
Sepasang sayap Phoenix membentang luas di langit seolah ia adalah Raja Langit. Matanya bergerak sedikit kesamping dengan pupil seperti naga yang mengintai mangsanya dengan tatapan tajam. Sementara wujudnya, ia tampak seperti sebelumnya, hanya pakaian awalnya berubah menjadi berwarna merah darah yang terhembus angin dengan rambut panjang berwarna perak.
"Ah! Kalian membuatku sedikit bergerak kali ini, namun tidak masalah karena kartu as-ku hanya digunakan untuk melawan surga. Sementara kalian, cukup dengan penampilan sederhana ini memutar balikkan keadaan dunia dengan tanganku."
Dengan angkuhnya berbicara membuat seluruh Dewa termasuk Dewa Raksasa mengertak kesal, meksi begitu mereka tidak bergerak karena tidak sanggup mengangkat tubuhnya lebih tinggi selain berlutut dihadapan Qin Chen.
"Keparat! Jika kau berani melawan kami, jangan gunakan hal memalukan seperti ini! Mencoba membuat kami berlutut? Jangan bermimpi! Kami hanya akan berlutut pada surga, tidak untuk Kaisar Iblis Kejam seperti kau!"
Qin Chen tidak menanggapi hal itu, ia hanya melihat reaksi memberontak mereka benar-benar membuatnya terhibur di langit. Bahkan saat mereka mencoba melepaskan diri, sebanyak apapun usahanya tidak akan bisa lepas darinya.
"Begitu? Baiklah, untuk kali ini aku akan melepaskannya kalian."
Qin Chen menjentikkan jarinya dan tekanan itu lepas, secara tiba-tiba mereka bergerak kesamping Qin Chen menyerang dengan kekuatan fisik masing-masing. Pada saat yang bersamaan dan timing yang pas, Qin Chen bergerak menahan semuanya di antara ruang dan waktu mengentikan serangan tersebut.
Bang!
"Huh! Pertahanan sebelumnya, kau memang hebat dalam kekuatan ruang dan waktu! Namun kau tidak hebat dalam kekuatan fisik! Karena kami adalah pertarungan dalam jarak dekat dan memiliki kekuatan fisik melebihi Dewa!"
"Kalian semua kerahkan kekuatan fisik kalian dan serang pada satu titik dimana pusat kelemahannya berada di tengah-tengah pertahanan ini!"
"Haaaaaa!"
Bang! Bang! Bang!
Ratusan pukulan terus membentuk pertahanan Qin Chen disatu tempat, secara bergantian dengan ritme yang luar biasa membuat percikan api menyebar di langit. Aura merah bercampur gelap menjulang ke langit seperti membakar apapun.
Pemimpin pasukan revolusioner tercengang tidak dapat berkata-kata melihat Qin Chen yang masih bisa bertahan meski di hantam ratusan True God secara bergantian dengan kekuatan luar biasa.
"Kalian semua, kerahkan seluruh kekuatan!"
__ADS_1
Satu perintahnya membuat seluruh pasukan revolusioner membakar energi dengan begitu besar, bahkan pasukan musuh di pukul mundur dan kewalahan menghadapi mereka yang secara membabi-buta menyerang di langit.
Qin Chen yang tidak bereaksi sedikitpun di langit, ia melihat orang-orang diluar menyerang pertahanannya namun tidak dapat membuatnya sedikitpun lecet.
"Huft!" Ia mengeluarkan nafas sedikit lebih panjang, lalu mulai menggerakkan kakinya sedikit kesamping dan matanya melihat ke arah Dewa Raksasa.
Reaksi yang Qin Chen berikan membuat pasukan Dewa mengerti dan mundur kebelakang melindungi Dewa Raksasa. Namum secara tiba-tiba, Qin Chen muncul dihadapannya dan mencengkram kepalanya lalu menyeretnya kebawah menghantam daratan dan gunung-gunung di sekitarnya.
Boom! Boom! Boom!
Bahkan sedikitpun darahnya menjadi kabut asap berwarna merah, tubuh bagian belakangnya terluka parah membuatnya merasakan rasa sakit yang tak tertahankan karena dihantam Qin Chen ke daratan secara menyeret sepanjang jalan.
Saat berada di gunung besar, ia menendangnya hingga terhempas menghantam gunung.
Duarr!
Dalam ledakan, Dewa Raksasa tergeletak di tanah dengan berlumuran darah di sekujur tubuhnya. Para Dewa bergegas ke arah Qin Chen dan menyerangnya dari belakang dan sebagian Dewa menyelamatkan Dewa Raksasa membawanya lari menjauh.
