak akan kalah. Sekalipun api neraka membakar, Domain Es miliknya tetap bertahan.
***
Puncak Gunung
Qin Chen dan Chu Qincheng berada di atas Gunung, dibawah hanya ada lava panas, mendidih dengan uap-uap yang tidak dapat dibayangkan.
Di tengah-tengah gunung, Iblis Tiran dengan sepasang sayap Iblis di punggungnya. Mata Hitam pekat dengan pupil mata menyerupai mata ular, tajam dan ganas.
"Apa dia adalah Iblis Tiran? Tapi kenapa terlihat lemah tak berdaya di bawah sana?" Chu Qincheng merasa bahwa Iblis Tiran dibawah sana lemah.
Namun yang Qin Chen rasakan adalah kekuatan besar, segel-segel tersebut menekan Iblis Tiran ke dalam keputusasaan yang mendalam.
__ADS_1
"Tidak, kamu salah ... Iblis Tiran ini sangat berbahaya. Aku dapat merasakan napasnya begitu berat, bahkan auranya meledak-ledak seperti mengamuk di dalam dirinya." Qin Chen memperingati Chu Qincheng agar tidak ceroboh dalam pertarungan kali ini.
Chu Qincheng mengangguk, dia mencoba melihat lagi dengan matanya. Basis kultivasi terlalu rendah, dia tidak dapat menembus penghalang yang menghalangi pengelihatannya.
"Seperti yang kamu katakan ... Aku mencoba melihat lebih dalam, namun kemampuan mataku terlalu rendah. Jika kamu bisa melihatnya, berarti kamu memiliki kemampuan mata yang hebat."
"Tidak juga, sesama budidaya iblis ... Aku dapat melihat dengan jelas kekuatan itu." Balas Qin Chen sedikit menunduk.
Chu Qincheng sekilas menoleh. "Kamu bukan Iblis, kamu adalah Qin Chen. Pria yang aku kenal di Dunia Bawah dan Suamiku."
Qin Chen tertawa, lalu melompat masuk kedalam lubang gunung. Chu Qincheng mengikuti dari belakang, lubang tersebut sangat dalam, bahkan seperti ilusi yang sulit di jelaskan.
Dari atas seperti melihat secara dekat, namun saat melompat kedalam. Kegelapan tanpa batas terus menyertai, seberapa lamapun Qin Chen disana, mereka masih berada di tengah lubang.
Percikan api dari dasar menyembur ke langit, mata Qin Chen terbuka lebar. Menarik Chu Qincheng dengan cepat, Qin Chen mengerahkan kekuatannya menciptakan retakan langit di depan matanya.
Mata Qin Chen meneteskan sedikit darah, Qin Chen belum mempelajari kemampuan pencipta, karena hal tersebut membuat Qin Chen sedikit kewalahan untuk menciptakan retakan langit di depan mata dalam sekejap mata.
Dibantu dengan kemampuan Ruang dan Waktu, Qin Chen dapat memindahkan serangan tersebut di langit yang kosong dan gelap di sekelilingnya.
Saat tengah menghentikan semburan api, suara naga terdengar sangat keras di gendang telinga mereka. Qin Chen mencoba memastikan, dan Chu Qincheng langsung menunjuk kedepan tepat dimana Sang Naga meraung.
Tubuhnya begitu besar, panjang dan sekarang berenang di antara lautan lava yang luas. Sisiknya bermandikan lava, kekuatan pertahanan daya panas menjadi keunggulan yang dia miliki.
Qin Chen sempat terkejut, menyerang Monster itu sama saja mencekik dirinya. Mau berapa kali dilihat, Monster itu berdiri di atas mereka berdua.
Golden Immortal!
Tiga ranah besar di atas Qin Chen, saat sampai dibawah, Qin Chen dan Chu Qincheng berdiri di lempengan batu yang berada tepat di atas Lautan Lava.
Di hadapannya, Naga Besar mengintainya, lebih tepatnya melihat dengan tajam.
"Tempat yang tidak menguntungkan, begitu sempit dan hanya memiliki beberapa lempengan batu di atas lautan lava." Ucap Chu Qincheng dengan sedikit kesal dengan tempat tersebut.
"Apa kamu takut?" Tanya Qin Chen, dia sedikit bersalah karena membawanya kedalam bahaya seperti ini.
__ADS_1
"Takut? Humph! Dia hanya belut kecil, aku dapat dengan mudah menggorengnya!" Chu Qincheng memiliki sifat yang sulit di pahami, kadang kala lembut, dan kadang kala memiliki sifat yang aneh.
Qin Chen hanya tersenyum, dia menarik pedang milik Chu Qincheng sebelumnya. Di tangan kanannya, pedang mulai di alirin dengan Qi Spiritual miliknya.
Chu Qincheng mengeluarkan pedang kecil miliknya. "Ayo mulai!"
Mereka berdua melesat kedepan, dengan gerakan singkat, Naga tersebut meraung keras menggetarkan langit maupun Bumi, bahkan lautan lava mulai meluap-luap ingin menyembur keluar dan menenggelamkan daratan tersebut dengan lautan lava.
Iblis Tiran yang tersegel hanya menyeringai melihat betapa bodohnya kedua orang tersebut ingin melawan Naga yang menjaga tempat dirinya tersegel.
Dua orang berada di sisi berlawanan, Naga mulai bergerak melingkar di lautan. Qin Chen menyentuh sisi pedang dengan jarinya, pedang tersebut langsung bercahaya terang.
Sementara Chu Qincheng menatap tajam, dia melihat dengan jelas bahwa Naga tersebut berada jauh di atasnya. Namun, tidak ada sedikitpun keraguan di ekspresinya.
Dari dalam lautan lava, Naga melesat terbang ke langit dengan memutar di sekitar gunung tersebut.
"Mulai!" Ucap Qin Chen.
Mereka berdua melesat ke langit, menyerang naga tersebut dengan pedang mereka masing-masing. Naga memberontak dengan mengibaskan ekornya kesamping menciptakan badai angin yang begitu besar.
Chu Qincheng melompat tinggi, mengayunkan pedangnya membelah serangan tersebut menjadi dua. Qin Chen dibelakangnya menembus badai yang telah di potong oleh Chu Qincheng.
"Seni Pedang Pembelah Langit dan Bumi!" Dengan suara keras, Qin Chen mengayunkan pedangnya secara vertikal.
Boom!
Saat yang bersamaan, bilah pedang mengenai tubuh naga dan saling benturan. Gelombang kejut begitu besar beberapa kali menghempaskan awan.
Tubuhnya sangat keras, serangan Qin Chen seolah hanya menggores sisiknya. Naga berbalik, membuka mulutnya dengan lebar mencoba mengeluarkan semburan api.
Pada saat itu, Qin Chen dengan cepat berpindah tempat ke atasnya. Berdiri memegang pedang, Naga tersebut bergerak memutari gunung membawa uap panas di sekujur tubuhnya.
"Suami ... Sepertinya, Naga itu mulai serius!" Tujuk Chu Qincheng kearah naga yang mulai mengeluarkan uap panas di sekitarnya.
...
__ADS_1
*Bersambung ...