Supreme King System

Supreme King System
Chapter 146 : Turnamen (10) End


__ADS_3

"Mo Yusan ... Lama tidak bertemu, bagaimana denganmu? Apa kau sama seperti yang lainnya? Atau tetap seperti dulu!" Gao Dong mencoba memancing amarah Mo Yusan yang sekarang adalah lawannya.


"Berhentilah omong kosong, sekarang hadapin aku secara sungguh-sungguh atau kau akan mati dalam satu gerakan!" Balas Mo Yusan dengan dingin.


"Kahahaha ... Kau memang tidak berubah, tetap menjadi orang yang naif! Mo Yusan!" Gao Dong menatapnya dengan tajam. "Kekasihmu sekarang milikku, kau tahu. Dia sangat hebat di atas kasur, aku telah melakukan 89 gerakan yang berbeda sebelum kau mengetahui hubungan kami!"


Saat mendengarnya, Mo Yusan mengertak kesal. Dia telah melupakan kejadian itu, namun sekarang Gao Dong membuatnya mengingat hal yang membuatnya marah.


Suaranya dapat didengar oleh semua orang, termasuk Qin Chen sendiri. Dia langsung bangkit dari duduknya, melihat dengan seksama.


"Apa mungkin ini ada hubungannya dengan perubahan bocah itu? Kekasihku berselingkuh dengan temanku? Judul Novel yang bagus, aku akan membuatnya jika memiliki waktu luang."


Qin Chen melirik kesamping. "Apa Istri kecil nanti selingkuh juga? Hmmm~ patut di curigai." Gumam Qin Chen.


Chu Qincheng langsung menatapnya dengan tajam dan langsung mencubit pipinya dengan keras. "Seharusnya aku yang bertanya itu sekarang, apa kamu berselingkuh di belakangku! Hmph! Aku tahu kamu memiliki wanita lain, awas saja jika ketahuan, aku akan mencincang kalian berdua dan menjual tubuh kalian di pasar loak!"


"Aduh~ aduh ... Itu menyakitkan, aku tidak pernah selingkuh. Percayalah, hatiku hanya untuk kamu seorang, tidak lebih." Qin Chen mencoba menyakinkan Chu Qincheng yang penuh kecemburuan.


"Hmph! Awas saja, aku akan mengikat jantungmu lalu menusuknya dengan jarum berlumuran cuka!" Chu Qincheng langsung memalingkan wajahnya, dia malas melihat Qin Chen lagi.


'Sepertinya aku mencari gara-gara lagi, padahal sebelumnya belum selesai.' Batin Qin Chen yang kebingungan.


'Sudahlah lupakan saja, Chu Qincheng tidak akan jauh-jauh dariku. Ditambah, Takdir kami memang untuk bersama selamanya walaupun ada lika-liku yang harus di hadapi.'


Qin Chen kembali melihat Mo Yusan, Mo Yusan masih mengertak giginya, dia tidak ingin emosi miliknya mengendalikan dirinya. Mengambil napas dan membuangnya, dia kembali tenang seperti sediakala.


"Seperti kata Guru ... Kalau sudah menjadi barang bekas, maka buang saja. Tidak dapat di daur ulang, sebagai contoh yang Abadi hidup di Dunia ini. Jika dia sudah mati, maka ketenarannya akan menghilang."


"Aku salut padamu Gao Dong, kau dapat menerima barang bekas dariku dengan cuma-cuma. Sekarang, siapa yang begitu naif dalam hal ini? Aku atau kau?!" Balas Mo Yusan dengan nada sedikit tertawa menghinanya.


"Keparat!"

__ADS_1


"Ah! Kau kesal? Bagaimanapun, dia kehilangan kesucian olehku, lalu dia begitu bodoh dan berpaling kepadamu dan kau menerima dan bermain-main dengannya? Aku tidak dendam, aku senang karena ada orang naif menerima barang bekas!" Mo Yusan berpaling, meskipun dia masih memendam marah dan benci kepadanya.


Namun, dia tidak ingin menunjukkannya dan memilih tenang. Tujuannya adalah menghancurkan keluarganya sendiri dengan tangannya, bukan bersikap arogan ataupun sombong. Dia ingin menunjukkan bahwa dia mampu dan bisa berdiri tanpa bantuan keluarga.


Dalam amarah yang tidak terbendung, Gao Dong berteriak keras. "Amukan Iblis Neraka!"


Bang!


Tanah dibawah kakinya pecah, dan Pilar Hitam menembus langit dengan Domain Iblis memenuhi Podium. Para Tetua Sekte berdiri, karena Iblis adalah musuh Utama mereka dibandingkan perang Keluarga.


"Haaaaaaaaaa! Matilah Mo Yusan!"


Gao Dong melesat dengan tangan iblis yang besar menghantam Mo Yusan. Mo Yusan menciptakan proyeksi lonceng emas begitu besar menahan serangan kuat tersebut.


Bang!


