Supreme King System

Supreme King System
Chapter 89 : Puncak Gunung


__ADS_3

500 Meter sebelum Gunung Tertinggi Wilayah Timur, Qin Chen dan lainnya turun kebawah karena merasakan penindasan dari Gunung tersebut.


"Zi Long, apa benar ini Gunung Tertinggi Wilayah Timur? Jika dilihat, ini memang yang tertinggi di antara Gunung lainnya." Tanya Qin Chen kepada Zi Long.


"Menjawab Yang Mulia, ini adalah Gunung Tertinggi Wilayah Timur, dari kaki Gunung hingga kepuncak akan ada penekanan Dao. Di Puncak Gunung, akan ada Gerbang masuk kedalam Gunung." Jelas Zi Long kepada Qin Chen.


"Kenapa tidak terobos dari kaki gunung?" Chu Qincheng bersuara dengan polosnya.


Qin Chen dan Zi Long melihatnya, ini membuatnya bingung dan canggung. Qin Chen lalu membalasnya. "Jika bisa, aku tidak akan bertanya kepada Zi Long sebelumnya. Mungkin ada penghalang dari kaki gunung, ataupun gerbang tersebut memindahkan kita ke Dimensi lain."


"Jadi begitu ... " Chu Qincheng mengangguk beberapa kali paham.


"Karena sudah selesai mengamati, kita akan kesana. Aku akan di depan, Qincheng akan di tengah dan Zi Long di belakang." Jelas Qin Chen memberikan posisi.


"Baik."


Mereka bertiga melangkah menuju kaki gunung, saat memasuki kaki gunung, tekanan gravitasi di sana mulai terasa menakan tubuh mereka bertiga.


Bang!


Qin Chen melihat ke belakang. "Lanjutkan ... Jangan berhenti disini."


Saat mereka melangkah ratusan meter dari tempat sebelumnya, tiba-tiba getaran hebat terjadi langkah kaki semakin banyak karena Monster turun Gunung.


Tap ... Tap ... Tap ...


Roarrr!


Raungan monster terdengar di telinga mereka, Qin Chen merasakan Aura membunuh dari hadapannya semakin kuat. Sama halnya dengan mereka berdua yang merasakan hal yang sama.


[Ding!]


[Peringatan!]


[Puluhan Monster Kesengsaraan menyerang.]


Qin Chen langsung mengambil langkah menyerang, sama halnya dengan kedua orang dibelakangnya.


"Puluhan Monster turun Gunung saat merasakan Aura kita. Jadi, lenyapkan yang menghalangi jalan." Ucap Qin Chen.


Pada saat yang bersamaan, sekumpulan Monster melompat ke atas langit menuju tempat Qin Chen.


Belum sempat Qin Chen bergerak, semburan api ganas menghanguskan mereka semua tanpa sisa sedikitpun. Qin Chen memalingkan wajahnya melihat Chu Qincheng menyerang menggunakan api tersebut.

__ADS_1


'Ini ... Apa ini kemampuan pengendali api? Dengan tatapan matanya mampu mengeluarkan api emas, membakar mereka tanpa tersisa sedikitpun jejak.' Pikir Qin Chen yang sedang terkejut.


Senyuman Qin Chen sedikit terukir. 'Tidak buruk ... '


Walaupun Qin Chen belum sepenuhnya melengkapi kebutuhan dirinya. Termasuk mata yang ingin dia kuatkan, Qin Chen menutup matanya lalu dengan hentakan kaki membekukan setengah dari gunung tersebut.


Bang!


Wushh!


Hembusan angin dingin menyertai teriakan monster yang mati dalam keabadian. Chu Qincheng melihat semuanya, dia tersenyum senang dan manis ke arah Qin Chen.


Mereka berdua membalikkan keadaan sekarang, Zi Long menjadi figuran yang tidak bergerak melihat Tuan dan Nyonya nya mengambil segalanya.


Qin Chen mendapatkan beberapa notifikasi karena berhasil membunuh 146 Monster di dekatnya.


"Qincheng ... Sangat baik." Ucap Qin Chen dengan lembut.


"Hehehehe ... Ini belum seberapa, nanti aku akan menunjukkan padamu seberapa baik diriku." Jelasnya sambil tertawa kecil membalas perkataan Qin Chen.


Qin Chen tersenyum lalu melanjutkan perjalanan menuju Puncak Gunung.


Setelah beberapa menit berlalu mereka tiba di atas Gunung dengan kondisi baik-baik saja. Qin Chen dan lainnya hanya melihat dataran tanah dan bantu dimana-mana, tidak ada tempat Gerbang yang dikatakan oleh Zi Long.


"Menjawab Yang Mulia, saya juga belum tahu. Kenapa gerbang tersebut tidak ada, seharusnya ada di sekitar sini." Jelasnya.


