
Ditempat Qin Chen, Qin Chynna berada di depannya mengambil alih panggung yang sudah di persiapkan. Qin Chen hanya menghela napas, melihat peningkatan kekuatan Qin Chynna sekarang.
"Keparat! Kenapa Sekte Pedang Elemen membantu Pembunuh! Apa ini yang kau pelajari di Sekte!" Teriak salah satu dari mereka kepada Qin Chynna.
"Membantu? Aku hanya melindungi adik kecilku. Jika kau berani menyentuhnya di depanku, akan aku habisi kau!" Balas Qin Chynna.
'Oi ... Oi ... Jangan memanggilku dengan sebutan adik kecil, ini memalukan.' Batin Qin Chen.
Mendengar hal tersebut membuat mereka semua terkejut, mereka tidak mengetahui bahwa Dewi Pedang Qin Chynna memiliki seorang adik laki-laki.
"Adik? Jadi begitu ... Berarti Sekte Pedang Elemen termasuk dalang pembantaian di dalam Tanah Makam Kuno. Bagus, bagus, kalian semua Keparat, Keluarga kami akan meratakan Sekte kalian!" Sahut pria tua dengan sebilah pedang panjang di tangannya.
"Jangan banyak omong kosong!" Qin Chynna melesat kedepan menyerang mereka.
Trang! Trang!
Benturan dua senjata secepat kilat saling beradu satu sama lain di langit. Dibawah, mereka tidak dapat melihat kecepatan mereka berdua.
Qin Chen yang melihatnya hanya tersenyum, karena kecepatan Qin Chynna meningkatkan begitu cepat dibandingkan sebelumnya.
Pedang yang dia gunakan juga menyerap Qi Spiritual musuhnya sedikit demi sedikit. Mengikis cadangan Spiritual hingga tidak tersisa sedikitpun.
Dalam beberapa menit kedepan, musuh yang Qin Chynna hadapi kelelahan. Napasnya begitu berat seolah-olah energi dalam dirinya telah habis.
Sementara Qin Chynna seperti bugar kembali, tidak ada titik kelelahan maupun celah pertahanan. Semuanya tertutup seakan memiliki pelindung Mutlak.
"Sial! Apa yang kau lakukan padaku? Bagaimana kau tidak kelelahan sedikitpun!" Tanya pria itu dengan kesal.
Sementara yang lainnya masih berdiam diri disana, tidak ikut campur dalam pertarungan ini karena belum waktunya. Mereka masih merencanakan sesuatu pada Qin Chynna.
"Ah! Maaf sebelumnya ... Aku tidak mengatakannya." Qin Chynna berpura-pura lupa memberitahukan mereka dengan tangan kiri menutup mulutnya. "Ini salah satu Harta Makam yang sama seperti Bola sebelumnya, menyerap Qi Spiritual." Jelasnya dengan sedikit senyuman misterius.
Saat mendengarnya, pria itu terkejut dalam sekejap mata Qin Chynna berada di depannya dengan Pedang miliknya menembus tubuh dan organ dalamnya.
Srash!
"Ueekk!" Seteguk darah keluar mengalir dari dalam mulutnya, sedikit bercak darah mengenai wajahnya yang cantik.
__ADS_1
Mereka semua tercengang melihat hal tersebut, pantas di juluki sebagai Dewi Pedang. Cara dia menggunakan pedang dan trik kecil lainnya membuat Qin Chynna unggul dalam pertarungan jarak dekat.
Namun selama ini, Qin Chen belum pernah melihat trik kecil yang di lakukan oleh Qin Chynna. Namun ini sudah membuatnya puas melihatnya.
Qin Chynna melirik ke arah lainnya, mereka sontak langsung bersiap menyerang. Pedang, tombak, Pagoda, dan lainnya bermunculan di depan mereka seolah itu adalah Senjata Utama mereka.
"Seni Pedang Elemen, pedang angin!" Qin Chen mengayunkan pedangnya berputar 180° dari sebelumnya.
Ayunan pedangnya menciptakan tornado besar menarik mereka semua ke langit-langit. Badai besar dengan ribuan sayatan pedang tanpa henti di dalamnya akan menghancurkan tubuh mereka berkeping-keping.
"Pagoda Langit, pertahanan Surgawi!" Teriak salah satu dari mereka.
Boom!
Dentuman besar memecahkan badai, Pagoda biru begitu besar melindungi mereka dari badai angin. Di dalam sana terdapat 15 orang yang melayang mempersiapkan sesuatu untuk menyerang.
Mereka sebenarnya bermusuhan, untuk kali ini mereka bekerja sama menghancurkan orang yang sama.