Swoosh!
Siluet bulan sabit diselimuti nyala api Phoenix membakar langit dengan domain miliknya, puluhan True God terbakar oleh nyala api, dan ribuan Dewa yang mengikutinya sama halnya. Suara deringan sistem membajari isi kepalanya karena mendapatkan Poin Sistem dan Exp yang melimpah.
Dalam waktu singkat, langit menjadi kosong tanpa bentuk maupun fenomena di sana. Bahkan, dewa lainnya turun kebawah menghindari tebasan Qin Chen yang melebar di langit.
Sementara di antara bintang-bintang, dewa luar mengamati pertarungan ini dengan serius. Jelas ini semua pembantaian sepihak, dimana Qin Chen lebih unggul dimanapun, karena ia sekarang menggunakan kekuatan Phoenix yang memiliki legenda luar bisa bisa membakar dunia dengan apinya.
"Perang ini seperti direncanakan olehnya, bagaimanapun semuanya sesuai dengan apa yang ia rencanakan. Disisi lain, wanita itu menyelamatkan orang-orang, dan dia mengamankan semua Dewa sendirian seolah mereka adalah bidak-bidak catur dibawah telapak tangannya."
"Bukankah ini akan membuat kekacauan lagi di dunia? Bagaimana bisa seorang awalnya manusia biasa berubah menjadi Dewa Dunia! Kekuatan ini setidaknya setara dengan Kaisar Surga, meski begitu, dia belum menunjukkan seluruh kekuatannya dan mungkin hanya sedikit sekarang."
__ADS_1
"Jika situasi memburuk, aku akan kembali mempersiapkan rencana dan penutupan diri selama ribuan tahun dan terbangun di era dimana dia sekarang berada! Melawan orang sepertinya seperti memanggil kematian untuk cepat datang."
Mereka berani mengangguk karena melihat secara nyata dengan kepala mereka sendiri. Dengan melihat itu, mereka begitu kesulitan memikirkan cara untuk tidak mengekspos dirinya sehingga tidak diketahui oleh Qin Chen dibawah.
Qin Chen melirik ke atas dan secara mengejutkan matanya mengeluarkan cahaya menyerupai laser yang melesat menghantam salah satu bintang.
Duarr!
"Arkkkk!" Salah satu Dewa Luar mati!
Serangannya membuat Dewa Luar ketakutan dan berlarian melesat meninggalkan cahaya yang melintasi ruang hampa. Ini mengejutkan semua orang karena ada Dewa Luar yang memperhatikan mereka selama ini dan Qin Chen membunuh salah satunya.
Mereka ketar-ketir melesat sambil melihat kebelakang sesekali, dalam waktu singkat mereka menghilang dari dunia ini. Mereka kembali dengan luka-luka yang mereka dapatkan dari ledakan sebuah bintang besar menjadi lubang hitam baru di langit.
Qin Chen kembali melihat kebawah setelah memberikan peringatan untuk mereka di langit. Disana, ia melirik kearah Dewa Raksasa yang terluka dibawa lari menjauh dari tempat pertempuran.
"Siapa yang membuat kalian berani membawa orang itu dari sini."
Secara mengejutkan, Qin Chen menendang mereka kebawah hingga menghantam daratan sekali lagi. Bahkan kecepatan Qin Chen tidak dapat diprediksi lagi dan lagi, bagaimana mengalahkan monster yang memiliki kecepatan yang mengerikan, itu mustahil jika mereka tidak mengandalkan kekuatan ruang dan memperkecil pegerakan Qin Chen.
"Sial! Dia terus-menerus mengandalkan kecepatannya untuk menyerang! Ditambah dengan sepasang sayap Phoenix, siapa lagi yang bisa mengalahkan kecepatannya di dunia ini! Bahkan Kaisar Surga akan kewalahan mengejarnya!"
"*Cough! Kita perlu bantuan lebih banyak, pasukan kita telah berjatuhan terkena tebasan ilahi miliknya. Kekuatan Phoenix membakar dan melelahkan roh, sehingga tidak mungkin bagi kita untuk bereinkarnasi jika terkena sedikit saja apinya."
Mereka mengeluarkan plat dan melemparnya ke langit, seluruh warna berkumpul dan gemuruh pecah bersamaan petir menyambar daratan itu hingga meledak-ledak membuat guncangan hebat.
Qin Chen melirik ke atas, karena di bawah lubang hitam yang besar itu, ada sebuah monster yang Dewa itu panggil.
"Monster Primordial!"
__ADS_1
....
*Bersambung ...