Qin Chen memikirkan sesuatu, dia sedikit menutup matanya. Melihat lebih tajam tempat mereka sekarang, saat melihat sekelilingnya, Qin Chen akhirnya menemukannya.


"Begitu ... "


"Apa kamu sudah menemukannya, Tuan Chen?" Tanya Chu Qincheng.


"Ya, Gerbang tersebut seperti disembunyikan oleh Dunia luar. Sehingga tidak ada satupun dari kita dapat melihatnya, untungnya aku dapat melihat hal-hal yang disembunyikan Dunia, walaupun samar-samar." Jelas Qin Chen kepada Chu Qincheng.


Chu Qincheng mengikuti Qin Chen, melihat sekitarnya dan terlihat Gerbang tersebut berada di dekat dengan mereka. Ini mengejutkan, karena dia baru menyadari hal tersebut.


"Tuan Chen sangat hebat bisa menemukan hal ini, kapan-kapan tolong ajarin saya menggunakan kemampuan tersebut." Chu Qincheng mencoba meminta Qin Chen mengajarinya.


Qin Chen tertawa kecil. "Baiklah, untuk sekarang beristirahat terlebih dahulu. Kita tidak tahu saat masuk akan mendapatkan hadiah seperti apa."


"Benar juga ... Mengingat, Gunung ini sudah lama tidak dikunjungi. Sekalipun di kunjungi, mereka akan berhenti beberapa meter setelah naik karena penekanan tersebut." Chu Qincheng setuju untuk beristirahat sejenak sebelum masuk kedalam Gerbang.


Mereka beristirahat, Qin Chen bermeditasi sejenak sambil mempersiapkan sesuatu yang dia butuhkan sebelum masuk kedalam Gerbang tersebut.

__ADS_1


'Sistem, ini sedikit aneh, kenapa monster sebelumnya seperti tidak tertekan oleh tekanan gravitasi?' Tanya Qin Chen.


[Ding!]


[Menjawab Tuan: Karena mereka telah lama berada di Gunung. Jadi, tubuh mereka telah beradaptasi dengan gravitasi sekarang, sama halnya dengan Tuan. Jika Tuan berlama-lama di bawah tekanan gravitasi, maka Tubuh Tuan akan beradaptasi dengan lingkungan tersebut.]


Sistem menjelaskan tentang pertanyaan Qin Chen, saat Qin Chen mendengarnya. Qin Chen sadar, sama seperti di bumi, mereka telah beradaptasi disana puluhan tahun bahkan ribuan tahun hingga Qin Chen mati.


'Sudahlah, apa kamu menjual penerangan?' tanya Qin Chen.


[Penerang malam: penerangan yang dapat menerangi kegelapan malam menyerupai cahaya matahari, dengan jangkauan jarak ribuan meter. Harga; 10.000.000 PS.]


[Y/N]


Qin Chen menekannya. 'Ya.'


[Ding!]


[Selamat Tuan, karena berhasil membeli penerang malam. Harga; 10.000.000 PS.]


Setelah membeli penerang malam, Qin Chen membuka matanya. Melihat sekitarnya terasa sunyi hanya ada suara hembusan angin selain itu hany kekosongan yang ada.


"Setelah lima menit, kita akan melanjutkannya. Namun sebelum itu, saat masuk bersiap akan serangan dadakan nanti." Jelas Qin Chen.


"Apa akan ada Monster lagi?" Tanya Chu Qincheng.


"Apa kamu takut? Jika benar, nanti kamu di belakangku saja." Balas Qin Chen.


"Tidak-tidak ... Tapi sebaliknya, jika ada Monster lagi, biarkan aku saja yang membunuhnya. Aku ingin melatih beberapa kemampuan yang belum pernah ku gunakan." Jelasnya dengan nada gugup.


Qin Chen menyipitkan matanya, ini membuatnya memalingkan wajahnya. Dia seperti ketauan menyembunyikan sesuatu, dengan polosnya Chu Qincheng bersiul seperti tidak ada apa-apa.


'Hmmm ... Mencurigakan, apa dia ingin mengambil Poin Sistem? Jika benar, Monster di Hutan Monster sebelumnya pasti ulahnya juga.' Batin Qin Chen penuh curiga kepada Chu Qincheng.


Qin Chen membuatnya merasa tidak nyaman, dia sedikit mundur menjauh dari Qin Chen. Tatapan mata Qin Chen membuatnya merinding, Qin Chen yang telah selesai langsung kembali.


"Baiklah ... Kamu dapat membunuhnya, hitung-hitung, aku ingin melihat kemampuan yang kamu katakan sebelumnya." Balas Qin Chen yang membiarkan dia mendapatkan hal tersebut.


"Terimakasih."


...


*Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2