Supreme King System

Supreme King System
Chapter 136 : Latihan Terakhir


__ADS_3

Sword of Final Judgment, memiliki bentuk menyerupai katana. Langsing dan tajam di setiap sisinya, dan di setiap sisi pedang terukir tulisan kuno misterius yang sulit di pahami.


Pegangan tangannya terbuat dari kulit Hewan Mistis, dan sirkuit katana terbuat dari bahan yang belum terindentifikasi.


***


Didalam ruangan, mereka diam dan ruangan menjadi hening. Tidak ada satupun dari mereka bersuara, pikiran mereka tengah kacau melihat apa yang terjadi, termasuk Paman Zhou itu sendiri.


Sekian banyak keturunan Qin, Qin Chen adalah satu-satunya orang yang dapat menarik pedang tersebut. Bahkan mengakui Qin Chen tanpa sedikitpun ritual yang dilakukan oleh mereka berdua.


Sementara Qin Chen, Qin Chen yang mengetahui hal tersebut lalu berbicara. "Pedang sebelumnya telah menyatu denganku ... Untuk pontensi pedang tersebut, aku tidak dapat berbicara. Aku sendiri belum membuktikannya, namun ini adalah peninggalan Leluhur Qin."


"Tidak mungkin baginya meninggalkan barang biasa, karena hal tersebut, kalian dapat memikirkan dan memahami apa yang aku katakan sekarang."


Mereka paham hak tersebut, jadi mereka tidak berbicara. Paman Zhou yang mulai mereda, lalu berbicara. "Karena kamu mendapatkan peninggalan Leluhur Qin, maka kamu adalah orang yang terpilih, Qin Chen. Paman tidak dapat mengatakan apapun, kamu mungkin tahu tanggung jawab yang apa yang diberikan Leluhur Qin."


"Seperti yang Paman katakan, aku menanggung semua beban itu sendiri. Paman tidak perlu khawatir, sekarang, karena aku telah memilih Jalanku, maka musuhku bukanlah orang biasa-biasa lagi."


"Para Dewa tidak akan tinggal diam melihat aku berkembang lebih pesat dibandingkan mereka. Surga tidak akan memberikan kemudahan, akan ada banyak bencana yang harus aku hadapi, aku tidak akan menyerah." Jelas Qin Chen.


"Baguslah ... Aku percaya padamu, Qin Chen. Leluhur mempercayaimu, maka aku akan mendukungmu." Balasnya.


Mereka mengobrol biasa setelah membahas Pedang sebelumnya. Hingga waktu berlalu mencapai puncaknya malam, Qin Chen dan Chu Qincheng kembali ke Istana.


***


Paginya, Qin Chen dan Chu Qincheng beserta Zi Long berada di atas panggung alun-alun Sekte. Semua murid berkumpul di hadapannya dengan rapi.


Qin Chen yang melihat perkembangan mereka dalam 14 hari ini benar-benar kagum. Walaupun basis mereka belum seberapa, namun kekuatan mereka melebihi basis mereka masing-masing.


"Hari ini adalah hari terakhir kalian latihan ... Besoknya, Turnamen akan di adakan. Aku harap, kalian membawa kemenangan dan membanggakan Sekte Eternal Heaven." Ucapnya.

__ADS_1


Mereka bersorak keras dengan penuh semangat tak terbatas. Qin Chen puas, dan melanjutkan perkataannya. "Baguslah ... Kita akan latihan mulai sekarang hingga sore hari, malamnya kalian akan beristirahat dengan meminum beberapa Pil kesehatan, ini untuk menyegarkan tubuh kalian dan menghilang rasa lelah, mengerti."


"Siap, mengerti!"


Setelah itu, mereka berpisah kembali dan melanjutkan latihan terakhir mereka.


Sekte Eternal Heaven hanya memiliki 48 Murid di dalamnya. Walaupun begitu, mereka ada bakat-bakat Jenius yang tidak akan muncul dengan mudahnya di Dunia.


3 Jenius dan Murid Utama Sekte, Mo Yusan, Lao Tao, dan Lu Meiyin.


Satunya berasal dari Keluarga Lu, karena dia dianggap sampah dan tidak berbakat, keluarganya mengusirnya dan membuangnya di Ibukota.


Namun sekarang berbeda, dia adalah bakat yang langka. Monster yang dapat menelan langit, dia akan menunjukkan pada mereka bahwa dia bukanlah sampah yang mereka bicarakan.