Saat suara itu pecah, runtuhnya panggung membuat getaran dan kabut tebal menyelimuti panggung. Saat kabut menghilang, mereka menyaksikan serangan sebelumnya di tahan oleh bell emas.


"Gao Dong, aku tidak menduganya kau mempelajari Seni Iblis untuk melawanku. Namun itu tidak akan mengubah keadaan!" Mo Yusan memudarkan pertahanan miliknya dan menghindar kesamping.


Bang!


Terhempas kebelakang menghantam lantai sekali lagi, Mo Yusan menginjak dadanya dengan kakinya. "Aku telah mengatakan hal ini berulangkali, ambilah wanita itu. Di hatiku hanya ada kekosongan yang membentang, balas dendam adalah hal yang ingin aku lakukan setelah Turnamen ini!"


"*Cough! Tch! Bunuh aku jika kau mampu!" Balasnya.


"Baiklah! Sword Intens!" Mo Yusan mengeluarkan Niat Pedang miliknya, dan memecahkan keheningan dunia.


Tubuhnya seperti pedang, tajam dan lincah. Bahkan belut sungai kalah licinnya, Qin Chen tersenyum puas melihat semuanya.


"Akhir yang bahagia, pria yang melupakan masa lalunya dan memberikan kebahagiaan kepada teman lamanya. Sebuah epilog yang membahagiakan, dan menyedihkan. Ha! Dunia ini benar-benar sebuah misteri bagi mahkluk hidup didalamnya."

__ADS_1


"Cinta melahirkan perasaan, dan perasaan melahirkan kebencian. Dunia memberikan dua pilihan untuk hidup, kebaikan dan kejahatan. Mo Yusan termasuk dari keduanya, kebaikan yang dia berikan melahirkan kejahatan murni dalam dirinya."


Semua murid mendengarnya, bahkan para Tetua yang disekitarnya dapat mendengar perkataan Qin Chen. Masuk akal, karena dendam adalah hal yang murni dan wanita adalah permasalahannya.


Walaupun begitu, dendam murninya bukanlah dari perasaannya, melainkan dengan keluarganya yang telah melantarkan dia dan ibunya yang sekarang telah tiada dan kembali ke sisinya.


"Muridmu benar-benar memiliki masa lalu yang sangat kelam, bahkan penyampaian katamu seolah telah mengalami banyak masalah." Salah satu Tetua menyahut perkataan Qin Chen sebelumnya.


"Masalah? Mungkin ... Namun sekarang berbeda, Dunia, Dewa, Surga, apapun itu. Aku akan menghakimi mereka satu-persatu, sekalipun itu adalah orang terkuat di Dunia ini!" Dengan penuh niat membunuh, Qin Chen melirik ke arah Kaisar Immortal yang mengertak giginya.


Semuanya mengetahui tujuan terakhir Qin Chen, Qin Chen ingin meruntuhkan kekuasaan Kaisar Immortal dan mengantikan dirinya menjadi Kaisar Baru!


Mo Yusan menunjuk kebawah tepat di depan matanya. "Gao Dong, ada kata-kata terakhir sebelum kau mati?"


"Tch! Keparat cepat bunuh aku! Aku tidak ingin hidup di Dunia yang membosankan ini! Jika kau memang berani bunuh aku sekarang, dan dia dapat menyaksikan sifat alamimu!"


"Begitu." Mo Yusan melesat ke langit, menarik partikel-partikel langit dan bumi membentuk manifestasi Pedang Dewa yang begitu besar di langit.


Itu dapat menghancurkan Gunung dan Sungai, semua penonton panik dan para Tetua menciptakan pertahanan yang menjulang tinggi ke langit untuk menahan ledakan dari serangan Mo Yusan.


"Gao Dong, terimakasih karena mengambilnya, dan terimakasih atas semuanya. Di atas panggung ini, kita adalah musuh yang saling membunuh. Untuk terakhir kalinya, kau bekerja dengan baik."


Mo Yusan menjatuhkan serangannya kebawah tepat pada Gao Dong dibawah sana. Dimana Gao Dong tersenyum puas melihat sikap Mo Yusan yang sekarang.


"Baguslah, Mo Yusan, kamu benar-benar berkembang pesat di Sekte Eternal Heaven. Aku harap, kau tidak tertipu oleh ****** itu maupun wanita lainnya." Gumamnya dengan senyuman hangat di akhir hayatnya.


Saat ledakan besar mengguncang, Gao Dong telah mati dalam ledakan dan luka-luka di sekujur tubuhnya begitu jelas.


Tidak ada kejahatan murni di Dunia ini, kejahatan lahir karena kebaikan.


"Aku harap bocah itu tersenyum di Surga nantinya, sekalipun dia jahat kepada Mo Yusan. Namun hatinya begitu lunak dan melindungi Mo Yusan dengan mengorbankan dirinya sebagai temeng." Qin Chen menutup matanya dan tersenyum puas dengan tonton yang dia lihat sekarang.

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2