Qin Chen yang memperhatikan hal tersebut merasakan sesuatu yang janggal dari mereka semua. "Saudari ... Berhati-hatilah, mereka merencanakan sesuatu yang licik." Ucap Qin Chen.
Qin Chynna mengangguk paham, dia sama merasakan sesuatu yang janggal.
Saat dia fokus memikirkannya, sebuah serangan besar menuju ke arahnya. Reflek Qin Chynna mengayunkan pedangnya menebas serangan menjadi dua bagian.
Boom!
"Benar! Adik, menjauh dari sana. Mereka berencana memanggil Iblis Neraka!" Teriak Qin Chynna.
Qin Chen melompat sedikit menjauh dari tempat tersebut bersama dengan orang-orang di belakangnya. Tetua Sekte Pedang Elemen tidak ikut campur, ini membuat Qin Chen kesal melihatnya.
Rencana mereka yang telah diketahui langsung melepaskannya. Seketika langit mendung dengan suara gemuruh memecahkan keheningan kekosongan.
Tanah dibawahnya retak dan semburan Aura hitam pekat terlihat. "Ini ... Pasti membutuhkan korban atau tumbal untuk melakukannya." Qin Chen bingung sejenak.
Saat melihat ke tanah, mayat sebelumnya menghilang di telan oleh sesuatu yang tidak diketahui. "Jadi begitu ... Mereka menggunakan mereka untuk memanggil Iblis Neraka. Begitu, baik sekali."
Di hadapannya muncul Singa Neraka dengan sepasang sayap di punggungnya. Begitu mendominasi Wilayah Langit, raungan singa Neraka membuat Monster semakin ketakutan.
__ADS_1
Saat melakukan pemanggilan ini, energi mereka semua terkuras habis.
"Guru ... Apa ini sama seperti sebelumnya, Naga di dalam Tanah Makam?" Tanya Xia Hongyi.
"Mungkin ... " Qin Chen memperhatikannya dengan baik-baik, kekuatan Monster di depannya satu tingkat dibawah Naga Iblis milik Zi Long.
Qin Chynna bergerak menghabisi orang-orang itu terlebih dahulu karena energi mereka sudah tidak ada.
Setelah beberapa menit berlalu, lima belas orang bertarung mati-matian menghadapi Qin Chynna. Singa Neraka seringkali menganggu pertarungan namun berhasil di hentikan.
Sekarang hanya melawan Singa Neraka dengan ukuran besar. Qin Chynna sedikit kewalahan, karena pemasukan Qi Spiritual tidak ada lagi, dan hanya mengandalkan Qi Spiritual miliknya sendiri.
Singa Neraka mengayunkan cakarnya kedepan, membentuk tiga siluet menghancurkan dataran didepannya. Ratusan meter hancur, Qin Chynna berhasil menghindar.
Kedua mata saling melihat dengan tajam mengartikan permusuhan. Sekalipun pemanggil mati, namun Monster Neraka tidak akan kembali ke Dunia Bawah.
Mengibaskan sayapnya, singa Neraka terbang ke langit melihat semua orang dibawah dengan tajam. Mengangkat kepalanya, sebuah bola api besar tercipta.
Swushh!
Melemparnya kebawah, serangan kedua di lancarkan. Qin Chynna menarik pedangnya kesamping. "Seni Pedang Elemen, Pedang Air!"
Swoosh!
Siluet bulan sabit vertikal melesat dengan cepat menuju serangan, kedua serangan bertabrakan dan meledak-ledak di langit menciptakan ledakan uap begitu besar.
Ribuan mil dihancurkan, uap panas menyebar dimana-mana. Tanah yang hancur, pakaian Qin Chynna compang-camping karena ledakan tersebut melelahkan pakaiannya.
Pertahanan yang Qin Chen berikan hancur berkeping-keping, ledakan uap tersebut setara dengan kekuatan Jiwa ataupun Mahayana. Dapat menghancurkan pertahanan milik Qin Chen.
Qin Chen yang tidak jauh dari sana melepaskan Qi Spiritual miliknya membentuk pelindung mengelilinginya.
'Ledakan sebelumnya menghancurkan Armor pertahanan yang aku berikan. Sebaiknya mempersiapkan Armor lain dan Seni untuknya, lalu menjelaskannya secara pribadi. Setelah itu pergi, tinggal begitu lama di satu tempat membuatku sedikit jenuh.' Pikir Qin Chen.
Qin Chen menutup matanya mencari harta Makam maupun harta miliknya di dalam penyimpan Sistem.
Untuk Seni yang akan diberikan, Qin Chen mencoba mencarinya di Origin Tree. Dengan begitu, tidak akan menyusahkan baginya memberikan hal ini.
__ADS_1
...
*Bersambung ...