Sementara Murid Dalam terdapat 21 Murid, dan sisanya adalah Murid Luar. Mereka dipisahkan melalui Sistem Poin Kontribusi dan juga budidaya mereka.


Jika mereka sampai di budidaya yang ditentukan, mereka akan di promosikan ke Murid Utama maupun Dalam.


Ditempat Qin Chen, Qin Chen berdiri memperhatikan murid-murid tengah memurnikan Pil Kelas Surga yang Qin Chen berikan contoh.


"Dalam sejarah Alkemis, mungkin Bakat adalah penentunya. Namun itu berbeda jika aku yang mengajarkan kalian, kalian hanya perlu semangat dan gigih dalam belajar, maka dapat memurnikan Pil."


"Tidak ada sampah di Dunia, maupun orang bodoh. Mereka semua hanyalah orang yang tidak memiliki kepercayaan diri yang tinggi, itulah penyebab dari segala kegagalan."


Sepanjang mereka memurnikan Pil, Qin Chen mengoceh sendiri di sana untuk memberikan motivasi kepada murid-muridnya agar lebih percaya diri.


Sama halnya dengan Chu Qincheng, dia juga mengoceh sendiri untuk memberikan motivasi. Semuanya dilakukan untuk memberikan motivasi tinggi dan membuat semua murid tidak memikirkan kegagalan.


Dalam hal ini, Qin Chen dan Chu Qincheng telah merencanakannya sebelumnya.


Mereka yang mendengarkannya dengan sungguh membuat tekad mereka semakin kuat karena di tumpuk oleh motivasi dari guru mereka.

__ADS_1


Ini menciptakan momentum kuat atas kepercayaan diri mereka. Seluruh proses latihan menghasilkan buah yang sempurna dalam 14 hari.


Waktu yang berlalu menghasilkan keberhasilan bagi mereka, mereka berhasil melewati ujian yang diberikan oleh guru mereka.


Seluruh murid, setelah latihan selesai, mereka semua berlutut dihadapan Qin Chen, Chu Qincheng dan Zi Long.


Mengucapkan rasa terima kasih yang begitu besar dan mendalam kepada mereka. Jika bukan karena mereka, mereka semua mungkin akan menjadi anak jalanan yang gagal untuk hidup.


Chu Qincheng menutup mulutnya sedikit terharu mendengarnya, Qin Chen tersenyum puas. "Jika kalian ingin mengucapkan terimakasih, maka tunjukkan pada Guru di Turnamen nanti. Pukul musuh dengan keras dan banggakan nama Sekte Eternal Heaven kita di seluruh Benua."


"Baik, Guru! Kami tidak akan mengecewakan harapan Guru. Kami akan membawa kemenangan untuk Sekte Eternal Heaven!" Balas mereka dengan bersamaan.


"Bagus ... Aku akan menunggu itu di Turnamen. Sekarang, kalian dapat beristirahat dan mengumpulkan tenaga dan startegi apa yang akan kalian gunakan di Turnamen, sampai nanti."


Qin Chen menghilang meninggalkan mereka semua disana. Mereka melompat kegirangan karena senang dan mengobrol satu sama lainnya.


Setelah itu, mereka beristirahat untuk Turnamen yang akan datang besoknya.


Sementara ditempat Qin Chen dan Chu Qincheng, mereka berdua berada di atas Istana melihat segalanya dari sana, duduk berdua seolah menunggu sesuatu.


"Istri kecil ... Bagaimana pendapatmu tentang Turnamen besok?" Tanya Qin Chen.


"Tidak tahu ... Yang aku tahu, mungkin akan sangat menarik untuk di saksikan. Ditambah, akan ada banyak orang-orang hebat yang tersembunyi dibalik penonton." Balasnya.


"Begitu ... Setelah Turnamen selesai, kita juga akan membuat keributan besar. Apa kamu sudah siap?"


"Tentu ... Selama aku bersamamu, aku selalu siap menghadapi bencana apapun itu, termasuk menghadapi Surga kedepannya." Jelasnya.


Qin Chen tertawa lalu baring di atas atap Istana, tangannya dijadikan bantal Chu Qincheng yang ikut tidur di atas sana melihat langit.


Matahari terbenam, dan mereka menyaksikan bersama untuk menunggu matahari terbit esoknya.

__ADS_1


...


*Bersambung ...


__ADS_2